
Rio yang tersadar dari rasa kagetnya melihat tingkah Hendra, akhirnya melerai perkelahian yang belum di mulai itu.
"Sudah bang, kita bicarakan dengan baik-baik, tidak enak diliat sama orang di luar, kita masuk aja ya" Rio langsung melepaskan cengkraman tangan Hendra, sambil melirik Deni memberikan isyarat untuk membawa Ozzie kedalam rumah.
Deni pun yang mengerti langsung menggiring Ozzie masuk ke ruang tamu rumah Ozzie. mereka pun duduk diruang tamu rumah Ozzie.
"Ini ada apa ya, kok gua gak ngerti..?" Deni tampak bingung dengan apa yang dia dengar dan liat, karena bukan tanpa sebab dia memang masih belum mengerti apapun yang terjadi saat ini.
"Lu tanya aj sama temen lu ini, kenapa dia malah pacaran sama gebetan gua" Hendra kembali menatap Ozzie tajam masih dengan wajah memerah karena amarahnya.
"Lu punya pacar Zie..?"Deni menunjukkan Wajah menyelidiki, jiwa penasaran seakan sangat tidak sabar mendengar jawaban dari Ozzie.
"Udah lu diem dulu Den" Rio menatap Deni tajam, seolah memberi tahu untuk Deni agar tak bersuara dan tetap pada posisinya.
Deni yang mendapatkan tatapan dari Rio pun menahan diri untuk tidak bersuara, dia hanya menjadi pendengar yang baik, walau pun jiwa penasaran sudah tidak terbendung lagi
Akhirnya Ozzie buka suara, walaupun dia takut dengan kemarahan Hendra, tapi dia harus tanggung jawab dengan apa yang di lakukan.
"Maaf bang, gue emang pacaran sama Seka, gua gak bermaksud nikung lu bang, tapi ini semua di luar kendali gua, ini terjadi begitu saja" Ozzie memberanikan diri menatap hendra sendu dan penuh rasa bersalah.
"Gua yang jagain Seka, gua yang selalu ada saat Seka ada masalah, tapi nyata nya lu yang ambil Seka dari gua, gua sangat kecewa Zie" Hendra mulai menekan nada bicara nya menahan amarahnya.
__ADS_1
"Maaf bang, gua sebenarnya ingin memberi tahukan bang Hendra, tapi nunggu waktu yang tepat" Ozzie menunduk kepalanya semakin merasa bersalah.
"Apa lu mencintai Seka.? dan tidak main-main dengan Seka.?" Hendra menatap Ozzie tajam mencari kebohongan dari mata dan wajah Ozzie.
"Ya bang, gua beneran mencintai Seka bang, gua gak main-main dengan hubungan gua dan Seka bang" jawab Ozzie mantap tanpa ada keraguan dari perkataan nya.
Lama sekali Hendra diam dan berfikir, amarahnya mulai reda, tapi raut kecewa nya tetap tidak bisa dia sembunyikan kan, cinta nya yang baru saja bermekaran harus layu sebelum dia menyiram nya.
"huh, Hendra mendengus kesal
"Baik lah Zie, gua lepas Seka buat lu, tapi jangan pernah lu sakiti dia, gua harap lu beneran serius dengan Seka, walaupun rasa kecewa gua dan kesal gua belum bisa memaafkan lu, tapi gua harap lu bisa jaga Seka" Hendra akhirnya mengalah dan tidak ingin memperpanjang kekesalan nya, dia percaya kalo Ozzie benar mencintai Seka.
Akhirnya Hendra pun pulang kerumah tanpa pamit, setelah berkata seperti itu, dia langsung meninggalkan rumah Ozzie.
Saat Hendra pulang, Deni buka suara dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, "Zie, lu harus jelasin semuanya sama gue," tatapan Deni tajam ke arah Ozzie.
Akhirnya Ozzie menceritakan semuanya kepada Deni, tidak ada yang di tutupi, karena walaupun Deni banyak bicara, tapi Deni adalah sahabat akrab nya pasti akan mendukung Ozzie.
"Jadi selama ini Rio sudah tau semuanya.." Deni melihat Rio yang terlihat tidak kaget dengan cerita Ozzie.
Rio hanya mengangguk dengan ekspresi datarnya.
__ADS_1
"Kalian tega bangeet sama gua, eh tapi gue senang Zie, akhirnya lu punya pacar, ayok kenalin donk sama kita" Deni yang extrovert juga sama seperti Seka, tidak bisa marah lama-lama sama sahabat nya itu. Ini lah kelebihan Deni yang membuat Ozzie dan Rio betah berteman dengannya, anaknya penuh pengertian dan membuat suasana menjadi ramai.
"Gua aja belum dikenalin" Rio menimpali sambil melirik Ozzie.
"Ya, ntar ya, kalo gua telponan" jawab Ozzie santai.
Tidak berapa lama ibu Aisyah datang membawa jus jeruk dan cemilan buat mereka bertiga.
"Ayo silakan dimakan ya" sapa ibu Aisyah ramah pada Rio dan Deni sambil meletakkan makanan di meja ruang tamu.
" Terimakasih bu" jawab mereka bersama.
Ibu Aisyah masuk ke dalam rumah sambil meninggalkan mereka di ruang tamu, ibu Aisyah tau Hendra datang marah-marah kerumah nya, tapi ibu Aisyah hanya melihat di balik pintu dapur, dia sengaja membiarkan Ozzie menyelesaikan masalahnya sendiri.
Ibu Aisyah merasa Ozzie harus dewasa menghadapi setiap masalah nya sendiri, agar Ozzie bisa mandiri, dan tidak tergantung dengan orang lain, dia bangga melihat sikap Ozzie yang mengakui kesalahannya dan tidak terpancing emosi oleh Hendra.
......................
author udah kebayang sih gimana kemarahan Hendra.
kalo kalian jadi Hendra gimana..?
__ADS_1