cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
Kangen


__ADS_3

Di kamarnya Ozzie terus memandangi ponselnya, rasanya dia ingin sekali menelpon Seka, tapi dia selalu mengurungkan niatnya, dia takut Seka akan mengabaikan nya. Ozzie kembali berguling-guling di kasurnya, dibukanya chat nya bersama Seka, tanpa dia sadari dia terus tersenyum melihat pesan yang selama ini dikirim Seka.


"*S*ayang, aku kangeen" gumam Ozzie dalam hati.


Seandainya malam itu dia tidak mengatakan putus, mungkin hubungan sama Seka akan baik-baik saja saat ini, dia pasti bisa membujuk Seka untuk tidak marah lagi padanya, tapi ini dia sendiri yang sudah mengatakan kata putus, akan sulit untuk nya memperbaiki luka yang telah ia gores di hati Seka.


......................


"Dek" dari kejauhan Eki memanggil Seka dan menghampirinya untuk berjalan beriringan di koridor kampus bersama Seka.


"Bang Eki, baru nyampe juga.?" Seka menoleh ke arah Eki, dia merasa aneh saat Eki yang biasanya datang paling awal malah hari ini dia duluan yang sudah di kampus.


"Ya, tadi mobil abang mogok, jadi kembali kerumah lagi ambil motor" Eki menjelaskan kenapa dia datang terlambat sambil jalan beriringan dengan Seka.


"Eh emang bang Eki gak ad kelas pagi..? tanya Seka kembali.


"Ada Ka, tapi tadi dosennya katanya minta ditunda 1 jam, ada keperluan" balas Eki santai. "ka, hari ini ada acara gak..?".


"Gak ada bang, emangnya kenapa..?" Seka menoleh ke arah Eki dan menatapnya sekilas.


"Jalan yuk, udah lama gak nongkrong di gramedia sambil cari makan" ajak Eki kembali, memang selama ini Seka dan Eki suka sekali dengan belajar, jika mereka keluar pasti sering ke toko buku mencari buku tentang kedokteran atau hanya sekedar melihat-lihat buku yang menarik, itu membuat temen-temennya mereka berfikir bahwa Seka dan Eki sangat cocok jika menjadi pasangan.

__ADS_1


Seka berpikir sejenak, "ayok lah gas bang," akhirnya Seka menerima tawarin Eki, karena dia juga enggan di asrama, apalagi sekarang dia sedang patah hati, lebih baik dia jalan-jalan dari pada memikirkan Ozzie yang telah membuat dia kecewa.


"Pulang kuliah, abang tunggu di depan ya" Eki menunjukkan senyum semuringah nya, dia sangat senang Seka menerima ajakan nya untuk jalan-jalan, bukan tanpa sebab karena Eki sudah sangat rindu untuk sekedar bercerita bersama Seka.


"Eh pake motor kan, jangan pake mobil ya bang, lu kan tau gua mabok" Seka menunjukkan wajah manyun nya.


Melihat wajah manyun Seka, membuat Eki gemas dan mencubit pipi chaby Seka "haha ya lah pake motor, biar lebih romantis ya" ledek Eki dengan wajah genit kepada Seka.


Selama ini juga Eki tau jika Seka malas sekali naik mobil, walaupun dia bisa menyetir, tapi dia tidak suka naik mobil, karena sering mabok jika dia naik mobil bersama orang lain. bahkan Eki ingat, Seka pernah bilang jika dia kaya, dia hanya ingin beli motor yang banyak, itu membuat Eki tersenyum melihat tingkah Seka.


"Ih apaan sih bang, sakit tau" Seka kembali menekuk wajah nya, dan itu membuat Eki semakin gemes.


"Dah adek abang manja, sampai ketemu ntar siang" Eki berlalu sambil mengusap kepala Seka gemas.


Setelah Eki berlalu, Seka pun masuk ke kelas nya, baru aja 2 hari dia putus dengan Ozzie. tapi dia merasa sangat kangen dengan Ozzie, apalagi setiap pagi Ozzie akan mengirim kan pesan kepadanya.


Sambil melihat ponsel nya di berbicara dalam hati "zie, lu lagi ngapain ya, lu kangen gak sih sama Seka, huh" Seka merebahkan kepala di atas meja.


"Woi Ka" Nur duduk di samping Seka sambil melihat Seka sedang tiduran di meja.


"Ih, kaget tau Nur, baru aja Seka mau tiduran" Seka mengelus dadanya sambil menatap kesal ke arah Nur.

__ADS_1


"Lagian masih pagi woi, ngapain rebahan" Nur malah kembali menatap Seka tajam.


"Lu masih galau..?"Nur kembali bertanya.


"Ih ngapain gua galau, gua aja mau jalan-jalan sama bang Eki, wleh" Ledek Seka ke arah Nur, Seka sebenarnya tak ingin terlihat lemah, dia ingin selalu menjadi Seka yang kuat, dia tak ingin orang memandang nya remeh walaupun temannya sendiri.


"Bagus lah kalo gitu, dari pada lu galau gara-gara berondong, mending sama Eki, ganteng, baik, dan dia juga perhatian sama lu, apalagi gua liat dia sama kayak lu, hobi belajar" Nur terus saja berbicara memuji Eki, bukan tanpa sebab Nur mengatakan seperti itu, dia melihat sendiri jika Eki sangat perhatian sama Seka, dulu aja Seka sering di antar jemput, dan mereka juga sering jalan, jadi Nur sangat mendukung hubungan Eki dan Seka.


"Ih apaan sih lu Nur, mau jadi mak comblang" Seka mulai tidak suka perkataan Nur.


"Ua lah, gua mau jadi mak comblang Seka dan Eki..wkwkwkkw, itu lah misi gua, hahahha" Nur tertawa puas meledek Seka, dia tak ingin Seka larut dalam kesedihan.


"Hahah" Seka ikut ketawa.


"Eh udah jangan ketawa terus, dosen udah masuk, ntar kita dibilang orang gila lagi" Seka menyela Nur yang ingin berbicara kembali.


Mereka pun mengikuti kuliah hari itu hingga selesai.


...****************...


haha Ozzie dan Seka sama2 jual mahal ya.

__ADS_1


ayok kita liat apakah Seka kembali sama Ozzie atau Seka malah jadian Eki,


kalo author sih berharap sama Eki aja lah ya.. hahahahaha


__ADS_2