cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
Ngambek 2


__ADS_3

Ozzie :


"**H**allo"


Deg.


Deg.


Jantung Seka rasa berpacu lebih cepat, mendengar suara Ozzie untuk pertama kali, rasa nya seperti alunan yang merdu di telinga Seka, Seka diam beberapa saat sambil memegang dada nya, dengan wajah yang memerah.


Ozzie :


"Hallo Seka"


Ozzie kembali memanggil Seka di ujung telpon karena tidak ada jawaban dari Seka.


Seka baru tersadar dari lamunannya dan menjawab panggilan Ozzie.


Seka :


"Ha..halo sayangku"


"See.seka ganggu gak..?"


Saking gugupnya Seka sampai terbata-bata berbicara sama Ozzie, begini lah Seka cerewet tapi jika sudah gugup dia pasti sulit untuk berbicara.


Ozzie :


"Gak kok"


Jawab Ozzie singkat dan terlihat dari suara nya dia kesal sama Seka. Seka yang mendengar nya menyadari jika Ozzie pasti sedang marah padanya.


*Se**ka* :


"Sayang, maafin Seka ya, tadi Seka di ajak sama temen asrama pergi ke mall,"


Ozzie :


"Kok tadi gak bilang sih, Ozzie nelpon juga gak di gubris" ehm..


Seka :


"Ya tadi di mall berisik lagi ad acara, jadi gak denger suara telpon nya"


Ozzie :


"Segitu gak penting aku buat kamu ya"


Seka :


"Gak gitu sayang, tadi Seka beneran lupa,

__ADS_1


" Seka minta maaf, udah donk, jangan marah lagi, please.."


Ozzie :


"Ehm"


Seka :


"Jangan gitu donk, sayangku yang paling manis, maafin donk..


Seka terus membujuk Ozzie, sebenarnya Ozzie sedikit tergoyah dengan rayuan Seka, apalagi mendengar suara Seka yang manja di telinga terdengar sangat menggemaskan.


Seka :


"Kamu mau Seka ngapain biar maafin"


Ozzie :


"Beneran mau lakuin apapun yang Ozzie pinta"


Seka :


"Ya janji deh"


Ozzie :


"Kalo Ozzie minta seka berada di samping Ozzie sekarang bisa..?"


Seka :


Seka menghela napas nya, dia sudah biasa menghadapi sikap kekanakan Ozzie, yang menurut Seka masih batas wajar. Seka berasa seperti sedang mengasuh adik nya.


Ozzie :


"Beneran ya janji, kalo gitu Ozzie minta cium saja"


Entah keberanian dari mana, tapi Ozzie sangat senang menggoda Seka, apalagi mendengar suara Seka yang terus saja merayunya, aduh rasanya dia ingin mencubit pipi chaby Seka.


Seka :


"Mmuuuaaaccchhh"


Wajah Seka sekita memerah saat mengecup Ozzie lewat telpon, dia membayangkan Ozzie ada di samping, Seka di buat gila oleh brondong manis nya yang manja ini..


Seka terus memegang pipi nya yang merah, dan senyuman tak pernah luput tersungging di bibir imutnya, walaupun Ozzie tak bisa melihat wajahnya sama sekali. tapi tetap saja Seka sangat malu.


Ozzie :


"Mmmuuuaaacchh" makasih sayangku"


Seka :

__ADS_1


"Udah dulu sayang, udah mau magrib "


Ozzie :


"Ya sayangku" dah


Sebenarnya di seberang telpon, Ozzie tidak marah lagi sama Seka, dia sengaja ingin Seka terus membujuk nya, dia sangat seneng mendengar suara seka untuk pertama kali yang menurut nya menggemaskan, suara seka bagai candu bagi Ozzie, dia terus saja tersenyum.


Kali ini Ozzie bener-bener merasa tidak ingin Seka pergi dari hidup nya, dia jatuh cinta sama Seka Rahmania Putri, Ozzie bertekad akan menyusul kuliah di kota yang sama dengan Seka, dia ingin berada di samping pujaan hati nya.


......................


Sementara di asramanya Seka masih memegang jantung nya yang masih berdebar kencang,


"Apa Seka beneran jatuh cinta sama Ozzie" gumam Seka dalam hati.


Ada perasaan berbeda saat mendengar suara Ozzie yang manja, Seka sangat menyukai nya, senyum Seka masih belum surut dari wajah manis nya.


Tiba-tiba Nur masuk ke kamar Seka, melihat Seka guling-guling di kasur sambil mendekap ponselnya, dia melihat wajah merona Seka dan senyuman malu-malu Seka, Seka terlihat bahagia sekali.


"Woi Seka, kesambet apa lu senyum sendiri"


Seka mengalihkan pandangannya didepan pintu kamar " eh Nur, bikin kaget aj, ketuk donk pintunya, maen nyerobot aja" jawab Seka jutek karena dia malu melihat Nur sudah di depan pintu kamarnya.


"Dari tadi juga gua udah ketok pintu, lu nya aja yang gak denger" kesel Nur saat Seka malah memarahi nya, padahal dia sudah tiga kali mengetuk pintu kamar Seka.


"Eh, maafin ya Nur, hehehe" Seka cengengesan sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Lu kayak bahagia bangeet gua liat"


"Ya dunk, Seka habis telponan sama brondong manis" ledek Seka dengan ekspresi sombong nya dengan menaikan dada nya dan menunjukkan ponsel nya kearah Nur.


"Ciee yang punya brondong" ledek Nur sambil mengulum senyum nya.


"Ya donk, lu sirik aja"


"Idih, gua mah ogah sama berondong, gak berpengalaman.. hahahah" Nur malah ngeledek Seka dengan ekspresi songong nya.


"Biarin, wleh" balas Seka tidak mau kalah sambil menjulurkan lidah nya ke arah Nur.


"Hahaha lama-lama gua liat lu kayak pacaran sama makhluk astral, mana belum pernah ketemu lagi, emang lu yakin..?"


kata-kata Nur membuat senyum di wajah Seka memudar, dia tiba-tiba diam dan seolah berfikir.


"Udah ah gua mau mandi dulu ya Ka, males ngeladenin orang yang sedang jatuh cinta, gua mau ambil handuk gua yang ketinggalan di kamar lu" Nur pun berlalu meninggalkan Seka sendiri di kamarnya.


Sepeninggalan Nur, Seka kembali berfikir ucapan Nur, dia berfikir ucapan Nur ada bener nya juga, masak dia bisa percaya Ozzie sepenuhnya, sedangkan dia aja belum pernah ketemu Ozzie di dunia nyata. Dalam lamunan Seka tiba-tiba ponsel nya berbunyi


"Ting


Seka melirik pesan masuk di ponsel nya, ternyata bang Hendra yang mengirimkan pesan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2