
Di koridor sekolahnya, Ozzie bertemu Rio saat akan menuju ke kelasnya.
"Zie, muka lu seneng bangeet" sapa Rio dari kejauhan.
Ozzie pun menghampiri Rio, dia tak bergeming sama sekali, di pikiran nya hanya berputar Seka dan Seka..
"Woi Zie" teriak Rio saat melihat Ozzie tiba-tiba melamun sendiri.
"Ehm ya Rio"
"Rio, gua jadian sama Seka" Ozzie tiba-tiba membuka obrolan, dia sudah tidak sabar memberi tahu teman nya kalo sekarang dia tidak jomblo lagi
Rio hanya diam dan terus berjalan tanpa menjawab pernyataan Ozzie. " gua udah nebak" jawab Rio dengan tetap mengarah kan pandangan nya ke depan koridor sekolah.
"Kok bisa..?" Ozzie menatap Rio penuh penasaran.
"Karena seorang Ozzie yang tiba-tiba tertarik dengan wanita, itu pasti dia spesial" imbuh Rio lagi.
"Zie, gimana Dengan bang Hendra..?" Rio terlihat khawatir dibalik wajah datarnya.
"Ya Rio, gua akan kasih tau sendiri di waktu yang tepat" balasnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Selamat ya bro, lu jangan kaget liat tingkah cewek" sambil menepuk bahu Ozzie, Rio seolah ingin memperingati Ozzie,
Ozzie hanya dia mendengar perkataan Rio, dia masih mencerna apa yang Rio katakan tadi, Ozzie yang masih polos dalam hal percintaan, membuat nya masih bingung, sedangkan Rio sudah berlalu masuk ke kelas nya.
Bel masuk pun berbunyi, oz,zie segera masuk kelas dan menghampiri Deni tang sudah lebih dulu masuk ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran.
__ADS_1
......................
Di kampus nya, Seka sedang duduk di kursi luar koridor kampusnya sambil menatap taman yang menurut nya tak indah sama sekali, hanya ada dedaunan hijau seperti layaknya kampus yang lainnya.
"Woi ngapain lu" sapa Nur diikuti Ama di belakang nya.
"Lagi duduk lah, masak jualan gorengan" jawab Seka sambil senyum cengengesan.
"Ke sambet ntar lu ngelamun pagi-pagi"
"Tenang aja Ana, Seka gak akan ke sambet, yang ada Setan nya udah takut duluan sama cewek bawel dan berisik kayak Seka" Nur menimpali dengan wajah tak berdosanya.
"Enak aja, biarin aja bawel yang penting imut dan manis" Seka tak mau kalah dengan mode kepedeannya level dewa.
"Udah jangan berantem, Ka, kita jalan ke mall yuk, sambil cuci mata"timpal Ana kembali sambil mengedipkan mata genit ke arah Seka dan Nur.
"Ayok lah gas, mau berangkat jam berapa..?" Seka mulai semangat bertanya, jalan-jalan adalah hal yang sangat Seka sukai, dia tidak akan menolak jika di ajak kemana pun.
"Jam 4 sore habis ashar ya kita jalan" balas Nur santai, karena Nur cewek yang paling taat agama di banding yang lainnya, pasti dia sangat pentingkan sholat.
"Siap bu ustadzah" jawab Ana dan Seka berbarengan diiringi suara tawa mereka dengan mengangkat jempol ke atas.
Tiba-tiba dari arah koridor terlihat Eki yang sedang berjalan dengan cool nya, memasukan satu tangan di saku celana.
"Eh Ka, lu liat tu Eki, ganteng ya" goda Nur sambil melirik genit ke Seka.
"Apaan yang belum gue tau ni" Ana pun ikut penasaran.
__ADS_1
"Udah ya, kalian berdua gak usah jadi mak comblang, gua udah punya pacar" jawab Seka malu-malu.
"Apaaa.?" setengah berteriak Nur dan Ana kaget.
"Woi jangan kaget gitu, emang kalian fikir gua gak laku, segitunya" Seka mulai dengan mode ngambek yang di buat-buat.
"Bukan gitu, lu kan gak pernah jalan sama cowok, di asrama mulu, selain sama Eki, siapa lagi yang deketin lu" Ana mulai buka suara karena menurutnya Seka orang yang tidak mudah jalan sama cowok sembarangan.
Akhirnya Seka menceritakan semuanya pada mereka, Seka memang seseorang yang tidak bisa menutupi apapun, sikapnya yang extrovert itu lah yang membuat dia selalu tak bisa menyembunyikan kebahagiaan maupun kesedihan nya.
"Ka, lu yakin mau jalani hubungan ini..?" Ana yang tau kondisi nya khawatir dengan Seka, Ana tau Seka jika sudah jatuh cinta akan seserius apa, karena Seka tidak seperti dia yang banyak Gebetan dimana-mana.
"Ya kak, Seka udah memikirkan nya, Seka sudah tau kedepannya akan gimana, tapi setelah 1 bulan Seka jalani, seperti nya Seka sudah mulai suka dengannya kak"
"Yaa sudah Ka, kalo itu yang buat kamu bahagia, gua sama Nur pasti dukung" Nur ikut mengangguk mendengar perkataan Ana.
"Terimakasih ya, kalian adalah teman yang paling baik" memeluk Ana dan Nur.
"Ehm kalo ad maunya aja" Nur pun memperlihatkan ekspresi abstraknya.
"Seka traktir makan ntar sore"
"Siap bos" balas Nur dan Ana bersama dengan semangat empat lima
...****************...
jangan lupa like nya kakak
__ADS_1
"