
Pagi ini Ozzie sedang sibuk mempersiapkan diri untuk kedatangan Seka, dia sudah tidak sabar menunggu gadis pujaan hati nya. Ozzie juga telah memberi tahu kedua orang tuanya serta Deni dan Rio. Mereka juga sangat senang Seka akan menemui ozzie.
"Zie, dari tadi lu milih baju aja gak kelar-kelar" Deni melihat Ozzie yang sudah hampir satu jam memilih baju di lemari nya.
"Gua bingung pake baju apa, santai atau formal ya Den..?"
"Ua ampun, mentang-mentang mau ketemu kekasih hati ya, kayak cewek lu repot banget" ledek Deni.
"Pakai baju santai aj Zie" Rio membuka suara nya sambil melirik Ozzie.
"Udah sini gua yang milih baju nya buat lu" Deni menghampiri Ozzie yang masih terpaku di lemarinya.
Deni mengambil baju kaos putih dan celana jeans pendek selutut dan memberikan nya kepada Ozzie." udah ini lu coba dulu"
Ozzie mencoba baju yang sudah di pilih oleh Deni dan dia menggunakan nya. "bagus gak Den, Rio..?
Kedua sahabatnya itu melihat Ozzie, dan mereka mengacungkan dua jempol ke arah Ozzie.
Deni berlalu ke arah Ozzie dan merangkulnya."wuih, ganteng banget teman gua, keren lah pokonya mah"
"Bantuin gua milih parfum nya, takut Seka gak suka bau yang menyengat" Ozzie mengambil botol parfum dan menyerahkannya ke Rio.
"Jangan yang ini, kalo kena keringat bau nya gak enak" Rio kembali membuka suaranya setelah mencoba menyemprotkan parfum yang diberikan Ozzie ditangannya.
Rio beranjak dari tempat duduk nya menuju meja belajar Ozzie dan mengambil botol parfum yang lain serta mencoba nya satu persatu.
"Nih bau nya segar Zie, cocok sama baju putih lu, jadi segar dan maskulin" Rio menyerahkan parfum yang telah di pilihnya.
__ADS_1
"Owh ya Zie, jangan lupa lu semprot di belakang leher, lu kan mau ngajak Seka pake motor, biar pas di belakang dia nyium bau tubuh lu, ah senangnya orang jatuh cinta" Deni terus nyerocos menggoda ozzie.
"Zie jangan lupa ya ntar pas di motor minta peluk Seka" Deni mulai kembali menunjukkan ekspresi genit dan menggoda.
Ozzie hanya diam, semakin digoda Deni sebenarnya perasaan semakin tidak tenang. dia takut jika Seka melihat nya seorang anak SMA yang belum dewasa dan tidak menarik, dibandingkan Seka yang pasti di kelilingi cowok-cowok tampan, dewasa dan punya masa depan.
"Zie" Rio menepuk pundak Ozzie pelan.
"Gua tau kekhawatiran lu, tapi gua rasa lu harus hadapi semuanya" Rio kembali membuka suaranya.
"Ngomong apa sih kalian" Deni ikut menimpali.
"Inget pesan gua Zie, lu harus perhatian sama Seka, gandeng tangannya, pokoknya harus romantis, jangan kaku" Deni kembali mengoceh tanpa saringan, terus saja mengajarkan Ozzie tentang cinta.
"Gaya banget lu Den, belum juga pernah pacaran sok nasehatin gua" Ozzie mulai jengah melihat Deni yang ngoceh tidak jelas.
"Kayak emak-emak lu nonton sinetron segala" Ozzie mulai tersenyum geli melihat sahabatnya itu.
"Lu gak tau Zie, sinetron ikan terbang, selain Tangis-tangisan tapi ada juga itu yang anak SMP pacaran" Deni mulai kembali membela dirinya.
"Apaan lu, anak SMP pacaran, bocil kali" Rio mulai menimpali.
"Hahahha makanya bocil aja pacaran, sedangkan kita pacaran aja belum pernah" Deni mulai drama kembali.
"Kan yang belum pernah pacaran lu" ledek ozzie sambil tersenyum meledek.
"Sialan lu berdua, bener juga ya" Deni menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
__ADS_1
"Hahahhaha" Ozzie tertawa lepas melihat tingkah Deni, setidaknya sahabatnya itu membuat rasa gugup nya berkurang dengan tingkahnya.
Sedangkan Rio hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
Deni kembali mendekatkan diri di samping Ozzie. "Zie inget lu setelah ketemu kak Seka ceritain ya udah ngapain aja"
"Dasar otak mesum lu Den" Ozzie mendorong bahu Deni pelan dan berpindah posisi di samping Rio.
"Zie, jangan lupa lu juga kecup tu pipi kak Seka, bibir juga gak apa-apa, ah ntar cerita ya rasanya gimana" Mulut Deni terus saja ngoceh tak ingin berhenti ngeledekin Ozzie.
"Woi, jangan lu ajarin otak mesum lu sama Ozzie" Rio melirik Deni sekilas.
"Biar Ozzie tau Rio dia mau ngapain, ntar kasian kak Seka di anggurin"
"Udah lu mah jangan ladeni si Deni, dia gak bakalan ada habisnya" Ozzie mulai menimpali obrolan kedua sahabatnya.
Jangankan untuk nyosor nyium Seka, untuk menatap mata Seka dan menggenggam tangan Seka saja ntah Ozzie mampu atau tidak. Rasa gugup di dadanya mulai kembali terasa, jantung yang berdetak kencang, tangan yang mulai dingin walaupun hanya membayangkan nya saja.
...****************...
Kalo gua jadi Ozzie juga gitu,
mau ketemu ayang pertama kali harus baik kesannya.
ah author jadi inget masa lalu nih..🤭🤭☺️☺️
masa lalu yang telah di kubur pastinya
__ADS_1