cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
Hermawan Anggara


__ADS_3

Ting


Ting


Ponsel Seka beberapa kali terdengar bunyi pesan yang masuk tapi terabaikan, karena Seka sedang berada di depan Televisi sedangkan ponselnya tergeletak di atas kasur kamar asramanya.


"Ka lu nonton apa..?" Ana duduk di sebelah Seka.


"FTV kak" Seka masih fokus menatap televisi.


"Seru gak.?"


"Seru kak, apalagi yang main idola Seka, ganteng bangeet" Seka masih dengan mode menatap Televisi dengan mata berbinar.


"Lumayan sih pemeran utama" Ana pun ikut menimpali.


"Ya kan, ganteng, eh tadi kak Ana jalan sama kak Ruli.?" Ruli merupakan pacar Ana, dia merupakan kakak tingkat dari Seka dan Ana, Ana dan Ruli sudah berpacaran cukup lama Mulai dari Ana masuk kuliah di tempat yang sama dengan Ruli.


"Ya tadi di ajak ketemu orang tua nya"


"Cie yang ketemu camer" goda Seka.


"Tapi gua belum yakin sama hubungan gua Ka" Ana terlihat memasang wajah sendu.


"Kenapa kak.?" Seka menatap Ana dan berfokus untuk mendengarkan jawaban Ana.


"Kak Ruli masih kayak anak kecil, Gua berantem mulu"


"Bukannya berantem dalam hubungan itu biasa ya kak.?, jadi apa yang perlu di khawatirkan" Seka mulai kepo dengan hubungan Ana dan Ruli.


"Tapi kalo berantem nya setiap saat, gua juga capek Ka, tapi gua juga lagi di deketin anak kampus sebelah Ka" Ana kembali memasang wajah ceria nya, Ana memang tidak betah pada satu laki-laki, menurutnya selagi masih belum nikah kita berhak memilih yang terbaik.


"Kebiasaan kan dirimu, udah gak usah selingkuh" Seka mulai menasehati Ana.


"Lu makanya sekali-kali coba, deket sama yang lain, biar lu tau sebesar apa perasaan lu sama Ozzie" Ana kembali dengan mode serius.


"Emang bisa gitu kak.?" Seka di buat penasaran dengan pernyataan Ana.


"Bisa lah, lu gak bosen LDR mulu.?"


Seka berfikir sejenak, kadang memang dia berharap Ozzie selalu berada di sampingnya, terasa jenuh juga jika berhubungan hanya lewat ponsel.


"Udah gak usah banyak mikir, coba aja dulu, biar lu tau sebesar apa perasaan lu" Ana beranjak dari duduknya kembali ke kamarnya, sedangkan Seka masih diam sambil memikirkan perkataan Ana.


Selang beberapa lama Seka kembali ke kamarnya dan duduk di kasur sambil mengambil benda pipih yang dia biarkan begitu saja sejak beberapa saat yang lalu, saat membuka ponselnya Seka sedikit mengernyitkan dahinya.


"Nomor siapa ini yang ngirim pesan terus ya" gumam Seka pelan, sudah dari minggu kemaren nomor ini selalu menghubungi Seka, tapi Seka abaikan, karena dia tidak ingin meladeni pesan yang tidak di kenalnya.


+621387***** :


"Hai lagi ngapain.?"


"Kenalin saya Hermawan Anggara, yang kemaren meminta nomor ponsel nya"


"Boleh kita berteman.?"

__ADS_1


Seka terlihat berpikir sejenak saat membaca pesan tersebut, mengingat siapa yang meminta nomor ponselnya, tapi belum ada jawaban di kepalanya, karena jiwa kepo nya, Seka akhirnya membalas pesan dari nomor yang tidak di kenal tersebut.


Seka :


"Maaf siapa ya,.?"


+621387***** :


"Kamu lupa dengan saya yang minta nomor ponsel kamu, di saat kita lagi beli gorengan"


Seka kembali mengingat saat membeli gorengan minggu kemarin bersama Nur, "jangan-jangan cowok yang gaya nya kayak bapak-bapak itu" gumam Seka pada diri nya sendiri


Seka ;


"Owh ya saya ingat, yang minggu kemaren ngantri gorengan bareng itu ya.?"


+621387***** :


"Ya benar"


"Saya ganggu gak..?"


Seka :


"Gak kok, ada apa ya.?"


+621387***** :


"saya hanya ingin berteman, boleh kan.?"


Seka :


"Boleh kok, saya Seka"


+621387***** :


"Lagi ngapain Seka.?"


Seka :


"Lagi di kamar aja"


+621387***** :


"Seka kegiatan nya apa sekarang, kuliah atau kerja"


Seka :


"Seka kuliah"


+621387***** :


"Maaf kalo lancang, umur Seka berapa, biar lebih enak aja manggilnya"


Seka :

__ADS_1


"Ya gak apa-apa, umur Seka 18 tahun jalan 19 tahun"


+621387***** :


"Wah beda dua tahun ya kita, kalo Angga 21 tahun, Seka kuliah jurusan apa..?"


Seka :


"Jurusan Kedokteran kak"


Seka memanggil Angga dengan sebutan kakak, dia merasa sopan karena Angga lebih tua darinya, dan dia juga melihat Angga cukup sopan, tidak ada salahnya dia berteman serta mengganti nomor tidak di kenal tersebut dengan nama Angga


Kak Angga :


"Di deket kampus yang di tikungan kemaren ya.?"


Seka :


"Ya kak benar, kak Angga apa kegiatan nya..?"


Kak Angga :


"Kalo saya lagi nunggu mau pendidikan bulan depan Seka"


Seka :


"Pendidikan apa kak.?"


Kak Angga :


"Pendidikan AKPOL Seka"


Seka :


"Wah lama donk kak, Tiga tahun ya.?"


Kak Angga :


"Ya Seka, lumayan, tapi itu memang impian saya"


Seka :


"Semangat ya kak Angga"


Seka yang memang mudah untuk berteman dengan siapapun seperti biasa mengganggap hal yang dia lakukan adalah biasa saja, karena melihat Angga juga seru di ajak berbalas pesan,


...****************...


ini nih kelemahan Seka, gak bisa gak punya teman, terus Seka masih terlalu labil ya.


gak tau aja dia kalo laki-laki baik sama kita pasti ada mau nya..


kesel gak sih sama Seka, Author juga kesel sih, karena sikap Seka yang baik sama semua orang dia jadi nyakitin banyak orang..


pantengin terus ya.

__ADS_1


__ADS_2