Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Mencari tempat baru...


__ADS_3

Tia berhasil menjual sejumlah perhiasannya... Dia juga sudah memasukkan uang hasil penjualan perhiasan ke rekeningnya lewat atm setor tunai...


Tia berdiri dipinggir jalan menunggu kendaraan umum.


Tiba- tiba sebuah mobil berhenti di depan Tia....


Jendela mobil itu terbuka... Tampaklah Fian tersenyum manis padanya.


"Tia mau kemana...?... Masuklah... Aku antar"...ucap Fian sambil membukakan pintu mobil.


Tia masuk ke dalam mobil Fian.


" darimana mau kemana..?.."... Tanya Fian becanda


"dari jual perhiasan mau cari kontrakan mas..."... Jawab Tia nyengir.


"kontrakan untuk siapa..?..."


"untuk saya dan Aska"


"kamu mau pindah dari rumah Reza..?... Tidak takut ketemu Ari..?.."


"makanya saya cari kontrakan yang agak tersembunyi setidaknya sampai surat cerai saya keluar"


"kenapa harus buru - buru Tia..?.."


"saya sudah tidak nyaman lagi tinggal dirumah mas Reza mas... Saya merasa hanya ngrepotin dan menyusahkan mas Reza saja... Besok saya akan pindah"


"memang sudah dapat kontrakan..?.."


"belum... Rencana saya akan nginap di hotel dulu sambil cari - cari kontrakan..".. Tia berkata sambil berusaha menghapus air matanya.


"harusnya tidak begini Tia..."


"tidak apa-apa mas... Kita hanya bisa jalani,....jadi orang yang tidak diinginkan itu menyakitkan mas.."... Tia mencoba tersenyum meskipun air mata mulai jatuh di pipinya.


Fian iba melihat Tia saat ini... Sepertinya dia sudah tidak tahan lagi tinggal di rumah Reza.


" begini saja... Aku punya apartement kosong, kamu bisa tinggal disitu sementara... "


" tidak usah mas... Mas Fian sudah banyak membantu saya, terimakasih"


"tidak apa-apa... Kamu bisa sambil kerja di tempatku mau..?...kamu jd asisten rumah tangga di tempatku, biasanya aku panggil orang untuk bersih - bersih... Kamu mau kan..?... Kerjanya seperti art biasa plus masak... Jam kerjanya setelah aku berangkat kerja sampai jam 4 sore... Jadi tenang... Kita tidak akan bertemu, kamu bisa selesaikan pekerjaanmu sebelum aku pulang... Aku gaji per minggu 1,5 jt... Gimana..?... Dan kamu bisa tinggal sementara di Apartementku yg satu... Lokasinya sama, hanya beda lantai.. Apartement itu di bawah Apartement yg aku tempati... Mau kan..? "


" baiklah mas Fian... Saya mau, terimakasih banyak.. "


" besok aku jemput..?... "


" tidak usah mas... Tidak enak sama mas Reza "


" kalo gitu kita ketemu di minimarket dekat Apartement ya... Nanti aku antar ke apartemennya.. Wa aja kalo sudah berangkat, nanti aku jemput.. Ini alamat apartemenku".. Fian memberikan kartu namanya.


" iya mas... Terimakasih, saya turun disini aja mas kalo gitu ... Biar saya naik taxi aja pulang.. "


" ya udah Hati2 ya... "... Fian menepikan mobilnya


" trimakasih mas Fian... "


" iya... Hati - hati... Aku tunggu sampai taximu berangkat"


Tia mengangguk dan keluar dari mobil Fian.


Dan benar... Fian mengikuti taxi yang di tumpangi Tia, saat dirasa aman barulah dia berbelok menuju arah kantornya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tia mempersiapkan semuanya... Tia juga sudah berpamitan pada bi Supi, mba Yati, pak Karto dan pak Doni.... Tinggal berpamitan dengan Reza...


Rencananya setelah Reza makan malam Tia baru akan bicara dengannya.


Tia sangat gelisah... Tia merasa ketakutan, bayangan Reza membentak dan mengatakan dia sialan terus saja menghantuinya.


Tia melihat ke meja makan... Reza sudah selesai makan dan duduk di depan televisi.


Tia memberanikan diri mendekati Reza.


"ma.. malam mas Reza".. Tia menunduk, tidak berani mengangkat wajahnya


"ada apa Tia..?... Duduklah..."


"sebelumnya saya minta maaf bila saya punya salah... Saya benar-benar minta maaf, dan terimakasih untuk semua pertolongan mas Reza , saya mohon ijin pamit.. saya akan pindah ke kontrakan "


"Jadi benar dia akan pindah... Jadi benar yang dibilang Aska tadi pagi, apa karena kata-kata ku kemarin dia pindah.."


Di satu sisi dia tidak ingin Tia pindah dari rumah ini.. Rumah ini pasti akan sunyi lagi tanpa Tia dan Aska.


Tapi disisi lain dia juga terusik kata - kata Anggie bahwa selera dia rendah... Ego nya terusik, Anggie bahkan tidak mau dia sentuh karena menyangka Reza telah tidur bersama Tia... Anggie tidak mau badannya yg dia jaga dengan perawatan mahal menyentuh bekas pelayan yang berstatus janda.


" iya...".. Reza menjawab singkat.


"ini sisa uang belanjanya mas... Dan ini catatan pengeluarannya"... Tia menyerahkan buku yang didalamnya ada sejumlah uang.


Tia menyodorkan buku itu.... Tapi Reza diam tidak menerimanya, Tia meletakkan buku itu di meja kecil disamping Reza.


"saya permisi mas... Sekali lg terimakasih banyak untuk semua bantuannya, semoga Allah selalu menjaga dan menyayangi mas Reza... Permisi mas.."


Reza hanya diam... matanya menatap tajam ke arah televisi.


" semua akan baik-baik saja... rasa sakit ini akan hilang.... bukankah aku sudah merasakannya..."... Tia memejamkan mata, berusaha untuk Tidur...


Tia masih gelisah ditempat tidur saat ada notif pesan masuk di ponselnya


[ Tia... Apakah aku mengganggu.?..]... Pesan masuk dari mas Fian.


[ tidak mas.. ada apa mas Fian..?..]


[ kamu lagi ngapain..?]


[ lagi nemenin Aska tidur.... mas Fian belum tidur..?..]


[ belum... perutku terasa tidak enak, Badanku juga ]


[ masuk angin mungkin mas... Coba bikin teh hangat dicampur jamu pereda masuk angin cair...]


[ tidak pernah minum begituan..]


[di dekat apartemennya mas Fian ada minimarketnya..?.. kalo ada pasti jual mas]


[ tidak usah lah Tia]


Tia tidak membalas lagi pesan Fian... Mungkin dia tidur pikir Fian..


Fian meletakkan ponselnya dan beranjak ke tempat tidurnya.


Ting tong.... Bel pintu Apartement Fian


Fian berbalik ke arah pintu... "siapa malam - malam kesini"... Fian melihat dari celah pintu, petugas Apartement.

__ADS_1


Fian membuka pintu Apartementnya.


"ada apa pak..?.."


"ada kiriman obat buat mas Fian... Tadi yang antar kurir apotik 24jam"


Fian membuka kantongan yang di berikan petugas Apartement... seketika tersenyum...


"terimakasih pak.."... Kata Fian


Petugas itu segera pamit kembali ke bawah.


Fian tersenyum meraih kotak kecil dikantong itu.. Minuman pereda masuk angin... dia tahu siapa yang mengirim paket ini.


Tink... Notifikasi di ponsel Tia


Ada foto dikirim Fian.


[ terimakasih Tia..]


[ sama-sama... campur teh hangat trus diminum mas]


[oke...]... Fian beranjak ke dapur membuat teh hangat.


[ sudah diminum mas..?.]


Panggilan Video call


"nih... Sudah..."... Fian tersenyum menunjukkan gelas tehnya.


"istirahat mas... Semoga besok pagi udah baikan.."


"makasih Tia..."


"sama-sama mas..."


Fian menatap layar ponselnya... Terlihat ada bekas tangisan di mata Tia , Fian tersenyum.


"jangan menangis lagi Tia.."


"iya mas..."


"sampai ketemu besok pagi Tia..."


"iya mas Fian...".... Fian menutup panggilannya.


Tia memang wanita biasa... Wanita sederhana, tidak ada apa-apanya jika disandingkan dengan Anggie yang terlihat sangat menarik.. Berwajah cantik, belum lagi tubuh sexy nya... tapi Tia memiliki sesuatu yang istimewa, dia memiliki perhatian dan kesabaran yang luar biasa... Kamu bodoh Reza... Gumam Fian.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu di kamar lain Reza tampak gelisah... Tadi dia berniat mengirimkan pesan ke Tia , dia melihat status chat Tia online..


" Tia chat dengan siapa..?.." pikir Reza


Lama dia ragu untuk mengirimkan pesan.


Reza memutuskan untuk melakukan panggilan Video dan lebih terkejut lagi karena di jawab operator


" sedang berada di panggilan lain"


"siapa videocall sama Tia malam - malam begini.."


Reza merasa tidak nyaman malam itu.

__ADS_1


__ADS_2