Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Anggie


__ADS_3

Tia seperti mimpi sekarang dia sudah menjadi istri Reza .... Tia dan Aska sekarang tinggal di rumah Reza kembali.


Tia menempati kamar Reza dan Aska menempati kamar kosong disamping kamar mereka... Semua koleksi hotwheel Reza sekarang pindah ke kamar Aska, belum lagi mainan lainnya.


Suasana rumah Reza telah berubah... Menjadi lebih hidup dengan tawa seisi rumah.


Tia berusaha menjadi istri yang baik untuk Reza.


"sayang... panggil Daddy untuk sarapan nak..".... Tia mencium pipi Aska yang telah siap dengan baju seragam sekolahnya.


Aska menaiki tangga menuju lantai atas.


"Daddy...".. panggil Aska sambil mengetuk kamar Reza.. Ya.... Tia dan Reza mulai membiasakan Aska untuk memanggil Reza dengan sebutan Daddy...


"sebentar nak.....".. Reza menjawab dari dalam kamar


"mami panggil sarapan ya..?..."... Tanya Reza setelah membuka pintu kamar


"iya... Daddy... Hari minggu boleh tidak temannya Aska main kesini..?"


"boleh..." jawab Reza sambil memeluk putranya dan berjalan menuruni tangga


"boleh tidak berenang..?.."... Tanya Aska lagi


"boleh... Aska boleh ajak teman Aska kesini, boleh berenang, boleh main game, boleh bermain apa saja... Ini rumah Aska..."... Reza tersenyum menjelaskan.


"trimakasih Daddy..."... Aska mencium pipi Reza


Tia heran melihat Aska mencium Reza dan berjalan ke arah meja makan dengan bergandengan tangan.


"apakah mami melewatkan sesuatu..?"... Tanya Tia sambil menyiapkan piring untuk Reza dan Aska.


"hari minggu teman Aska mau berenang disini mami.. Daddy bilang boleh"... Jawab Aska ceria


Tia menatap Reza... Reza hanya mengangguk dan tersenyum membalas tatap Tia.


Tia berjalan ke arah Reza dan mencium pipi Reza... "terimakasih"... bisik Tia pelan, kemudian berjalan ke arah Aska dan mencium pipi Aska.


"ayo nak.. Daddy terlambat nanti..."... Tia berusaha memanggil Aska yang masih dibelakang memberi makan ikannya.


Aska berlari kecil ke arah depan.


"Aska berangkat mami.."... Aska mencium tangan Tia dan Tia membalas mencium kedua pipi Aska.


"hati - hati ya Mas..."... Beralih Tia mencium tangan Reza dan Reza mencium kening Tia.


Reza melambaikan tangan sebelum masuk ke dalam mobilnya.


Dan disinilah Tia... Rumah yang dulu menurut dia teraman saat kabur bersama Aska sekarang menjadi surga untuk keluarga kecilnya.


Tia masuk ke dalam rumah... meskipun ada mba Yati, Bi Supi, dan Pak Karto Tia masih tetap senang mengerjakan pekerjaan rumah.


Sebelum jam makan siang Aska telah pulang ke rumah... Reza sudah menyediakan sopir untuk Tia dan Aska.


"mamiii...!!... Lihat gambar Aska"... Seru Aska ceria sambil menghampiri Tia yang sedang berada di taman belakang.


"Aska gambar sendiri ..?.."... Tanya Tia tersenyum melihat gambar Aska.


Aska mengangguk..


"Aska pinjam hpnya mami..."... Pinta Aska


"untuk apa..?"..tanya Tia heran


"Aska mau kasi lihat Daddy"... Kata Aska bersemangat.


Tia menyerahkan ponselnya pada Aska... Aska segera meraih ponsel dan memotret gambarnya..


[ Daddy... Lihat gambar Aska..]... Aska mengirimkan pesan untuk Reza


[ wahhh... Bagus sekali gambarnya jagoan Daddy..]... Reza tersenyum melihat gambar Aska.. Aska menggambar Daddy, Aska, Mami...


Reza menghubungi Tia videocall


" hai sayang..."... Reza tersenyum menatap Tia.


" mas... Sudah makan siang..?"


"belum... Sebentar lagi... Aska sudah makan..?"


"belum Daddy!!!..."... Reza kaget tiba-tiba muncul wajah Aska di layar ponselnya...


Reza tertawa.. Begitupun Tia


"Aska makan siang sama mami ya nak... makan yang banyak"


"oke Daddy..."... Jawab Aska sambil berlari ke arah kamarnya.


"kemana dia..?.."... Tanya Reza sambil tertawa.


"naik ke kamarnya mas..."


"sayang... Nanti kita akan pergi ke acara pernikahan putri rekan kerjaku"


"jam berapa mas..?.."


"sekitar jam 8 sayang..."


"mas cepat pulang kan..?.."

__ADS_1


"iya.. Jam 5 sayang..."


"iya mas... Nanti Tia akan siapin baju buat nanti malam.."


"mas makan siang dulu ya sayang...."


Reza menutup telepon setelah mengucapkan salam pada Tia.


Reza menelepon Riska...


"Riska... Carikan baju untuk Tia pakai di acaraku nanti malam, carikan yang paling bagus karena nanti aku juga akan perkenalkan pada rekan bisnisku"


"ok Za... Nanti aku ke rumahmu bawakan Tia beberapa baju.."


Reza beranjak dari kursinya untuk bergabung bersama beberapa teman yang mengajaknya makan siang bersama.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Riska masuk ke dalam sebuah butik langganannya mencarikan baju untuk Tia... Semenjak Tia menjadi istri Reza memang Riska sering diminta bantuan Reza untuk menyiapkan baju yang akan dikenakan Tia... Reza tahu Tia tidak memiliki banyak baju... Dan kalaupun beli Tia akan memilih baju dengan model sederhana.


[ sayang.... Maaf, nanti aku terlambat pulang... kamu siap - siap ya.. Jam 7 aku baru akan pulang..].. Reza mengirimkan pesan singkat untuk Tia


[ iya mas...]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pukul 5 sore Riska datang membawa 2 buah gaun muslim berwarna hijau tosca dan baby Pink....


"jadi... mana yang kamu suka..?.."... Tanya Riska


"kenapa sih mas Reza beliin baju lagi... kan ada bajuku di lemari".... Keluh Tia


"Reza ingin istrinya terlihat cantik menawan saat diperkenalkan nanti... Udahhh... pilih aja, yang mana"... desak Riska


"ini aja... yang Pink.."... Pilih Tia


"aku bantuin dandan atau tidak..?.."... Tanya Riska


"tidak usah mba Riska... Biar aku dandan sendiri, mas Fian nanti hadir juga mba..?"


"iya... Aku nanti juga temani Fian... Atau biar nanti Fian jemput aku disini ya... Jadi aku berangkat dari sini aja"


" terserah mba Riska aja..."... Kata Tia


"iya deh... Biar aku sekalian dandanin kamu..ada cake tidak..?"... Tanya Riska nyengir


"ada di lemari es mas... Mba Riska ambil aja"


"iya... Mana Aska ya... Askaaa!!!.... Askaaa!!..."... Riska memanggil Aska.. Riska memang paling suka mengganggu Aska.


Pukul 7 malam Reza baru tiba di rumahnya...


"hai Riska...."... Sapa Reza saat melihat Riska duduk di meja makannya menikmati cake buatan Tia.


"aku selalu menyukai cake buatan Tia..."... Kata Riska sambil terus mengunyah cakenya.


"aku ke atas dulu..."... Pamit Reza... Riska hanya mengangguk.


"sayang..."... Panggil Reza sambil membuka pintu kamar... Tersenyum menatap Tia yang telah cantik dengan hijabnya...


"kamu cantik sekali sayang...".... Ucap Reza sambil mencium pipi Tia..


Tia melepaskan jas Reza... "mas mandi... Sudah aku siapkan baju gantinya..."


Reza hanya mengangguk dan mencium kening Tia kemudian berjalan ke arah kamar mandi.


Reza segera berganti baju..Tia menemani Reza dikamar.


"sayang..."... Panggil Reza


"ya..."


" aku mencintaimu...".... Ucap Reza yang sanggup membuat Tia tertunduk malu.


Tia mendekati Reza, menggenggam tangan Reza dan menciumnya lembut.


Reza menggandeng tangan Tia turun ke lantai bawah dan ternyata Fian sudah tiba dan sedang asik menemani Riska menikmati cake..


"Aska.... Daddy sama mami pergi dulu ya, Aska di rumah sama bu Yati..."... pamit Tia.


Aska mengangguk dan mencium tangan Tia dan Reza juga Riska dan Fian.


Mereka berempat segera berangkat....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mereka tiba di hotel mewah tempat acara berlangsung, telah banyak tamu - tamu yang hadir... Tia agak gugup sebenarnya bertemu dengan teman-teman Reza dan rekan bisnisnya.


"mas... aku takut.."... Kata Tia lirih.


Reza tersenyum, dia berusaha mengerti istrinya tidak terbiasa menghadiri acara mewah seperti ini.


"pegang saja tanganku dan tetaplah disisiku sampai kamu merasa nyaman sayang...".... Reza mengusap punggung tangan Tia lembut.


Tia menggenggam lengan Reza, mereka berjalan memasuki gedung... Sedangkan Fian dan Riska mereka sudah bergabung dengan teman-teman mereka.


" Rezaa... ".... Suara perempuan terdengar memanggil Reza


Reza dan Tia menoleh ke arah suara..

__ADS_1


"Anggie..."... Tia tercekat... Bayangan yang dulu muncul kembali dimana Reza tidak memperdulikan dia dan membiarkan dia turun di pinggir jalan.


Anggie berjalan mendekati Reza dan Tia... Tanpa sadar Tia melepaskan genggaman tangannya pada lengan Reza... Bagaimanapun Tia masih ingat bahwa Reza sangat tergila - gila pada Anggie.. Tia mundur dari sisi Reza, dia takut dengan pemikiran dia sendiri.


Anggie mendekati Reza dan mendekatkan tubuhnya akan memeluk Reza tapi Reza menahan tubuh Anggie agar tidak memeluknya... Reza menoleh pada Tia,... Reza melihat ada kecemasan di sorot mata Tia.. Reza meraih tangan Tia dan merengkuh pinggang Tia erat.


"kenalkan... Ini Tia istriku..."... Kata Reza pada Anggie


"hah..??!!!"... Pekik Anggie


"bukankah ini si pembantu itu...?.." lanjut Anggie


"jangan pernah menghina istriku... Sekarang dia istriku tidak ada Seorangpun boleh menghinanya"... Reza berusaha menahan emosinya.


" kapan kalian menikah...??..."... Anggie heran, tidak mungkin seorang Reza Danuatmadja menikah dan dia tidak mengetahuinya.


" minggu lalu... tenang saja, kamu akan menerima undangan pesta kami bulan depan.."... Jawab Reza santai..


"aku ingin bicara padamu Reza...".. Anggie menarik lengan Reza.


"tidak ada yang perlu dibicarakan..."... Jawab Reza sambil tetap memeluk Tia.


"ikut aku... kita bicara diluar, atau... kamu mau kita jadi pusat perhatian disini..??!!"... Kata Anggie mengancam Reza dengan tatapan menggoda sambil meraih tangan Reza.


Reza melepas paksa genggaman tangan Anggie


"sayang... Ijinkan aku bicara dengannya sebentar, duduklah disana tunggu aku..."... Reza mencium kening Tia.


Tia mengangguk...meskipun dihatinya tak rela Reza berdekatan kembali dengan Anggie.


Reza berjalan mengikuti Anggie ke sisi gedung... Dia menoleh pada Tia, terlihat Tia duduk di kursi menatapnya... Reza tersenyum.


" kamu mau apa..?.." tanya Reza


"kamu hanya pura-pura kan menikah dengan dia... Apa yang kamu lihat dari perempuan itu,... Reza... Aku merindukanmu...".. Anggie berkata sambil membelai wajah Reza... Reza menepis tangan Anggie.


"ayolah... Apakah kamu tidak merindukanku..?... kita pergi saja dari sini..kita ke apartementku.."... Rayu Anggie... Reza hanya diam saja.. Anggie mendekatkan wajahnya hendak mencium Reza..Reza mendorong mundur bahu Anggie.


"kenapa kamu berubah..??"... Tanya Anggie heran


" aku sudah memiliki istri... aku tidak akan menyakiti hatinya"... Ucap Reza sambil menoleh ke arah Tia... Reza melihat dari kejauhan bahwa Tia terus menatapnya, Tia tetap duduk di kursi menunggu Reza kembali.


"dia hanya pembantu...." desis Anggie...


"ayolah..."... rengek Anggie manja sambil melingkarkan tangannya ke leher Reza.


Reza melihat Tia beranjak dari kursinya... Reza langsung merasa gusar...


"kita tidak ada hubungan apa-apa lagi... aku mencintai istriku dan jangan ganggu aku atau keluargaku".... Dia melepas pelukan Anggie dan berjalan masuk kembali ke dalam ruangan mencari Tia... Reza melihat Tia sedang berbicara dengan seorang perempuan yang sama-sama duduk menikmati puding.


"sayang..."... Reza duduk disamping Tia


"Pak Reza..."... Perempuan itu ternyata salah satu rekan bisnisnya


"selamat malam bu Deby..."... Reza menyapa perempuan itu.


"selamat malam Pak... Pak Reza suami bu Tia..?"... Tanya perempuan itu lagi.


"iya.. Ini Tia istri saya..."... Reza berkata sambil memeluk bahu istrinya.


Beberapa rekan menghampiri Reza... Reza memperkenalkan Tia pada semua rekan kerjanya.


Reza bisa melihat ada sesuatu dirasakan Tia, tapi Tia mencoba menutupi dengan tetap tersenyum.


Acara hampir selesai... dan Reza mengajak Tia untuk berpamitan pada pemilik acara.


Reza dan Tia berjalan menuju mobil mereka...


"Reza...".... Anggie terlihat mengejar mereka.


" acaranya sudah selesai kan... Jadi udah selesai pura - puranya, kamu naik taxi gih... Reza akan ke apartementku"... Ucap Anggie dengan nada angkuhnya pada Tia.. Anggie cukup menahan emosi tadi karena Reza menolaknya, dari dulu Reza tidak pernah menolaknya... bahkan Reza yang selalu mengejarnya, Anggie tahu Reza tergila - gila padanya.


Tia menatap Reza... Reza bisa melihat Tia menahan tangis dari sudut matanya.


"tidak ada pura - pura... Tia istri sahku, dan sudahlah... Jangan ganggu aku lagi"... Anggie menatap tak percaya mendengar kalimat Reza.


" tidak biasanya kamu menolakku... bukankah kamu selalu menikmati cumbuanku, bukankah kamu bilang tidak ada yang lebih indah dari tubuhku, kamu mencintaiku, dan tergila - gila padaku"... Anggie masih saja mencoba merayu Reza.


" mba... Mas Reza sudah berkeluarga, dia berusaha menjaga kehormatan keluarganya... mohon mba menghargai itu"... Kata Tia lembut mencoba menghentikan itu semua... dia risih mendengar semua ucapan Anggie.


"jadi maksudmu aku tidak punya kehormatan..?.. heh!!... sadar diri... kamu itu janda dan cuma seorang pembantu... kamu sudah menghina saya"... Anggie tidak bisa menahan emosi mendengar kata - kata Tia.


" saya tidak menghina mba Anggie... saya hanya mengingatkan bahwa yang mba Anggie lakukan di dalam tadi mempermalukan mba Anggie sendiri... Mas Reza sudah memiliki istri dan mba Anggie memeluknya di depan banyak orang.. apalagi ada saya istrinya mas Reza disana"... Tia mencoba menjelaskan dengan sabar.


" cih... Jangan sok suci kamu, mentang - mentang pakai jilbab... Jilbabmu hanya kamu gunakan menutupi status jandamu"


"cukup!!!..."... bentak Reza


" jangan berani menghina istriku lagi..!!"... Ancam Reza menahan emosi


" Masuk sayang... Kita pulang.."... Reza membukakan pintu mobil dan memberi isyarat agar Tia cepat masuk.


" Rezaa... Aku merindukanmu sayang..."... Anggie masih coba merayu Reza.


Reza berdiri menghadap Anggie...


" jangan menghina istriku... dia memang janda, dia janda dari 1 pria... sedangkan kamu..???... kamu sudah tidur dengan berapa pria..??"... Ucap Reza tajam.. dan segera masuk ke dalam mobil meninggalkan Anggie yang terkejut dengan kata-kata Reza.


Didalam mobil Reza merengkuh bahu Tia... Memeluknya erat dan mencium kening Tia.

__ADS_1


" kamu istriku... Aku sangat mencintaimu, tetaplah disisiku.. dan apapun yang terjadi nanti tetaplah percaya bahwa aku sangat mencintaimu... pukul aku bila aku menyakiti hatimu... Jangan hanya diam, ingatkan kalo aku salah.. .".... Reza memeluk Tia erat.


Reza meraih dagu Tia dan menatap Tia lembut...terlihat senyum Tia yang selalu meneduhkan Reza.


__ADS_2