cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
Bercanda


__ADS_3

"Zie"


"Kenapa Rio..?"


"Gua liat lu belakangan ini sibuk bener sama ponsel lu" tanya Rio penuh selidik tapi masih dengan tatapan datar nya. Saat ini mereka sedang berada di tempat tongkrongan biasa mereka berkumpul, sedangkan Deni keluar membeli cemilan.


Rio tau saat bersama Deni, Ozzie tidak akan terbuka untuk masalah pribadinya, karena Deni pasti akan meledek nya, saat berdua, ini kesempatan Rio bertanya.


"Ehmm.." Ozzie berfikir sejenak, dia ragu untuk menceritakan nya karena memang menurutnya saat ini belum ada kelanjutan dari hubungan nya dan Seka, karena mereka hanya sekedar berkirim pesan untuk memberikan perhatian.


"Gua lagi chat sama cewek Rio.." jawab ozzie jujur. Akhirnya dia memutuskan untuk menceritakan nya setelah berfikir sejenak, menurut nya tidak masalah Rio tau.


"Cewek mana yang buat lu kayak gini" Rio sangat penasaran dengan jawaban Ozzie.


"Gua kenal dari bang Hendra," Ozzie mengingat nya kembali saat pertama kenal dengan Seka, dia jadi merasa bersalah sama bang Hendra karena dia malah chat sama gebetan bang Hendra.


"Emang sodara bang Hendra" Rio semakin menatap wajah Ozzie lekat.


"Bukan, tapi gebetan bang Hendra," akhirnya ozzie menceritakan semuanya sama Rio tanpa terlewat sedikitpun.


" Zie, lu gila ya, gimna respon bang Hendra kalo lu malah dekat dengan gebetan nya, gak kebayang gua Zie" Rio mulai menunjukkan ekspresi terkejutnya walaupun masih dengan wajah yang dingin dan datar.


"Gua tau Rio, tapi gua rasanya tidak bisa berhenti chat sama ni cewek, ntah kenapa rasanya nyaman, dan nyambung saja, ni cewek berbeda Rio, dia penuh kejutan" jawab Ozzie sambil menatap lurus ke arah depan, ntah apa yang sedang dia pikirkan.


"Tapi lu pasti tau kan kedepannya gmna, apalgi ni cewek anak kuliahan bro, apalagi jika bang Hendra tau"Rio menepuk pundak Ozzie pelan seolah memberikan Ozzie energi agar bisa melewati apa yang akan terjadi kedepannya.


"Ya gua tau Rio, tapi hubungan kami masih hanya sekedar berteman, belum ada hal yang spesial" Ozzie masih dengan tatapan lurus ke depan seolah akan tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Zie, gua tau perasaan tak bisa di bohongi, gua doain yang terbaik buat lu bro" lagi-lagi Rio menepuk pundak Ozzie tapi kali dilakukan lebih dari sekali.


Ozzie hanya diam dan kali ini dia mengambil benda pipih di sakunya dan membuka game online yang akan mereka mainkan.


"Eh kalian lagi ngapain berdua" Deni kembali dengan membawa banyak makanan,


di belakang nya di susul Jihan dan Asti temannya dengan senyum semuringah..


"Hai bang Ozzie dan bang Rio," sapa Jihan dengan senyuman yang dibuat-buat manis dan anggun.


Ozzie hanya diam menatap Jihan dan menatap ponsel nya kembali, dia merasa sangat tidak nyaman jika Jihan datang ke tongkrongan nya, gadis itu terus saja menempel dan mencari perhatian nya.


"Bang Ozzie malam ini mau kemana..? makan bakso yuk di warung mang ucup" ajak Jihan yang langsung duduk di samping Ozzie.


Sedangkan Asti duduk di samping Rio, Asti adalah pacarnya rio, mereka sudah pacaran selama 2 tahun, hubungan mereka berdua sangat akur dan romantis, dibalik sikap Rio yang dingin dia sangat melindungi orang yang dia sayangi.


"Maaf Han, gua mau pulang, besok abang gua mau berangkat dinas luar, jadi ibu ngajak ngumpul.." jawab Ozzie sekena nya, karena sebenarnya dia malas untuk kemana mana.


"Sayang, malam minggu ini kita jalan yuk" rengek Asti pada Rio sambil mengandeng tangan Rio dengan manja.


"Boleh sayang, nanti habis magrib aku jemput ya" balas Rio sambil mengusap lembut rambut Asti, walaupun datar dan dingin, tapi saat berada di dekat Asti, Rio sangat perhatian.


"Yeee lu berdua pacaran mulu, gak kasian liat gua sama Ozzie" Deni mulai jengah dan menimpali saat melihat keromantisan yang biasa ditampilkan dua sejoli ini.


"Biarin. wleh.." ejek Asti sambil menjulurkan lidahnya ke arah Deni, dia sangat senang membuat Deni kesal.


Deni akhirnya tak berkutik saat ingin ikut meledek Asti tapi malah mendapat tatapan tajam dari Rio, akhirnya mereka bertiga melanjutkan main game online dan membiarkan Asti dan Jihan melihat mereka bermain.


Setelah mereka bermain beberapa pertandingan Ozzie beranjak dari tempat duduknya dan memasukan ponsel ke dalam kantong celananya.


"Udah ah gua mau pulang ya Den, Rio, sudah mulai gelap nih.."


Ozzie berlalu menaiki motornya tanpa menunggu teman-temannya menyela perkataannya dan meninggalkan yang lain.


"Ye tungguin gua," Deni setengah berlari mengejar Ozzie untuk ikut pulang bersama Ozzie.

__ADS_1


Karena hari sudah mulai gelap, yang lainnya juga menyusul Ozzie untuk pulang kerumah masing-masing, tentu saja di tambah dengan wajah kesal Jihan yang telah gagal mengajak Ozzie jalan di malam minggu ini.


......................


Seka tiba dirumahnya, karena hari libur, Seka kembali kerumah hanya untuk bermalam beberapa hari, karena kampus Seka hanya berjarak 3 jam dari rumah jadi Seka mengambil kesempatan untuk pulang.


"Ah senang nya bisa rebahan di kasurku" gumam Seka sambil merebahkan badannya di kasur empuk kesayangannya.


Ting


Ting


Tiba-tiba ponsel Seka berbunyi tanda pesan masuk, Seka pun meraih benda pipih itu dan melihat nama Ozzie yang mengirim pesan, sambil tersenyum Seka membuka pesannya.


Ozzie :


"Kak Seka lagi apa..?"


Seka:


"Lagi rebahan aj dirumah"


Ozzie:


"Kak Seka gak di asrama..?"


Seka:


"Ya Zie, seka hari ini libur 1 minggu, jadi pulang kerumah melepas rindu"


Ozzie:


" Seru donk ya bisa kumpul"


Seka:


Ozzie :


"Emang rumah kak Seka jauh dari kampus..?"


Seka :


"Gak jauh Zie, cuma kan kalo pulang cuma satu hari kan capek dijalan.😥"


Ozzie :


"Ya juga sih, ntar boleh balik kak Seka kering di jalan ke tiup angin.🤭🤣🤣"


Seka :


"Dasar Ozzie ya, berani ngeledekin Seka.😒"


Ozzie :


"Ih jangan ngambek donk, ntar manis nya hilang.🤗🥰"


Seka ;


"Nakal yang brownis.🤭"


Ozzie :


"brownis apaan kak..?"

__ADS_1


Seka :


"Brondong manis"


🤣🤣🤣


Ozzie hanya tersenyum melihat chat dari Seka, bisa-bisanya Seka membuat panggilan yang menggelitik perutnya, padahal mereka hanya berjarak satu tahun.


Hari sudah mulai sore sambil berbalas pesan melalui aplikasi pesan online yang berwarna hijau yang sering mereka gunakan, di jeda dengan sholat magrib tapi setelah ini mereka masih terus melanjutkan aktivitas melalui aplikasi pesan tersebut.


Tanpa terasa hari pun menunjukkan pukul 20.00, Ozzie dan Seka masih asik mengirim pesan, dua sejoli itu sangat asik dengan ponsel nya lupa akan waktu yang berlalu begitu saja.


"Zie, ayok makan, dari tadi hanya di kamar aja, gak tau apa malam ini malam minggu, udah jam segini juga belum makan" ibu Aisyah memanggil Ozzie untuk makan malam yang lumayan telat menurut ibunya dan sambil terus mengomel melihat anaknya yang jarang sekali keluar untuk bermain bersama teman-temannya.


"Siap bu, jangan ngomel ntar cantik nya hilang" ozzie beranjak dari kasurnya dan memeluk ibunya dengan manja, tapi ibu Aisyah hanya berlalu ke meja makan terlebih dahulu meninggalkan anak bungsunya di depan pintu kamarnya.


Ozzie segera ke meja makan menghampiri Ibunya takut ngomelnya tambah panjang, ternyata kedua orang tua nya dan abang Rayhan sudah lebih dulu berada di meja makan.


"Malam semuanya" sapa Ozzie dengan senyuman manis nya dan berlalu duduk di bangku sebelah Rayhan.


Mereka pun makan bersama, menikmati kebersamaan yang selalu tercipta hangat di keluarga Ozzie, di tambah Rayhan akan berangkat keluar kota tentu membuat keluarga itu memanfaatkan waktu kebersamaan mereka sebelum kepergian abang Ozzie bekerja, saat sedang makan Ozzie melirik ponselnya yang ternyata kembali mendapat pesan dari Seka.


Di rumah Seka, Seka yang masih dengan mode rebahan dan menikmati kasur nya yang empuk sambil guling-guling tidak jelas, dia merasa sangat bosan, akhirnya kembali mengirimkan pesan ke Ozzie.


Seka:


"Zie, lu gak jalan malam minggu"


Ozzie:


"Mau jalan kemana kak"


Seka:


"Jalan sama pacar lah.."🤭


Ozzie:


"Ozzie gak punya pacar kak, kak Seka gak jalan bareng pacarnya"


Seka:


"Gak mungkin kan lu gak punya pacar, Seka juga dirumah aj nih, boro-boro punya pacar, ini aja lagi sendiri"


Ozzie:


"Sama donk nasib kita ya, kasiaan bangeeet jomblo.😜🤣🤣"


seka :


"Wah sama2 jomblo nih kita, gimana kalo kita pacaran aja berdua, kan cocok tu jomblo ketemu jomblo..🤭🤣🤣🤣"


Deg.


Seka tiba-tiba bercanda mengirimkan pesan tersebut sambil tersenyum, ntah kenapa dia merasa geli sendiri melihat pesan nya pada Ozzie yang disebutnya brondong itu, menurut Seka, Ozzie bagaikan brownies, senang aj seka menggoda nya seperti anak kecil.


Dirumah Ozzie, saat Ozzie membuka pesan terakhir Seka, dia kaget dengan wajah memerah.


...****************...


bersambung


jangan lupa like.. dukung selalu

__ADS_1


kira-kira apa ya jawaban Ozzie .


kalo author sih yakin Ozzie gemeteran liat ponselnya


__ADS_2