cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
Jalan-jalan


__ADS_3

Seka setengah berlari keluar dari asramanya, dia tidak enak hati jika membuat Eki menunggu lama. semua gara-gara Nur yang terus saja menyuruh Seka membantu nya untuk membersihkan kamar nya karena ada tikus yang selama ini memakan roti simpanannya di lemari.


"Ka lu mau kemana" Ana melihat Seka setengah berlari keluar kampus.


"Gua mau jalan sama bang Eki, daa..!" Seka masih saja berlari sambil menjawab pertanyaan Ana.


"Jangan lupa bawa oleh-oleh" teriak Ana sambil melambaikan tangan.


Seka hanya mengangguk tanda setuju, dari pada banyak pertanyaan yang keluar dari mulut Ana mending dia segera pergi.


Ana pun berlalu menuju ke asrama nya, dalam pikiran nya dia senang melihat Seka jalan sama Eki, dari pada berondong yang tidak jelas seperti Ozzie. Mending sama Eki yang dewasa dan sangat pengertian dengan Seka.


Seka akhirnya tiba di parkiran sambil celingukan, dia melihat sekeliling untuk mencari Eki. tak beberapa lama dia melihat Eki melambaikan tangan ke arah nya. dia pun berlari ke arah Eki.


"Baang, maaf ya lu nunggu lama" Seka menyapa Eki dengan nafas terengah-engah karena tadi berlari dari asrama ke parkiran cukup jauh.


"Tenang dek, gak apa-apa, udah duduk dulu.!"Eki menepuk punggung Seka pelan.


"Gak apa-apa kita langsung berangkat aja nanti kesorean" Seka langsung mendudukkan bokongnya di jok belakang motor Eki.


"Ok, siap, kita mau makan dulu atau langsung ke toko buku .?" Eki menoleh ke arah Seka sekilas sambil melajukan motornya.


"Ke toko buku aja ya bang"


"Siap tuan putri" Eki melajukan motornya semakin kencang.


Selang 1 jam mereka sudah tiba di toko buku langganan yang sering mereka datangi, mata Seka berbinar melihat buku novel yang tersusun rapi di lemari. selain cerdas dan senang berkompetisi dalam pendidikan.

__ADS_1


Seka juga pencinta novel, cerpen, apapun berbau romantis, dia selalu memimpikan kisah cinta romantis, punya pasangan yang bucin akut, tapi belum kesampaian, malah dirinya yang sering bucin akut, nasib ya Seka. Apalagi Seka suka membayangkan hal-hal romantis dan isi kepalanya selalu di penuhi dengan impian-impian dalam hidupnya. dia berharap semua yang ada di pikirannya menjadi kenyataan.


"Bang, yuk kita ke sana" Seka menggandeng Eki untuk menuju ke rak buku tentang Medis.


Eki mengikuti kemanapun Seka mengajaknya, Eki tau Seka anak yang manja, makanya dia marasa nyaman berada di dekat Seka, Seka wanita yang tidak jaim, apa adanya, dan anti ribet club.


Seka di ajak kemana aja dan makan apa aj pasti senang, itu yang membuat Eki semakin sayang dengan Seka.


"Eh bang, liat itu ad Intan" Seka menunjuk jari nya ke arah teman kampus nya ternyata ada di toko buku yang sama.


"Ciiee bang Eki, Intan itu suka tau sama dirimu, ayok kita samperin.!" Seka menarik tangan Eki untuk mengikuti nya.


Eki setengah malas mengikuti langkah Seka, bukan tanpa sebab, dia tau Seka ingin menjodohkannya dengan Intan, dulu aja sebelum Seka tinggal di asrama, dia pernah mengatur pertemuannya bersama intan, dia hanya mengganggap intan sebagai teman.


Setelah berada di belakang Intan, Seka langsung menepuk punggung intan. " woi tan, ngapain lu disini..?"


Eki hanya tersenyum tipis melihat Intan sekilas dan mulai mencari-cari buki yang diinginkan nya.


"Ka, gua sama Abizar tau" Intan berbicara setengah berbisik kepada Seka, dia tau Seka sangat mengidolakan Abi begitu nama panggilan Abizar. Abi adalah teman sekelas Seka, yang Seka kagumi sejak masuk kuliah sejak saat Abi di daulat manjadi pembaca Alquran pada saat hari penutupan pengenalan mahasiswa baru.


Sejak saat itu Seka sudah mengagumi suara merdu Abi, di tambah Abi lulusan pesantren dan tau banyak tentang ilmu Agama, sudah Seka semakin meleleh di buat nya. begitu lah Seka sangat mudah mengagumi laki-laki apalagi laki-laki itu yang menurutnya punya kelebihan soal ilmu Agama.


"Beneran Tan, ah meleleh nih gua ketemu ustadz ganteng," mata Seka mulai berbinar cerah.


"Ya bener, kita tukeran pasangan yuk, lu sama Abi, gua sama Eki" bisik Intan kembali, Intan dan Abi memang teman dekat sejak awal kuliah, mereka sering pergi bersama. Selama ini Seka hanya tau mereka temanan saja.


Seka berfikir sejenak, walaupun dia mengagumi Abi. tapi dia bukan cewek genit yang mau nempel atau dekat sama siapa aja. sekedar mengagumi bukan berarti dia suka sama Abi, tapi dia tau Intan suka sama Eki, dia ingin memberikan kesempatan Intan dekat dengan Eki. Dia tidak boleh Egois.

__ADS_1


"Ok lah" Seka pun mengiyakan ajakan Intan.


Seka mendekat ke arah Eki, "bang, lu sama Intan dulu ya, gua mau ngobrol sama Abi dulu" Seka menunjukkan wajah genit nya sambil melirik Eki.


Eki tau dari awal Seka mengagumi Abi, walaupun tidak rela. Tapi dia juga tidak mungkin melarang Seka. Karena Seka bukan siapa-siapa nya. "Ehmm" jawab Eki singkat.


"Makasih abang Eki ganteng" Seka senyum kegirangan menuju ke arah Abi.


"Eh Abi, disini juga..?" Seka langsung menyapa Abi.


"Seka, sama siapa kesini..?" Abi melirik Seka sekilas, Abi merupakan cowok yang murah senyum dan ramah.


"Sama bang Eki" jawab Seka sambil melihat buku di rak.


"Owh ya udh, sini gua mau ngajak lu liat buku anatomi, tadi ada yang bagus, mana tau lu suka Ka" tanpa basa basi Abi tiba-tiba menarik tangan Seka menuju rak yang agak pojok.


Seka tidak enak hati tiba-tiba di pegang tangannya oleh Abi, karena dia juga tidak membiarkan sembarangan orang menggandeng tangannya, akhirnya Seka melepaskan gandengan tangan Abi dan mengikuti Abi dari belakang.


Saat Seka asyik memilih buku di rak yang menurut nya menarik sambil di temani Abi tiba-tiba..


"Sekaa.." Eki memanggil Seka setengah berteriak sambil menatap ke arah Abi tajam dan menghampiri Seka dan Abi.


...****************...


wah apa ya yang terjadi ..


seperti nya Eki kesal bangeet nih sama Abi..

__ADS_1


__ADS_2