
Seka bersama Yuti menginap dirumah Ozzie, besok pagi mereka akan pulang ke asrama. Mereka benar-benar menikmati liburan yang singkat ini.
Di meja makan rumah Ozzie mereka berkumpul untuk makan malam bersama, tentu nya tanpa Rayhan, sebab abang Ozzie tersebut ada kerjaan di luar kota beberapa hari jadi tidak bisa bertemu Seka.
Selesai makan, Seka dan Yuti membantu ibu Aisyah untuk membersihkan meja makan dan mencuci piring bersama.
"Ka ada yang datang mau ketemu Seka" ibu Aisyah menghampiri Seka yang sedang mencuci piring di dapur.
"Siapa ya bu..?" Seka bingung siapa yang ingin menemui dirinya, dia kan hanya kenal Ozzie di sini.
"Coba ke depan aja dulu, ada Ozzie kok, ibu aja yang lanjut cuci piring bareng nak Yuti" ibu Aisyah mengambil Piring dari tangan Seka dan duduk di sebelah Yuti.
"Baik bu, Seka pamit ke depan ya bu" tanpa menunggu jawaban Seka beranjak ke ruang tamu dengan hati yang bingung dan penasaran, siapa yang ingin bertemu dengannya, apa temannya Ozzie atau sodaranya.
Pikiran Seka entah loncat sana sini memikirkan kebingungan yang dia rasakan, saat sampai di depan ruang tamu, Seka di buat kaget dengan pemandangan wajah yang sangat familiar bagi dirinya.
"Bang Hendra" Seka refleks memanggil nama Hendra, ya orang yang ingin bertemu Seka adalah Hendra.
"Wah, kirain Seka gak kenal abang" Hendra menatap Seka yang masih berdiri dengan wajah sedikit kaget.
Siang tadi Hendra melihat Ozzie membonceng Seka saat mereka sedang keliling kota, dia yakin yang di bawa Ozzie adalah Seka, makanya dia datang untuk bertemu Seka.
Seka ikut duduk di sebelah Ozzie yang berhadapan dengan Hendra, "gimana kabarnya bang..?" Seka sedikit canggung melihat Hendra dan Ozzie bersamaan tapi segera dia menetralkan perasaan nya
"Alhamdulillah baik, wah benar ternyata Seka, tadi sebenarnya cuma nebak pas liat di jalan bareng Ozzie" Hendra terlihat senyum dengan tenang, karena dia datang tidak ingin mengganggu Ozzie dan Seka, dia hanya ingin bertemu dengan Seka sebagai teman.
"Ka, Ozzie kedalam sebentar ya" Setengah berbisik Ozzie berbicara kepada Seka, dia ingin memberikan kesempatan Seka dan Hendra berbicara, walaupun sedikit tidak nyaman tapi Ozzie tidak boleh egois.
"Bang, Ozzie tinggal ya, ngobrol aja santai" Ozzie berlalu meninggalkan Seka dan Hendra bersama.
__ADS_1
Hendra menatap kepergian Ozzie, dia tahu itu hanya alasan Ozzie untuk memberi kesempatan dia berbicara kepada Seka, " Ka, gimana kuliah nya..?"
"Baik bang, Abang gimana nih kerjaan nya..? kecanggungan diantara mereka mulai hilang, Seka pun bisa berbicara santai bersama Hendra.
"Baik Ka, seru tau liat anak-anak, kamu juga bisa ikut, abang juga ngajar ngaji di mushola depan" Hendra masih menatap Seka tanpa mengalihkan pandangan, ada tatapan sendu yang bercampur kekaguman.
"Wah, Seka sih mau bang, tapi besok udah pulang, kapan-kapan Seka main kesini, ntar ikut ya bang" Seka sangat antusias mendengar cerita Hendra, karena dia memang senang dengan anak kecil, dia senang menjadi guru.
"Ka, Kamu bahagia bersama Ozzie..?" kali ini Hendra mulai menatap Seka dengan serius, berharap jawaban yang Seka berikan sesuai harapannya.
Seka sedikit memicingkan matanya, masih bingung dengan pertanyaan dari bang Hendra, "Seka bahagia bang, emang nya kenapa bang..?"
"Syukur lah, abang jadi tenang dan ikut bahagia Ka" walaupun di hatinya masih sakit, tapi dia juga lega melihat Seka bahagia bersama Ozzie, mungkin sudah waktunya dia benar-benar melupakan Seka dan membuka hatinya buat yang lain.
Seka masih sedikit bingung, pertanyaan nya masih belum dijawab Hendra, tapi dia pun tidak ingin membahasnya lebih lanjut, "terimakasih ya bang, selama ini sudah selalu ada saat Seka butuh, maaf kalo Seka pernah menyakiti dan merepotkan abang".
"Gak kok Ka, abang senang kenal sama Seka, kamu harus bahagia ya, kalo Ozzie macam-macam, bilang sama abang" Hendra tersenyum tulus menatap Seka.
"Hahahah, ya benar" Hendra pun ikut tertawa bersama.
Ozzie berjalan menuju ke arah ruang tamu, mendengar suara mereka tertawa bersama ada sedikit kecemburuan dalam hati nya, tapi di berusaha tenang.
"Wah asik nih ngobrolnya" Ozzie mendudukkan bokong nya di kursi sebelah Seka.
"Rahasia, ya gak Ka" Hendra tersenyum penuh misteri kearah Ozzie.
"Benar bang" Seka pun ikut melirik Ozzie sekilas.
Ozzie merasa terintimidasi melihat mereka berdua, entah lah apa yang mereka bicara kan, tapi pasti tentang dirinya.
__ADS_1
" Kalau gitu, Abang pulang dulu ya Zie, Ka," Hendra beranjak dari kursinya dan menuju pintu keluar, sebelum keluar dia berbalik arah dan mendekat kearah Ozzie sambil berbisik "kalo lu nyakitin Seka, gua akan rebut dia dari lu" Hendra pun berlalu keluar dari rumah Ozzie.
Ozzie hanya diam dan masih mencerna perkataan Hendra, "Ah sialan bang Hendra" Ozzie bergumam dengan suara hampir tak terdengar.
"Sayang,..!" Seka membuyar kan lamunan Ozzie dan mengibaskan tangannya di depan wajah Ozzie.
"Ayok, kita masuk" Ozzie menggandeng tangan Seka menuju ruang tengah, terlihat Yuti dan ibu Aisyah yang sedang menonton TV.
"Wah, tadi ketemu siapa Ka..?" Yuti melihat kedua nya masuk mulai bertanya.
"Temen kak, besok berangkat jam berapa kita..?
"Agak siangan aja Ka"
"Nah kalo gitu, pagi ikut ibu ke pasar ya, nak Seka bisa bawa motor kan..?" ibu Aisyah melirik ke arah Seka, menunggu jawaban dari gadis tersebut.
"Bisa kok bu" Seka tersenyum kearah bu Aisyah sambil duduk bersama di sofa depan TV.
Ibu Aisyah tersenyum lebar, terlihat raut wajah bahagia yang dia perlihatkan, " bagus kalo gitu kamu yang nyetir motornya, kita pergi berdua sebelum kalian pulang".
"Siap bu" Seka sedikit kaget, tangannya dirangkul oleh ibu Aisyah, ada rasa hangat di hatinya saat di terima di keluarga Ozzie.
Malam itu mereka lewati dengan cerita bersama, tentu saja Ozzie hanya menjadi pendengar bagi tiga wanita yang berbeda usia itu, Ozzie hanya bisa melirik gadis pujaan hati nya yang sedang bersama ibunya, ada rasa syukur dia bisa bertemu wanita yang bisa menerima keadaan nya saat ini.
...****************...
keliatan sempurna ya hubungan mereka.
semoga kalian bisa ketemu mertua yang baik juga y guys..
__ADS_1
jangan lupa like nya