
Tidak terasa hampir 2 bulan dia tinggal di rumah Reza... Tia mulai terbiasa dengan tugasnya, melihat kebutuhan apa saja yg kurang di rumah, merencanakan menu masakan dan tak lupa Tia selalu mencatat pengeluaran sekecil apapun dan akan menyodorkan pada Reza bersama sisa uang... Reza tidak pernah melihat catatannya... Reza akan mengembalikan uang itu dengan jumlah yg sama pada Tia 5 jt.
Dan selama itu Tia tidak pernah menatap wajah Reza... Tia tidak berani, mungkin seandainya ketemu dijalan Tia ragu mengenalinya.
Reza merasa ada yang berubah di rumahnya semenjak ada Tia dan Aska... Rumah itu tidak sunyi lagi... Saat pulang kerja terkadang samar2 dia dengar suara mba yati bernyanyi bersama Aska, atau suara tawa bi Supi, mba yati, pak karto dan Tia di belakang... meskipun saat mereka tau Reza telah pulang mereka langsung berhenti.
Masakan di meja makan lebih bervariasi.... Reza merasa rumahnya lebih hidup.
Siang itu di kantor Reza tiba2 memikirkan keadaan rumahnya...dimana saat penghuni rumahnya tidak tau bahwa dia telah pulang mereka tertawa dan akan berhenti seketika.. Apakah sebegitu mengerikannya dia hingga mereka takut tertawa di depannya..??
Terlintas dipikirannya ingin melihat suasana rumahnya saat dia tidak ada... Cepat dia memanggil pak Doni untuk mengantarnya pulang.
Sampai di gerbang dia sengaja turun dan berjalan memasuki rumahnya dan pak doni dia minta menunggu di depan gerbang... Scurity di depan heran melihat tuanya turun dari mobil dan berjalan kaki masuk ke rumah.
Begitu membuka pintu Reza mendengar tawa riuh dari dapur belakang..
"burung.."
"bebek..."
"mandi..."
"bebek mandi di kali ...".... Terdengar suara bersahut2an..
"bukan.... Bebek adus kali."... Suara pak karto terdengar.
"itu bahasa jawa pak..." suara mba yati protes dan disambung tawa mereka.
"Aska... Coret pak karto... Pak karto kasi pertanyaannya salah..."... Terdengar suara bi supi
"horeee....." suara Aska kegirangan
Mereka tertawa riuh tanpa menyadari Reza melihat ke arah mereka dibalik jendela... Tampak lucu... Muka mereka semua penuh coretan.. Reza tertawa sendiri.
"om Reza..."... Seru Aska tiba2.... Saat Aska hendak masuk mengambil mainannya.
Mereka semua terkejut dan terdiam tiba2.. Reza berjalan ke arah mereka dan tersenyum
__ADS_1
"pada main apa?"
"eh.. Anu mas... Eh... Main tebak2an"... Jawab Tia menjelaskan... Tia menunduk takut
"saya ikut main boleh?"... Tanya Reza tiba2.... Mereka semua kaget dibuatnya
" boleh.... Boleh..." jawab Aska gembira, segera dia menarik tangan Reza dan menyuruhnya duduk.
"Om Reza yg jadi... Mami... Tempel in jawaban di Om Reza.." Aska memberi perintah
Tia segera menulis jawaban di kertas dan menempelkan double tip di belakang kertas itu dan akan menempelkan ke kening Reza... Tia mengusap kening Reza agar rambutnya tidak menghalangi double tipe menempel di keningnya,... Reza merasakan desiran halus di dadanya saat Tia mengusap keningnya.
Permainan sangat seru.... Mereka tertawa bersama, dan baru kali ini penghuni rumah melihat Reza tertawa begitu lepas... Biasanya dia hanya tersenyum saja.
Permainan terhenti saat mereka akan melanjutkan pekerjaannya... Mereka tertawa melihat wajah mereka penuh coretan termasuk Reza, yg bertugas memberi coretan adalah Aska, jd terserah Aska ingin mencoret apa di wajah mereka ..
"tumben mas Reza pulang siang2....".. Kata mba Yati
"memangnya ga pernah pulang siang mba?" tanya Tia.
"Ga pernah mba... Paling cepat dia pulang jam 5 sore, biasanya sih setelah maghrib baru pulang..."... Jawab mba yati.
"orang tuanya mas Reza dimana mba..?"
"sudah meninggal mba.... Kecelakaan, mas Reza anak satu2nya..."
"owh.."... Pantas saja tidak ada siapa2 dirumah ini..". Gumam Tia.
Setelah membersihkan wajahnya Reza kembali ke kantor... Di sepanjang jalan dia tersenyum menahan tawa mengingat permainan dirumahnya tadi... "lucu"
Reza pulang kembali agak larut....
"malam mas..."... Tia menyapanya sambil membuka pintu.
Reza hanya mengangguk..
"maaf mas... Mau disiapkan makan..?.. Biar saya siapkan bi Supi sudah beristirahat"... Kata Tia sebelum Reza menaiki tangga.
__ADS_1
Sekali lagi Reza mengganguk dan menuju kamarnya
Reza selesai mandi dan duduk di meja makan.
"Tia.. Kamu ga bosan dirumah terus?" tanya Reza tiba2
"tidak mas... Saya sudah terbiasa hanya didalam rumah saja setiap hari"... Jawab Tia yg masih duduk di dapur bersih menunggu Reza selesai makan siapa tau dia memerlukan sesuatu.
"kamu boleh kok keluar.. Kamu boleh jalan2, saya tidak melarang siapapun yang tinggal dirumah ini untuk keluar rumah"
"iya mas... Saya lebih merasa nyaman didalam rumah.."... Jawab Tia.. Jujur sebenarnya dia takut keluar rumah, dia takut Ari menemukannya... Setidaknya sampai dia bisa mengajukan cerai.
"besok hari minggu saya mau ke Surabaya... Mau ikut?"... Tanya Reza tiba2
"eh... Engga usah mas... Terimakasih"
"ajak mba yati sama Aska kalo mau..." lanjut Reza
"besok saya tanya mba Yati mas....sudah selesai mas..?... Saya bereskan..?"
Reza mengangguk dan berjalan menuju kamarnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"mau aja mba.... Kita jalan2 gratis..."... Mba Yati antusias
"kalo di Surabaya kan mba Tia ga perlu takut lagi mau keluar..."... Lanjutnya
"nanti saya bilang mas Reza kalo pulang...Aska mau ke surabaya..?"... Tanya Tia pada Aska yg asik menyendok ice creamnya. Setiap pulang dari pasar belanja mba Yati selalu membelikan 2 cup ice cream untuk Aska.
"mau mami.... Kita naik kereta lagi... Horeee!!!..."... Aska tertawa ceria.
Malam hari saat dilihat Reza sudah menyelesaikan makan malamnya Tia mendekat ke meja makan.
"mas Reza..."... Kata Tia
"duduklah..." kata Reza sambil menunjuk kursi di sisi depannya.
__ADS_1
"kami jadi ikut ke surabaya..."
" oke... Kita berangkat hari sabtu ..."... Reza menatap tajam ke arah Tia, Tia tidak menyadarinya karena dia hanya menundukkan kepalanya.