
Seka sedang mengerjakan tugas di dalam kelasnya. Dia sedang fokus di laptopnya, tiba-tiba dia dikejutkan oleh Eki yang masuk ke kelasnya.
"Woi, serius banget Ka" sapa Eki sambil menepuk pundak Seka.
Sontak saja Seka langsung menoleh ke arah Eki, " eh bang Eki, bikin kaget aja, Seka lagi serius nih".
Bagi Seka sudah biasa jika Eki menghampiri nya, karena memang mereka sering duduk di taman hanya untuk bertukar pikiran atau cerita.
"Ngerjain apaan dek..?"
"Ini bang, tugas dari dosen killer, Seka disuruh merangkum tentang 10 penyakit, terus dibuat makalah" tatapan Seka kembali ke laptop di hadapan nya.
Eki mengambil kursi dan duduk di sebelah seka. "ah itu mah kecil bagi adek abang ini", bukan tanpa sebab Eki mengatakan itu, karena Eki tau kalo Seka adalah gadis yang cerdas.
"Ah bang Eki bisa aja" seka mulai ngeles ketika di puji Eki, karena sejujurnya Seka merasa dia bukan orang yang cerdas seperti yang dikatakan temen-temennya lain, ekspektasi teman-temannya saja yang terlalu tinggi.
"Bang Eki gak ada kelas.?" Seka kembali bertanya sambil masih tetap fokus pada laptop nya.
"Gak ad dek, ini sudah mau pulang, eh liat lu malah masih di kelas sendirian".
"Ya bang, lu tau kan, Seka kalo di asrama pengennya rebahan aja, sudah malas ngerjain tugas" Seka menunjukkan senyum manis nya sambil memperlihatkan gigi nya yang tersusun rapi.
Eki yang gemes melihat tingkah Seka, mengelus kepala Seka pelan, " tapi jaga kesehatan ya".
"Siap bos" Seka memberikan sikap hormat kepada Eki.
"Eh bang, Seka denger, bang Eki pacaran ya sama anak kampus negeri sebelah, ah bang Eki gak pernah cerita nih sama Seka" Seka terlihat membuat wajah manyun menatap Eki.
"Hahah, siapa yang bilang dek, gosip itu mah, jangan didengerin omongan orang" didalam hati Eki dia masih belum bisa move on dari perasaan nya terhadap Seka, walaupun dia Sekarang sudah bisa menerima Seka hanya menganggap dia sebagai seorang abang.
"Ya udah, abang pulang dulu ya", pamit Eki beranjak dari duduknya dan keluar menuju ke parkiran motornya.
"Ye ditanya malah minggat" gerutu Seka saat melihat Eki beranjak dari duduknya.
Seka masih saja fokus sama tugasnya, masalah kuliah, Seka memang tidak main-main. Bagi nya pendidikan nomor satu, dia tidak akan mau mengecewakan orang tuanya.
Setelah tiga jam berada di kampus, Seka kembali ke asramanya, jarak asrama dan kampus Seka hanya berseberangan saja, jadi Seka tidak membutuhkan waktu lama untuk pulang ke asramanya.
Saat tiba di asrama, Seka sudah di tunggu Yuti di kamarnya. Yuti sedang menikmati cemilan di kamar Seka, dia saat ini ingin ngobrol bareng Seka.
Seka memang sengaja tidak mengunci kamarnya, karena Yuti yang meminta untuk dia istirahat di kamar Seka.
"Kak Uti udah lama disini..?" sapa Seka sambil mengganti bajunya.
"Udah dari tadi, dosen gua ada rapat tadi" Yuti masih saja fokus dengan cemilan nya.
"Eh ka, lu tau gak, bulan depan pacar lu ultah .?"
"Kok kak Uti tau..?" Seka melihat Yuti heran, kenapa dia bisa tau tentang Ozzie.
"Hehehe" Yuti masih cengengesan
"Gua dikasi tau sama Deni"
"Ember juga ya si Deni" Seka merubah posisi duduk di samping Yuti.
"Kan sama kayak lu, wkwkwwk" Yuti memasak wajah menyebalkan di depan Seka.
__ADS_1
"Hahah ya juga ya" setelah beberapa bulan kenal dengan Deni, Seka tau Deni orang yang bawel dan extrovert sama seperti nya, pasti Deni tidak bisa menyimpan rahasia.
"Eh, lu mau ngasi apa..?"
Pertanyaan Yuti memecahkan lamunan Seka. "Seka ga tau kak, mau nyusul Ozzie ke kotanya, tapi Seka masih ad ujian praktek, paling Seka hanya ngucapin saja" dengan santai saja Seka menjawab pertanyaan Yuti, karena dia pun masih mahasiswa baru tidak berani meminta izin untuk keluar asrama.
"Yakin lu, mana tau disana ada cewek lain yang malah kasi kejutan buat Ozzie" ledek Yuti.
"Iih, kak Yuti mah sengaja ya biar Seka kepikiran" Seka memanyunkan bibirnya.
"Habisnya kamu gitu sih, masak pacar ulang tahun di cuekin"
"Seka bingung kak, Seka sama Ozzie kan LDR, mau ngapain coba."
"Ya udah lu kasi kejutan dari jauh aja ya Ka." Yuti memberi sarannya.
"Ya sih kak, apa ya idenya kak.?"
"owh ya, kak Uti udah deket banget nih sama Deni " Seka mulai menggoda Yuti.
"Ih apaan lu, Deni ama gua beda jauh ya umurnya, dia udah kayak adek gua" Yuti mulai membela dirinya.
"Ya sih kak, dirimu sama Seka aja sudah berapa tahun beda usianya, apalagi sama Deni" Seka terlihat berfikir dan membenarkan perkataan Yuti.
"Lu aja sama brondong manis lu kayak momong bocah, apalagi gua, udah tua duluan dah gua nungguin Deni."
"Hahahah" Seka tertawa terbahak-bahak membayangkan ucapan dari Yuti, dia merasa geli sendiri.
"Ya gak apa-apa lah kak, nyoba sama berondong, manis tau" goda Seka dengan senyum manisnya.
Seka kembali berpikir mau memberikan kejutan apa buat Ozzie, ini ulang tahun pertama Ozzie setelah mereka bersama, ada rasa sedih di hati Seka, dia ingin sekali merayakan ulang tahun Ozzie. Saat sedang melamun ponsel Seka berbunyi.
Ting
Ting
Ozzie :
"Sayang"
"Saaayaaang"
Seka :
"Kenapa sayang.?"
Ozzie :
"Kangeen πππ₯°"
Seka tersenyum membaca pesan dari Ozzie, Ozzie seperti anak kecil menurutnya, tapi manis sekali.
Seka :
"Ya sayangku, Seka juga kangen. π€βΊοΈ"
Ozzie :
__ADS_1
"Kok gak ada kabarnya dari siang π€"
Seka :
"Maaf ya sayang, hari ini lagi banyak tugasπ’"
Ozzie :
"Sibuk bangeet ya jadinya.?"
Seka :
"Ya nih, harus di kumpulin besok πͺ"
Ozzie :
"Aduh, kasian bangeet sayangnya aku,"
"Sini Ozzie peluk dulu"
π€π€π€π€π€π€π€
"Semangat ya kuliahnya"
Seka kembali di buat tersenyum dengan pesan Ozzie, ada aja kelakuan manja Ozzie yang membuat Seka makin menyukai nya.
Sementara di rumahnya, Ozzie membalas pesan Seka dengan terus tersenyum, dia tak menyangka bisa merasakan perasaan yang bahagia seperti ini.
"Zie" ibu Aisyah memanggil anaknya dibalik pintu kamar Ozzie.
"Eh ibu, ada apa..?"
"Kamu belum makan kan dari tadi siang"
"Eh ya bu" Ozzie menggaruk lehernya yang tak gatal.
"Ya udah sana makan dulu"
"Siap bos" Ozzie beranjak ke ruang makan mengikuti ibunya.
Saat sedang makan Ozzie membuka pembicaraan terlebih dahulu bersama ibunya.
"Bu, bulan depan, abang pulang gak ya..?"
"Seperti nya pulang Zie" jawab ibu Aisyah sambil mengambil nasi buat Ozzie. Ibunya tau kalo Ozzie ulang tahun bulan depan, dan dia berharap abang nya kembali saat hari itu.
"Syukur lah, Ozzie senangnya dengar nya" Ozzie menyantap makanan nya dengan lahap. Didalam benak nya dia berharap abangnya akan pulang saat hari spesial nya.
Setiap ulang tahun nya, Ozzie selalu mendapat kado dari abangnya, mereka sangat dekat, sehingga apapun yang Ozzie inginkan pasti akan di kabulkan oleh abangnya.
Kali ini pun Ozzie berharapnya begitu, abangnya akan memberikan kado yang spesial buat dirinya, membayangkan nya saja sudah membuat Ozzie bahagia.
"*Semoga saja tahun ini menjadi tahun yang lebih baik buatku*" gumam Ozzie dalam hati.
...****************...
mau ultah aja si berondong ada ide gak ya buat kado nya apa..hehe
__ADS_1