
Seka membuka pesan yang dikirim oleh bang Hendra, sudah jarang sekali Seka berbalas pesan dengan bang Hendra. karena dia menghargai Ozzie sebagai pacarnya sekarang.
Bang Hendra :
"*D**ek, kok lama gak ad kabar*..?"
Seka :
"Maaf bang, Seka mulai sibuk sama kuliah sekarang, gimana kabarnya bang..?
Bang Hendra :
"Baik dek, Seka lagi apa..?"
Seka :
"Seka sedang rebahan aja, kalo abang..?
Bang Hendra :
"Sama, lagi dikamar juga,"
"Dek, Abang mau ngmong sesuatu, boleh..?"
Seka :
"Ada apa bang..? ngomong aja.."
Bang Hendra :
"Abang suka sama Seka" sudah lama sekali, baru sekarang abang berani untuk mengatakannya"
"mau gak Seka menjadi pacar Abang..?"
Hendra akhirnya memberanikan diri untuk mengatakan isi hati nya, dia takut semakin lama dia memendam perasaannya, Seka malah semakin menjauh dari nya. Hendra berharap Seka dapat menerima dirinya, dan Seka bisa mendampingi dirinya.
Sedangkan di kamarnya Seka tertegun membaca pesan terakhir Hendra, dia merasa bingung harus bersikap seperti apa untuk membalas pesan hendra, apakah dia harus jujur atau mencari alasan yang lain, dia merasa bersalah dengan Hendra, padahal dia merasa sikap nya biasa saja dengan Hendra.
__ADS_1
Seka :
"Maaf bang, Seka sudah mengganggap abang hanya sebagai teman dan saudara laki-laki, tidak lebih dari itu"
"Seka juga sudah pacaran sama Ozzie"
Dengan berat hati akhirnya Seka memutuskan untuk jujur, karena sebenarnya Seka juga tidak ingin memberikan harapan kepada Hendra, dia juga tidak ingin berbohong tentang hubungannya dengan Ozzie.
Dia berharap dengan dia jujur, Hendra mengerti keadaan Seka dan mau menerima jawaban yang Seka berikan serta Seka pun tidak perlu mencari alasan yang lain.
Di kamarnya Hendra mondar-mandir tidak jelas dengan perasaan yang bercampur aduk menunggu jawaban dari Seka, tentu saja dia berharap jawaban nya sesuai dengan ekspektasi nya.
Saat ponsel nya berbunyi, Hendra langsung membuka pesan dari Seka, saat membaca pesan dari Seka, wajah hendra mulai panas menahan amarah nya di dada.
Bisa-bisanya Ozzie yang sudah dia anggap adik sendiri malah menikung nya dan mengambil gebetan nya, Hendra sangat marah dan ingin langsung menemui Ozzie, rasanya dia tak dapat menahan emosi nya.
Dalam pikiran Hendra, dia harus memberikan pelajaran kepada Ozzie, kenapa dia tega mengkhianati dirinya.
"Sialan" gumam Hendra sambil mengepalkan tangannya.
......................
Dirumahnya Ozzie yang selesai melaksanakan sholat, masih terus tersenyum saat mengingat dia telponan bersama Seka, di kepala Ozzie penuh dengan senyuman dan pikiran tentang Seka.
"Zie" panggil ibu Aisyah
Ozzie melihat ibunya sudah di depan pintu kamar, " eh ada apa bu..?" karena Ozzie merasa ini bukan saatnya jam makan malam, kenapa ibunya memanggil dia di kamar, apakah ibunya butuh sesuatu.
"Ada Deni dan Rio di depan, nungguin kamu" ibu Aisyah kembali berbicara dengan Ozzie.
"Owh ya, kok Ozzie bisa lupa ya, udah janjian mau kumpul di rumah, bu siapkan cemilan ya" rengek Ozzie dengan ibunya.
"Ya baik lah"
ibu Aisyah berlalu ke dapur, dia tau anak bungsu nya itu sebenarnya sangat manja, walaupun terlihat cuek di luar, tapi di dalam rumah ozzie sangat manja saat bersama keluarga nya.
......................
__ADS_1
Di teras rumah terlihat Deni dan Rio sedang duduk dan memainkan ponsel nya
"Bro" sapa Ozzie dari depan pintu.
"Eh keluar akhirnya anak mami" ledek Deni saat melihat Ozzie didepan pintu rumahnya, karena Deni juga tau sebenarnya Ozzie anak rumahan dan manja kalo dirumah.
Ozzie jengah melihat ledekan Deni, " apaan sih lu" Ozzie menunjukkan ekspresi kesal yang tetap cool.
"Udah gak usah berantem, kita mulai main yok" ajak Rio menengahi mereka berdua.
"Ayok gas" timpal Deni sambil memainkan ponsel nya.
Saat mereka sedang asyik main-main, tiba-tiba Hendra datang kerumah Ozzie dengan wajah yang merah padam menahan amarahnya.
"Woi Zie, gua mau ngomong sama lu." Hendra langsung saja berteriak di depan rumah Ozzie.
Ozzie, Rio dan Deni menoleh Hendra bersama, mereka terlihat kaget melihat raut wajah kemarahan dari Hendra.
"Aaa ada apa bang" Ozzie bingung melihat Hendra seperti marah padanya.
"Gua selama ini percaya sama lu, tapi lu malah nikung gua dari belakang, kenapa tega lu jadian sama Seka di belakang gua ah..?"
"kenapa tega sekali lu hancurkan perasaan gue Zie, bisa-bisanya lu malah ambil gebetan gue" bentak Hendra mengungkapkan kekesalannya.
"Mau lu apa ha..?" Hendra kembali berteriak sambil mencengkram baju kaos Ozzie.
"Ba..ang, de..ngarkan dulu penjelasan Ozzie" jawab Ozzie terbata-bata, dia sangat takut melihat kemarahan Hendra, walaupun dia tau ini akan terjadi tapi dia tak berfikir Hendra akan semarah ini.
Deni dan Rio yang syok melihat kejadian tersebut hanya diam tanpa pergerakan apapun.
...****************...
wah kasian Ozzie
gimana guys kelanjutannya.
tunggu aja, author juga dulu takut..hahah
__ADS_1