cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
Calon Menantu


__ADS_3

Pagi sekali Seka dan ibu Aisyah berboncengan menuju ke pasar seperti rencana mereka tadi malam, perjalanan cukup ramai karena jalan yang mereka lalui merupakan jalan lintas kota sehingga Banyak kendaraan besar yang lewat.


Seka yang memang sudah terbiasa membawa motor dengan jalan yang lumayan ramai tidak ada kesulitan bagi nya, perjalanan mereka cukup jauh, karena pasar yang ingin mereka tuju adalah pasar terbesar di kota itu.


"Masih jauh bu..?" setengah berteriak Seka berbicara kepada ibu Aisyah.


"Sebentar lagi nak, nanti sekitar seratus meter, ada belokan sebelah kanan, nah disana pasar nya"


"Siap bu" Seka mulai menambah kecepatan motornya, berselang sepuluh menit, mereka sudah sampai di belokan yang dikatakan ibu Aisyah.


"Itu pasar nya nak Seka" ibu Aisyah menunjukkan jarinya ke arah pasar yang terlihat ramai karena kebetulan hari ini hari libur.


"Kita cari parkiran dulu ya bu"


"Di samping yang jualan sayur itu saja nak, gak apa-apa kok" ibu Aisyah kembali mengarahkan Seka untuk memarkir motornya.


Setelah motor terparkir rapi, kedua wanita yang berbeda usia itu mulai berjalan masuk ke dalam pasar untuk mencari yang mereka inginkan.


"nak Seka, kita ke tukang sayur itu ya,"


"Ayo bu" Seka mengikuti ibu Aisyah dari belakang sambil membawa tote bag yang mereka bawa dari rumah.


"Bang, ini bawang merah nya mau ya satu kilo" Ibu Aisyah memilih bawang yang akan di beli.


"Eh uni, lamo ndak ketemu," pedagang yang memang Langganan ibu Aisyah, sudah sangat kenal dan saling menyapa.


"Ya, lagi banyak kerjaan bang" ibu Aisyah masih tetap memilih bawang merah di tangannya.


"Wah ini siapo uni..? rancak bana, perasaan uni ndak punyo anak cewek" pedagang sayur tersebut melirik ke arah Seka.


"Calon menantu uda, cantik kan" Ibu Aisyah menggandeng tangan Seka dan mengenalkan Seka kepada Pedagang langganannya.


"Rancak bana uni, ini yang anak tuo yo uni"


"Bukan, ini calon nya Ozzie"


"Budak kecik iko ruponyo, si ganteng yang pendiam udah punyo calon" pedagang kembali tersenyum kearah Seka.


"ya uda, jadi punya anak cewek kan" ibu Aisyah masih tersenyum seolah dia bangga Seka berada di sampingnya.


blush...

__ADS_1


Seka yang mendengar percakapan mereka dan mengerti apa yang mereka katakan, tidak bisa menutupi pipinya yang merona, ditambah perkataan ibu Ozzie yang dengan bangga mengenalkan dirinya sebagai calon mantu.


Jika sedang sendirian mungkin Seka akan jingkrak-jingkrak saking senangnya, untung dia masih bisa mengontrol perasaan bahagia nya. Pengalaman ini adalah pertama bagi Seka.


Selama mereka berbelanja, pasti ada yang menanyakan Seka kepada ibu Aisyah, bukan tanpa sebab, itu karena semua pedagang disana adalah langganan ibu Aisyah, di tambah selama ini ibu Aisyah biasanya di antar Ozzie atau Rayhan, sekarang malah datang dengan seorang gadis yang menarik perhatian yang lain.


Saat itu juga Seka merasa di hargai dan di sayang ibu Aisyah, ada perasaan berbeda di hatinya Seka, terasa hangat dan penuh cinta.


"Nak Seka, kita sudah selesai"


"Sudah di beli semuanya bu.?"


"Sudah nak, ayok kita pulang" ibu Aisyah berjalan menuju ke parkiran motor di ikuti Seka dari belakang.


Mereka cukup lama berbelanja dan membawa Belanjaan yang cukup banyak, sehingga lumayan kerepotan untuk membawanya.


"Berat ya nak Seka, apa perlu telpon Ozzie untuk menjemput kita..?' ibu Aisyah melihat Seka kesulitan membawa barang yang cukup banyak.


"Gak usah bu, nanti lama kalo nunggu Ozzie, Seka bisa kok"


"Ya udah hati-hati ya nak, pelan-pelan aja ya"


Perjalanan mereka kali ini cukup lama, karena Seka membawa motor dengan kecepatan sedang, selang satu jaman mereka sudah sampai di depan rumah Ozzie dan di sambut oleh ayah Rudi dan Ozzie yang sedang memberi makan ayam-ayamnya.


"Ini yah, nak Seka gak bolehin ibu nelpon Ozzie"


"Gak apa-apa yah, Seka bisa kok" Seka tersenyum hangat ke ayah Rudi.


"Zie, bantuin tu" ayah Rudi memanggil Ozzie yang masih belum beranjak dari kandang ayam di samping rumahnya.


"Ya yah" Ozzie menghampiri mereka dan mengambil semua barang belanjaan di bantu ayah Rudi dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Yuti sedang menikmati sarapannya di meja makan, melihat yang lain masuk kerumah, "wah banyak banget belanjaan Zie..?


"Ya nak Yuti, kalo ke pasar pusat ibu belanja buat satu minggu" ayah Rudi yang berada di belakang Ozzie ikut ngobrol bareng mereka.


"Owh gitu yah, Seka mana ya.?"


"Tadi disuruh mandi sama ibu, kak" Ozzie dan ayah Rudi berlalu menyimpan barang belanjaan ke dapur.


"Gua nyusul Seka dah ke kamar" gumam Yuti pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Seka yang sedang bersih-bersih di dalam kamar, sambil membereskan semua barang yang akan dia bawa pulang ke asrama di kagetkan dengan kedatangan Yuti ke kamar.


"Woi Ka, lagi ngapain..?"


"Ka uutiiii..." Seka setengah berteriak sambil mengelus dadanya.


"Gitu aja kaget lu" Yuti mendudukkan bokongnya di samping ranjang.


"Kalo masuk ketuk pintu kak, untung gak copot jantung Seka, di tambah tadi aja di pasar jantung Seka hampir loncat dari tempatnya" Seka masih sibuk membereskan barang-barang bawaan nya.


"Emang ngapain lu di pasar..?


"Hehehe" Seka senyum sambil cengengesan mengingat kejadian di pasar tadi.


"Woi, lu ngapain senyam senyum kayak orang gila gitu Ka..?"


"Gimana gak loncat ni jantung dari tempatnya, tadi ibu Ozzie mengenalkan Seka sebagai calon menantu nya" Seka masih tersenyum dengan pipi yang merona sambil memeluk baju yang di pegang nya.


"Cieeee.. pipi..pi.pip calon mantu, Hahahaha" Ledek Yuti sambil mentertawakan Seka.


"Apaan sih ka Uti" Seka semakin malu saat di goda Yuti.


"Hahahah, senang kan lu, tapi lu bersyukur ya Ka, ketemu keluarga Ozzie yang baik banget"


"Ya benar kak, semoga ke depannya lebih baik ya kak"


Yuti mendekati Seka dan menyenggol bahu Seka, "jadi udah yakin nih sama Ozzie..?"


Seka hanya tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya dan menatap ke arah Yuti.


"Udah beneran cinta nih ceritanya.." Yuti kembali menggoda Seka.


Seka masih dengan mode malu-malu dengan pipi merona.


"Hahah, geli gua liat lu Ka, Cewek bar-bar takluk sama brownies" Yuti tidak bisa menahan ketawa nya melihat wajah Seka yang merah seperti tomat.


"Ah sebel sama kak Uti" Seka pura-pura ngambek, tapi sebenarnya dia hanya malu.


......................


guys author kalo punya camer kayak ibu Aisyah pasti udah pengen di nikahin.

__ADS_1


eehhh tapi ternyata gak jadi..hahaha


__ADS_2