
Di rumah Reza....
"kenapa chat ku tidak dibalas hanya di read saja..?.."...Reza mulai gusar.
Reza mencoba menelepon Tia tapi Tia tidak melihat karena posisi ponsel Tia terbalik dan volumenya kecil.
Reza segera turun tanpa ganti baju... dia hanya memakai celana pendek dan kemeja lengan pendek... Buru - buru menuruni tangga dan berteriak memanggil Pak Doni.
"ada apa Pak Reza..?"
"kita ke tempat Tia.. Sekarang"
Meskipun agak bingung Pak Doni segera menyiapkan mobil... perjalanan dari rumah Reza ke toko Tia memakan waktu 15 menit... begitu tiba di depan toko Tia Reza segera turun dan masuk ke dalam..
"owhhh... Jadi gini ya..."... Ucap Reza sambil berkacak pinggang
"Mas Reza.... ada apa...?.. ."... Tia kaget melihat kedatangan Reza
"dari tadi aku chat cuma di read aja... Di telepon tidak di jawab..."... Reza menggerutu.
"halahhh... Kayak emak - emak aja kamu Za... Ngomel ga jelas"... Fian melempar tissu ke arah Reza.
Tia meraih ponselnya... Ada 5 panggilan tak terjawab dari Reza.
"maaf tadi asik cerita trus ponselnya terbalik jadi ga liat kalo ada telepon"... Tia mencoba menjelaskan
" aku kuatir sayang....".. Ucap Reza sambil mendekati Tia
".. Hihhh... Geli lihatnya Za"... Protes Fian
"diam kamu... Sudah punya tunangan juga masih sirik aja"... Jawab Reza.
" iya... Fian ga romantis... tadi aku minta cincin seperti yang kamu berikan ke Tia aja dia malah nyuruh aku minta ke kamu"... Riska masih kesel ternyata.
" yehhh.. Ngadu... Biar apa coba.."... Fian menghempaskan tubuhnya ke sofa
"biar di beliin..." jawab Riska sambil tertawa menjulurkan lidahnya ke Fian.
"ya udah... Kasi itu cincinmu ke Riska Tia... nanti biar Reza beli lagi duit dia ga akan habis untuk beli cincin itu 1 lagi.."... Kata Fian seenaknya..
"lho.."... Tia melongo mendengar kata - kata Fian
"enak aja... Ga ada... itu cincin spesial buat istriku tersayang..."... Jawab Reza cepat.
"nikah juga belum dah ngakuin istri... pikirkan lagi Tia... Kamu kalo menikah sama Reza dikurung terus di kamar.. biar ga hilang"... Ejek Fian.
"mas Fian bisa aja..."... Jawab Tia
"ih beneran... Aku akan mengurungmu dikamar bersamaku.."... Ucap Reza menggoda Tia
"hustt.. Mas Reza ngomong apaan sih.."
Mereka semua tertawa...
"dah... Pada pulang gih... Sudah malam, kasian Tia capek...".. Usir Reza
"mulai sok berkuasa dia ngusir - ngusir kita... rumah dia juga bukan".. Ledek Fian.
"nanti aku beli ruko ini buat istriku..."... Jawab Reza enteng
"minta apalagi Tia... Masa cuma Ruko... Duit dia ga akan habis kalo cuma belikan kamu 10 ruko...,kita pulang sayang... Tia sekarang punya satpam"... Fian berkata sambil menggandeng tangan Riska.
"mba Riska... Tidak bawa kue..?.."... Tia berkata cepat.
__ADS_1
" eh.. Iya lupa... Aku ambil deh.."... Riska segera mengambil kotak dan memasukkan beberapa dessert dan cake
"itu ga bayar..?.."... Tanya Reza
"mas.. Ihh..".. potong Tia
"rugi istriku kalo terus dipalak gini.. ck.. ck.. ck..." kata Reza lagi
"tuhh lihat pelit mana... Dia cuma karena sekotak kue aja sudah ngomel.."... Ucap Fian... Mereka semua tertawa..
"udahhh... Hati - hati mas Fian.. Mba Riska"... Tia memeluk Riska erat.
"selamat ya Tia... Aku ikut seneng"... bisik Riska... Tia tersenyum
"ayo pulang sayang.... daripada kita di usir.. eh kalian juga buru - buru pulang...owner baru nya galak".. Kata Riska sambil menggandeng tangan Fian dan berjalan keluar.
"mas Reza mau coklat hangat..?.."
"yang dingin aja..."
"duduk mas... Tia buatin"
"Reza duduk di sofa depan melihat sekeliling toko Tia.."
"mba ini rumahnya mana..?..".. Tanya Reza pada karyawan Tia
"saya dekat sini aja pak... Bisa jalan kaki.."
"kalo yang satunya..?.."... Tanya Reza lagi
"saya agak jauh pak... Saya bawa motor.."
Reza mengeluarkan sejumlah uang...
"ini uang transport buat satu bulan.." Reza menyerahkan sejumlah uang pada kedua karyawan Tia.
" tapi pak.." kata mereka bersamaan.
"udah terima aja... Saya hanya minta bantuin istri saya kelola tokonya"
"pasti itu pak.. Terimakasih"
Reza hanya menggangguk
"kami permisi kalo begitu pak..."... Karyawan Tia kemudian masuk ke dapur akan pamit pada Tia.
"bu.. Kami pulang dulu... Bu Tia... tadi kami di beri uang sama Pak Reza katanya uang transport 1 bulan...".. Dian menunjukkan uang pemberian Reza.
Tia hanya tersenyum .. " terima aja... Alhamdulillah rejeki kalian"
"ya udah kami pamit bu..."...
Mereka berdua berjalan keluar dari toko Tia dan mengangguk saat melewati Reza.
Reza hanya tersenyum membalas anggukan karyawan Tia.
"minum mas..."... Tia menyodorkan coklat dingin untuk Reza.
"mas Reza mau cake.. Mau rasa apa..?.."
"masih kenyang aku sayang... Coklat ini aja"
"Aska berangkat sekolah jam berapa..?"
__ADS_1
" jam 7 mas... kenapa?.."
"mulai besok biar aku yang antar Aska sekolah..."
"tidak usah... Mas Reza kan berangkat ke kantor jam 8..belum sarapannya, biar saya aja mas yang antar... Deket sini aja kok"
"deket gimana... Ya ga deketlah..." potong Reza.
"Aku nanti berangkat dari rumah lebih pagi... Malam berangkat juga gpp.."
"ngapain malam - malam berangkat..?...memangnya ga tidur..?.".. Tia tertawa
"ya tidur sinilah..."... Jawab Reza enteng
"haiss... Mas Reza.."
"Aska kalo pagi sarapan..?..".. Tanya Reza
"iya.. Sarapan mas... kenapa..?"
"keberatan ga kalo pagi buatin sarapan untuk satu orang lagi...?..".. Reza tersenyum genit.
"maksudnya gimana..?..." tanya Tian bingung
"kalo pagi aku sarapan disini... Boleh..?.."
Tia tersenyum... "boleh..."
"nah gitu... jadi istri yang nurut sama suami.."
"hihhh mas Reza..."
"besok pagi aku kesini jam 6.."
"kepagian mas..."... Tia tertawa
"kapan kita menikah Tia..?... Aku pengen cium kamu..."... Reza memasang wajah memelas...
" astagfirullah.... Ni orang kenapa ya..."... Gerutu Tia
Reza tertawa... " besok aku suruh Fian urus semuanya... Kamu siapin berkasnya ya sayang"
Tia mengangguk..."udah malam... Mas Reza pulang, istirahat.."
"iya.. Aku pulang... Hati - hati ya... Pintunya sudah dikunci semua kan..?..."
Tia mengangguk... Berjalan mengantarkan Reza di depan pintu...
"udah jangan antar diluar, sampai sini aja sudah malam..."
"hati - hati mas...."
"i love you sayang...."... Ucap Reza genit sambil mengedipkan sebelah matanya.
Tia tertawa... Dan kemudian mengunci pintunya.
Tia berjalan menaiki tangga di lantai atas... Tia sengaja duduk di depan jendela menatap langit yang bertabur bintang.
" sebagai manusia kita hanya harus percaya semua yang terjadi adalah untuk kebaikan kita... Allah sudah mengaturnya, kita hanyalah makhluk lemah yang memiliki banyak keinginan tanpa tahu keinginan mana yang membawa kita dalam kebaikan.... berpasrahlah.... biarkan Allah yang memilihkan untuk kita... "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terimakasih sudah membaca tulisan saya... Ada novel baru saya masih dalam proses review..
__ADS_1
Judulnya..." Cinta tak mengenal jarak"
Terimakasih untuk supportnya... Salam