cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
Nomor Ponsel


__ADS_3

Tanpa terasa Hubungan Ozzie dan Seka sekarang sudah hampir satu Tahun, tiada hari tanpa telponan, mengirimkan pesan, semua mereka lakukan seperti pasangan kekasih yang lain.


Seka sedang sibuk dengan kuliah, mulai dari UTS, ujian praktek serta jadwal kuliah yang padat semua berlalu begitu saja, kesibukan Seka tentu saja semakin hari semakin padat, sehingga Seka harus membagi waktu nya untuk Ozzie.


Sedangkan Ozzie sibuk mempersiapkan Ujian Nasional, ya tentu beberapa bulan lagi Ozzie akan melaksanakan Ujian Nasional, dia juga sibuk mencari kampus-kampus yang bagus di kota yang sama dengan Seka, dia ingin selalu berada di samping Seka.


Hubungan mereka bukan tanpa hambatan, dari Ozzie yang masih manja, dan Seka yang kadang-kadang jenuh karena Ozzie tidak bisa berada di sampingnya.


Sulit bagi Seka untuk menjalankan hubungan LDR ini, karena Seka memang wanita yang butuh teman di sampingnya, apalagi di tambah bumbu-bumbu teman-teman nya di asrama merasa Seka begitu bodoh menunggu Ozzie yang hanya sebatas anak SMA.


Pagi ini Seka dan Nur sedang keluar asrama, karena hari Minggu mereka berpikir untuk mencari sarapan di luar asrama mengendarai motor.


"Ka, gua mau makan gorengan" Nur menunjukkan tangannya ke arah tukang gorengan di pinggir jalan tidak jauh dari tempat mereka lewati.


"Yah, harus nyebrang kita"


"Muter balik aja udah"


Seka mengikuti saran Nur untuk memutar motornya menuju tukang gorengan yang ingin mereka beli, Nur turun dari motor dan menghampiri tukang gorengan nya,


"Bang, ada apa aja..?"


"Cuma ada tahu Neng"


"wah gak ada yang ya bang.?"


"Kalo si Neng mau nunggu gak apa-apa, karena saya baru buka neng"


Nur melirik ke arah Seka yang sedang asik dengan benda pipih di tangannya sambil berbalas pesan dengan Ozzie.


"Ka mau nunggu gak..?"

__ADS_1


"Ya udah tungguin aja lah" Seka melihat ke arah Nur sambil tersenyum manis.


Tidak berapa lama, ada bapak-bapak yang di bonceng anaknya stop di depan Seka, ternyata mereka ingin membeli gorengan juga, dan ikut menunggu.


Seka yang sedang fokus sama ponselnya tidak menyadari jika laki-laki yang di hadapannya melirik ke arah Seka berkali-kali, Nur masih berdiri di samping sepeda motor berdampingan dengan Seka.


"Mba, boleh minta nomor ponselnya" laki-laki itu tiba-tiba membuka suara nya melihat ke arah Seka dan Nur.


Seka dan Nur langsung berfokus pada suara tersebut, sekilas Seka melihat laki-laki itu usia nya seperti nya lebih tua dari Seka, dan yang paling mencolok adalah, gaya berpakaiannya seperti lebih tua dari usianya, dia menggunakan baju kemeja kotak-kotak khas bapak-bapak, celana bahan warna hitam dan rambut klimis.


"Maaf mas berbicara dengan saya atau teman saya" Seka kembali bertanya sambil mengernyitkan dahinya.


"Sama mba" laki-laki itu tersenyum manis ke arah Seka, terlihat saat tersenyum wajahnya teduh dan hangat.


Sebelumnya bapak paruh baya yang di bonceng sama laki-laki tersenyum sempat ngobrol bersama Seka dan Nur, sedangkan laki-laki tersebut hanya diam dan mendengarkan, tapi kali ini dia mengeluarkan suaranya dan langsung meminta nomor ponsel Seka.


Sebenarnya Seka ingin membuat alasan untuk tidak memberikan nomor ponselnya, tapi dia tidak bisa menolak karena dia sedang memegang ponsel di tangannya.


Seka pun tidak enak hati, dia terpaksa memberikan nomor ponselnya kepada laki-laki itu dan di sambut senyum merekah dari laki-laki tersenyum setelah mendapatkan hal yang dia inginkan.


Selang beberapa lama, pesenam Seka dan Nur sudah selesai, Seka mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


"Ka, lu kok mau sih ngasi nomor ponsel lu" Nur setengah berteriak berbicara dengan Seka karena posisi nya mereka masih di atas motor.


"Sebenarnya gak mau ngasih, tapi gimana, kan Seka lagi megang ponsel."


"Ya udh lah, paling dia iseng ya Ka"


"Ya, bener Nur"


Mereka pun sudah tiba di asrama dan menikmati sarapan bersama, Ana datang dari kamar menuju ruang TV melihat Seka dan Nur sedang sarapan, di ikuti Yuti dana Icha.

__ADS_1


"Bagi donk" Ana mencomot gorengan dan melahapnya.


"Tau gak guys" Nur mulai membuka suaranya.


"Gak tau" Balas Icha santai.


"Ih kak Icha mah tunggu dulu napa, belum selesai juga ngomongnya" Nur memasang wajah yang cemberut.


"Kan lu nanya, gua jawab" Icha masih dengan mode cuek nya dan mencomot gorengan yang di beli Seka dan Nur.


"Udah cerita apa.?" Yuti menengahi mereka.


"Tadi, Seka di minta nomor ponsel sama cowok" Nur menyenggol lengan Seka.


"Wah berita bagus nih" Ana melirik Seka genit.


"Apaan sih Nur, tukang gosip" Seka mulai ngeles.


"Udah gak apa-apa kali Ka, daripada nunggu berondong lu gak jelas" Icha kembali membuka suaranya, sampai saat ini Icha masih belum mendukung hubungan Seka dan Ozzie, menurut nya hubungan mereka hanya membuang waktu dan tanpa kejelasan.


"Kak Icha mah, ini juga gaya nya tu cowok kayak bapak-bapak tau kak" Seka mengingat saat dia bertemu dengan laki-laki tersebut.


"Ya udah, kan kalo ngajak berteman gak apa-apa" Yuti mulai menengahi kembali.


Mereka pun asik sarapan dan bersenda gurau bersama, tentu saja masih dengan mode Seka yang paling berisik bin bawel, suaranya terdengar kemana-mana.


......................


wah, LDR capek juga ya guys


di tunggu kisah selanjutnya nya

__ADS_1


__ADS_2