Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Kebohongan dan kebodohan


__ADS_3

Tinggal menunggu hari pernikahan Reza dan Tia.


Riska benar-benar kerja keras untuk mempersiapkan semuanya.


Tia mempunyai kesibukan baru setiap hari dia selalu ikut Reza ke kantor meski itu hanya sebentar... seperti pagi ini.


Reza dan Tia datang bersamaan ke kantor, mereka berjalan dengan mesra... Tia menggenggam lengan Reza dengan senyum khasnya...


Bagi karyawan Tia bagaikan ibu peri yang punya banyak perhatian dan kasih sayang.


Tia akan menyapa ramah karyawan yang berpapasan dengannya.


Membuat daftar karyawan yang berulang tahun dan menyiapkan bingkisan.


Bila saat berpapasan dan ada karyawan yang terlihat ada masalah Tia selalu menanyakannya.


Tia sangat perhatian tentu saja itu sangat membahagiakan semua karyawannya.


"pagi pak Reza... pagi bu Tia..."... sapa Fira dipintu masuk


"pagi Fira..."... Jawab Tia dan Reza hanya tersenyum


Fira mengikuti Reza dan Tia berjalan dibelakang mereka...


Reza langsung menuju ruangan kantornya, sedangkan Tia seperti biasa akan berkeliling di kantornya.


"selamat pagi..."... Sapa Tia setiap berpapasan dengan karyawan.


Di pintu depan tampak Anggie memasuki kantor Reza.


"maaf bu Anggie... ada perlu apa..?"... Sapa resepsionis depan.


"saya mau ketemu Reza..."... Jawab Anggie yang terus berjalan ke arah lift menuju kantor Reza.


Resepsionis itu tampak bingung.. Segera dia menelepon Reza.


"maaf pak.. Ada bu Anggie sedang menuju ruangan bapak"...

__ADS_1


Reza terkejut mendapat telepon dari resepsionis kantornya.. Dia segera beranjak ke arah pintu dan menguncinya.


"syukurlah...."... Reza bernafas lega... Reza kembali duduk memeriksa berkas yang harus dia tanda tangani.


Terdengar seseorang berusaha membuka pintu ruangannya, Reza tersenyum sendiri dan kembali melanjutkan pekerjaannya..


"Za... Reza..."... Teriak Anggie


Reza hanya diam tidak menghiraukan teriakan Anggie.


"maaf bu Tia.. Bagian resepsionis baru saja memberitahu saya bu Anggie sedang menuju ruangan Pak Reza"... Fira berkata pada Tia yang sedang berbincang dengan salah satu karyawan ya.


"saya tinggal dulu kalo begitu"... Kata Tia pamit


" baik bu Tia... Terimakasih"... Jawab karyawan itu.


Tia segera berjalan ke arah ruangan Reza dan di ikuti Fira dari belakang.


Dari kejauhan tampak Anggi menggedor pintu ruangan Reza dan 2 orang scurity berusaha menahan Anggie.


Reza yang berada dibalik pintu segera membuka pintu begitu mendengar suara Tia


"kamu mau apa sih sebenarnya?"... bentak Reza sambil menatap Anggie dengan penuh kemarahan.


"kamu masih mencintaiku kan Reza... Buktinya kamu tidak berani berhadapan denganku, kamu takut tergoda..."... Kata Anggie sambil tersenyum menggoda ke arah Reza.


" jangan salah... Aku menghindarimu bukan karena takut tergoda denganmu, tapi aku takut kamu melakukan sesuatu yang membuat istriku merasa tidak nyaman, aku lebih memikirkan hati istriku ".... Kata Reza sambil memeluk pinggang Tia.


"kamu sudah di guna - guna sama perempuan tidak tahu diri itu" bentak Anggie.


"istriku bukan perempuan seperti itu...".... Bela Reza.


"pergilah...pak, jangan pernah izinkan Anggie masuk ke kantor ini lagi... Apalagi masuk ke ruangan saya apapun alasannya"... perintah Reza pada petugas scurity kantornya.


"baik pak...."... Jawab petugas scurity patuh.


"silahkan keluar... atau saya panggilkan polisi karena kamu membuat keributan disini".. ancam Reza.

__ADS_1


"Reza dengarkan dulu..."... Rengek Anggie.


"aku hamil Reza..."... kata Anggie kemudian.


Semua orang yang mendengar itu terkejut,.. Termasuk Tia.


Tapi tidak untuk Reza... Reza tampak tenang.


"apa urusannya denganku kalo kamu hamil..?"... Tanya Reza


"ini anakmu..."... Jawab Anggie pelan.


"berapa bulan hamilmu..?.... Tidak usah berbuat yang tidak - tidak kamu Anggie, kamu akan malu sendiri"... Kata Reza.


"mas..."... Tia menggenggam lengan Reza


"biarkan dia bicara semaunya sayang.... Aku mau lihat apalagi yang akan dia bicarakan"... Kata Reza sambil mencium kening Tia.


" mari kita ke dokter.... Periksakan kandunganmu, kalo perlu tes dna.... Tapi setelah itu resikonya kamu akan berakhir di penjara... Karena aku akan melaporkanmu pada polisi... Mau bicara apalagi kamu..?"... Tantang Reza.


"kamu....".... Kata - kata Anggie terputus


" kita tidak pernah bertemu.. Terakhir ketemu di acara pesta itu... Terus kapan aku menghamilimu..?" bentak Reza


"kamu lupa..."... Jawab Anggie


" tidak ada yang percaya omonganmu,.. aku sudah bukan Reza yang dulu, sekarang aku tidak pernah kemana-mana tanpa istriku, aku selalu di rumah setelah pulang kantor bersama anak dan istriku... Setidaknya aku selalu bersama pak Doni... Kapan aku menemuimu..??? "... Kata Reza santai


Memang Reza telah berubah... Dulu setelah lah pulang kantor dia akan nongkrong bersama temannya di club atau ke tempat lain.. Sekarang tidak, setelah pulang kantor dia akan terus pulang dan di rumah akan menemani Aska belajar, dan bermain bersama Aska... Tidak pernah lagi dia keluar sampai larut malam sendirian.


" argggghhh...!!! "... Anggie tampak marah dan segera pergi dari kantor Reza.


Tia tersenyum.. Reza mencium pipi Reza .


" ini semua karena ceramah Ustadz yang selalu kamu dengar sayang... Jangan berdekatan dengan yang bukan muhrim, dan sayangi keluargamu, karena yang paling berhak mendapat kebaikan dan perhatianmu adalah keluargamu,... bukan orang lain"... Kata Reza sambil tersenyum lembut pada Tia.


"Alhamdulilah..."... Ucap Tia sambil mempererat genggamannya pada Reza

__ADS_1


__ADS_2