
Ari aditama
---------------------------------------
Perasaannya berkecamuk membaca surat itu... Surat panggilan dari Pengadilan Agama yang harus dia hadiri besok pagi karena istrinya telah menggugat cerai dirinya.
Jadi Tia sudah seberani itu..
Seharusnya dia bahagia... Dia bisa leluasa menikmati cinta nya bersama vivi tanpa ada yang mengganggu.
Sekarang.. Kapanpun ada waktu dia bebas menumpahkan rasa rindunya pada Vivi... Mereka bisa memadu kasih di rumah Ari tanpa bingung mencari tempat lagi tanpa takut ketahuan... Ari akan langsung masukkan mobil di garasi dan akan menutup pintu garasi sehingga tidak ada tetangga yang tau bahwa didalam mobil itu juga ada Vivi , dia bahagia bisa memiliki Vivi meskipun saat ini dia masih harus berbagi.. Tapi vivi berjanji akan secepatnya mengurus perceraian dengan suaminya. Vivi selalu berusaha meyakinkan Ari bahwa dia sudah tidak cinta lagi pada suaminya, cinta Vivi hanya untuk Ari... Dan Vivi meyakinkan bahwa dia sudah lama tidak pernah tidur sekamar lagi dengan suaminya... mereka telah lama pisah ranjang karena alasan itulah dulu Ari ingin segera pisah dengan Tia.. Karena Vivi meyakinkan Ari bahwa Vivi milik Ari maka Ari juga harus jadi hanya milik Vivi.
Ari sangat gelisah... dia ingin menenangkan hatinya dalam dekapan Vivi.
Segera Ari meraih handphone nya.
[ ping]... Itu adalah pesan kode dari Ari
[ kenapa sayang..?]
Ari menelepon Vivi
"Tia menuntut cerai..." kata Ari
Vivi hanya terdiam...
"tapi baguslah... dengan begitu kita bisa segera bisa selalu bersama, kamu juga segera urus perceraian dengan suamimu ya sayang... Aku selalu ingin didekatmu"... Rayu Ari.
"iya... Nanti secepatnya ya sayang..".. Kata Vivi
"suamimu kemana?"
"Ga tau kemana... Aku juga tidak mau urusin dia dimana, mungkin dia tidur di tempat temannya"
"aku ingin memelukmu sayang..."... Rengek Ari,... saat ini dia merasa sangat gelisah.
"sayang... Aku ngantuk, aku tidur dulu ya...."... Vivi langsung menutup teleponnya.
Ari memandang handphone ditangannya dengan heran.. Dia mencoba menelepon Vivi kembali... Nomornya tidak aktif.
Ari berbaring gelisah di kamar.... Suaminya Vivi tidak ada, sebaiknya dia jemput Vivi.. dia ingin memadu kasih meskipun hanya sebentar... segera dia meraih kunci mobil dan melaju menuju rumah Vivi... Ari berhenti di depan rumah Vivi mengamati keadaan.
Ari mengernyitkan keningnya... "katanya pergi kok masih ada mobil suaminya"... Ari melihat mobil Pajero sport merah terparkir di garasi mobil Vivi... Berarti suaminya di rumah..
Ari mencoba menelepon Vivi kembali... masih tidak aktif.
Lama Ari mengamati rumah Vivi... Dan betapa terkejutnya Ari, Vivi keluar dari rumahnya sambil bergelayut manja di lengan suaminya... Ari juga melihat jelas Vivi mencium pipi suaminya... Ari memundurkan mobilnya perlahan, sepertinya Vivi dan suaminya akan keluar... Benar... Mereka keluar, Ari sengaja mengikuti mereka berdua... Mereka masuk ke sebuah restoran... Ari juga ikut masuk ke dalam, dan duduk agak di sudut membelakangi Vivi dan terhalang bunga gantung.
__ADS_1
"terimakasih sudah menjadi istri terbaik ayah selama ini ma..." kata suami Vivi sambil mengecup pipi kanan Vivi.
"terimakasih juga sudah menjadi suami terbaik untuk mama selama ini ayah... Mama cinta sama ayah...".... Vivi tidak sadar, ada seseorang yang begitu marah mendengar kalimatnya.
Jadi selama ini aku dibohongi...
Jadi selama ini mereka baik2 saja...
Jadi....
Jadi...
Kurang Ajar!!!.... Ari menahan amarahnya karena tidak mungkin dia meluapkan amarahnya ditempat itu.
Perempuan ******!!!.. Teriak batin Ari.
"trimakasih ayah sayang ...love... Love... Love..." terdengar Vivi tertawa ceria sambil menciumi wajah suaminya... Ari melirik... Sepertinya suami Vivi memberikan sebuah hadiah cincin untuk istrinya.
Ari segera beranjak... Dia tidak cukup kuat menahan emosinya.
Begitu sampai dimobil Ari memukul setir mobilnya.. "Arghhhhh!!!.... kamu sudah membohongiku".... Ari menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi...
Ari pulang ke rumahnya dengan lemas 2 tahun lebih Ari dibohongi.. Teringat kembali kata2 yang diucapkan Tia sambil menangis.
"kamu dibohongi pa..."
"saya tidak terima karena laki2 yang saya hormati, saya sayangi, dilecehkan seperti itu.... Kamu cuma dibohongi"
Saat itu Tia mengucapkan kalimat itu diantara derai air matanya... Tapi dia tidak mau mendengar, dia terlalu mengikuti nafsu... Dan tertipu rayuan Vivi.
Ari duduk di sudut kamarnya dan menangis..... Ari memukul lemari pakaiannya, memukul dinding untuk meluapkan emosinya.
"perempuan ******!!".... Teriaknya
Ari merasa tubuhnya terjun bebas ke dalam jurang... Dia kecewa, marah, dan yang lebih besar adalah rasa sesal karena kebodohannya sekarang dia harus kehilangan istri dan anaknya.
Ari menangis...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ternyata Ari tertidur dilantai tadi malam... Ari terbangun dengan lemas, dia segera berjalan ke arah dapur dan membuat secangkir kopi.
Ari meraih ponselnya mencoba menghubungi Vivi..
" pagi sayang..."... Sapa Vivi manja
"aku ingin bertemu denganmu...aku tunggu ditempat biasa".. Jawab Ari dingin.
__ADS_1
"oke sayang... 15 menit lagi aku kesana"
Ari menutup telepon, menyeruput kopi yang telah dia buat tadi... Di hatinya masih dipenuhi amarah.
"perempuan ******..!!.."... Sungutnya.
Ari tiba di depan sebuah minimarket.. Ditempat itulah biasa Ari dan Vivi bertemu kemudian Vivi akan berpindah masuk ke mobil Ari dan kemudian pergi menuju rumah Ari, dan begitu juga saat ini... Vivi segera keluar dari mobilnya dan berpindah masuk ke dalam mobil Ari.
"hai sayang..."... Sapa Vivi manja sambil mencium pipi Ari.
Ari hanya diam.. tidak membalas ciuman Vivi ataupun tersenyum padanya.
"kamu kenapa..?... marah..?"... Tanya Vivi
"kamu membohongiku"... bentak Ari
"bohong apa..?.."... tanya Vivi heran
"kamu benar-benar perempuan ******!!"
"maksudmu apa..?"
"apa bukan perempuan ****** namanya yang masih punya suami tapi masih mau tidur sama laki-laki lain, kamu sudah menipuku!!.."... Kata Ari geramm
Ciittt!!!!.... Seketika mobil Ari berhenti mendadak
Plakkk... Plakkk!!!
Vivi kaget menerima tamparan Ari,
Ari mencekik leher Vivi.
" le..lep..lepaskan aku.. "... Suara Vivi ketakutan.
" kamu sudah membohongiku... Kamu sudah menghancurkan keluargaku... kamu tahu.. aku merasa jadi manusia bodoh yang rela kehilangan istri dan anaknya demi perempuan ****** seperti mu!!"
Plakkk!!!...Ari menampar Vivi kembali
Vivi hanya terdiam ketakutan dan menangis.
" kamu salah.... siapa yang bilang ke kamu..? "... Vivi mencoba membela dirinya di sela2 air matanya.
" tidak ada yang bilang... aku lihat sendiri, bukankah tadi malam kalian pergi berdua, kamu memeluknya, menciumnya... Kamu masih mau bilang kalian tidak tidur sama???... bodohnya saya ".... Ari sangat geram
Plakk... Plakk!!
"turun kamu!!... daripada aku membunuhmu sekarang juga... Dan ingat, kamu sudah menghancurkan keluargaku... aku juga akan melakukan hal yang sama pada keluargamu"... Ari membuka pintu mobilnya dan mendorong tubuh Vivi agar segera keluar dari dalam mobilnya... Begitu Vivi keluar Ari segera menutup pintu mobil dan melaju kencang meninggalkan Vivi yang tampak berantakan dipinggir jalan.
__ADS_1
Saat dirasa cukup jauh Ari menghentikan mobilnya di sebuah taman dan menangis... Menangisi semua kebodohannya.