Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Kabur..


__ADS_3

Sore itu... Tia sudah merencakan dengan matang bahwa dia akan kabur malam nanti, Tia tahu suaminya akan pergi bertemu dengan vivi, sudah menjadi kebiasaan mereka untuk bertemu di jam 4 sore dan akan bertemu kembali sekitar jam 7 malam....Tia sebenarnya juga bingung kenapa suami perempuan itu sampai sekarang tidak tahu... Kenapa ada seorang suami yang membiarkan istrinya diluar rumah sampai jam 10 malam meninggalkan suami dan ke dua anaknya.... Apakah dia tidak melihat gelagat aneh dari istrinya??.... Bagaimana sebenarnya kehidupan rumah tangga mereka?.. Tia hanya bisa menebak, untuk bertemu dan melaporkan langsung ke suami wanita itu Tia tidak punya keberanian..Tia terlalu takut dengan ancaman suaminya...


" berani kamu datangi dia ato berbuat macam2 dengannya aku bunuh kamu.."


Tia hanya memikirkan putranya, bagaimana nasib putranya bila sesuatu terjadi pada dirinya..


Tia gemetar memikirkan bahwa dia akan kabur membawa Aska putra semata wayangnya.


Benak Tia dipenuhi berbagai pertanyaan, ingin sekali dia secepatnya lari dari rumahnya


Tapi Tia juga masih bingung dia harus bersembunyi dimana...


Selama 5th menjadi istri suaminya Tia berusaha menjadi istri yang baik, Tia hanya dirumah mengurus keluarga kecilnya karena suaminya tidak mau Tia sibuk diluar rumah.. Hingga membuat Tia jauh dari siapapun, dan dia juga malu meminta bantuan pada siapapun.


Sebagai istri dia cukup malu dengan kenyataan bahwa suaminya berselingkuh.


Dan bila dia kabur ke rumah seseorang yang dikenal suaminya itu sama saja bunuh diri, suaminya pasti akan menghajarnya habis2an bila berhasil dia temukan.


"Allah... Tolong saya..." pintanya dalam hati.


Tepat jam 7 malam Tia melihat suaminya bersiap akan pergi,... Tia hanya diam saja dikamar memeluk putranya... " kita akan pergi nak... Kita akan baik2 saja"

__ADS_1


Tia hanya mengandalkan sedikit tabungan dan perhiasan yg dia miliki.


Dia tidak ingin mengambil apapun dari suaminya agar suaminya tidak memiliki alasan untuk menyalahkan dirinya, Tia sangat tahu sifat suaminya...


Suaminya adalah laki2 egois... Dia akan mengatakan apa saja asalkan dia tetap terlihat benar.


Saat dia mendengar mobil suaminya pergi segera dia mengganti baju dan memakaikan jaket putranya..


"kita mau kemana mami?"


"Aska ikut mami ya... Kita pergi"


Putra kecilnya mengangguk sambil memeluk Tia...


Taxi itu kemudian berhenti di depan sebuah minimarket...


Tia turun bersama putranya


Jantung Tia berdetak sangat cepat, dia takut suaminya mengetahui keberadaan dirinya...


Tia masuk ke dalam dan membelikan susu kotak dan kue - kue untuk putranya.

__ADS_1


Tia keluar dari supermarket dan menaiki kendaraan umum... Sebenarnya Tia juga tidak yakin dia akan kemana, yang dia ingin hanya pergi dari rumah suaminya.


Cukup lama Tia berada di kendaraan umum itu... Saat merasa dia sudah cukup jauh dia turun, duduk di sebuah halte dan membuka aplikasi hpnya untuk memesan taxi....


Di dalam taxi Tia membuka hpnya, mengeluarkan simcard dan mematahkannya.... Dia menatap putranya, mencium keningnya dan memeluknya erat... Putranya tersenyum... Seakan dia tau apa yang dirasakan maminya.


Putranya pernah melihat Tia dipukul suaminya saat Tia memaksa suaminya untuk menyudahi perselingkuhannya.. Suaminya marah besar, dia memukul Tia dan berteriak akan membakar rumah... Tia sangat ketakutan begitu jg putra kecilnya.


Aska kembali menatap jendela disampingnya dia menyukai lampu2 gedung yg mereka lewati.


"pak... Bisa nanti singgah ke counter hp?... Saya ingin membeli simcard"...


"bisa bu.."... Jawab sopir itu ramah


Mereka sampai disebuah hotel yang Tia tuju...


Segera Tia turun ke resepsionis menanyakan kamar yang telah dia pesan... Resepsionis menyerahkan kunci pada Tia.


Tia merebahkan dirinya... Aska jg sepertinya sangat mengantuk... Pukul 10 malam....


Jantung Tia berdebar... Inilah jam biasanya suaminya pulang ke rumah.

__ADS_1


Tia mencoba memejamkan mata sambil memeluk erat putranya.


__ADS_2