cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
Pelukan Erat


__ADS_3

Ibu Aisyah menuju ke kamar Ozzie dan mengetuk pintu "Nak Seka, bangun ayok kita makan bersama" kembali ibu Aisyah memanggil dan mengetuk pintu kamar Ozzie yang sekarang sedang di tempati Seka dan Yuti.


Seka dari dalam kamar mendengar suara ketukan pintu langsung membuka mata nya dan beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu kamar, " ya bu, ini Seka sudah bangun, nanti Seka menyusul ya bu bareng kak Uti" jawab Seka yang masih berada di balik pintu kamar.


"Ibu duluan ya nak"


"Ya bu, terimakasih ya" Seka menunjukkan senyum manis nya ke arah ibu Aisyah.


Ibu Aisyah langsung berbalik dan berjalan menuju ke arah dapur meninggalkan Seka yang masih berdiri di depan pintu.


Seka segera berbalik menutup pintu dan membangunkan Yuti, "ka Uti, cepat bangun, udah siang" Seka menepuk bahu Yuti pelan.


"Emang udah jam berapa..?" Yuti masih tetap dengan mode memejamkan matanya.


"Udah waktu nya makan siang kak, tadi udh di panggil ibunya Ozzie" agak sedikit tergelitik hati Seka saat memanggil ibu Aisyah.


Mereka pun bersiap untuk keluar dan menyusul ibu Aisyah di meja makan setelah sholat zuhur.


Di meja makan sudah ada Ozzie, Ayah Rudi dan ibu Aisyah menunggu kedatangan mereka.


"Eh nak Seka, nak Yuti mari duduk" Ibu Aisyah mengajak mereka duduk bersama.


Ozzie mengisyaratkan Seka untuk duduk di sebelah nya dan Seka pun mengikuti keinginan Ozzie. Yuti duduk di sebelah ibu Aisyah.


"Ini kenalkan ayah Ozzie, tadi saat kalian datang ayah masih kerja, sekarang Istirahat dan ikut makan bersama-sama" ibu Aisyah kembali membuka obrolan dengan mengenalkan ayah Rudi.


Seka menampilkan senyum yang manis "kenalkan pak, saya Seka dan ini Yuti teman Seka pak" Seka kembali membuka suara dan menundukkan kepalanya.


"Tidak usah terlalu formal, panggil ayah aja seperti Ozzie, silakan makan, jangan malu-malu, semoga betah ya disini" ayah Rudi tersenyum tipis ke arah Seka dan Yuti. Begitu lah ayah rudi, sikap dingin yang Ozzie dapatkan tentu turunan dari ayahnya, walau dingin tapi penuh perhatian.


"Ya pak, eh iya yah" Seka terlihat sangat gugup saat berada di antara keluarga Ozzie


Mereka pun makan bersama-sama sambil mengobrol ringan dan saling berkenalan satu sama lain, tentu saja Ozzie dan Seka dengan mode malu-malu sambil mencuri pandang, selesai makan Ozzie, Seka dan Yuti kembali ke ruang tamu.


"Zie, kita mau jalan kemana..?" Yuti yang sudah duduk di seberang Ozzie memulai obrolan mereka.


"Tunggu Rio dan Deni ya kak, mereka sudah dijalan kesini, bentar lagi juga nyampe" Ozzie melirik benda pipih yang ada tangannya dan melihat pesan yang di kirim Deni.


"Kita pake motor ya Zie..?"

__ADS_1


"Ya kak, nanti kak Uti bareng Deni ya"


"Sip lah"


Seka masih menjadi pendengar yang baik, dia masih mengamati kondisi sekitar, menelaah yang sedang terjadi, sebenarnya dia masih berasa mimpi bisa ketemu Ozzie


"Ka, lu kenapa diam aja..?" Yuti melihat Seka bengong tidak seperti biasanya melihat keanehan tersebut.


"Seka berasa mimpi bisa kesini, hehehe" Seka cengengesan memperlihatkan gigi nya yang tersusun rapi.


Ozzie yang disebelah nya langsung mengambil tangan Seka dan menggenggam erat tangan tersebut, "sekarang udah nyata kan.!" dengan santai Ozzie tersenyum ke arah Seka.


"Ya tuhan jantung gua mau copot, meleyot gua" gumam Seka dalam hati sambil menatap Ozzie.


"Woi lu berdua mesra didepan gua, mikirin yang jomblo napa" Yuti memecah lamunan kedua nya.


"Hahahaha, makanya kak punya pacar donk" ledek Seka.


"Lu ya harusnya terimakasih sama gua, kalo bukan ide gila gua, lu berdua gak bakalan bisa ketemu sekarang" Yuti memasang wajah jutek.


"Cup.cup.. jangan marah kak Uti cantik, makasih ya udah nemenin Seka ketemu Ozzie " Seka memasang wajah memelas dengan senyuman manis membujuk Yuti.


"makasih kak Uti cantik, sarangbeo" Seka kembali tersenyum dan membuat lambang hati di kedua jarinya.


Ozzie yang melihat tingkah Seka seperti itu sangat gemas, jika tidak ada Yuti rasanya dia ingin memeluk Seka dan tak ingin melepaskannya.


"Assalamualaikum, Ozzie ..!" Deni masuk dan langsung duduk di sebelah Yuti di susul Rio dan Asti di belakang nya.


"Wah si berisik sudah datang" Yuti menatap Deni penuh intimidasi.


"Kak Uti mah gitu, ntar gak ketemu kangen" Deni memperlihatkan senyum genit ke arah Yuti sambil mendekatkan wajah nya.


"Jangan dekat-dekat lu" Yuti langsung menjauhkan wajahnya.


"Hahahah, rasain lu Den, lagian genit sih" ledek Seka melihat nasib Deni.


"Udah ayuk kita berangkat ntar kesorean, owh ya kenalkan ini Asti pacarnya Rio" Ozzie melerai perdebatan yang tidak ada ujungnya itu.


Asti bersalaman bersama Seka dan Yuti bergantian, terlihat dari wajah Asti yang sedikit kaget melihat Ozzie yang memegang tangan Seka yang terlihat tidak ingin melepaskannya.

__ADS_1


"Bang, ini pacar bang Ozzie ya..?" tanya Asti setengah berbisik ke arah Rio, Rio yang di tanya hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum hangat.


Ada sedikit sakit di hati Asti, karena dia tau pasti sahabatnya Jihan akan sangat kecewa melihat Ozzie bersama wanita lain, tapi Asti pun tau kalo cinta kan tidak bisa di paksakan, dia harus memberi tahu Jihan untuk melupakan Ozzie.


Mereka pun menaiki motor mereka masing-masing seperti rencana semula, saling berpasang-pasangan keliling kota.


Di perjalanan Ozzie kembali meraih tangan Seka untuk memeluk nya dari belakang, Seka yang mendapat perlakuan tersebut merasa sangat bahagia, berbeda saat dia bersama Eki dan laki-laki lain, dia pun tidak tau apa yang membuat Ozzie begitu spesial buat Seka.


"Zie, menyesal gak ketemu Seka, Seka bukan wanita yang cantik, pintar dandan atau mungkin bukan wanita yang seperti Ozzie harapkan" Seka akhirnya membuka obrolan dengan pernyataan yang selama ini hanya ada di kepalanya saja.


"Kenapa harus menyesal, Ozzie senang bisa ketemu Seka, melihat Seka rasanya Ozzie ingin memeluk Seka dan tak ingin Seka pergi, mungkin Seka yang menyesal bertemu Ozzie yang hanya anak SMA dan gak punya apa-apa " suara Ozzie sedikit tercekat saat menyebutkan kalo dia bukan siapa-siapa.


"Gak kok, Seka malah senang ketemu Ozzie, perasaan Seka malah lebih yakin setelah bertemu Ozzie" Seka semakin erat memeluk pinggang Ozzie dan membenamkan wajah nya di punggung Ozzie sambil menghirup aroma tubuh Ozzie yang maskulin.


Ozzie yang melihat itu langsung mengelus lembut tangan Seka yang melingkar di pinggangnya "Tunggu Ozzie ya, Ozzie berjanji akan nyusul Seka, tapi sebelum waktu itu tiba, jaga hati Seka buat Ozzie ya"


Seka semakin membenamkan wajahnya, dan mengerakkan kepala nya ke atas dan kebawah tanda mengiyakan perkataan Ozzie, "kalo gitu kita berjuang sama-sama ya sayang" tak berapa lama turun gerimis seperti mengiringi dua sejoli yang sedang melepaskan perasaan rindu yang selama ini hanya mereka simpan diam-diam.


di belakang Deni berbalik Arah, " Zie hujan, gua duluan ya" Deni mempercepat laju motornya disusul Rio dan Asti.


Ozzie yang akan berbalik arah malah tidak sempat keduluan hujan turun, Ozzie menepikan motornya di bawah jembatan dan berteduh di bawah jembatan yang mengalir sungai yang sangat indah.


"Maaf ya yang, kita jadi kehujanan" Ozzie menyeka wajahnya dan menggandeng Seka untuk berteduh di bawah jembatan.


"Gak apa-apa, yang lain sudah duluan ya..?"


"ya sayang"


Seka melihat wajah Ozzie semakin mendekat ke arah nya, Seka hanya diam dan menatap wajah Ozzie seolah dia ingin menyimpan ingatan setiap lekuk wajah Ozzie tanpa ada yang terlewati.


Hidung Ozzie yang mancung, alis yang tebal dan hitam, kumis tipis, rahang yang tegas, rambut yang acak-acakan karena hujan, membuat Seka tak berkedip menatap, sedangkan Ozzie semakin mendekat.


...****************...


wah-wah zieka berasa dunia milik mereka berdua ya.


maaf ya jika author sedikit tidak bisa mengekspresikan keromantisan zieka, tapi ini pertemuan dan jalan-jalan mereka pertama benar2 bikin baper.


Author nya aja masih belum bisa menuangkan semua nya dalam bentuk cerita..

__ADS_1


__ADS_2