
Seka :
"Zie"
"Seka.."
Seka berfikir sejenak, dia tak ingin melanjutkan hubungan ini. Tapi hati nya tidak bisa berbohong untuk tetap bersama Ozzie. Keputusan yang berat buat Seka.
Setelah beberapa lama terdiam, Seka pun membuka suara nya kembali.
Seka :
"Baik Seka akan memberi Ozzie kesempatan satu kali lagi, tapi ke depan nya Seka tak ingin Ozzie ngomong kata putus dengan mudah"
"Jika memang kita harus putus bukan saat kita sedang emosi, tapi saat memang kita sudah berfikir jernih dan memang sudah keputusan yang final serta di bicarakan baik-baik"
Ozzie tersenyum senang mendengar jawaban Seka, dia tidak percaya akhirnya Seka kembali ingin bersamanya.
Ozzie :
"Siap sayang, Ozzie gak bakalan mudah ngomong kata putus, Ozzie janji akan jagain Seka dan lebih dewasa lagi"
"Terimakasih Seka sayang"
"Ozzie kangeen bangeet satu minggu tanpa Seka"
Seka :
"Seka juga kangen sama Ozzie"
Senyum Seka malu-malu mendengar pengakuan Ozzie, hati nya berbunga-bunga rasanya. Tak seperti perasaannya saat bersama Eki. dengan Ozzie dia berasa berbeda.
Diseberang telpon Ozzie pun tersenyum bahagia, terlihat binar di matanya. Rasanya sesak di dadanya hilang seketika. Seka bagai obat buat Ozzie. Dia berjanji akan memperjuangkan hubungannya bersama Seka.
Ozzie :
"Udah ya yang, nanti kita lanjut pake ponsel kita aja, gak enak sama Deni dan kak Uti"
Seka :
"Ya sayang, dah"
__ADS_1
Ozzie :
"Gak mau matiin"
"Mau nya di kecup dulu,"
Seka :
"Apaan sih, genit"
"Gak enak sama kak uti"
Ozzie :
"Sebentar aja ya"
Seka :
"Muuach"
Seka langsung mematikan Video Call nya, dia malu setengah mati. Tapi ada rasa bahagia di hatinya. ah rasanya jantungnya ingat loncat keluar.
Ozzie pun merasakan hal yang sama. Kupu-kupu itu kembali berterbangan di perut nya terasa menggelitik sekali. Senyum tipis di wajahnya terus saja mengembang.
"Ehm, terimakasih ya Den." Ozzie menoleh Deni dan memberikan ponsel Deni.
"Wah udah balikan lu Zie, roman-roman nya bahagia banget" Deni melihat senyuman Ozzie, terlihat jelas jika sahabatnya itu sedang bahagia.
Ozzie hanya senyum tipis tanda dia membenarkan perkataan Deni.
"Wah gak mau tau mau minta traktir besok, berkat gua kan lu balikan, ya gak Rio" Deni menepuk pundak Rio yang sedang asyik dengan benda pipih di tangannya.
"Ya tu Zie" jawab Rio singkat dan masih dengan wajah datarnya.
"Bawel lu Den, tapi sekali lagi makasih ya, besok lu bisa pesan apa aja di kantin gua traktir" Ozzie berlalu duduk di samping Rio. dia enggan menanggapi Deni yang sudah mulai bawel dengan kesombongannya menjadi mak comblang.
"Yes, akhirnya sahabat gua gak galau lagi" Deni terlihat bahagia dan terus menggoda Ozzie.
Hari pun sudah larut, Deni dan Rio pamit pulang kerumahnya masing-masing.
......................
__ADS_1
Di kamar Seka masih saja tersenyum, jantung nya masih berdetak kencang. Sambil menutup wajahnya dengan bantal, Seka guling-guling di kasurnya.
Yuti yang baru kembali ke kemar Seka melihat Seka aneh sekali. "woi ngapain lu Ka..?"
"Kak Uti, maksih ya"
"Aaaaaaa, Seka pengen teriak rasanya"
Seka berlari ke arah Yuti sambil menggandeng Yuti dengan manja.
"Seka udah balikan sama Ozzie"
Yuti pun tersenyum. Akhirnya usahanya berhasil buat Ozzie dan Seka kembali bersama. "wah selamat ya Ka, seneng bangeet"
"Kak Uti harus nginap di kamar Seka hari ini ya, please" Seka menunjukkan wajah manja nya kepada Yuti sambil terus nempel di lengan Yuti.
"Ya, gua disini ya bareng lu" Yuti pun mengalah dan tiduran bareng Seka.
Setelah satu jam mereka asyik dengan ponsel masing-masing. Yuti akhirnya membuka suara dan mempunyai ide gila.
"Ka, lu libur kan ya sabtu besok" Yuti membalikkan badannya menghadap ke Seka.
"Ya kak, kenapa..?" Seka menghentikan aktifitasnya dan menatap Yuti serius.
"Gua gak tau lu setuju apa gak, menurut gua ini ide sedikit gila" Yuti masih belum melanjutkan perkataannya. Dia masih berfikir sejenak
"Ada apa sih kak..?" Seka di buat penasaran dengan ucapan Yuti yang menggantung.
"Gimana sabtu besok, kita nyusul Ozzie kerumah nya, paling lama dua jam dari sini Ka, lu mau gak ketemu Ozzie" Yuti menatap Seka penuh arti dan seolah mengatakan ini ide yang bagus dan menunggu respon Seka.
Seka lama terdiam, dia bingung harus menjawab apa. tak terpikirkan olehnya seorang Seka harus menyusul laki-laki kerumahnya. Bagaimana kalo ternyata Ozzie bohong, terus orang tuanya tidak menerima Seka. Pikiran Seka penuh dengan hal-hal negatif.
Tapi di sisi lain dia ingin sekali bertemu Ozzie sebelum dia benar-benar menyerahkan hati nya pada laki-laki itu. Dia takut akan kecewa lagi serta terlalu lama menunggu Ozzie menyusul nya.
Yuti melihat Seka masih melamun, akhirnya kembali buka suara. "Ka, ini kesempatan lu ketemu Ozzie, gua temenin lu kerumahnya. biar lu bisa memastikan hubungan lu ke depan bersama Ozzie"
"Tapi kak" suara Seka tertahan dan terlihat gugup sekali.
...****************...
menurut kalian Seka mau gak nyusul Ozzie .
__ADS_1
secara kan Seka cewek yang sangat tinggi gengsi, gak mungkin dia mau menyusul laki-laki.
kalo author mah udah tancap gas ketemu yayang, gak sanggup LDR..hahahhaha