Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Video call pertama


__ADS_3

Makan malam sudah siap dari jam 7 tadi... Tapi Reza belum pulang dari kantornya.


"bi supi istirahat aja... Siapa tau mas Reza makan diluar, ato biar nanti kalo mas Reza pulang saya yg siapkan".... Tia melihat bi supi sudah menguap... Tia melihat jam.. Sudah jam 10 malam... Aska sudah tidur dari tadi, mba Yati juga sudah masuk ke kamarnya.


"gpp mba... Biar saya tunggu, mba Tia ga ngantuk..?"


"udah tidur aja bi.... Saya belum ngantuk".. Tia menggandeng tangan bi supi untuk masuk ke kamarnya.


"biar nanti saya yang bereskan...".... Kata Tia sambil tersenyum...


Bi supi masuk ke kamarnya untuk istirahat.


Tia kembali ke ruang tengah duduk di sofa depan televisi menunggu Reza .


Jam 11 malam Tia mendengar mobil Reza berhenti di depan, segera dia berdiri membuka kan pintu.


" malam mas Reza... Baru pulang..?."... Sapa Tia.


Reza tampak terkejut..


"iya.."... Jawab Reza singkat


"mas Reza mau saya siapkan makan..?"


"boleh... Saya mandi dulu.."... Reza kemudian bergegas menaiki tangga menuju kamarnya.


Tia segera menghangatkan makanan di meja dan menyiapkan untuk Reza.


Reza tampak segar setelah mandi.... kemudian duduk di meja makan...Tia duduk di kursi dapur di seberang meja makan sambil menunggu Reza selesai.


"kamu belum tidur..?.."tanya Reza memecah kesunyian.


" belum mas... "


" Aska sudah tidur.?.. "


" sudah dari tadi, kecapek an mungkin main kejar2an sama mba Yati"


Reza tersenyum mendengar penjelasan Tia.


"kamu ga makan..?.."


"saya sudah tadi mas... tadi saya pikir mas Reza makan diluar, tapi kata bi Supi mas Reza jarang makan malam diluar... jadi saya tunggu"


"saya kurang suka makan diluar sebenarnya... Saya suka masakan rumahan"... Ucap Reza sambil menyudahi makannya.


"sudah selesai mas... Saya beresin ya..?.."... Reza mengangguk.. Tia membawa piring kotor ke belakang, dan kembali membawa mangkuk kecil yg kemudian dia sodorkan ke Reza.


"saya tadi bikin puding... barangkali mas Reza mau coba.?"... Tia tersenyum menyodorkan mangkuk kecil itu ke Reza.


Reza tersenyum dan meraih sendok kecil di depannya, mencicipi puding buatan Tia.


" enak... puding apa ini.?" tanya Reza.


"itu strawberry coklat mas..."


"ini puding mangga..."... Tia menyodorkan mangkuk puding lagi pada Reza.


Reza mencicipinya...


"yang ini lebih segar rasanya.. Tapi dua duanya enak..."... Reza menghabiskan ke dua puding itu.


"kalo begini terus bisa gemuk saya..."


Tia tertawa mendengar gurauan Reza.

__ADS_1


Reza beranjak pindah ke sofa depan televisi, perutnya terasa kenyang....


Tia berjalan masuk ke kamarnya.


"saya permisi mas..."... Kata Tia pamit


"kamu mengantuk..?"... Tanya reza


"belum sebenarnya mas..."


"kamu ga keberatan kan kalo kita berbincang dulu disini... Aku kekenyangan.."... Kata Reza sambil tertawa.


Tia ikut tertawa kecil... Tia duduk di sofa kecil di sebelah sofa panjang yang diduduki Reza.


" gimana pekerjaan mas Reza hari ini..?"... Tia berusaha mencari bahan obrolan.


" seperti biasa harus meeting dan meeting... lumayan capek"


"lain kali kalo mas Reza capek aku buatin jamu... mau..?.."... tanya Tia


"aku ga suka jamu.."... Sontak Reza menolak.


"enak kok... Ga pahit, cuma jahe, susu, madu sama kuning telur... mau aku buatin?"


"besok aja... Aku sudah kenyang"... Kata Reza menolak.


Hening...


Tia bingung mau bicara apa... Reza pun demikian.


" kalo surat ceraimu keluar apa rencanamu setelah itu..?" tanya Reza


"saya ingin hidup baru bersama Aska mas"


"semua ini berkat mas Reza... Terimakasih banyak mas, semoga Allah membalas segala kebaikan mas Reza,".... Ucap Tia penuh ketulusan.... Tia merasa berhutang budi pada Reza... tanpa Reza entah seperti apa hidupnya.


"aamiin.., sudah malam ayo kita tidur..."... Reza bangkit dari duduknya.


"iya mas... Selamat malam"... Tia mematikan televisi dan berjalan ke kamarnya.


Itulah awal dimana sekarang sudah hampir seminggu Reza selalu melewati malamnya sebelum tidur untuk berbincang dengan Tia di ruang televisi.


Menurut Reza Tia adalah pendengar yang baik... Tia akan mendengarkan semua cerita Reza sampai selesai, dan bila diminta pendapat Tia akan memberikan pendapatnya... Tia perempuan yang cerdas menurut Reza, dia bisa berbincang apapun dan Tia selalu bisa menanggapi nya... Reza menyukai itu.


Pagi itu Reza turun untuk sarapan.. dia tidak melihat Tia... biasanya Tia akan menyapanya saat turun sarapan, Reza melihat Aska sedang bermain dibelakang dengan pak Karto... "kemana Tia?".... Reza segan untuk bertanya pada bi Supi.


Reza sengaja berlama lama sarapan tapi Tia tetap tidak muncul jg... tadi malam Tia tidak bercerita apa2... apa ada Kata2nya yang salah tadi malam..?... sepertinya tidak.. tadi malam mereka tertawa bersama... Ada apa?


Reza berangkat ke kantor dengan tidak bersemangat...


"ada masalah pak..?.."... Tanya pak doni


"tidak ada pak... memang masalah apa..?"... Reza balik bertanya.


"raut muka pak Reza seperti kepikiran sesuatu...biasanya pak Reza semangat kekantor"


"tidak ada apa2 pak... agak ga enak badan aja, nanti tolong ambilkan berkas di kantor pak Faiz ya pak..".... Reza coba mengalihkan pembicaraan.


Di kantor Reza gelisah... Dia terus memikirkan Tia, Reza meraih handphone di meja... Dia buka aplikasi whatsapp dan mencari nama Tia....


Ragu dia akan mengirim pesan kepada Tia.


Beberapa kali Reza mengetik dan dihapus kembali... Reza jengkel sendiri... Segera dia letakkan handphone ke meja.


Dia ambil kembali...

__ADS_1


[ pagi Tia]... Terkirim


Cemas Reza menunggu balasan chat Tia, perasaannya terasa campur aduk... Baru kali ini dia merasakan ini padahal hanya chat... Kenapa dia segugup ini ??


[ pagi mas Reza...]


[ aku hanya melihat Aska tadi pagi... kamu kepasar?]... Terkirim


Ahhh... Bodoh pikir Reza... Pesan apa itu tadi... Reza meletakkan lagi handphonenya.


[ tidak mas.... Saya tidak enak badan masuk angin mungkin jadi belum keluar kamar]... balasan chat dari Tia.


Jadi dia sakit... Kenapa tidak kedokter..


Entah kenapa Reza tanpa sadar memencet tombol video call.


"pagi mas Reza..."... Tia menyapa Reza.


Reza masih terkejut menatap handphonenya menampilkan wajah Tia yg tampak agak pucat dengan senyum dipaksakan.. Wajah yang bikin Reza gelisah dari tadi pagi karena tidak melihatnya.


"mas... Mas Reza... Apa sinyalnya jelek ya..?"... Tanya Tia bingung


"eh engga... Eh iya... Koneksinya bermasalah mungkin"... jawab Reza gugup cepat2 mematikan teleponnya.


[ kamu siap2 ke dokter nanti di jemput pak doni ].. Terkirim


[ tidak usah mas.. Saya kemaren sudah ke dokter ]


[ pak doni sudah berangkat]


Tia menghela nafas panjang.. Reza aneh menurut Tia, apa dia lupa baru kemaren dia meminta pak doni mengantarnya ke dokter.


Pak doni tiba di rumah..


"tidak usah ke dokter pak... Kemaren baru juga dari dokter"


" saya juga tadi heran diminta jemput mba Tia.. Masa mau ke dokter lagi "


" saya juga ga ngerti mas Reza kok aneh gtu "


"mba Tia sakit apa..?"... tanya pak doni


"masuk angin aja pak... Saya sudah bilang ke mas Reza tidak perlu ke dokter tapi dia balas pesan saya katanya pak doni sudah berangkat"


"mas Reza memang tidak suka dibantah kemauannya.. dari pagi mas Reza ga tau kenapa wajahnya ditekuk terus"


"memang ada apa pak..?"


"Ga tau mba... Tadi saya tanya jawabnya gpp.. Kurang enak badan katanya"


"sakit..?.."... Tanya Tia yang dijawab gelengan kepala pak doni.


[ mas Reza sakit.?] terkirim


[ aku baik2 saja..]


[ tadi mas Reza bilang kurang enak badan kata pak doni..]


[ iya tadi... Sekarang engga..]


Sekarang engga... Karena aku sudah melihat senyumanmu Tia... Bisik Reza dalam hati.


Apakah aku mulai menyukai Tia ??


Tia wanita yang sederhana dengan rambut panjangnya, meskipun sudah memiliki seorang putra tubuh Tia tetap bagus langsing semampai, wajahnya cantik alami... Banyak perempuan yang lebih cantik dari Tia tapi Reza jatuh cinta pada senyum tulus Tia... Reza sangat menyukai itu.

__ADS_1


__ADS_2