
Tia tidak bisa tidur semalaman, dia sangat gelisah dan terlihat di wajahnya... Wajahnya terlihat sangat lelah.
Reza menuruni tangga menuju meja makan.. Dia menatap Tia.
"kamu sakit?"... Tanya Reza
"tidak mas... Hanya semalam saya tidak bisa tidur saja..."... Jawab Tia sambil menyiapkan sarapan untuk Reza.
"setelah mengantar aku ke kantor pak Doni akan jemput kamu untuk periksa ke dokter..."
"tidak usah mas.. Saya tidak apa2..".. Jawab Tia cepat.
"tidak ke rumah sakit... Ketempat praktek dokter langgananku, kamu ga usah takut"
"tidak perlu mas... Beneran saya tidak apa2... Nanti saya tidur sebentar jg sudah baikan.
Reza diam saja menghabiskan sarapann ya, meminum kopi yg disiapkan untuknya dan berdiri bersiap berangkat.
" kamu siap2 saja.... Nanti di jemput pak Doni"... Kata Reza sambil melangkah keluar rumah menuju mobilnya.
"pak Doni... Setelah ini antar Tia ke Prof. Ranu".... Reza berkata sebelum membuka pintu mobil.
" baik pak....".. Jawab pak Doni
Tia hanya bisa menurut... Dia tidak berani membantah perintah Reza, segera dia masuk untuk bersiap2..... Aska ingin dia ajak tapi Aska tidak mau.... Aska takut ketemu dokter nanti disuntik, dia lebih memilih di rumah bermain bersama pak karto. Pak karto membelikan Aska ikan ******,dan menyimpannya di dalam toples2 kecil.... Aska sangat menyukainya.
Pak doni datang menjemput Tia untuk ke Prof. Ranu dokter spesialis penyakit dalam langganan Reza.
Menurut dokter Tia baik2 saja, hanya terlalu banyak pikiran... Dokter memberinya obat dan vitamin.
Diperjalanan pulang Reza menelepon pak Doni menanyakan hasil pemeriksaan dokter tadi..
"saya kurang tau pak.... Cb tanya sendiri sama mba Tia..."... Pak doni menyerahkan ponselnya pada Tia.
"ya... Halo mas..."...
Deg... Deg.... Dada Reza bergetar hebat.... Suara Tia sangat lembut terdengar di telinga Reza.... Meskipun lembut tapi bisa menembus relung hatinya.
"halo... Mas Reza..."... Suara Tia bingung karena tidak ada jawaban.
"eh iya.. Halo... Bagaimana tadi, apa dibilang dokter..?"... Jawab Reza gugup.
"tidak apa2 mas... Saya hanya terlalu cemas, tadi diberi obat sama vitamin"... Jawab Tia menjelaskan.
"nanti langsung ke kantorku ... Aku ingin bicara, eh Aska ikut..?"
"Tidak mas... Aska tidak mau ikut, dia mau mainan sama pak karto"
"ya sudah... Bilang sama pak Doni langsung ke kantor..."
"baik mas..."... Tia menutup teleponnya
"pak doni.. Kita langsung ke kantor mas Reza"... Tia berkata sambil menyerahkan kembali handphone pak doni.
Jalanan sangat macet saat ini.... Tidak terasa Tia tertidur di mobil.
Pak doni yg melihat Tia tertidur segera menelepon Reza.
__ADS_1
"saya sudah sampai Pak Reza... tapi mba Tia ketiduran di mobil"
"biarkan saja Tia tidur... Tetap nyalakan mobilnya, tunggu saja disitu... Sebentar lg saya turun..." perintah Reza
"baik pak...."
Reza bergegas keluar dari ruangannya dan menuju lift.
Dia berjalan diparkiran mobil... Biasanya dia hanya menunggu di lobby tapi ini dia yang berjalan sendiri menuju mobilnya.
Segera dia masuk di kursi belakang... Dia melihat Tia sangat pulas tidur di kursi depan samping pak doni.
Reza menyebutkan sebuah alamat ke pak doni, pak doni mengangguk dan segera menuju ke alamat itu.
Mendekati alamat yang dituju Tia terbangun.... Dia mengerjap kerjapkan matanya, seakan bingung dia berada dimana.. Dia menoleh ke pak doni.
"maaf pak saya ketiduran..., belum sampai kantornya mas Reza..?..".... Tanya Tia yang membuat pak doni dan Reza yang ada di kursi belakang tertawa...
Tia kebingungan.... Tapi kemudian terdiam, dia kaget karna sudah ada Reza di kursi belakang.
"saya ketiduran lama sepertinya...".... Ucap Tia malu
Reza hanya tertawa mendengar itu...
Reza kemudian menghubungi temannya... Dan mengabarkan dia sudah diperjalanan.
Ternyata mereka menuju ke sebuah kantor pengacara... Reza dan Tia segera menuju ke lantai 2.
"hai Za..." sapa sang pemilik kantor yg bernama Fian.
"kenalin ini Tia... Tia ini Fian yang akan membantu masalahmu"
"aku pakai dulu kantormu ya...." kata Reza meminta izin.
"silahkan... Aku ke ruang sebelah dulu menyiapkan berkas kalo begitu"... Fian keluar dari ruangan... Tinggalah mereka berdua... Reza dan Tia.
"Fian akan membantu menyelesaikan masalahmu.... Jadi sekarang apa mau mu... Kamu mau tetap bercerai dengan suamimu atau ingin rujuk?"
"saya ingin bercerai mas... Sebenarnya saya dan dia sudah bukan suami istri lagi meskipun belum resmi, karena dia sudah berkali kali mengucapkan kata talak untuk saya, dia sudah berkali kali mengucapkan ingin menceraikan saya dan lebih memilih selingkuhannya... Saya dan dia sudah bercerai menurut agama"
"kemarin aku bilang kita harus menunggu 3 bulan... Tp kejadian kemaren membuat kita memiliki bukti kuat pengajuan ceraimu tanpa harus menunggu 3 bulan...jadi keputusanmu sudah bulat ingin bercerai?"
"iya mas.." jawab Tia tegas tanpa keragu raguan.. Tia ingin ini semua segera berakhir sehingga dia bisa kembali menata masa depan untuk hidup dia dan Aska.
"saya sudah bukan istrinya lagi menurut agama mas..."... Tia melanjutkan.
" baiklah... Biarkan Fian yang urus semuanya.."
"terimakasih banyak mas Reza.... Semoga Allah membalas semua kebaikan mas Reza".... Tia sangat berterimakasih pada Reza.
Fian masuk membawa berkas2... Meminta dokumen Tia, dan Tia diminta tanda tangan.
Setelah semua beres mereka pulang.... Fian tadi menjelaskan setidaknya butuh waktu 1 bln untuk menyelesaikannya.
"kita makan siang dulu...,setelah itu kamu diantar pak doni pulang"
"baik mas..."... Tia berjalan menunduk di sisi Reza menuju mobil.
__ADS_1
"duduk dibelakang saja..." perintah Reza saat melihat Tia akan duduk dikursi depan mobil.
Tia agak bingung... Reza membuka pintu dan mengisyaratkan Tia untuk masuk, Tia hanya menurut.
"kita makan siang dulu pak... Di Cafe dekat kantor yg selalu ramai anak muda"
"baik pak..."... Pak doni menjalankan mobil dengan tenang.
Reza dan Tia memasuki Cafe... Tampak ramai dengan anak2 muda yang sedang makan siang... Mereka mengambil tempat duduk agak di sudut.
"ramai mas... Mas Reza selalu makan siang disini..?"... Tanya Tia sambil membuka buku menu.
" engga.."... Jawab Reza singkat
Pelayan datang menanyakan pesanan.
"mau pesan apa Tia..?"
"terserah mas Reza aja....".. Jawab Tia bingung.
Reza memesan bermacam menu makanan dan minuman.
"apa ga kebanyakan pesannya mas..?".. Tanya Tia heran.
" tidak..." jawab Reza tersenyum.
Mereka menunggu pesanan makanan dengan hening... Reza sibuk dengan hp nya... Tia meraih hp di dalam tasnya daripada diam.
"coba sini lihat hpmu..."... Kata Reza tiba2
Tia menyerahkan hpnya dengan bingung... Reza mengetikan sesuatu dihp Tia, ternyata dia menelepon nomor handphone nya sendiri.
"itu nomorku..." kata Reza sambil menyerahkan kembali hp Tia.
Tia hanya mengangguk... Menatap layar hpnya... Ada nama Reza.
Pesanan datang... Tia mengernyitkan kening heran, " banyak banget makanan dipesan mas Reza".
"siapa yang habiskan mas..?".... Tanya Tia bingung.
"kamu lah..."... Jawab Reza tersenyum melihat kebingungan Tia.
"Ga perlu dihabiskan... Kita coba saja menu nya, kamu bilang ingin buka Cafe kan... Bisa kamu jadikan referensi menu2nya untuk cafemu nanti..."... Reza mencoba menjelaskan.
Mata Tia berbinar... Tidak menyangka Reza masih mengingat apa yg mereka ceritakan.
Mereka mulai mencoba semua menunya...
" masih lebih enak masakan mu... "... Puji Reza.
Tia menunduk tersenyum....
Selesai makan mereka kembali ke kantor Reza.
"antar Tia pulang pak..".. Perintah Reza
"terimakasih banyak mas... Saya pulang.."... Pamit Tia.
__ADS_1
Reza tersenyum menatap kepergian mobilnya.