cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
Camer


__ADS_3

Seka kembali masuk keruang tamu membawa kan minuman yang sudah di buat bersama ibu Aisyah.


"Ciee calon mantu" Deni mulai dengan mode meledek Seka, dia sangat senang melihat Seka kesal kepadanya.


"Apaan sih lu Den, Seka gak bikinin minuman buat lu" Seka mengeluarkan jurus ancaman nya, baru pertama ketemu sudah tidak ada rasa canggung di antara mereka.


"Udah Den, jangan mulai ya" Ozzie menatap Deni tajam.


Deni mengeluarkan ekspresi meledeknya, sangat senang melihat Ozzie dengan mode jutek dan dingin seperti ini"Uluh.. uluh.. di belain ama ayank, hahaha" ketawa puas keluar dari mulut Deni.


"Assalamualaikum" Rio memberi salam dan masuk kerumah Ozzie, langsung duduk di kursi sebelah Deni.


"Nah kenalin ini Rio temen kita juga, udah kenal kan" lagi-lagi Deni yang nyerocos tanpa jeda.


Seka dan yang lainnya hanya tersenyum melihat tingkah Deni yang sebenarnya duplikat dari Seka versi Cowok.


Ibu Aisyah menuju ruang tamu dan ikut duduk bareng yang lain di depan " nak Seka dan nak Yuti, pasti capek istirahat dikamar Ozzie aja ya, sudah ibu siapkan, nanti Ozzie tidur di kamar abangnya aja".


"Terimakasih bu" jawab Seka dan Yuti bersamaan.


"Ibu tinggal dulu ya nak" ibu Aisyah berlalu kebelakang meninggalkan mereka kembali.


"Seka mau istirahat dulu, apa mau jalan.?" Ozzie membuka obrolan kembali.


"Gimana kak,.?" Seka melirik ke arah Yuti sekilas meminta persetujuan Yuti.


"Udah Ka, istirahat aja pasti lu capek kan, lu kan gak pernah nyetir jauh" Yuti paham Seka sebenarnya pasti sangat lelah, karena memang selama ini dia tidak pernah nyetir mobil sejauh ini.


"Benar kata kak Uti sayang, mending istirahat aja ya" Ozzie menatap Seka dengan penuh kelembutan.


"Aku meleleh, kak Seka tumben banget lo kulkas Dua pintu ini bisa so sweet kayak gini" Deni mulai tidak bisa diam melihat perlakuan Ozzie terhadap Seka.


Seka hanya tersenyum dengan pipi yang merona mendengar perkataan Ozzie.


"Berisik lu" Rio pun akhirnya buka suara.


"Begini lah kalo temenan sama kulkas dua pintu dan kutub utara, selalu aja diriku yang menggemaskan ini disalahkan" Deni memasang wajah memelas dan merasa terintimidasi.


"Hahahah, emang lu berisik Den" Yuti ikut menimpali.


"Kak Uti ikut juga, aku kan jadi sedih" Deni semakin melo drama.

__ADS_1


"Udah gak usah banyak drama Den, gua mau istirahat sama ka Uti" Seka yang tak tahan ingin nyerocos, akhirnya buka suara juga.


"Akhirnya kak Seka yang manis mengeluarkan suara emasnya" senyum Deni dengan genit.


"Udah sayang, masuk aja ke kamar" Ozzie berlalu sambil membawa barang-barang yang di bawa Seka dan Yuti meninggalkan Deni dan Rio di ruang tamu.


"Huh, malah ditinggalin gua ngomong" Deni mendengus kesal melihat yang lain sudah beranjak pergi.


Seka dan Yuti pun mengikuti Ozzie dari belakang menuju kamar untuk mereka istirahat selama di rumah Ozzie.


"Ini kamar nya, maaf seadanya" Ozzie membuka kan pintu kamarnya dan meletakkan semua barang-barang yang dibawanya di samping lemari.


"Gak apa-apa Zie, ini aja sudah bagus" Yuti masuk sambil melihat sekeliling kamar Ozzie.


"Ternyata kamar kamu bagus juga ya" Seka melihat kagum kamar Ozzie yang terlihat tersusun rapi dengan warna biru langit.


"Ini ibu yang beresin" Ozzie menggaruk lehernya yang tidak gatal sambil cengengesan. "Ya udah istirahat aja, setelah makan siang kita jalan-jalan ya".


"Ok Zie, maksih ya" Yuti berlalu duduk di atas ranjang Ozzie.


"Ozzie tinggal ya"


Ozzie yang melihat senyum itu, merasa hangat di hati nya, ingin sekali rasanya dia memeluk Seka dan melepaskan rindu yang selama ini di pendamnya. Tapi dia hanya mampu menatap nya tanpa bisa meraih wanita di hadapannya.


Ozzie kembali keruang tamu untuk menemui Deni dan Rio, "eh kalian nanti ikut jalan bareng ya, lu bareng kak Uti ya Den" Ozzie mendudukkan bokong di kursi sebelah Deni.


"Siap gua mah bareng kak Uti yang cantik"


"Dasar lu ya gak bisa liat yang bening dikit" Rio kembali dengan mode bawelnya.


"Namanya juga usaha" Deni mulai cengengesan.


"Rio ajak Asti aja, biar bareng" Ozzie kembali membuka suara.


"OK sip, kalo gitu gua sama Deni pulang dulu ya" Rio melirik Deni sekilas memberikan isyarat untuk beranjak dari rumah Ozzie.


"Gua kan masih mau disini" dengan wajah memelas.


Rio menarik tangan Deni untuk keluar dari rumah Ozzie, "ntar habis makan siang kita kesini" akhirnya Deni terpaksa ikut balik bersama Rio. Daripada sahabat kutub Utara nya semakin dingin mending dia nurut aja.


Di dalam kamar Seka dan Yuti masih dengan mode rebahan sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Ka, ternyata Ozzie ganteng ya, terus ibu nya juga baik, lu beruntung ka" Yuti memulai pembicaraan.


Seka yang mendengar perkataan Yuti hanya diam dan mengingat perlakuan manis dari Ozzie dan ibu Aisyah sambil senyum.


"Nih bocah ya, diajak ngobrol malah senyam Senyum gak jelas" kesal Yuti merasa terabaikan.


"Kak Uti jangan ngambek donk ih, ya kak, Seka bersyukur diterima dengan baik disini" Seka melihat langit-langit kamar Ozzie sambil menerawang kejadian di dapur saat bersama ibu Aisyah.


flash back On


"Nak Seka ngapain ke belakang.?"


"Gak apa-apa bu, sini Seka bantuin aja" jawab Seka sambil mengambil teko di tangan bu Aisyah.


"Ibu senang, liat Ozzie ketemu nak Seka, sebenarnya ibu khawatir takut Ozzie dipermainkan, apalagi ini pertama kali dia dekat dengan wanita" ibu Aisyah kembali membuka obrolan sambil mengambil air panas untuk membuat teh hangat.


Seka hanya diam dan mendengar kan perkataan bu Aisyah dengan cermat.


"Nak Seka teh dan gula nya ada disana, tolong ambilkan ya" bu Aisyah menunjukkan lemari yang ada di sebelah meja makan.


"Baik bu" jawab Seka sambil mengambil nya dan menyeduhnya ke dalam teko.


"Ibu titip Ozzie ya nak, walaupun dia terlihat dingin, tapi dia penyayang dan manja, semoga nak Seka bisa nerima Ozzie".


"Seharusnya Seka yang senang bu, karena ibu dan keluarga bisa nerima Seka, awalnya Seka takut, tapi setelah ketemu ibu dan Ozzie, Seka jadi yakin sama hubungan Seka dan Ozzie bu" Seka menatap bu Aisyah dengan penuh kebahagiaan sambil terus mengaduk teh di dalam teko.


"Terimakasih ya bu udah nerima Seka"


"Sama-sama nak Seka" Ibu Aisyah memegang tangan Seka sambil menepuk punggung tangannya.


Flash back Off


"Sekaaaa. Malah bengong lu" Yuti setengah berteriak melihat Seka hanya senyum dan bengong dari tadi.


"Ya ampun kak Uti jangan teriak" lamunan Seka seketika buyar olah teriakan Yuti.


"Makanya lu jangan bengong, ntar kesambet baru aja ketemu camer udah gila lu" Yuti melirik Seka sekilas.


"Apaan sih ka Uti, mending kita istirahat yuk" Seka memasang wajah memelas.


"Ya udah ayuk lah, gua udah capek dari tadi" mereka pun akhirnya terlelap setelah beradu argumentasi yang cukup panjang.

__ADS_1


__ADS_2