cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
Kelulusan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling di tunggu Ozzie dan teman-temannya, hari yang menentukan perjalanan mereka ke depannya, setelah melewati Ujian Nasional yang melelahkan hati dan pikiran, tentu saja pengumuman kelulusan yang mereka tunggu.


Semua harap-harap cemas, ada yang tidak bisa tidur semalaman, ada yang tidak bisa makan apapun jelang kelulusan ada juga orang tuanya yang lebih panik dan cemas dari pada anak-anak mereka, termasuk ibu Aisyah yang terus saja mondar mandir di rumah nya sambil menunggu Ozzie memberikan kabar.


Matahari sudah mulai terik, anak-anak Kelas XII berkumpul di lapangan menunggu hasil Ujian Nasional yang akan di sampaikan oleh kepala sekolah, Ozzie bersama temannya yang lain juga ikut dalam barisan tersebut. mereka berbaris berurutan sesuai kelas masing-masing.


Deni menepuk pundak Ozzie pelan "Zie lu gugup gak, tangan gua dingin nih" Deni menyodorkan tangan di depan wajah Ozzie.


"Sama, gua juga, udah diem aja lu"


"Ah, gak asik lu, kaku banget" Deni melengos sambil melirik kiri dan kanan melihat semua wajah teman-teman angkatan nya terlihat panik dan gugup, ada yang saling berpegangan tangan, ada juga yang saling pelukan.


Kepala sekolah dan guru-guru yang lain sudah menempati podium untuk memberikan pengumuman ujian kali ini, terlihat dari wajah mereka, tidak ada senyuman, semua memasang tampang yang serius, berselang beberapa menit, kepala sekolah berdiri di podium paling depan sambil mengambil pengeras suara.


"Assalamualaikum anak-anak, sebelum memberikan hasil ujian kalian, bapak ingin mengucapkan terimakasih karena kalian sudah berjuang sampai saat ini, apapun hasil nya jangan kecewa, bapak yakin ini bukan akhir segalanya, bagi yang lulus jangan terlalu berlebihan mengekspresikan kegembiraan, karena ini merupakan awal langkah kalian ke depan menggapai mimpi dan cita-cita kalian"


Kepala sekolah diam beberapa saat, dia menghela napas panjang" baik anak-anak, bapak umumkan di sekolah kitaa, tidaaak ad-a" Kepala sekolah menjeda ucapannya.

__ADS_1


Semua murid terlihat ada yang mulai menangis, ada yang saling berpelukan erat satu sama lain, suara isakan tangisan mulai terdengar, melihat kondisi tersebut kepala sekolah kembali melanjutkan ucapannya.


"Sudah jangan nangis kalian, saya lanjutkan ya"


"Sekolah Kita tidak ada yang tidak LULUS"


"SELAMAT KALIAN LULUS SERATUS PERSEN"


Semua murid mulai tersenyum bahagia, walaupun masih ada yang menangis tentu saja bukan karena kesedihan tapi tangis haru penuh kebahagiaan, semua bersorak gembira, guru-guru yang lain juga ikut haru dan bahagia mendengar pengumuman yang diberikan oleh kepala sekolah.


Ozzie, Deni dan Rio mereka ikut saling berpelukan, "selamat buat kita, akhirnya lulus, padahal kan gua ngitung kancing baju" Deni mengusap air mata yang mengalir dari pipinya, Ozzie dan Rio ikut berkaca-kaca, ada perasaan lega, haru, bahagia, semua bercampur menjadi satu, memang Ujian Nasional sangat menguras hati dan pikiran mereka tapi saat hasil ujian di umumkan, ada rasa yang sulit untuk di artikan, rasa yang mungkin jika ujian ini tidak ada, tidak akan ada lagi murid yang merasakan kebahagiaan saat kita di nyatakan lulus atas segala usaha yang kita lakukan.


"Zie jalan yuk, keliling" Zira teman Sekelas Ozzie menghampiri mereka.


"Gas lah Ra" Deni mulai menimpali.


"Lu nyerocos aja Den, gua nanyain Ozzie" Zira memanyunkan bibirnya terlihat kesal.

__ADS_1


"Kan gua sama Ozzie sepaket, jadi gak bisa terpisah" ledek Deni kembali.


"Udah jangan berantem, ayo jalan semuanya" Ozzie berlalu ke arah parkiran di ikutin teman-teman yang lain.


Hari ini semua ikut bersama, mereka jalan-jalan sambil mengelilingi kota tanda kelulusan di sepanjang jalan banyak warga yang melihat anak-anak itu konvoi kelulusan walau pun bukan agenda dari sekolah tapi hal tersebut sudah menjadi tradisi dan kebiasaan di ikuti keluarga dan orang tua yang menunggu di pinggir jalan melihat kebahagiaan kelulusan mereka.


Dari jauh terlihat ibu Aisyah menunggu di pinggir jalan sambil melambaikan tangan ke arah Ozzie dan teman-temannya, Ozzie tersenyum menandakan jika dia telah lulus dengan coretan di bajunya dan wajah kebahagiaan serta senyum hangat dari bibirnya.


mereka stop di setiap tempat dengan pemandangan indah tentu saja untuk menjadi spot foto bagi mereka semua, Ozzie dan yang lain larut dalam suasana tersebut, sehingga mereka berfoto tanpa jarak, sambil rangkulan dan saling menempel baik laki-laki dan perempuan.


...****************...


maaf ya guys gak update lama,


karena author akhir tahun sibuk di dunia nyata, laporan-laporan menunggu


semoga author bisa segera menyelesaikan novel pertama ini.

__ADS_1


mohon dukungan nya.


__ADS_2