
"Ka, itu seperti Ozzie kalo liat dari ciri-ciri nya" Yuti menunjukkan jari nya ke arah motor yang mulai mendekati mereka.
Mata Seka mengikut arah tangan Yuti.
Deg
Deg
"Gila melihat nya dari jauh aja jantung gua gak bersahabat" gumam Seka dalam hati sambil memegang dadanya.
"Udah jangan diliat terus" Yuti membuyarkan lamunan Seka.
Motor Ozzie semakin mendekat ke arah mobil Seka, saat sudah di samping mobilnya Seka membuka pintu kaca mobilnya.
Ozzie terpaku menatap Seka lama. Seka yang di tatap Ozzie pun merasa malu dan wajahnya merona di tambah blush on pink makin terlihat menggemaskan.
"Manis"gumam Ozzie dalam hati sambil terus menatap ke arah Seka.
"Woi, segala main tatap-tatapan, hai kak Seka manis, kenalin aku Deni" Deni mengulurkan tangan ingin bersalaman dengan Seka dan membuyarkan lamunan Ozzie dan Seka.
"Eh i-ya, Seka" ucap Seka terbata karena gugup dan ingin menyalami tangan Deni.
"Gak usah pegang-pegang" Ozzie langsung menepis tangan Deni, sehingga Deni tidak jadi bersalaman dengan Seka.
"Dasar posesif lu Zie" Deni mulai memanyunkan bibirnya karena kesal sama ulah Ozzie.
"Biarin" Ozzie kembali membuka suaranya dan menatap Seka sambil tersenyum.
"Eh ini kak Uti ya, wah cantik juga ya" Deni mulai mengeluarkan gombalan mautnya. Seperti biasa Deni selalu bisa mencairkan suasana.
"Dasaar lu ya pas ketemu sama aja" Yuti senyum melihat kelakuan Deni.
"Udah ah jangan berantem, panas ini" Seka akhirnya buka suara sambil melirik Yuti dan Deni bergantian.
"Ya udah Ozzie sama Seka aj ya pake motor, biar Deni bareng gua" Yuti langsung membuka pintu mobil dan menyuruh Seka turun.
Tanpa membantah Seka ikut turun dan mendekat ke arah Ozzie. "aduh gimana ini tangan Seka rasanya sedingin es, gugup sekali" gumam Seka dalam hati, dia yang biasanya cerewet bin bawel malah tak bisa berkata saat berada di dekat Ozzie.
__ADS_1
"Ayo sayang naik" Ozzie berbisik pelan ke telinga Seka.
"Ya ampun, dia manggil gua sayang, ah gua mau melayang" tentu saja masih tetap mode diam dan berbicara dalam hati. Seka begitu mati gaya berada di dekat Ozzie.
"Eh i-iya nih mau naik" akhirnya Seka membuka suaranya.
"Udah siap, jalan ya"
"Ya udah kok, masih jauh gak..?"Seka mulai pembicaraan sesantai mungkin agar bisa mengatur perasaannya yang masih tak karuan saat ini.
"Sebentar lagi kok sayang" Ozzie mulai melajukan motornya sambil sesekali melirik Seka dari spion motornya.
Seka yang di panggil sayang kembali malah makin gugup dan belum bisa mengendalikan detak jantungnya yang berpacu sangat cepat, di tambah pipi nya yang merona dia malu jika Ozzie melihat wajah nya saat ini.
Sedangkan Yuti dan Deni mengikuti mereka dari belakang.
"Seka capek gak..?" Ozzie kembali membuka suaranya, karena dia tau saat ini Seka sedang gugup dan terlihat merona di pipinya saat dia melihat dari spion motornya.
"Gak kok, tadi perjalanan lumayan lancar, cuma ada salah belok aja dikit, tapi eh ternyata jalan nya lurus, tadi juga gak macet kok " tanpa sadar Seka mulai membuka suara nya dan ngoceh sangat panjang.
Ozzie tersenyum mendengar Seka yang sudah bisa ngoceh seperti biasa saat mereka berbicara melalui telpon.
"Ternyata aslinya emang bawel yak" Ozzie membuka suaranya kembali.
"Ya udah kalo gitu Seka gak akan bawel" Seka kembali dengan mode ngambeknya, sudah tidak ada rasa canggung lagi saat ini, dia malah merasa nyaman berada di belakang cowok yang membuat dia terpesona ini.
Tangan kiri Ozzie menarik tangan kiri Seka agar memeluknya. "udah jangan ngambek, nanti wajah manisnya hilang" Ozzie kembali tersenyum melihat tingkah Seka.
"Ih dasar gombal, pasti belajar dari Deni ya" Seka tersenyum malu-malu, walaupun jantungnya terasa mau loncat dari tempatnya, Seka berusaha sesantai mungkin menanggapi perlakuan Ozzie.
Ozzie yang melihat respon Seka dari spionnya merasa gemas melihatnya, dia tak bisa berpaling dari wajah manis dan imut Seka, sungguh bagai mimpi, dia bisa bertemu Seka. Bahkan sekarang dia bisa mengusap lembut tangan Seka yang melingkar di pinggang nya.
Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan rumah Ozzie "ayok turun, kita sudah sampai".
Seka masih saja diam dan belum beranjak turun dari motor Ozzie. Ozzie yang melihat itu menoleh kebelakang dan memegang tangan Seka untuk membantunya turun.
"gak usah takut, orang tua Ozzie Seneng kok Seka datang" Ozzie yang ngerti perasaan Seka langsung menuntun Seka masuk ke rumahnya.
__ADS_1
Seka hanya diam dan menurut saja saat Ozzie menggandeng tangan nya masuk ke rumah Ozzie.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam" terdengar suara ibu Ozzie dari dalam rumah menjawab salam dari anaknya dan menghampiri Ozzie di pintu depan.
"Eh udah datang calon menantu ibu, wah manisnya, ayok masuk nak Seka" ibu Aisyah tersenyum ramah kepada Seka.
Seka membuka sepatunya dan mengikuti Ozzie yang telah masuk lebih dulu.
"Perkenalkan saya Seka bu" Seka menyalami ibu Aisyah dengan lembut.
"Ya, ibu sudah tau, duduk dulu ya, kamu pasti lelah" ibu Aisyah terlihat bahagia karena dia hanya memiliki anak laki-laki jadi melihat Seka, dia sangat senang sekali.
Dari arah pintu terlihat Deni dan Yuti yang baru sampai di rumah Ozzie.
"Kalian berdua jalannya cepet banget, gua sama kak Uti gak bisa nyalip tau" Deni terus ngoceh dan masuk kerumah Ozzie bareng Yuti.
Yuti yang melihat ibu Aisyah langsung menyalami nya dan memperkenalkan diri. "saya Yuti bu temannya Seka"
"Owh ya silakan duduk nak Yuti, saya siapkan minum dulu ya" ibu Aisyah ingin berbalik ke arah dapur.
"Gak usah repot-repot bu" Seka melihat sekilas ke ibu Aisyah.
"Gak repotin kok nak" Ibu Aisyah berlalu ke arah dapur.
Seka mendekatkan wajah nya ke arah Ozzie dan berbisik pelan, "Seka bantuin ibu ya Zie" Ozzie mengangguk dan membiarkan Seka menyusul ibunya.
...****************...
wah sudah ketemu aja nih.
senang ya jadi Seka diterima sama keluarga nya Ozzie.
author juga pengen ih di anggap calon menantu.
eh lupa author kan udah punya mertua..,ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
inget ini hanya masa lalu..hahhahahah