
"Sekaaa" teriak Nur dari kejauhan menuju ke arah Seka berada.
"Kenapa Nur..?" Seka pun menghentikan langkah kakinya.
"Lu tungguin gua napa"
"Habisnya lu lama di kamar mandi, males gua"
"Jiah, lu aja gak sabaran"
"Enak aja gua mah sabar ye,"
"Idih apaan lu Seka, lu kan galak bangeet"
"Ih, masak Seka yang manis dan menggemaskan ini galak sih" Seka menopang kedua tangannya di dagu nya sambil mengedipkan mata ke arah Nur
" Idih genit lu" Nur melirik jijik
"Hahahaha" Seka tertawa lepas melihat ekspresi kocak Nur
"Seka" tiba-tiba dari arah belakang Eki menepuk pundak Seka sambil berjalan mengimbangi langkah Seka.
"Eh bang Eki, kenapa muka lu bang..?" seka menoleh Eki yang terlihat acak-acakan.
Eki adalah teman Seka dan sudah di anggap abang oleh Seka, sikap Seka yang mudah bergaul, sehingga dia mempunyai banyak teman, walaupun sebenarnya Seka orang yang rapuh dan sudah banyak kepahitan yang dia lewati.
Selama masuk kuliah, Eki sangat banyak membantu Seka, dulu sewaktu Seka belum di asrama, Eki selalu menjemput nya saat ke kampus, dan Eki juga sering membantu Seka membuat tugasnya.
Eki satu angkatan dengan Seka, tapi mereka berbeda kelas.
"Eh muka gua knpa emang nya seka..?"
"Lecek bangeet kayak kertas kusut " seka melirik Eki kembali
"hahhaha seperti nya tadi ada angin topan ya makanya rambut bang Eki jadi berantakan" Seka pun merapikan rambut Eki, Seka sangat perhatian kepada siapapun yang dekat dengannya.
"Biasanya lu rapi banget bang" Seka masih saja mengoceh sambil terus merapikan rambut Eki.
Nur melihat Eki yang menatap Seka penuh kelembutan pun merasa Seka dan Eki sangat cocok jika mereka menjadi pasangan.
__ADS_1
"Nah udah ganteng abang Seka, Seka masuk kelas dulu ya bang"
Belum sempat Eki mengatakan apapun Seka sudah berlalu menuju ke kelas nya meninggalkan Eki termenung sendiri di koridor kampusnya.
"Dasar Seka" Gumam Eki hampir tak terdengar Eki menatap Seka dari kejauhan, sikap Seka membuat Eki semakin ingin didekatnya, walaupun Eki tau Seka hanya mengganggap dia abang.
Di kelas Nur melirik Seka dan duduk di bangku sebelah Seka.
"Ka, lu kenapa gak jadian aja sama Eki.?"
"Gua gak mau merusak persahabatan gua Nur, walaupun gua nyaman berada bersama bang Eki, tapi gua dulu sudah terlanjur bilang sama bang Eki, kalo apapun yang terjadi tidak boleh ada cinta di antara kita" ucap Seka dengan tatapan sendu yang sulit diartikan, mungkin Seka terlalu egois ingin Eki tetap bersama nya.
"Lu suka sama dia.?" timpal ana Nur kembali.
"Gua juga gak tau ya sama perasaan gua Nur, tapi gua nyaman, dan ingin dekat terus dengan bang Eki, tapi di sisi lain gua juga gak pengen kalo persahabatan gua hancur gara-gara cinta." Seka seperti memikirkan hal yang sulit.
"Ya sudah lah ka, kalo gt, gua sih yakin bang Eki suka sama lu"
"Haha ntah lah, kalo jodoh kan gak kemana" jawab seka sambil tersenyum tipis, begitu lah Seka selalu mengganggap enteng semua masalah.
Tiba-tiba dosen masuk ke kelas mereka, mereka kembali fokus melihat dosen menjelaskan mata kuliah hari ini.
Di tempat lain Ozzie tengah asik main game online bersama teman- teman nya saat mereka ngumpul bersama.
"Guys ayok donk bantu gua" rengek Deni saat mereka bermain game online bersama.
"Gila sih lu, level belum up saja sudah berani nyerang," Ozzie melirik Deni.
"Bener noh Den, nafsu sih, mati kan lu di ulti" Rio menatap deni dingin
"Ah lu berdua sama aj," Deni mendengus kesal.
"Ting
"Ting
Tiba-tiba ada pesan masuk dari ponsel Ozzie, Ozzie pun melihat nama Seka yang mengirimkan pesan kepada nya dan tanpa sadar dia tersenyum.
Seka:
__ADS_1
"Zie, lagi apa..?"
Ozzie :
"Lagi main game kak, dari tadi Ozzie kirim pesan, baru kak Seka balas ya"
Seka :
"Maaf Zie, tadi ada kelas siang"
Ozzie:
"Kak Seka lagi sibuk ya"
Seka:
"Gak kok Zie, ini lagi ghibah aja bareng teman asrama"ðŸ¤ðŸ¤
Ozzie:
"Wuih cewek emang hobi ghibah ya kak" 😅😜
Deni dan Rio melirik ke arah Ozzie yang terus tersenyum saat melihat ponsel serta ponsel Ozzie yang terus berbunyi membuat nya penasaran.
"Zie, lu kalo balas pesan mulu kalah kita nih" Deni pun menegur Ozzie
"Lu kenapa senyum-senyum gitu zie" Rio pun menimpali.
"Chat sama gebetan ya lu, mana sini liat" Deni pun di buat penasaran.
"Ih apaan sih lu berisik, ini gua fokus kok, yang penting kan menang" Ozzie membela diri dari ocehan teman-temannya.
Deni dan Rio pun akhirnya kembali fokus ke game online nya, karena memang benar kata Ozzie walaupun asik chat tapi dia tetap main dengan baik dan mereka pun kembali menang.
...****************...
bersambung..
ayo mampir dan kasi semangat
__ADS_1