
Mereka tiba di rumah yang memiliki halaman yang luas.... Sangat mewah.
Tia tertegun menatap rumah Laki2 itu yang ternyata bernama Reza... Setidaknya dia ingin dipanggil begitu... Reza
"bi... Ini.. Namamu siapa?"... Tanya Reza pada Tia tiba2
"saya Tia..."
"owh iya... Bi ini Tia... Dia akan tinggal disini bersama putranya dan dia yang akan bertanggung jawab atas semua urusan dirumah ini,... Ini bi Supi dia sudah lama disini dan hanya dia yang boleh memasak dirumah ini, ini yati yg merawat rumah dengan pak karto... ".. Reza mencoba menjelaskan.
" antar Tia ke kamar tengah bi... "... Perintah Reza
" yati... Pergi sama pak doni ke toko pakaian dan belikan pakaian untuk Tia dan Aska ".. Reza mengatakan sambil menyerahkan uang kepada yati.
" kebanyakan sepertinya ini mas Reza..."... Jawab yati menerima uang itu
" belikan beberapa... Dia tidak punya baju sama sekali... Tanya pada Tia apalagi yang dia butuhkan "... Reza berkata sambil berjalan ke arah kamarnya.
"istirahat dulu neng Tia... Sepertinya neng Tia cukup lelah..." bi Supi bisa melihat rasa lelah dan kesedihan di wajah Tia.
"terimakasih bi... Boleh saya peluk bi Supi"... Kalimat Tia membuat bi Supi bingung dan hanya mengangguk...Tia memeluknya erat... Dan meminta Aska bersalaman dengan bi Supi... Aska meraih tangan bi Supi dan menciumnya.
Kemudian bi Supi pamit ke belakang melanjutkan pekerjaannya.
"mba Tia...."... Terdengar suara Yati mengetuk pintu
"ya mba...." Tia membuka pintu sambil tersenyum ke arah Yati
"saya disuruh mas Reza belikan baju dan keperluan untuk mba Tia, mba Tia butuh apa aja?"...
"saya jadi tidak enak merepotkan...."
"tidak apa mba... Sekalian saya jalan2".... Ucap mba Yati tersenyum ceria
Tia hanya minta dibelikan kaos dan celana panjang untuknya, juga baju dalam dan 2 stel pakaian saja untuk Aska
Kemudian mba yati pamit... Dan kembali Tia memeluk mba Yati dan Aska mencium tangan mba Yati.
Aska asik bermain mobil barunya dikamar.
"nak... Untuk sementara kita tinggal disini, Aska ga boleh nakal ya... Mami disini sambil kerja... Mami bantu bi Supi dibelakang ya, Aska mainan disini..."
__ADS_1
Aska mengangguk....
Tia keluar dari kamarnya..
"mba Tia... Saya tunjukkan bagian2 rumah sini ya" kata bi supi
"iya bi..."... Tia mengikuti langkah bi Supi...
Bi Supi menjelaskan setiap ruangan... Di bagian bawah ada ruang tamu, ruang tengah dan 2 kamar yg salah satunya dia tempati.... Ruang makan, dapur bersih dan kebelakang lagi ada dapur kotor, kamar bi Supi, mba yati dan pak karto serta tempat cuci jemur... Disamping ada taman dan ada kolam renang .
Di lantai 2 ada 3 kamar, 1 kamar Reza, ruang kerja dan yang 1 kosong... Ditengah ruangan ada televisi besar dan bermacam alat elektronik dan game, ada balkon diatas yg bisa melihat taman dan kolam renang dibawahnya.
Setelah mengantarkan Tia melihat rumah bi Supi pamit ke dapur melanjutkan menyiapkan makan malam,Tia mengikuti dari belakang...
"saya bantu ya bi..."... Jawab Tia seraya meraih pisau untuk membantu bi Supi
"jangan neng.... Yg boleh memasak disini hanya saya.. Nanti mas Reza marah kalo beda rasa masakannya".. Bi Supi menjelaskan
"owh...".. Tia segera meletakkan pisaunya dia takut membuat laki2 yg telah menolongnya marah.
"jadi saya bantu apa bi..?... Atur meja makan saja ya ..?"...
"iya neng..."
Makanan telah siap di meja... Bi supi ke belakang.. Tia mengikuti
"mas Reza tidak dipanggil makan bi..?"
"tidak perlu neng.... Mas Reza selalu makan jam 7 tepat... Kalo jam 7 dia belum turun berarti dia sedang sibuk dikamarnya dan tidak mau diganggu"
"owh..."..... Tia mengangguk....mas Reza orangnya kaku ternyata, Tia semakin takut berbuat kesalahan.
Dan benar... Tepat jam 7 tampak Reza keluar dari kamar, menuruni tangga dan menuju meja makan.
"yati belum pulang..?"... Tanya Reza pada Tia
"belum mas...".. Jawab Tia sambil tetap duduk di dapur bersih mencoba menata tempat2 saus
Sesekali Reza melihat ke arah Tia.... Tia tetap sibuk dengan botol2 sausnya, tidak pernah sekalipun dia mencuri pandang ke arah Reza.
Reza pria tampan dengan tubuh atletis banyak perempuan yg selalu menatapnya bahkan karyawati di kantornya...sedangkan perempuan ini tidak... Mungkin dia terlalu sakit hati pada suaminya hingga tidak tertarik pada laki2 batin Reza.
__ADS_1
Padahal tidak.... Tia berusaha menjaga tingkah lakunya, Tia sudah sangat berterimakasih Reza sudah menolongnya. Tia berusaha tidak mengecewakan Reza.
"Tia..saya ingin bicara..".. Panggil Reza
"ya mas...".. Tia segera mendekat
"duduk.."
Tia segera menarik kursi dan duduk dihadapan Reza.
Reza menyodorkan sejumlah uang.
"ini untuk keperluan rumah ini selama 1 minggu... Aturlah semua, saya tidak mau tau.. Kalo kurang kamu bisa minta lagi pada saya..."
"apa ga kebanyakan mas.."... Tanya Tia heran
"Aturlah..."... Jawab Reza singkat
"baik mas..."... Tia menerima uang itu, 5 juta 1 minggu.... Belanja apa seminggu sampai habis 5 jt pikir tia.
"saya simpan dulu mas..."... Kata Tia pamit
Reza hanya mengangguk... Dan beranjak ke kamarnya karena dia telah selesai makan malam dan masuk kembali ke dalam kamarnya, kemudian keluar lagi dengan dandanan yg telah rapi seperti akan pergi ke sebuah acara.. Dan berpapasan dengan mba yati yg baru pulang belanja .
"Ga kurang lama mba..."... Reza berkata sambil tersenyum.
Mba yati hanya nyengir saja.
Reza segera berlalu dan mba yati menutup pintu.
"mba Tia... Ini bajunya..."
Tia membuka pintu kamar... Heran... Banyak sekali
"banyak sekali mba...."
"ini pun masih ada kembalian uang dari mas Reza mba... Mas Reza bilang belikan semua... Saya sampai bingung mau belikan apalagi" mba yati menjelaskan
"mba... Trimakasih ya...".... Tia berkata sambil merasa terharu
"Sama2 mba Tia.. Jangan sungkan, kita disini satu keluarga, sudah makan ?... Ayo makan Sama2 mba.. Aska mana?... Aska... Ayo maem, bu yati suapin..."... Ajak mba yati pada Aska
__ADS_1
Mereka makan bersama di meja dekat taman sambil bercerita.