
Anggie terus saja mengganggu Reza... seakan dia tidak terima Tia menjadi istri Reza.
Anggie sudah tidak bisa menghubungi Reza lagi karena nomor ponselnya telah diblokir Reza.
Anggie memikirkan cara untuk bisa mendapatkan Reza kembali.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"sayang... Ikut aku ke kantor, kamu siap2 ya"... kata Reza.
"ada acara apa mas..?"
"Ga ada apa-apa, biar orang kantor tahu kalo aku sudah memiliki istri yang sangat cantik..."... kata Reza sambil mencium pipi Tia.
Pagi itu Tia ikut Reza ke kantor... mereka mengantar dulu Aska ke sekolah kemudian terus ke kantor Reza.
Reza terus menggenggam tangan Tia saat berjalan memasuki kantornya, Tia tampak anggun dengan baju muslim warna merah maroon dan jilbab hitamnya.
"kita mau ngapain sih mas..?"... tanya Tia bingung.
"sebentar saja sayang.... hanya memperkenalkan istri cantikku ini"... Reza terus menggandeng tangan Tia menuju ruang meeting.
"saya mau semua hadir di ruang meeting... Termasuk resepsionis dan scurity di depan, pokoknya semua"... perintah Reza pada sekretarisnya
"duduk disini sayang..."... Reza mengajak Tia duduk di sampingnya
Setelah semua karyawan berkumpul Reza berdiri.
"selamat pagi semua.... hari ini saya akan memperkenalkan pemilik baru perusahaan kita,... terhitung mulai hari ini perusahaan ini adalah milik istri saya Tia ayurasti , saya hanya pengelola... Semoga dibawah kepemilikan istri saya perusahaan ini semakin berkembang..... Dan saya akan menandatangani penyerahan perusahaan ini di hadapan anda sekalian... Mana berkas yang harus ditanda tangani "... Tanya Reza pada Fian.
Fian menyerahkan berkas surat hibah yang akan di tanda tangani oleh Tia dan Reza.
Tia masih bingung dengan apa yang terjadi, apa maksud Reza dengan semua ini...
" tanda tangan disini Tia... "... Fian menyodorkan berkas.
" mas.. Ini ada apa..?.." tanya Tia berbisik pada Reza
"nanti aku jelasin sayang... Tanda tangani saja dulu, percaya padaku.."... Reza mencium jilbab Tia.
"ehmmm...".... Fian berdehem memberi kode pada Reza bahwa bukan hanya mereka berdua di ruangan ini.
Tia menandatangani berkas2 itu... Begitu juga dengan Reza.
"baiklah... Terimakasih atas perhatiannya, dengan demikian telah resmi perusahaan ini menjadi milik istri saya Tia ayurasti.."... Ucap Reza menutup acara perkenalan antara karyawan dengan pemilik perusahaan yang baru.
"selamat datang di perusahaan bu... Saya sekretaris pak Reza..."
"saya bagian resepsionis bu..."
Beberapa karyawan memperkenalkan diri pada Tia..
__ADS_1
Reza dan Tia berjalan memasuki ruangan kerja Reza diikuti Fian.
" coba jelaskan ini semua mas...." pinta
Tia pada Reza
"mas Fian ini ada apa..?"... Tanya Tia
"aku juga tidak mengerti keputusan Reza ini Tia... Dia kemaren mendadak minta aku mengurus berkas hibah itu"... Fian juga menatap Reza meminta penjelasan.
"ini salah satu cara untuk menyelamatkan aku sayang.... Kalo aku tidak memiliki perusahaan ini tidak akan ada lagi perempuan yang akan mengangguku, mana ada perempuan yang mau dengan laki-laki yang tidak punya apa-apa, nanti aku juga akan balik nama semua hartaku atas namamu sayang... "... Reza berusaha menjelaskan.
" kalo begitu kamu juga jangan mau dengan lelaki miskin ini Tia "... Kata Fian mengejek Reza...
Reza tertawa..." tidak mungkin istri tersayangku setega itu padaku"
"lalu saya harus gimana mas..?"... Tanya Tia bingung
"kamu tidak perlu gimana - gimana sayang... Aku akan mengelola perusahaan seperti biasa kepemilikan saja yang akan berpindah nama menjadi milikmu, atau.... aku perlu menyiapkan meja kerja untukmu..?"... Tanya Reza menggoda.
"jangan mas... saya lebih suka di rumah dan di toko saja..."... Ucap Tia.
"Fira... Antarkan istriku berkeliling melihat kantor".... Reza menelepon bagian resepsionis di kantornya.
Tok... Tok... Tok
"masuk...".... Perintah Reza
"sayang... Pergilah melihat lihat kantor di temani Fira"... Ucap Reza sambil menggenggam tangan Tia.
"aku kembali ke kantorku kalo begitu..."... Fian berdiri, dan berjalan keluar ruangan Reza
"mari bu..."... Kata Fira ramah
"aku keluar dulu mas..."... Pamit Tia... Reza mengangguk sambil tersenyum.
"namanya siapa..?..." tanya Tia ramah
"saya Fira bu... saya bagian resepsionis"... Jawab Fira
Tia berkeliling ditemani Fira... Semua karyawan mengangguk hormat saat berpapasan dengan Tia.
"ini pantry bu..."... Fira menjelaskan saat mereka tiba di pantry.
Tia masuk dan melihat keadaan di dalam... Dia buka laci2 lemari. Tersedia teh, kopi, dan susu.... tapi tidak tersedia camilan apapun.
"tidak di siapkan kue2..?"... Tanya Tia
"tidak bu..."... Jawab Fira
"besok akan saya siapkan kue untuk Coffee time jam 10 dan jam 3 sore,... Untuk yang lembur juga akan ada makan malam"... Kata Tia yang disambut senyum manis Fira...."wahhh...bakal terjamin ini para karyawan dengan pemilik baru"
__ADS_1
Fira mengantar Tia kembali ke ruangan Reza.. Dan pamit kembali ke meja resepsionis.
"mas... Besok Tia siapin roti untuk coffee time jam 10 sama jam 3 ya... Kasian masa cuma teh dan kopi aja"... Kata Tia sambil menatap Reza.
"sudah kuduga kamu akan bikin aku bangkrut karena menyayangi karyawan"... Kata Reza tertawa.
Tia cemberut mendengar perkataan Reza
"terserah kamu aja sayang.... Nanti dianggarkan untuk dana coffee timenya, beri harga normal dari tokomu jadi akhirnya untungnya ke kamu juga".... Kata Reza semakin keras tertawa.
"terserah apa yang ingin kamu lakukan sayang... Aku tahu yang kamu lakukan pasti kebaikan, itu akan membawa keberkahan untuk perusahaan ini juga"... Reza memeluk Tia erat.
"kamu mau Fira jadi sekretarismu..?"... Tanya Reza tiba-tiba
"ah.. tidak usah mas, untuk apa juga... Saya di rumah aja.."... Jawab Tia menolak.
"tidak apa sayang... Barangkali ada yang ingin kamu ubah atau apa biar Fira yang kerjakan"... Lanjut Reza
"Fira... Ke ruanganku sekarang ya"... Reza memanggil Fira untuk datang ke ruangannya.
Tok.. Tok..
"masuk...duduk Fira"..perintah Reza
Fira hanya menunduk... dia takut bila tadi dia berbuat kesalahan saat menemani Tia sehingga dipanggil kembali ke ruangan Reza.
"Fira... Mulai sekarang tugasmu menjadi sekretaris istriku... Kamu keberatan atau tidak..?"... Tanya Reza.
Fira bengong menatap Reza... dia yang hanya bagian Resepsionis sekarang akan menjadi sekretaris.
"Fira mau..?"... Tanya Tia lembut meyakinkan Fira.
"iya bu.. saya bersedia..."... Jawab Fira sambil tersenyum.
"mulai sekarang kamu harus ikuti kemana saja istriku bila berada dikantor... Catat siapa tahu ada yang ingin dia benahi di kantor ini"... Kata Reza
"baik pak.... Terimakasih bu Tia... Terimakasih pak Reza"... Ucap Fira bahagia.
"kantormu tetap didepan... Nanti akan disiapkan ruangannya, jadi kamu yang harus menyambut istriku sewaktu - waktu bila dia datang..".... Kata Reza
"baik pak... Terimakasih.."... Fira masih tidak percaya, dia dipilih menjadi sekretaris pemilik perusahaan ini.
"mas... kenapa mas Reza langsung memilih Fira..?"... Tanya Tia ketika Fira telah keluar dari ruangan Reza.
"Fira memang masih muda tapi dia anak yang disiplin dan bertanggung jawab Tia.. dan satu lagi, Fira adalah putri pak Doni... Ini salah satu cara kita berterima kasih pada pak Doni sayang...."... Reza mencoba menjelaskan
Tia tampak terkejut.. dia tidak menyangka Fira adalah putri pak Doni
" pak Doni yang dulu menolongmu di stasiun, dan pak Doni juga yang membuat kita bisa bertemu kembali.. ".... Kata Reza sambil mencium kening Tia.
" kita pulang sayang... Kasian Aska pasti mencarimu...".... Ajak Reza kemudian.
__ADS_1