
"Ka, ya udah lu istirahat aja, kalo lu beneran mau kerumah Ozzie, kita bisa pake mobil gua. lu yang nyetir" Yuti membalikkan tubuhnya dan menutup matanya agar terlelap dalam tidur.
Seka masih terus saja berkutat dengan pikiran nya. Hal yang paling Seka takutkan adalah jika Ozzie melihat nya dan Ozzie tidak menyukai nya karena dia tidak secantik dan menarik seperti yang Ozzie harapkan.
belum di
Setelah satu jam lebih berkutat dengan pikirannya sendiri, dia pun terlelap menyusul Yuti yang sudah tidur duluan.
......................
"Wah makasih ya zie, udah di traktir." Deni duduk di samping Ozzie sambil memakan bakso yang baru saja di pesannya.
"Ya sama-sama Den."
"Kalian setelah lulus mau kemana..?" Deni kembali membuka suaranya.
"Gua lanjut kuliah" jawab Rio singkat.
Mereka bertiga sedang duduk di kantin sekolah, hari ini kantin sangat ramai sekali. Mereka duduk di bangku paling pojok agar tak terlalu mendekat di kerumunan siswa yang ingin memesan makanan.
"Kalo lu pasti nyusul Seka ya kan Zie" Deni mulai menggoda Ozzie.
"Ya, gua mau ke rumah om yang tinggal di kota yang sama dengan tempat Seka kuliah" Ozzie melirik ke arah Deni sekilas sambil lanjut fokus makan kembali.
"Kalo gua seperti nya gak kuliah Zie, gua mau usaha aj lah" Deni terlihat lesu sambil mengaduk bakso nya.
Ozzie dan Rio yang paham kondisi orang tua Deni pun jadi merasa sedih melihatnya. akhirnya Rio buka suara.
"Gimana kalo lu kerja sambil kuliah Den" saran Rio.
"Ya bener Den, kalo gak lu kerja dulu satu tahun kumpulin uang, terus kuliah" Ozzie ikut menimpali.
"Ide kalian bagus juga" Deni mulai kelihatan semuringah dan semangat dengan saran dari Ozzie dan Rio.
"Gua mau kuliah di kota yang sama dengan Ozzie, lu ikut aja Den" Rio kembali membuka suaranya, jika di mode serius Rio pasti lebih cerewet dari biasanya.
"Ok, gua mau belajar serius biar bisa lulus UN" Deni kembali tersenyum senang.
"Tapi usaha lu harus lebih keras Den, kemaren try out aja nilai lu anjlok semua" Ozzie menatap Deni dengan Serius.
"Hahahhha, lu bener Zie, padahal gua udah jawab pake insting gua tau" timpal Deni dengan tawa yang di tahan nya.
"Emang bisa pake insting" Ozzie mulai penasaran.
"Hehehe gua kan pake insting kancing baju Zie" Deni terkekeh melihat ekspresi serius Ozzie.
"Kurang ajar lu, gua udah serius, itu mah emang otak lu aj gak di pake"
"Hahhahahhahaha, galak bener lu Zie" Deni tertawa lepas melihat Ozzie kesel pada dirinya.
"Lagian lu sih Zie, Deni aja di percaya" Rio ikut menimpali sambil tersenyum tipis melihat kedua temennya.
"Susah emang temenan sama kulkas dan kutub utara, serius mulu..hahah" Deni makin mentertawakan Ozzie dan Rio.
Bel masuk pun berbunyi, mereka semua segera masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran hingga selesai
......................
Di kampus nya Seka sedang bersiap untuk pulang ke asrama karena jam kuliahnya telah berakhir lima belas menit yang lalu.
Seka segera bergegas menuju ke asrama. Dia ingin bertemu dengan Yuti. Dia telah memikirkan saran gila Yuti sejak malam kemaren dan dia sudah memutuskan nya.
Setibanya dia di asrama, dia tidak melihat Yuti, akhirnya dia merebahkan tubuhnya di kasur nya. "ehm kemana sih kak Yuti" gumam Seka dalam hati.
"Woi ka, katanya lu nyari gua tadi" Yuti tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya dan duduk disebelah Seka.
"Ya kak, Seka mau ngomong"
"Ngomong apa..?"
"Ayuk sabtu besok kita berangkat ke rumah Ozzie"
"Lu serius Ka..?" Yuti menatap Seka dengan intens dan memegang pundak Seka.
__ADS_1
"Ya kak, Seka udah siap untuk ketemu Ozzie, Seka ingin memastikan hubungan Seka dan Ozzie bisa lanjut atau tidak, Seka juga tak ingin pacaran seperti bayangan tidak pernah ketemu sama sekali"
"Ayuk lah Ka, gua mah dukung dirimu"
"Siap kak, ntar kita service dulu ya mobil lu kak, kan mobil lu rada-rada"
"Hahahha, ya bener, tu mobil suka ngambek Ka"..
"Makanya jangan ngambek di jalan, kita kan modal nekat ini kak"
"siap lah kalo gitu, cepet lu telpon Ozzie tanyain alamat lengkap nya"
Seka meraih ponsel di saku nya dan menelpon Ozzie. Yuti pun kembali ke kamar tak ingin menjadi obat nyamuk.
Seka :
"Assalamualaikum sayang"
Ozzie :
"Waalaikum salam sayangku"
Seka :
"Lagi apa sayang..?, kangeen ih"
Ozzie :
"Ozzie juga kangen, pengen Seka disini"
Seka :
"Beneran pengen Seka disana, ya udah besok sabtu Seka ke rumah Ozzie"
Ozzie :
"Becanda aja nih sayangku"
Seka :
Ozzie :
"Serius..?"
Seka :
"Beneran sayangku"
Ozzie :
"Seneng bangeet Ozzie bisa ketemu Seka, gak sabar nunggu sabtu"
Seka :
"Tunggu Seka ya Zie"
Ozzie :
"Tapi kasian Seka jauh kesni, harusnya Ozzie yang ke sana"
Seka :
"Gak apa-apa sayangku, Seka lagi libur, Seka juga bareng kak Uti kok"
Ozzie :
"Ya udah kalo Seka mau kesini, tapi hati-hati ya di jalan, berangkat nya pagi aja biar rame di jalan"
Seka :
"Tapi orang tua Ozzie gimana..?"
Ozzie :
__ADS_1
"Tenang aja, ibu sama ayah pasti senang Seka mau ke sini"
Seka :
"Seka takut dibilang cewek murahan nyusul Ozzie"
Ozzie :
"Gak akan ada yang ngomongin Seka seperti itu, Ozzie pasti akan belain Seka, tenang aja sayangku"
Seka :
"Terimakasih sayangku, udah dulu ya sayangku, udah sore ini"
Ozzie :
"Ya sayangku, dada, I Love You pacarku"
Seka :
"I Love you to berondong manisku"
Seka menutup telponnya sambil tersenyum. walaupun masih ada rasa khawatir di hatinya tapi melihat respon Ozzie kekhawatiran Seka sedikit berkurang.
Seka beranjak ke kamar Yuti.
"Kak Uti.. kak Uti.. main yuk" Seka menggedor kamar Yuti sambil loncat-loncat kegirangan.
"Berisik banget si Seka" Nur keluar dari kamarnya, merasa suara Seka mengganggu dirinya, karena kamarnya terletak di sebelah kamar Yuti.
"Eh ada Nur, jam segini lu lagi bertelur di kamar ya" Seka senyum meledek Nur.
"Dasar si Seka, tukang ribut. wleh" Nur meledek Seka kembali.
"Tapi kalo gak ada Seka pasti asrama sepi kan" Seka melirik Nur genit
"Dasar si Seka ya."
Yuti berdiri di depan pintu kamarnya melihat Nur dan Seka sedang beradu mulut.
"Udah jangan ribut, ayok masuk Seka" Yuti menarik Seka ke kamarnya.
"Dadah Nur, muuaachh" Seka melambaikan tangan ke arah Nur.
"Dasar si Seka tukang ribut" Nur berlalu masuk kembali ke dalam kamarnya. Mereka sudah biasa bercanda seperti itu, kalo gak ribut gak ramai, apalagi suara Seka yang menggelegar di asrama nya, kalo Seka diam pasti asrama sepi bangeet.
Di dalam kamar Yuti, Seka duduk di kasur Yuti sambil mengambil cemilan di meja belajar Yuti.
"Kak, tadi udah nelpon Ozzie, dia senang banget Seka mau kesna. Dia juga mau bilang ke kedua orang tuanya. Ozzie juga udah gak sabar ketemu Seka" Seka terus saja ngomong tanpa jeda saking senang nya.
"Napas dulu Seka"
"Maaf kak, maklum lagi bahagia" seka cengengesan tanpa dosa.
"Emang ya Ka, lu mah kalo ngmong tu bawel banget"
"Hehehe, kalo gak rame kan bukan Seka kak" Seka mulai menunjukkan sikap manjanya kepada Uti.
Uti dan Seka sangat dekat, di tambah Yuti juga sangat mendukung hubungan Seka dan Ozzie. Jadi mereka semakin dekat.
"Udah lu siap-siap, dandan yang cantik, besok kita ketemu yayang Ozzie"
"siap kak Uti"
Seka beranjak dari kamar Yuti dan kembali ke kamarnya dengan hati yang berbunga-bunga sambil bersenandung yang sama sekali tidak merdu, membuat semua penghuni asrama menjadi terganggu dan menutup telinga mereka, memang kelakuan Seka yang abstrak dan gak jelas selalu heboh dia asrama.
...****************...
wah zieka (Ozzie dan Seka) mau ketemu nih guys
gimana ya..
siapin cemilan yang banyak sambil nunggu adegan romantis mereka..
__ADS_1