
Ozzie pulang dari ujiannya sekitar pukul 11.00 WIB, hari lumayan cerah, matahari pun tidak malu menampakkan sinar nya, terlihat wajah lelah dan tidak bersemangat dari Ozzie, pikiran nya benar-benar terkuras karena mengerjakan ujiannya hari ini.
Ibu Aisyah melihat wajah ganteng anak bungsu nya yang di tekuk langsung menghampiri Ozzie di ruang tamu rumahnya. "anak ibu kenapa mukanya kusut banget"
"Pusing bu, ujiannya" keluh Ozzie sambil merebahkan kepalanya di pundak ibu nya.
"Semangat, ujian nya kan cuma tiga hari, pasti anak ibu bisa" Ibu Aisyah merangkul bahu anak kesayangan nya itu.
"Ya bu, Ozzie gak akan nyerah, cuma rasanya otak Ozzie udah over load" keluh Ozzie lagi.
"Haha, apaan lagi itu over load, udah mending kamu istirahat dulu sambil nunggu zuhur dan makan siang" Ibu Aisyah tersenyum melihat kelakuan anak bungsunya tersebut.
"Siap bu, Ozzie masuk kamar dulu ya" Ozzie beranjak meninggalkan ibunya, di susul ibu Aisyah yang menuju ke arah dapur.
"Ketemu kasur juga" gumam Ozzie kepada dirinya sendiri saat sudah berada di dalam kamarnya, Ozzie meraih benda pipih di samping nya dan membuka aplikasi pesan online, dia teringat untuk memberi kabar kepada kekasihnya itu, terlihat pesan dari Seka masuk terlebih dahulu.
Seka :
"Sayangku, gimana ujiannya.?"
Ozzie tersenyum membaca pesan dari kekasihnya tersebut, Seka salah satu support sistem nya dalam ujian, jika mengingat bisa berada dekat dengan Seka rasanya Ozzie ingin segera mengakhiri ujian ini.
Ozzie :
"Ozzie baru sampai rumah, ujian nya pusing sayang๐ฅ"
Selang lima belas menit, pesan yang dikirim Ozzie di baca dan di balas oleh kekasih nya itu.
Seka :
"Semangat sayangku, katanya mau bareng, Ozzie pasti bisa.๐"
"Peluk dari jauh๐ค๐ค๐ค"
Ozzie :
"Doain Ozzie ya, semoga di permudah ujiannya"
"Seka lagi ngapain..?"
Seka :
__ADS_1
"Siap sayangku, selalu doain kok"
"Seka lagi istirahat, nanti ada jam kuliah siang"
Ozzie :
"Seka juga semangat kuliahnya๐ค๐ค"
Seka :
"Selalu semangat sayangku"
Ozzie ;
"Jadi kangen ๐ข"
Seka :
"Sabar ya, kan bentar lagi ketemu.๐ค"
Ozzie :
"Ya sayangku, semangat buat kita"
"Istirahat gih"
Seka :
"Love you too brownies ku.๐๐๐"
"Siap sayangku"
Ozzie membaca kembali pesan yang di kirim Seka, dia terus saja tersenyum gemas melihat pacar nya itu, manis sekali, Seka memberikan warna baru di hidupnya Ozzie, membuat Ozzie jadi mempunyai tujuan hidup yang jelas, tentu saja bertemu dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita adalah anugrah.
Tanpa terasa Ozzie sudah melewati Ujian Nasional hari terakhir, hari ini ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia, walaupun banyak soal yang membingungkan Ozzie berusaha tetap fokus, karena walaupun ini merupakan bahasa yang kita gunakan, tapi bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai aturan yang baku itu sangat sulit dan menjebak, bahkan banyak siswa yang nilainya lebih kecil dari pelajaran yang lain.
Ozzie keluar dari ruang ujian dengan wajah yang lega di ikuti Rio dan teman-teman mereka yang lain, terlihat dari wajah mereka semuanya tegang bercampur kelegaan karena sudah melewati tiga hari yang menentukan masa depan mereka, walaupun belum tau hasilnya setidaknya mereka sudah melalui ujian tersebut.
Deni menghampiri Ozzie dan Rio yang berjalan di koridor sekolah menuju kantin, mereka sudah berjanji bertemu setelah ujian selesai "guys, tungguin gua ih" Deni mempercepat langkahnya agar bisa berjalan beriringan bersama kedua temannya, kedua temannya hanya melirik dan tidak bergeming sampai mereka tiba di kantin.
"Mau makan apa kalian.?" Rio melirik kedua temannya.
__ADS_1
"Wuih, mau di traktir nih ceritanya" Deni tersenyum semuringah melihat ke arah Rio.
"Cepetan, entar gua tinggal"
"Galak bangeet lu Rio, sabar napa" Deni memasang wajah sendu yang di buat-buat olehnya.
"Gua mau bakso sama es jeruk ya" Ozzie yang hanya diam sejak mereka tiba di kantin mulai membuka suara nya.
"Samain aja ya, lama lu Den"
"Hehe, ok deh Rio" Deni hanya cengengesan melihat Rio, Rio berbalik arah dan memesan makanannya.
Deni memutar badannya menghadap ke arah Ozzie yang berada di sampingnya, "Zie, udah siapin buat daftar kuliah..?"
"Belum, gua mau kerumah om dulu"
"Bener juga ya, om lu kan punya perusahaan Zie, enak lah lu kan, bisa kuliah di sana sambil kerja, gua lagi bingung nih, gua cari kerja dulu aja lah" Deni mulai dengan mode nyerocos nya tanpa henti.
"Mau cari di mana..?"
"Di tempat om lu ada gak..?"
"Gak tau gua, ini aja belum tau gua mau kerja apa disana"
"Gua mah kerja apa aja lah Zie, yang penting halal, jangan lupa juga yang penting duit nya, Hahaha" Deni tertawa sambil menaikkan tangan membuat lambang love sambil di gerak-gerakan naik turun.
Tidak berapa lama Rio sudah datang dengan makanan yang di bawanya dan duduk bareng kedua temannya tersebut.
"Rio memang terbaik lah, makasih ya traktirannya" Deni tersenyum jahil sambil menaikkan kedua alisnya.
"Kalo gratis aja semangat lu" Timpal Ozzie.
"Dia kan emang gitu" Rio mulai dengan mode ngeledek Deni.
"Namanya juga gratis, siapa coba yang gak mau" Deni masih dengan mode senyum jahilnya.
Mereka bertiga menyantap makanan dan bercerita tentang rencana kedepannya, karena setelah pengumuman hasil ujian mereka harus siap-siap untuk pergi ke kota yang sama dengan Seka, Ozzie dan Rio masih dengan rencananya yang akan kuliah sedangkan Deni akan kerja terlebih dahulu.
Mereka bertiga sangat bersemangat membicarakan hal tersebut, masa putih abu-abu ini akan berakhir, semua kenangan pun akan hanya di ingat di memori mereka, ya terasa begitu singkat tanpa sangat bermakna.
...****************...
__ADS_1
guys, mungkin ini akan author perpendek, karena ada yang cemburu..hahah
Author nulis kisah SMA berasa nostalgia ya, seru, bikin candu.