cinta pertama Ozzie

cinta pertama Ozzie
First Kiss


__ADS_3

Seka masih saja terpaku menatap wajah Ozzie, sedangkan Ozzie sudah merubah posisi berhadapan dengan Seka dan menatap Seka dalam.


Tatapan mereka saling beradu, tak ada kata yang keluar dari bibir keduanya, mereka seolah lupa sedang berada di bawah jembatan dan kaki mereka basah oleh air sungai yang mengalir.


Hujan rintik-rintik pun semakin deras, masih tak ada suara yang bisa mengusik dua sejoli yang sedang menikmati kebersamaan mereka yang selama ini hanya melalui ponsel.


Tiba-tiba Ozzie memeluk Seka sangat erat, Seka sedikit terkejut melihat perlakuan Ozzie, tapi akhirnya dia pun menikmati pelukan hangat dari Ozzie, Rindu yang tersalurkan, itu lah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan mereka Sekarang.


Ozzie melepaskan pelukannya dan menatap wanita nya, pipi yang chabi merona di tambah blush on pink semakin menggemaskan, , hidung yang tidak terlalu mancung karena tertarik pipinya, serta bibir yang sedikit tebal berwarna pink.


Cup


Satu kecupan mendarat di kening Seka, Seka kaget dan merasakan seperti hati nya tersengat listrik, masih belum ada yang memulai obrolan, tapi tatapan Ozzie seolah ingin melakukan hal yang lebih.


Tiba-tiba Seka merasa ada benda kenyal dan empuk menempel di bibirnya, tentu saja itu bibir Ozzie, hanya menempel tidak ada pergerakan sama sekali. Terlihat ini adalah ciuman pertama mereka berdua, karena sama sekali tidak ada yang melakukan hal lebih dari itu.


Seka yang pertama kali merasakan, tak bisa mengendalikan perasaan dan detak jantung nya yang berpacu, perut nya terasa tergelitik dan penuh bunga-bunga, dia pun tak bisa mengartikan perasaan nya tersebut.


Ozzie juga merasakan hal yang sama, ntah keberanian apa yang merasuki nya sehingga dia bisa melakukan nya. Ada perasaan bahagia bercampur tegang karena takut Seka akan menolaknya, tapi wanita nya hanya diam tanpa membalas apapun perlakuan Ozzie.


Ozzie kembali menarik wajah nya, dan tersenyum tipis ke arah Seka, di sambut tatapan penuh arti oleh Seka.


Cup.


Kembali Ozzie mengecup bibir Seka sekilas, benar-benar hanya kecupan tanpa adanya paksaan apapun.

__ADS_1


Ozzie pun memeluk Seka erat, "jangan pernah tinggalin Ozzie ya".


Lamunan Seka buyar saat Ozzie mulai membuka obrolan kembali, kecupan Ozzie bagaikan air yang menyirami Seka saat sedang kehausan, rasanya sangat manis.


Seka hanya bisa membalas pelukan Ozzie semakin erat dan membenamkan wajahnya di dada bidang Ozzie, harum aroma tubuh Ozzie seolah menjadi candu bagi Seka.


"Ozzie sangat mencintai Seka"


"Seka juga" masih dalam dekapan Ozzie, seakan semua rasa tersalurkan, rindu dan cinta bercampur menjadi satu, Ozzie yakin jika dirinya benar-benar tidak bisa jauh dari Seka.


Seka adalah wanitanya, yang akan dia jaga dan dia perjuangkan, dia tidak peduli apapun yang terjadi kedepannya, yang penting sekarang dia sadar, dia sangat mencintai Seka, dia bahagia bersama Seka.


Pelukan Ozzie mulai mengendor, tapi tatapan masih penuh cinta terhadap Seka, harum tubuh Seka yang lembut, bibir Seka yang manis, wajah yang menggemaskan, Ozzie tidak ingin melewatkan apapun.


Dia seolah sedang mencharge rasa rindu dan cinta yang terbalas, serta menyimpan semuanya memori nya agar cukup sampai mereka bertemu lagi.


Tuhan terimakasih sudah menciptakan wanita ini, aku akan berusaha membahagiakan dia.


"Sayang, seperti nya hujan sudah reda" Seka membuyarkan lamunan Ozzie dan melepaskan pelukan Ozzie.


"Ya, udah reda, kita pulang yuk" Ozzie menggandeng Seka menuju motornya dan mereka kembali kerumah.


Dirumah Ozzie, yang lain sedang duduk si ruang tamu rumah Ozzie sambil menikmati teh hangat dan kue yang di siapkan oleh ibu Aisyah.


"Ozzie dan kak Seka kemana yak..?" Deni celingukan melihat ke arah pintu masuk rumah Ozzie.

__ADS_1


"Palingan juga lagi berteduh, kejebak hujan" Yuti menimpali menyeruput teh hangat di tangannya.


"Ya bener bang Den, tadi Asti liat pas bang Ozzie mau muter langsung hujan gede, untung bang Rio cepet bawa motornya" Asti menggandeng lengan Rio karena meras kedinginan.


"Ah, palingan pacaran mereka, hahah" Deni tertawa sambil menutup mulut nya dengan ekspresi yang mencurigakan.


"Otak lu mesum aja Den" Rio yang sedari tadi diam, tidak sabar melihat kelakuan Deni, bukan tanpa sebab, karena ekspresi Deni pasti sedang menayangkan hal-hal mesum yang tidak benar.


"Yee kalo benar kan gak apa-apa, namanya juga kangen" Deni mulai dengan mode ngelesnya.


Dari arah pintu Ozzie dan Seka masuk sambil bergandengan tangan dengan baju yang hampir basah karena hujan.


"Nah ini yang di omongin datang" Yuti melirik sekilas ke arah Ozzie dan Seka.


"Woi darimana kalian, pacaran ya..?" Deni menetap kedua nya sambil memicingkan sebelum mata penuh curiga.


"Lu gak liat kita kehujanan, tadi kita berteduh dulu" jawab Ozzie singkat dengan wajah datarnya sambil mengajak Seka duduk di kursi ruang tamu.


"kita kehujanan, gak bisa ngejar kalian, bisa-bisa basah kuyup kita" Seka membenarkan perkataan Ozzie, walaupun sebenarnya sambil nyelam minum air, sambil berteduh mereka pacaran, dalam hati Seka dia geli sendiri memikirkannya.


"Minum dulu Ka, biar hangat" Yuti menyodorkan teh hangat kepada Seka.


"Ya kak, makasih ya" Seka mengambil minumannya dan meminumnya sedikit lalu memberikan kepada Ozzie, Ozzie pun mengambil dan ikut menikmati teh hangat tersebut.


Mereka menikmati sore itu sambil bercengkrama bersama, bersenda gurau hingga menjelang malam.

__ADS_1


Hari ini merupakan hari yang baru dan spesial buat Ozzie dan Seka, lembaran baru kisah mereka sudah terukir, walaupun mereka tidak tahu kedepannya seperti apa, tapi mereka hanya tetap ingin bersama merasakan kebahagiaan yang tak ingin usai.


__ADS_2