
Siang hari di rumah Reza..
Tinkkkk.... Notif pesan masuk di ponsel Tia
[ Bersiaplah... Sebentar lagi pak Doni akan menjemputmu, kamu akan bertemu Ari di kantor Fian]... Pesan masuk dari Reza yg mampu membuat Tia harus terduduk lemas.
Tia berdiri dan berjalan lemas menuju kamarnya untuk bersiap2.
"mba Yati titip Aska ya... saya mau ke kantor pak Fian"
"ada apa mba Tia..?"
"mantan suami saya ingin ketemu mba..."
"Ya Allah mba Tia... tidak usah mba, jangan kesana.... mba Yati cemas sambil menggenggam tangan Tia.."... Mba Yati masih terbayang peristiwa itu.
"ada apa..?.."... Bi Supi bertanya heran
"mba Tia mau ketemu sama mantan suaminya Bi..."... Mba Yati menjelaskan.
"walah neng.... Tidak usah aja neng, bibi takut neng Tia dipukuli lagi... Tidak usah neng..."... Bi Supi menangis memeluk Tia.
" dia mengancam akan mempersulit proses perceraian kalo saya tidak mau temui bi.... Saya ga mau ngrepotin mas Reza, biar saya temui...agar masalah ini cepat selesai "... Tia mencoba menjelaskan pada bi Supi.
Terdengar mobil Reza memasuki halaman depan.
" pak Doni datang... Saya pergi dulu mba Yati.. Bi.. Titip Aska ya... "
" jangan kuatirkan Aska... Ada kami disini, Hati2 ya mba... "kata mba Yati sambil memeluk Tia.
" hati2 neng... Terus baca Shalawat neng.. "... Bi supi memeluk Tia erat.
Tia cepat2 keluar dan masuk ke mobil... Dia tidak mau pak Doni menunggu terlalu lama, Tia juga tidak berpamitan pada Aska... dia takut menangis bila melihat wajah Aska, Tia tidak ingin terlihat menangis saat bertemu Ari... Tia tidak mau terlihat lemah.
" saya tunggu diluar mba... Semua mobil yang parkir di kantornya pak Fian tidak terkunci pintunya, seandainya ada apa2 mba Tia masuk ke dalam mobil itu dan langsung kunci pintunya.... Saya juga menunggu di parkiran.."... Pak Doni mencoba menjelaskan.
"iya pak... Trimakasih"
"mas Reza dikantor pak..?.."
"tadi pak Reza masih meeting mba..."
"owh.. Iya pak"... Tia membuka pintu mobil.
"Hati2 mba... Bismillah, saya tunggu disini mba.. Pintu saya buka, kalo ada apa2 saya akan tolong mba Tia.."
Tia tersenyum ke arah pak Doni... Tia bersyukur Allah mengirimkan orang2 baik untuk menolongnya.
Tia berjalan ke lobby kantor Fian.
"pak Alfian ada..?.."... Tanya Tia pada resepsionis kantor Fian.
"maaf sudah ada janji bu..?"
" sudah... Pak Fian yang minta saya datang, saya Tia"
"baik... Silahkan tunggu sebentar bu.."... Kata resepsionis itu ramah mempersilahkan Tia duduk.
" mas Reza kemana..."... Gumam Tia.. seandainya bisa dia sangat ingin saat ini Reza ada di sampingnya, hanya Reza tempat dia bergantung meminta perlindungan.
Tia menundukkan kepala... Ingin sebenarnya dia menangis, tapi dia tahan... dia tidak mau terlihat lemah di depan Ari nanti.
"bu Tia... Mari saya antar ke ruang pak Alfian".. Suara resepsionis membuyarkan lamunannya.
"Bismillah.."... Tia berdiri mengikuti resepsionis itu menuju ke ruangan Fian.
Tok... Tok.. Tok...
"masuk..."... Jawab suara Fian dari dalam ruangan.
Pintu terbuka... Tia gemetar saat melihat Ari duduk di kursi depan meja Fian dan menoleh ke arahnya.
Tia merasa badannya kaku tidak bisa bergerak.
"masuk Tia...."... Suara Fian ramah berusaha menghilangkan rasa takut Tia... Fian tahu Tia pasti merasa ketakutan.
__ADS_1
Pandangan Tia terus menatap Ari... dia takut tiba2 Ari memukulnya, Tia berjalan pelan masuk ke ruangan Fian.
"duduk Tia...".... Kembali Fian mempersilahkan dengan suara ramah.
"Tia... Maafkan aku"... Ari berdiri dan meraih tangan Tia... Tia menepisnya.
"aku minta maaf Tia... aku menyesal... Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, kamu boleh melakukan apapun padaku asalkan kita bisa kembali menjadi keluarga seperti dulu..Pulang lah bersamaku Tia.. Ke rumah kita, aku merindukanmu sayang..."
Tia menatap kosong wajah Ari.... Baginya kata2 Ari terdengar seperti nyanyian asing yang tidak dia mengerti artinya.
" maafkan aku sayang... "... Ari mencoba memeluk Tia... Tia mundur ke belakang menahan tubuh Ari agar tidak mendekatinya.
" dulu aku mempertahankanmu... aku memperjuangkanmu, aku sabar menerima perlakuanmu dengan harapan kamu segera sadar dan kembali menjadi pria yang aku banggakan dulu..... Tapi akhirnya aku sadar, aku bukan bahagiamu.... menurutmu aku hanya perempuan yang menyusahkanmu, yang hanya bisa menghabiskan uangmu, yang hanya duduk di rumah buang2 waktu... tidak seperti kekasihmu seorang wanita karier yang bisa kamu banggakan... Dan sekarang akhirnya aku sudah mengikhlaskanmu... Setiap orang berhak bahagia... Termasuk kamu, dan bahagiamu tidak bersamaku"
"maafkan aku Tia.... Maafkan aku, aku salah sudah menyakitimu... Kamu benar Tia, dia hanya mempermainkan aku... Semua perkataanmu benar... Dia masih bersama suaminya, aku bodoh Tia.... aku bodoh telah menghancurkan keluargaku demi perempuan seperti dia... Kembalilah padaku Tia... Aku masih mencintaimu.... aku sudah mengetahui semuanya, dia membohongiku... ternyata dia masih bersama suaminya.. "
Tia tersenyum...
" seandainya semua tidak terbongkar kamu akan tetap bersamanya bukan..?....kamu tidak akan mencariku... Aku tidak akan kembali padamu, saat aku melangkahkan kaki keluar dari rumah itu aku sudah berjanji melupakan semua apapun tentangmu... bagiku pria yang aku banggakan dulu telah mati, dia tidak akan pernah kembali dan itu lebih menenangkan hatiku... jangan mempersulit perceraianku, aku sudah tidak mencintaimu "... Kata Tia tegas.
Ari menarik tangan Tia..
" tidak Tia... Kamu mencintaiku, kenapa kamu berubah seperti ini.. kamu dulu sangat mencintaiku, kamu berjanji akan selalu ada disisiku "
" dan apakah kamu menepati janjimu..? "... Jawab Tia sinis
" kamu laki2 pengecut... Aku menyesal pernah mencintaimu"
Ari mencengkeram wajah Tia... Fian berdiri menahan tangan Ari
"lepaskan dia...."... Suara seseorang dari belakang tubuh Tia... Tia segera menoleh... "mas Reza..."
"tidak pantas seorang laki2 melakukan kekerasan pada wanita..."... Reza memaksa Ari melepaskan tangannya dari wajah Tia.
Tia merasa mendapatkan ketenangan yang luar biasa... Ternyata Reza ada di ruangan itu, dia menepati janjinya untuk selalu melindungiku....Tia terharu, dia menunduk menahan air matanya.
" anda siapa ikut campur urusanku..."
"silahkan bicara baik2... saya tidak akan mengganggu... tapi kalo kamu memakai kekerasan kamu harus berhadapan denganku.."... Reza berkata sambil menatap mata Ari dengan penuh amarah...
"duduk Tia..."
Tia duduk berhadapan dengan meja kantor Fian di sisi Ari, rasa takut itu telah lenyap dalam dirinya.... Tia sangat tenang karena dia tahu ada Reza yang akan melindunginya.
Reza kembali duduk di sofa yg tersedia di sudut ruangan...
"jadi bagaimana Tia... akan dilanjutkan gugatannya..?.." tanya Fian
"iya mas Fian...saya ingin tetap bercerai...".. Kata Tia mantap
"tidak bisakah kamu fikirkan lagi Tia... aku berjanji akan membahagiakanmu..."
"aku sudah menuruti semua kemauanmu.... Bahkan saat kamu memintaku untuk pergi dari hidupmu aku mau... Sekarang aku akan menuruti kata hatiku.... Aku bukan siapa2 mu lagi... Aku tidak mencintaimu dan aku ingin bercerai denganmu..."
Ari menutup wajahnya....
" jangan mempersulit perceraianku... Karena apapun yang terjadi aku tetap ingin bercerai denganmu "
" tatap mataku Tia.... Katakan kamu tidak mencintaiku"
Entah keberanian darimana yg membuat Tia berani meraih wajah Ari dan menatap tajam matanya.
"aku tidak mencintaimu... Sudah cukup kamu menyakitiku....kamu sudah membuangku.. Aku tidak akan pernah kembali padamu"... Tia melepaskan tangannya dari wajah Ari.
"baiklah kalo memang itu keputusanmu..."... Ari berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan Fian... Dia menyerah, Tia sudah bukan perempuan yang beberapa bulan lalu masih mencintainya dengan sepenuh hati.... Tia sudah bukan Tia yang dulu lagi.
Tia menarik nafas lega....
" jangan takut lagi Tia... Semua akan selesai..".. Fian menyentuh bahu Tia untuk menenangkannya... Seketika dia kaget tangannya ditepis Reza... Fian nyengir menahan tawa dan berjalan keluar ruangan.
"sudah... Ini terakhir kamu bertemu dia, kamu tidak perlu bertemu dengan dia lagi.."
Reza kaget tiba2 Tia berdiri dan memeluknya... Reza membalas pelukan Tia... Reza mencium kepala Tia dan semakin mempererat pelukannya.
"terimakasih mas Reza... Terimakasih.."... Ucap Tia...
__ADS_1
"aku akan menepati janjiku Tia...."... Bisik Reza ke telinga Tia lembut
Tia mengangguk.... Tia merasa nyaman berada dipelukan Reza.
"ehmm.. Maaf... Saya hanya iklan"... Suara Fian membuyarkan pelukan Reza dan Tia.
Tia cepat2 mundur dan duduk di kursinya... Dia tertunduk malu, tidak seharusnya dia begitu.
Reza hanya tertawa kecil mendengar Fian menggodanya.
"kalo sudah tidak ada urusan lagi aku mau ajak Tia pulang.."... Kata Reza
"iya... Iya... Sana pulang..." kata Fian tertawa menggoda.
Reza menggenggam tangan Tia keluar dari kantor Fian.
"terimakasih mas Reza.... Entah bagaimana saya harus membalas kebaikan mas Reza"
Reza dan Tia berjalan ke arah mobil...
"Reza..."... Reza berhenti mencari suara yg memanggilnya.
Tampak perempuan yang sangat cantik dan anggun berjalan ke arahnya.
"anggie..."... Bisik Reza
"apa kabar Za...?"... Anggie memeluk Reza dan mencium pipinya
"baik..."
"mau kemana..?.."
"mau ke kantor..."
"kita makan dulu yuk... Traktir aku lah..."... Kata anggie manja sambil menyentuh pipi Reza.
"ini siapa..?.." tanya anggie tiba2 sambil menunjuk ke arah Tia.
"dia yang mengurusi asisten rumah tangga di rumah"... Jawab Reza
"owh..."... Jawab Anggie singkat.
Tia menganggukan kepala sambil tersenyum ke arah Anggie.
"selamat siang nona Anggie..."... Sapa Tia sambil tersenyum.
"siang...".. Anggie membalas sapaan Tia dengan ramah.
Mereka masuk ke mobil Reza.. Reza dan Anggie duduk di belakang sedangkan Tia didepan di samping pak Doni.
"kita langsung makan ya Za... Aku lapar...".. Rengek Anggie.
"baiklah... Pak Doni... kita antarkan Tia dulu pulang "... Perintah Reza pada pak Doni.
"tidak usah mas Reza... Biar saya naik taxi aja,.. daripada pak Doni bolak balik..."... Tia menolak halus... dia tidak mau merepotkan Reza.
"terserah kalo begitu..."... Ucap Reza
Di belakang Anggie menyandarkan kepalanya dibahu Reza dengan manja.
Pak Doni melirik Tia.... "perempuan yang hebat" batin pak Doni.
Pak Doni seperti tahu apa yang dirasakan Tia....
"saya turun di depan situ aja pak Doni... Itu banyak taxi..."... Kata Tia sambil menunjuk halte di depan... Pak Doni segera menepikan mobilnya.
Tia membuka pintu..
"saya permisi dulu mas Reza... nona Anggie..."
Reza menganggukan kepala.. Anggie tersenyum ramah pada Tia.
Tia berjalan cepat ke arah taxi yang banyak parkir di depan...
Pak Doni menjalankan mobilnya perlahan meninggalkan Tia
__ADS_1