cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
Hari Spesial Ozzie 2


__ADS_3

Ozzie berjalan di koridor sekolah menuju kelasnya, mood Ozzie hari ini sangat baik. walaupun masih dengan wajah cool dan ekspresi yang datar tetap terlihat dari tatapannya jika dia sedang bahagia.


"Woi Zie," Deni menepuk pundak Ozzie dari belakang, dia menghampiri Ozzie yang sedang jalan sendirian.


"Ehm" Ozzie hanya berdehem saja.


Deni pun tidak mempermasalahkan respon Ozzie "selamat ulang tahun ya bro, semoga panjang umur ya, langgeng sama kak seka yang manis, kehekekeh" kekeh deni genit.


"Aamiin, makasih Den" walaupun Ozzie tidak suka Deni memuji Seka, tapi dia tetap senang atas ucapan Deni.


"Zie, ayok hari ini makan-makan kita, traktir ya.."


"Ehm ya"


"Ok, ntar gua ajak Rio sekalian"


Tanpa terasa mereka pun sudah tiba di kelas, tanpa sepengetahuan mereka, ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka dari jauh.


Jihan dan Asti saling melirik ketika mendengar obrolan Ozzie dan deni.


"Han, bang Ozzie ultah noh" Asti memulai pembicaraan.


"Ya gua denger, rencana gua mau bikinin brownies buat bang Ozzie" sambil senyum malu-malu jihan sudah membayangkan akan memberikan kejutan buat Ozzie.


Bel masuk pun berbunyi, tanda kelas akan dimulai, mereka pun bersiap masuk kelas untuk mengikuti pelajaran seperti biasanya.


......................


Seka sedang sibuk mengurus praktek nya. sampai dia sendiri tidak sempat membuka ponsel nya.


"Ka, kok lu gua telpon gak angkat sih.?" Nur datang menghampiri Seka yang sedang membereskan alat-alat praktikum nya dengan wajah kesalnya menodong Seka dengan pertanyaan nya.


"Eh Nur, maaf gua tadi sibuk sama dosen killer bu Aini, lupa buka ponsel" Seka senyum ke arah Nur, dia merasa tidak enak hati meninggalkan Nur di asrama sendirian.


"Lu kan janji mau bantuin gua praktek siang ini" Nur menunjukkan wajah yang sedih.

__ADS_1


"Ya Nur, Seka baru selesai, ayuk kita makan dulu, nanti Seka bantuin ya" Seka mulai membujuk Nur yang sedang kesal dengan dirinya sambil menggandeng sahabat nya itu.


"Bener ya, ayuk" senyum Nur kembali seperti semula.


"Ayuk" akhirnya Seka dan Nur pergi makan dan setelah itu mereka sibuk menyiapkan Nur untuk ujian praktek.


Seka kembali melupakan ponselnya, dia yang memang sedang sibuk membantu Nur, membuat dia melupakan Ozzie sesaat.


Sedangkan dirumahnya, Ozzie baru pulang sekolah.


Jam menunjukkan pukul 13.00 siang, Ozzie ingat untuk mengirim kan pesan kepada Seka. Karena dia sangat merindukan kekasih nya yang manis itu.


Ozzie :


"Sayangku, lagi ngapain..?❤️"


Pesan Ozzie terkirim, tapi setalah satu jam tidak ada jawaban dari Seka, akhirnya Ozzie terlelap di atas kasurnya.


"Assalamualaikum, Ozzie " panggil Deni dan Rio dari teras rumah Ozzie.


"Baik bu, terimakasih" Deni dan Rio masuk ke rumah Ozzie menuju kamar Ozzie, mereka sudah biasa main kerumah Ozzie, jadi sudah mengerti posisi kamar Ozzie dimana.


Di kamar Ozzie, Deni melihat Ozzie sedang tidur dengan posisi tengkurap.


"Zie, bangun" Rio menepuk pundak Ozzie, tapi tidak ada pergerakan.


"Woi Zie, banguun"Deni akhirnya membangunkan Ozzie setengah berteriak sambil menggoyangkan pundak Ozzie dengan kedua tangannya.


Akhirnya ada pergerakan dari Ozzie, dia membuka matanya, menoleh kebelakang untuk melihat keberadaan Deni dan Rio.


"Ngapain kalian disni"Ozzie bingung kenapa teman-temannya ada di kamarnya.


"Kita mau ngajak lu jalan" Rio membuka suara nya kembali.


"Ya, masak lu ultah dirumah bae" timpal Deni.

__ADS_1


"Sudah gak usah lama-lama mikirnya," Deni langsung menarik tangan Ozzie menuju motornya.


Saat akan keluar dari rumah Ozzie, tiba-tiba Jihan dari depan pintu bersama Asti membawa sebuah bingkisan di tangannya.


"Hai bang Ozzie" sapa Jihan dengan senyum merekah nya.


"Ngapain lu Han" Deni menatap Jihan penuh curiga.


"Nie bang, Jihan membawa kue buat bang Ozzie, selamat ulang tahun ya bang Ozzie, semoga panjang umur, sehat selalu.." Jihan memberikan bingkisan nya.


"Yerimakasih Han" Ozzie menerima bingkisan dari Jihan, menurut nya tidak ada salahnya dia menerima nya, karena dia tidak enak hati jika menolaknya.


"Sayang, kalian mau kemana..?" tanya Asti sambil mengandeng tangan Rio.


"Kita mau jalan sayang"jawab Rio sambil senyum tipis ke arah Asti.


"Aku ikut ya" Asti kembali minta ikut bersama Rio.


"Boleh" Rio mengajak Asti naik ke motornya.


"Ayok Jihan kita ikut bareng" Asti menarik tangan Jihan.


"Aku sama siapa" Jihan melirik Asti.


"Udah lu sama bang Ozzie aja, sebentar ya bang, boleh ya" Asti menatap Ozzie penuh harap.


Tanpa persetujuan Ozzie, jihan naik ke motor Ozzie tapi Ozzie malah membawa motor Deni, akhirnya Jihan malah jalan bareng Deni, sebenarnya Deni juga malas bonceng Jihan, tapi dari pada nanti Ozzie marah, mending dia ikut saja.


Mereka jalan-jalan keliling kota, sambil berfoto bersama, Jihan selalu saja menempel di samping Ozzie, tapi Ozzie biasa saja tidak menggubris Jihan.


Hari sudah mulai gelap, Ozzie lupa akan ponselnya yang ternyata tinggal di rumah, karena Deni dan Rio mengajaknya buru-buru sehingga ponsel Ozzie, tertinggal di kamarnya.


...****************...


aduh bang Ozzie membuat Seka dilupain nih..hehehe

__ADS_1


__ADS_2