Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Kecewa..


__ADS_3

Tia berjalan ke arah Taxi yg parkir di pinggir jalan.


Saat Tia hendak membuka pintu taxi ada tangan menarik tubuhnya... Tia tersentak... Seketika dia merasa tubuhnya kehilangan nyawa... Badannya lemas... Tia menatap Ari dengan wajah ketakutan.


Ari menarik Tia menuju mobilnya...


"dia istri saya pak..."... Kata Ari menjawab tatapan heran sopir taxi yang ada disitu.


Ari mendorong tubuh Tia ke arah mobilnya.


"aku tidak akan menceraikanmu..."


"tapi aku ingin bercerai darimu"


"jangan harap..!!"... Bentak Ari


" laki-laki pengecut"


"jaga bicaramu..!!.. aku bisa membunuhmu kalo aku mau"


"silahkan kalo kamu mau membunuhku... "... Tia tersenyum.


"kamu mau bunuh saya dimana..?.." nada Tia seperti mengejek Ari.


Tia menyandarkan kepalanya... tubuhnya terasa lemah..kekuatan itu telah hilang


Tia pasrah... Dia cukup lelah.. Setidaknya dengan merasakan siksaan Ari Tia akan merasakan secara utuh sakit yg dia rasakan... ada perih dihatinya saat melihat perempuan itu bermanja manja dengan Reza, ada perih dihatinya saat Reza mengatakan dia hanyalah "orang yang mengurus asisten rumah tangganya".... tapi bukankah itu benar, dia memang hanya pelayan di rumah Reza... Reza hanya berbaik hati menolongnya... tapi kenapa rasa ini begitu perih menggores batinnya.


Tia menangis...


"aku tidak akan menyakitimu" kata Ari... Ari mengira Tia ketakutan sehingga menangis.


" kamu mau bunuh aku pun, aku ga peduli" jawab Tia ketus


Ari menjalankan mobilnya


"aku mencintaimu Tia.."


"aku tidak.."


" kenapa kamu bisa berubah secepat ini Tia"


"tidak ada alasan untuk aku harus mencintai laki-laki menjijikkan sepertimu"


"jaga bicaramu Tia..".. Ari mulai emosi mendengar kata - kata Tia.


" itu kenyataan... Laki-laki apa namanya sudah punya istri tapi sibuk tiduri istri orang lain... Istri temannya... Seandainya makanan.. Dia sudah dikunyah temanmu kamu ikut memakannya... Menjijikkan"


Ari tiba-tiba mengerem mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.


Plakkkk....


"diam!!!..." bentak Ari


"jangan sampai aku emosi Tia"


"kenapa...?... Kamu mau membunuhku..?.. Silahkan.... Seorang suami membunuh istrinya sendiri karena ketahuan tidur dengan istri salah satu rekan kerjanya... Itu judul headline berita nanti"... Tia tertawa sinis.


Plakk....plakkk


"perempuan tidak tahu diri... Aku sudah menahan emosi kamu terus saja memancing emosiku... Kamu kira aku tidak bisa membunuhmu..?"


"kamu tidak punya cukup nyali untuk membunuhku... Seperti kamu juga tidak punya cukup nyali untuk berhadapan dengan suami perempuan itu... Kamu pengecut!!!".... Tia menyeringai sinis


" aku bisa bunuh kamu sekarang".... Ari berkata sambil mencekik leher Tia.


Tia merasa sulit bernafas dan terasa sakit di lehernya... Tapi dia tersenyum.... Mungkin ini saatnya.... Dada Tia mulai sesak, dia tidak bisa bernafas.... Tia memejamkan mata.


Brakkk!!!.... Brakkk!!!....


Ari melepas tangannya dari leher Tia...seketika Tia langsung terbatuk batuk... Ada darah keluar dari mulutnya... Tampak 2 orang pria menggebrak mobilnya.

__ADS_1


"keluar!!.... Keluar!!..." Teriak laki-laki itu


"kalo kamu tidak keluar aku pecahkan kacamu... Keluar!!!......." perintah pria itu .


Ari keluar dari mobilnya..


Bugggg!!!.... Ari menerima pukulan diwajahnya...


"mas Fian...".. Gumam Tia


"kamu baik-baik saja Tia.? .."... Tanya Fian sambil membuka pintu mobil Ari.


"gpp mas..."... Jawab Tia masih terbatuk batuk


Fian menarik tubuh Tia agar keluar dari mobil Ari dan menuntun Tia untuk masuk ke mobilnya.


"ke rumah sakit pak..."... Perintah Fian pada sopirnya.


"tidak usah mas... Saya gpp"


"lehermu ga sakit.?"... Tanya Fian sambil menarik tengkuk Tia mengamati lehernya... Ada bekas lebam di leher Tia.


"minum Tia..."... Fian membuka botol air mineral dan menyodorkannya pada Tia


"terimakasih mas..."... Tia meminumnya dan seketika terbatuk batuk..


Fian meraih tissu dan menutupkan ke mulut Tia... Fian menepuk nepuk punggung Tia lembut, dan terkejut Fian saat melihat tissu ditangannya... Ada darah..


"kamu diapakan sama Ari Tia..?..apamu yang sakit..?.. kita ke rumah sakit"


"tidak usah mas... Tadi dia cuma menampar dan mencekik saya, saya gpp mas"


Fian mengusap usap punggung Tia.


"kita ke rumah sakit aja.." kata Fian kembali


Tiba di rumah sakit Tia segera diantar Fian ke IGD...


Dokter segera memeriksa Tia....


" kita ke Coffee Shop dulu Tia..."


"Tia menurut dan berjalan di sisi Fian"


"mau pesan apa..?.."


"terserah aja mas yg penting dingin..."


Fian memesan Coffee milk dan strawberry smoothie untuk Tia


"kenapa kamu bisa bersama Ari Tia..?... Bukannya tadi kamu pulang bersama Reza..?.."


"tadi mas Reza bertemu temannya di depan kantor mas Fian... Mereka akan pergi makan siang makanya saya turun di halte, saya mau naik taxi aja pulang"


"perempuan..?.."


Tia menggangguk.. "namanya Anggie mas.."


Fian menarik nafas panjang... Anggie tadi memang ada janji untuk bertemu dengannya, jadi karena itu Anggie batalkan janjinya tiba-tiba, padahal sebelum itu Anggie mengirim pesan dia sudah on the Way.


" aku kabari dulu Reza kejadian ini..."


" jangan mas... Tidak usah, mereka sedang makan siang mas .. Saya tidak mau makan siang mereka terganggu Gara2 saya"


Fian merasa ada yang aneh dari nada suara Tia.


" kenapa Tia..?..."


"tidak ada apa apa mas....."


"mas Fian...."

__ADS_1


"ya...".....percakapan mereka terputus saat pesanan mereka datang


"berapa lama lagi proses perceraian saya mas..?.."


"mungkin 2 minggu lagi"


"apakah saya bisa tidak perlu hadir di persidangan mas..?.."


"tidak perlu Tia... Saya yang akan mewakili kamu... kenapa Tia..?"


"semua akan selesai mas.. Saya bisa segera menata hidup baru saya bersama Aska..."


"kamu punya rencana apa..?.."


"saya ingin sewa ruko mas... Yang biasa aja yang penting bisa saya pakai jualan dan bisa sebagai tempat tinggal saya dan Aska"


"kenapa harus pindah dari rumahnya Reza...?.."


"saya tidak bisa tinggal disana seterusnya mas..."


"ada apa Tia.... Bicara lah padaku Tia, anggap saja aku temanmu.."... Fian membujuk Tia agar mau cerita padanya.


Tia menunduk dan mulai menangis.... Fian berpindah tempat duduk ke samping Tia.


"ada apa..?..apa karena Reza dan Anggie...?"... Fian bisa menebak kesedihan Tia, meskipun Tia pernah berkeluarga tapi sepertinya Tia begitu polos dan lugu tentang perasaannya.


Tia menggangguk.


"saya yang salah mas... Saya seharusnya tau diri saya siapa, saya salah menafsirkan perhatian mas Reza... Mas Reza juga tidak pernah menyatakan apa - apa , mas Reza hanya orang baik yang berusaha menolong saya.... Saya malu mas... Malu dengan perasaan saya, malu karena kejadian tadi di kantor mas Fian... Saya benar2 ga tau diri... "


Fian mengusap usap punggung Tia..


" sudah... Lupakan.. Jangan nangis lagi "... Kenapa kamu harus menyakiti perempuan sepolos Tia Reza.... Fian menarik nafas panjang.


" mas Fian... Boleh tanya..?.. "


" tanya apa..?.. "... Jawab Fian sambil tersenyum.


"Anggie siapanya mas Reza..?.."


Hekss!!... Seketika Fian tersedak minumannya sendiri... Fian terbatuk batuk.


"pelan mas..."... Ucap Tia sambil ganti dia mengusap usap punggung Fian.


Fian bingung bagaimana harus menjelaskan pada Tia.


"kalo mas Fian ga bisa jawab gpp...ini nomor saya mas... Kalo ada apa-apa tentang perceraian saya mas Fian hubungi saya aja ya".... Tia menyodorkan handphone nya... Tia memang tidak mengingat nomor ponselnya.


Fian meraih ponsel Tia dan mengetik sesuatu di ponselnya... Hp Tia berdering...


" itu nomorku... Kalo ada apa-apa kamu butuh bantuan jangan sungkan telepon aku.."


"baik mas... Terimakasih banyak...sudah terlalu lama saya pergi mas... Saya permisi pulang, kasian Aska"


"aku antar kamu pulang..."


"tidak usah mas... Terimakasih"


"jangan membantah... Udah ayo aku antar"


Mereka tiba di halaman rumah Reza.


"terimakasih banyak mas Fian..."... Tia turun dari mobil Fian.


Fian melambaikan tangannya pada Tia... Tia sedikit membungkukkan badannya.


"mba Tia gpp..."


"mba Tia baik-baik aja kan.?..".. Tanya Bi Supi dan mba Yati cemas.


"saya baik-baik aja Bi... Mba...terimakasih, Aska mana mba..?.."

__ADS_1


"itu mainan mobil2an dibelakang"... Kata mba Yati


Tia segera menghampiri Aska dan memeluknya... Rasa sakit yang Tia rasakan sedikit berkurang karena ciuman putra semata wayangnya..


__ADS_2