Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Semua berubah...


__ADS_3

Semenjak pertemuannya dengan Anggie Reza mulai berubah..


Reza baru akan pulang ke rumah saat larut malam... Bahkan tidak pulang.


Tia sama sekali tidak pernah menemui Reza... Tia benar - benar malu telah memiliki perasaan pada Reza, untuk bertatap muka dengan Reza saja Tia sudah tidak berani lagi... Jadi sebelum Reza berangkat kerja dia akan menyibukkan diri di kamar bersama Aska.... Kalo tidak dia akan mencuci di belakang, sebisa mungkin dia tidak ingin Reza melihat dirinya dan Aska .


Tia ingin sekali segera pindah dari rumah ini... tetapi dia juga takut bila Ari menemukannya sebelum proses perceraiannya selesai.


[ pagi Tia...].... Sebuah pesan masuk dari Fian


[ pagi mas Fian...]


[ perceraianmu tinggal menunggu sidang sekali lagi... Setelah itu kalian resmi bercerai]


[Alhamdulillah... Terimakasih banyak mas Fian]


[kamu baik-baik saja..?..]


[ Alhamdulillah baik mas...]


Tia mendengar mobil Reza sudah menjauhi halaman.


Tia keluar dari kamar dan segera kebelakang membantu Bi Supi.


"mba Tia seperti menghindar dari mas Reza..?.."... Tanya mba Yati.


"tidak mba... Saya hanya ga mau ganggu mas Reza aja, sepertinya mas Reza sibuk saat ini.."


"sabar ya neng... Pak Doni sudah menceritakan semua..." kata bi Supi


"pak Doni cerita apa Bi..?.." tanya Tia heran


"tentang non Anggie..."... Tia tersentak mendengar kalimat itu dari bi Supi


"mas Reza memang tergila gila sama non Anggie, tapi ya gitu... tanpa kejelasan cuma seneng- seneng aja..." kalimat bi Supi sangat menusuk ke hati Tia.... Ternyata mas Reza tergila gila sama perempuan itu,... perempuan itu memang cantik, anggun memiliki bentuk tubuh yang sangat bagus.


" mas Reza berhak bahagia Bi... Dan bahagianya mas Reza bersama non Anggie.."... Tia berkata sambil memeluk bi Supi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pukul 12 malam... Tia mendengar suara gaduh di ruang depan.


Tia keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang terjadi...tampak Reza membanting barang - barang di ruang tamu... Pak Doni dan Pak Karto berusaha menenangkan Reza.


Tia mendekat...


"ke kamar saja mba Tia..."...kata pak Doni.


Prangggg!!!


Reza memukul cermin di ruang tengah dengan tangannya... tampak tangannya berlumuran darah.


Tia berlari mendekat...


" mas Reza.. Istighfar mas..."...Tia meraih tangan Reza, dan berteriak meminta handuk pada mba Yati..


Segera Tia membungkus tangan Reza dengan handuk.


Reza menatap tajam pada Tia....


"semua gara-gara kamu"... Reza berkata sambil mendorong tubuh Tia.


Tia masih bingung dengan perkataan Reza.


"saya minta maaf kalo memang saya ada salah mas..."... Tia berusaha bersabar menghadapi Reza


"seandainya aku tidak mengigau namamu aku masih tidur bersama Anggie.... Aku masih menikmati tubuh indahnya, kamu sialan Tia!!..." teriak Reza...


Tia seketika mundur...

__ADS_1


"maafkan saya mas Reza..."


"jangan dengarkan mba Tia... Mas Reza mabuk, dia tidak sadar ngomong begitu.."... Pak Doni mencoba menjelaskan.


"antarkan mas Reza ke rumah sakit pak...".... Tia berkata dan segera berbalik berjalan masuk ke kamarnya.


[ mas Fian... Maaf mengganggu..].. Tia mengirim pesan pada Fian


[ ada apa Tia..?.. Tidak mengganggu kok]


[ mas Reza sepertinya mabuk tadi dia memukul cermin di ruang depan, tangannya berdarah sekarang dibawa pak Doni ke rumah sakit..]


[ sama siapa ke rumah sakit..?..]


[ sepertinya hanya sama pak Doni]


[kamu di rumah...?]


[iya mas..]


[biar aku telepon pak Doni]


[terimakasih mas Fian..]


[Tidur lah Tia... Sudah malam]


[iya mas..]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Fian segera menelepon pak Doni... Kemudian bergegas ganti baju dan meraih kunci mobilnya menuju rumah sakit.


"gimana pak Doni..?.." tanya Fian pada pak Doni setibanya di rumah sakit.


" ada luka robek yang dijahit pak Fian... tapi keadaan Pak Reza baik-baik saja, saya kasian sama mba Tia"


"tadi saya sudah berusaha menyuruh mba Tia masuk ke kamar, tapi malah mendekat ke Pak Reza,... Pak Reza ga sadar dan membentak mba Tia... Pak Reza bilang gara - gara menggigau nama mba Tia non Anggie marah sama Pak Reza, Pak Reza bilang harusnya dia masih tidur bersama Anggie... Dia bilang Mba Tia sialan... saya ga tega lihat mba Tia pak... Nelangsa lihatnya"


Fian mengusap wajahnya sendiri.... " kenapa kamu sebrengsek itu Reza"... Umpatnya.


Reza mulai sadar... Dan dokter memperbolehkan Reza pulang.


Setelah menyelesaikan administrasi Fian pulang ke apartemennya... Fian masih merasa jengkel pada Reza.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pukul 9 pagi... Reza baru bangun, kepalanya agak pening saat bangun... Dia melihat tangannya... Diperban... Reza mencoba mengingat kejadian tadi malam.


"Anggie..."... Ucapnya lirih


Reza duduk dipinggir tempat tidurnya... Dia menunduk dan memegang kepalanya yg masih terasa kurang nyaman.


Tadi malam dia pecahkan cermin di ruang tengah...


Reza mulai mengingat semua... Pertengkarannya dengan Anggie karena dalam tidur Reza menggigau memanggil Tia... Anggie mengatakan selera Reza terlalu rendah.. Menyukai pelayan bahkan statusnya janda, Anggie menuduh Reza sudah pernah tidur dengan Tia sehingga dalam Tidur pun Reza memimpikan Tia.... Anggie merasa jijik setelah Reza meniduri Tia yang hanya seorang pelayan dan berstatus janda kemudian Reza meniduri dirinya... Anggie meninggalkan Reza di hotel.


Reza masuk ke kamar mandi...setelah mandi dia turun ke bawah mencari bi Supi ingin meminta segelas kopi... Saat Reza berjalan ke dapur berpapasan dengan Tia,..


"selamat pagi mas Reza"... Tia terus saja menunduk dan melangkah menuju dapur belakang.


"pagi mas Reza..."... Sapa bi Supi.


"buatin saya kopi bi.."... Reza berkata dan duduk di meja makan... Tampak sudah siap sarapan di meja makan.


Kenapa rumah ini menjadi sepi... Reza menoleh kebelakang,... tampak sunyi, tidak seperti hari - hari kemarin.


"Aska kemana bi..?.."


"ada di belakang mas.."

__ADS_1


Hening........


Reza menyelesaikan makannya dan beranjak kembali ke kamarnya... Reza duduk di sofa depan jendela....


Reza merasa bersalah pada Tia... tapi dia juga marah gara - gara dia menggigau Anggie meninggalkan dirinya... bahkan juga menghinanya laki-laki rendahan.. Semua karena Tia ada disini.


Reza berdiri dari duduknya... Di bawah dia melihat Tia akan keluar.... Sendirian, mau kemana dia... Bukankah dia takut keluar rumah, dia takut ketemu Ari... tapi ini pergi sendiri...tampak Tia naik sebuah taxi.


Reza segera turun....


"bi Supi... Tia mau kemana..?.."


"mba Tia keluar sebentar ke pasar baru mas.."


"ngapain kesana..?.."


"tadi mba Tia bilang mau jual perhiasan..."


"Aska mana..?.."


"ada dibelakang mas.."


"ajak kesini bi..."


"tadi mba Tia pesan Aska tidak boleh mainan di dalam rumah mas... takut ganggu mas Reza"


Reza terdiam... pantas suasana rumah menjadi sepi.. Tia melarang Aska mainan didalam rumah.


Reza berjalan ke belakang.... Tampak Aska asik memberi makan ikan di teras belakang.


"hai Aska..."


"Om Reza..."... Aska tersenyum ceria.


"ayo main robot diatas..."


"kata mami Aska tidak boleh main di dalam rumah... Om Reza lagi sakit, nanti kasian terganggu kalo Aska ribut"


"kan Om Reza udah baikan... Nihh... Yang sakit cuma tangannya"


"nanti Aska tanya mami dulu Om... Mami masih ke pasar"... Aska begitu menurut pada apa yang dikatakan Tia... Reza mendekati Aska dan mengusap kepalanya.


"kalo Aska tidak mau mainan di atas ya Om mainan disini aja..."... Kata Reza sambil ikut memberi makan ikan.


Bi supi dan mba Yati hanya melihat saja ke arah Reza dan Aska.


" besok kita buat kolam ikan di sebelah situ ya.. Kita pelihara ikan koi yang besar - besar... Biar seru kasi makannya "


" wahhh... Hebat Om... Bagus.. Bagus"... Kata Aska gembira


" tapi nanti Om Reza jangan lupa kasi makan ikannya ya..." kata Aska kemudian.


" kan ada Aska... Kalo Om pergi kerja Aska yang kasi makan ikannya"... Kata Reza sambil mengusap kepala Aska.


"mami bilang kita mau pindah... mami nanti mau cari tempat tinggal yang baru buat kita"


Degg!!!


"jadi Tia merencanakan untuk pergi dari sini, dan sepertinya bi Supi sudah tau rencana itu"


"Om pergi dulu ya..."... Reza pamit dan beranjak pergi meninggalkan Aska.


Reza masuk ke kamarnya... Dia membuka rekaman cctv di rumahnya.


Dia melihat rekaman malam tadi.... Dengan jelas terlihat Tia sedih setelah dia memakinya...


Reza bingung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2