
"Sayang"
"Ehm" Seka masih fokus dengan ponselnya saat Ozzie duduk bersamanya di ruang tamu.
"Seka lagi ngapain.?"
"Ini lagi liat jadwal kuliah besok" jawab Seka masih tetap dengan mode fokus ke ponsel nya.
"Kak Yuti dan Ibu kemana ya, kamu sendirian.?" Ozzie melirik ke kiri dan kanan serta pandangan mengarah ke belakang tidak terlihat ada orang di dalam rumah selain Seka.
"Gak tau sayang, tadi ibu bilang mau ke tetangga sebelah, kak Yuti ikut mungkin ya"
"Sayang" Ozzie menggenggam lembut kedua tangan Seka, tentu saja fokus Seka berpaling sambil menatap kekasihnya itu.
"Terimakasih ya sudah mau menyusul Ozzie disini, Ozzie bahagia banget ketemu Seka, terimakasih sudah mau nerima Ozzie walaupun Ozzie belum bisa menjadi laki-laki yang membahagiakan dan membanggakan Seka" Ozzie menatap Seka dengan tulus.
Seka diam untuk beberapa saat, terlihat dari mata Ozzie tidak ada kebohongan yang telah di ucapkan, Seka merasa sangat tersentuh melihat perlakuan Ozzie saat ini kepadanya.
"Gak perlu ngomong seperti itu, harusnya Seka yang bersyukur karena diterima dengan hangat disini sama keluarga dan teman-teman Ozzie" Seka tersenyum hangat ke arah Ozzie.
"Seka pantas mendapatkan nya, Ozzie hanya anak SMA yang tidak memiliki apa-apa, tapi Ozzie akan berusaha menjadi laki-laki layak buat Seka" Ozzie semakin mendekatkan wajahnya kearah Seka dan mengecup kening Seka beberapa saat.
Seka yang diperlakukan seperti itu, merasa tersanjung dan tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat ini, setiap perlakuan Ozzie kepadanya membuat dia merasa wanita paling spesial dan beruntung.
"Ozzie sangat mencintai Seka" kembali Ozzie mengecup bibir Seka sekilas.
blush..
Pipi Seka merona, hati nya bagaikan tersengat listrik, walaupun ini bukan pertama kali Ozzie menciumnya tentu saja rasanya tidak bisa dia ungkapkan.
__ADS_1
"Seka juga cinta sama Ozzie" kata-kata itu keluar saja mengalir dari mulut Seka, seperti nya kali ini Seka tidak bisa menahan gejolak perasaannya, selama ini hanya rasa bimbang dalam hatinya, tapi kali ini dia benar-benar yakin jika dia mencintai Ozzie.
"Kebersamaan singkat ini Ozzie tidak ingin berakhir, tunggu Ozzie ya, beberapa bulan lagi Ozzie akan menyusul Seka" Ozzie memeluk Seka erat sekali.
Seka membenamkan wajahnya di dada bidang Ozzie, dia hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan perkataan Ozzie, Seka menghirup dalam-dalam harum tubuh Ozzie yang bercampur dengar wangi parfum maskulin, Seka berharap waktu berhenti sebentar. Dia tidak ingin semua kebahagiaan ini berlalu.
Begitu juga dengan Ozzie, rasanya perpisahan ini sangat menyiksanya, Seka cinta pertamanya yang mengajarkan dia banyak rasa terutama rasa bahagia yang belum pernah dia ketahui, sebahagia ini rasanya cinta, apalagi cinta kita terbalas.
Ozzie bertekad akan membahagiakan Seka bagaimana pun caranya, dia akan membuat dirinya layak untuk Seka, dia ingin bersanding dengan wanitanya, begitu perasaannya sekarang, walaupun ke depannya dia tidak tahu akan seperti apa, yang dia tahu Seka adalah dunianya, dia akan membuat banyak kebahagiaan untuk dunianya.
Ozzie akan membuat kebahagiaan Seka di atas kebahagiaan nya, begitu pendek pemikiran laki-laki yang belum genap dua puluh tahun itu, dia terlalu terbuai dengan cintanya.
Seka pun ikut terlena oleh kebahagiaan nya bersama Ozzie, dia merasa harus memperjuangkan hubungan ini.
Perlahan Ozzie mulai melonggarkan pelukannya, dan kembali mengecup kening Seka sekilas dengan tetap menggenggam tangan Seka.
Mereka kembali ke posisi semula sambil menatap ke depan dengan pikiran masing-masing.
"Waalaikum salam" Seka bergegas melepaskan genggaman Ozzie karena malu tapi Ozzie menahannya.
"Wah pacaran ya kalian, gandengan mulu kayak mau nyebrang" ledek Yuti saat melihat Seka dan Ozzie sambil mengulum senyum.
Ibu Aisyah hanya tersenyum tipis melihat kelakuan mereka "udah beres nak Seka.?, ini oleh-oleh buat di asrama sama masakan ibu di belakang di bawa ya" ibu Aisyah menyodorkan bungkusan berwarna hitam kepada Seka.
"Sudah bu, Ibu kok repot-repot sih, Seka jadi gak enak merepotkan ibu dari kemaren" Seka terlihat tidak enak hati kepada ibu Aisyah.
"Gak repot kok, ibu senang, berasa punya anak perempuan" Perempuan paruh baya itu tersenyum tulus ke arah Seka.
"Terimakasih ya bu" Yuti ikut menimpali sambil ikut senyum.
__ADS_1
"Ayok kak, kita masukin barang-barang ke bagasi dulu" Seka berlalu menuju ke kamar sedangkan Ozzie terasa enggan untuk melepaskan genggaman nya, tapi lirikan Seka membuat Ozzie mengalah dan membiarkan Seka pergi di ikuti Yuti dan Ozzie akhirnya menyusul juga untuk membantu.
Selang lima belas menit semua barang sudah di masukan ke bagasi mobil Yuti
"Alhamdulillah, udah masuk semuanya nih Seka" Yuti kembali membuka suaranya.
"Sudah kak, gak ada yang ketinggalan kan ya" Seka mengecek kembali barang bawaannya.
"Sip lah kalo gitu, makasih ya Zie udah di bantuin" pandangan Yuti beralih ke Ozzie.
"Sama-sama kak, jagain Seka ya kak"
"Ok Zie, tenang ajak, kalo dia nakal gua jewer" Yuti senyum sambil menaikkan alisnya.
"Apaan sih, emang Seka anak kecil di jagain" Seka mulai dengan mode ngambek dan cemberut nya.
Ozzie hanya tersenyum tipis melihat ekspresi kekasihnya itu, pasti dia akan kangen mencubit gemas pipi kekasihnya itu.
Seka dan Yuti pamit kepada ibu Aisyah dan ayah Rudi bergantian, walau pun ayah Ozzie pendiam tapi Seka merasa diterima di sana. Mereka membawa mobil pelan di iringi Ozzie di depan mengunakan motornya.
Di jalan Deni dan Rio sudah menunggu untuk ikut mengantarkan mereka sampai di pertigaan jalan yang mereka lewati, walaupun berat buat berpisah tapi mereka yakin perpisahan ini hanya sementara, di tambah Ozzie dan Seka sudah banyak menciptakan kebahagiaan yang bisa mereka simpan saat mereka berpisah jauh.
...****************...
kebayang sih, baru juga ketemu, eh udah berpisah lagi.
nasib LDR ya.
Ozzie cepet donk lulusnya, biar bisa ketemu tiap hari..
__ADS_1
ngarep yak