Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Dekat... Tapi aku tidak bisa menyentuhnya


__ADS_3

Begitu sampai di depan Toko Tia Reza segera turun dari mobilnya...


Reza berjalan masuk ke toko..


Deggg!!!.... Reza melihat Ari duduk di Cafe bersama Aska.


Reza langsung putus asa... jadi Tia kembali pada Ari.... Reza menatap tajam ke arah Ari yang sedang berbicara dengan Aska di meja depannya ada bermacam - maca kue dan secangkir kopi.


Reza ingin melangkah keluar dari toko Tia , tapi dia ingat mainan yang sengaja dia beli untuk Aska yg sudah dia bawa...


"mba... Tia nya ada..?"... Reza bertanya pada salah satu karyawan Tia... Reza ingin menitipkan mainan untuk Aska.


"bu Tia ada Pak... ada perlu..?.. nanti saya sampaikan.


" saya ingin bertemu bisa..?.. ".. Reza ingin melihat Tia... entahlah, dia tahu mungkin ini salah... tapi dia merasa ingin sekali bertemu Tia.


" bu Tia diatas Pak... bu Tia baru akan turun kalo pak Ari sudah pulang"... karyawan Tia menjelaskan.


"bisa minta nomornya bu Tia..?..".. Tanya Reza lagi.


"coba bapak bicara dengan bu Tia sendiri Pak... silahkan...".. Karyawan itu menyodorkan telepon ruangan yang tersambung dengan ruangan Tia diatas.


" Tia..."... Panggil Reza.


"ya... Siapa..?... Mas Reza..?.".. tanya Tia heran


"iya.. Aku dibawah..."


"maaf mas... Saya tidak bisa turun..."


"apa karena ada Ari...?..."... Tanya Reza langsung.


"iya mas...".. suara Tia lemah.


" kita keluar Tia... Aku traktir makan kepiting... Enak Tia.. Yuk.."... Ajak Reza.


" sebentar aku tanya Aska mas... tapi jangan sampai Aska lihat mas Reza, nanti dia ga mau temui Ari... Aska selalu cari Mas Reza, saya panggil dulu Aska ke atas..."


"iya... Aku tunggu ya..."... Reza menyerahkan telepon ke karyawan Tia.


"silahkan duduk Pak... mau saya buatkan minum apa..?.."


"tidak usah terimakasih"


Reza duduk di bangku toko kue...


Reza melihat Aska naik ke ruangan atas... Sebentar kemudian Reza melihat Tia turun.. Tia memakai gamis tapi berbahan jeans, jilbab senada dan memakai cardigan putih... Tia tampak cantik dan anggun.


Tia berbicara dengan karyawannya sebentar dan berjalan ke arah Reza.


" berangkat sekarang mas..?.."


"ayo..."


Reza dan Tia berjalan keluar toko menuju mobil..


Di ruangan sebelah Ari menatap tajam ke arah Tia dan Reza.... Ari tidak melihat jelas wajah Reza, yang dia lihat Tia pergi bersama laki-laki yang kelihatannya cukup berada dilihat dari jas yang dia pakai dan mobilnya.


Reza membukakan pintu untuk Tia.


"sore mba Tia..."... Sapa Pak Doni ramah


"sore Pak Doni... Apa kabar..?."


"baik mba... Kemana kita Pak Reza..?"... Tanya pak doni pada Reza..


"Tia pengen makan kepiting Pak..."... Reza kembali menggoda Tia.


"kok saya... Orang tadi yang ngajak mas Reza"... Potong Tia


"kalo cemberut mami makin cantik..".. Goda Reza.


Pak Doni tertawa mendengar Reza menggoda Tia.


" ini mas Reza kok makin aneh ya Pak Doni..."... Kata Tia


"bukan aneh mba Tia... Pak Reza lagi bahagia".. Jawab pak Doni


Reza dan pak Doni tertawa melihat Tia bingung dengan jawaban Pak Doni.


Reza melepas jas yang dia pakai, dan menggulung lengan kemejanya... Reza terlihat sangat tampan.


"kamu masih takut ketemu Ari Tia.. Apakah dia menganggumu.. ?"... Tanya Reza.


"tidak Mas.. saya hanya tidak mau membuat masalah dengan dia , jadi lebih baik saya menghindar... Saya tidak bisa larang dia menemui Aska karena dia memang bapaknya"


" jadi kalo Ari datang kamu akan diatas sampai dia pulang..?"


"iya.. Terkadang saya pergi belanja bahan2 untuk toko"


"kamu bisa mengendarai mobil Tia..?.."... Tanya Reza


"bisa mas... Kenapa..?".. Tanya Tia heran


"kamu bisa pakai mobil yang di rumah daripada kemana-mana kamu harus naik motor..."


"tidak usah mas... Terimakasih"


"kalo kamu belanja kan repot bawanya"


"saya kalo belanja berangkatnya naik ojol.. Nanti pulangnya naik grabcar mas..."


"atau mulai sekarang kalo mau kemana-mana kamu minta pak Doni jemput, atau... Carikan sopir satu untuk Tia Pak Doni"


"heh mas... Ga usah... Udah ah.. Aku ga mau"

__ADS_1


"aku kasian kalo kamu kemana-mana harus naik motor.."


"lebih praktis naik motor.."


"pake mobil yg di rumah ya... Ga pernah aku pake juga..."


"tidak usah mas... Lagian lucu nanti.. masa penjual kue saja mobilnya Alphard..."... Tia tertawa kecil.


"ya udah aku belikan yang lain... Kamu mau mobil apa..?.."


"heh mas... Ga usah ah.."


"kita singgah di showroom mobil pak..."


"Ga usah mas... kalo mas Reza gitu aku ga mau mas Reza ajak lagi.."... Tia serasa kesel sama Reza.


" iya sudah. Iya.... Ga jadi ke showroom pak"


Pak Doni mengangguk dan tersenyum melihat tingkah majikannya... Reza terlihat sangat tidak ingin kehilangan Tia lagi.


Tiba di tempat makan Reza memesan hidangan seafood lengkap... Kepiting, kerang aneka macam tersedia di meja.


Pak Doni juga Tia ajak makan tapi di lain meja... Pak Doni tidak mau mengganggu kebahagiaan majikannya.


"kenapa pesan banyak banget mas.?..siapa yang makan..?.." tanya Tia heran


"kamu lah... Lihat badanmu, kamu pakai baju besar gitu masih terlihat kurus... berarti badan di dalam baju itu sangat kurus"


"heh mas... jangan gtu"... Tia tampak malu mendengar Reza membayangkan badannya.


Reza tertawa..


Mereka menikmati makanan yang ada di meja.


Selesai makan mereka berjalan keluar menuju mobil.


" aku gandeng tanganmu boleh ga sih Tia..?.."... Tanya Reza


" Ga boleh mas... kan kita jadi bersentuhan kulit nanti... Kita bukan muhrim".. Tia tertawa kecil menjelaskan


Mereka sudah kembali di dalam mobil


"kita mau kemana lagi..?.."... Tanya Reza pada Tia...


"pulang aja mas..."


"aku traktir kamu Shoping...kamu boleh beli apapun yang kamu mau"


"saya ga suka beli - beli kalo ga butuh mas... Kalo diajak Shoping saya bingung mau beli apa.."... Tia tertawa kecil.


Tia memang beda dari perempuan yang Reza kenal... Kalo mantan - mantan Reza yang dulu malahan mereka yang minta ditemani Shoping.


" Berhenti di depan pak... "... Kata Reza tiba - tiba


Pak Doni menepikan mobilnya.


"kemana Mas Reza pak..?.."


"tidak tahu mba... Tadi masuk ke toko itu.."


Tia melihat ke arah toko itu... Toko perhiasan yang cukup terkenal.


Tampak Reza sudah keluar dari toko itu..


" maaf lama ya..?.."


"tidak mas.."


"kita pulang ke toko Tia pak Doni..."


"baik pak..."


Hening...


"mungkin mas Reza ada perlu jadi dia langsung mau mengantar aku pulang... Mungkin tadi Mas Reza mengambil pesanan perhiasan untuk seseorang... ah... Semoga Mas Reza selalu bahagia"... Batin Tia.


Tia sudah sangat berterima kasih untuk semua bantuan Reza.. Tia ingin Reza selalu bahagia.


Sedangkan Reza sibuk dengan pikirannya sendiri.


Tiba di toko terlihat Ari sudah pulang...


Reza dan Tia masuk ke dalam toko... Aska berlari menyambut mereka...


"Om Rezaaa..."... Aska berteriak bahagia dan berlari ke pelukan Reza.


Reza memeluk Aska erat..


"apa kabar kapten Aska..?.." tanya Reza


Tidak ada jawaban dari Aska.... Reza melepas pelukannya.. ternyata Aska menangis... Reza kembali memeluk Aska erat dan mencium kepalanya.


"Om Reza juga kangen sama Aska..."... Reza mengendong Aska dan mengajaknya duduk di sofa..


" jagoan ga boleh nangis..."...Reza menghapus air mata Aska... Tia terharu melihat itu... Aska memang sering menanyakan Reza, Tia selalu bilang Om Reza sibuk.


"mami bilang Om Reza sibuk... Kita ga boleh ganggu Om Reza".... Kata Aska sambil menghapus air matanya


"iya sayang... Kemaren - kemaren Om Reza sangat sibuk sampai tidak sempat kesini melihat Aska, tapi sekarang Om ga sibuk lagi"


"kita bisa mainan lagi Om..?.."


"bisa... Tadi Om malah sudah beli sesuatu buat Aska..."... Reza berjalan ke arah Karyawan Tia dan mengambil kantongan yang dia titipkan tadi.


" ini buat Aska..."... Reza menunjukkan lego robot yang lumayan besar untuk Aska.

__ADS_1


"wahhhh.. Robot..".. Teriak Aska gembira..


"nanti Om Reza yang bikin robotnya ya... Mami pasti tidak bisa"... Kata Aska sambil melirik Tia


"iya... Mami pasti tidak bisa, mami cuma bisa bikin kue"... Goda Reza... Tia melotot ke arah Reza... Aska tertawa...


"tapi tidak hari ini ya bikin robotnya sudah mau malam... Om Reza belum mandi"... Reza berkata sambil nyengir.


"tapi janji ya Om..."


"iya Om janji tiap hari akan kesini mainan sama Aska... Sama mami juga"... Reza melirik ke arah Tia.... Tia pura- pura tidak melihat.


"karena Aska sudah mendapat hadiah sekarang giliran mami..."... Reza mengeluarkan kotak kecil dan diberikan pada Tia.


Reza berjongkok didepan Tia...


" Tia ayurasti... Mau kah kau menikah denganku..?.."


"mas...".. Tia kaget dengan apa yang dilakukan Reza... Begitu pun karyawan toko dan beberapa pengunjung yang ada di situ.. .. Mereka tidak menyangka Tia dilamar oleh pria tampan dengan cara yang sangat romantis... Salah satu karyawan Tia sampai menangis melihatnya.


"aku mohon Tia... Jadilah istriku".. Ucap Reza lagi


Tia menangis.... Dan mengangguk..


"Aska yang pakaikan cincinnya mami ya..?.."... Pinta Reza


"kamu bilang aku tidak boleh menyentuh tanganmu..." lanjut Reza kemudian.


Tia tersenyum... Aska memakaikan cincin di jari Tia.. Cincin yang sangat indah dengan bentuk yang sederhana.


"semoga kamu suka cincinnya... Aku tadi bilang ke pelayan tokonya.. Calon istri saya orangnya sederhana tapi saya mau cincin yang paling bagus... Dia pilihkan ini"..


"bagus kok mas... Terimakasih.."


"aku ingin menikahimu secepatnya..."


Tia mengangguk dan tersenyum bahagia.


Tia tidak menyangka Reza akan melamarnya... Kejutan yang sangat membahagiakan untuknya hari ini.


Reza pamit pulang.. Tia mengantar Reza sampai depan pintu.


"baik-baik ya... kalo ada apa-apa langsung telepon aku.." pesan Reza.


" Mas Reza juga hati - hati..."...


Reza mengusap kepala Tia yang memakai hijab... Ingin sekali dia memeluk Tia tapi tidak mungkin.. Reza membuka pintu mobil dan melambaikan tangan pada Tia dan Aska yang ikut berdiri di depan pintu.


Tia masuk ke dalam tokonya dan melihat cincin yang tersemat di jari manisnya.


"coba lihat cincinnya bu... wahhh bagus banget, ini berlian ya bu... blink - blink kena cahaya...".. Kedua karyawannya mengerubuti Tia penasaran dengan cincin Tia.


"cakep bener calon suami bu Tia... Bu Tia tidak pernah cerita,.. Dua kali datang langsung dilamar... Ahhh.. Saya baper"... Ucap Dian salah satu karyawan Tia.


Tia kembali ke kesibukannya.. Aska masih sibuk membolak balikkan kotak mainannya.. Sebenarnya dia sudah tak sabar ingin membuka kotak itu.


Tia menghampiri Aska.. "Aska sudah maem nak..?"


"sudah tadi Aska maem sama Papi di KFC... tadi Papi tanya, mami pergi sama siapa..?... Aska ga tahu kalo mami pergi sama Om Reza.."... Tia tersenyum mendengar celoteh Aska.


" boleh dibuka mi..?.." Aska sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya.


" boleh tapi bukanya di atas... Terus jangan dibuka plastiknya.. Takutnya ada bagian yang hilang nanti "


Aska mengangguk dan langsung menaiki tangga ke lantai atas.


Tinkk... Notif ponsel Tia


[ sayang... tutup tokonya jam berapa..?]


Tia tersenyum membaca pesan dari Reza...


Belum sempat Tia balas Riska dan Fian masuk ke dalam tokonya...


" beneran kamu dilamar Reza Tia..?..".. Tanya Riska tak sabar.


Tia hanya mengangguk dan tersenyum..


"kamu kok langsung mau.."... Protes Fian yang langsung dipelototin Riska.


"aku senenggggg...."... Riska berkata sambil memeluk erat Tia.


" mana tadi ngelamarnya pake acara romantis segala bu Riska... Deuhhh.... Saya jadi baper.."...Dian yang lagi beres - beres ikut menyahut.


"masa sih..?.."... Tanya Riska penasaran


" iya bu... Pak Reza berlutut sambil menunjukkan cincin trus bilang.. Tia ayurasti... Menikahlah denganku... Saya langsung engap..".. Kata Dian tertawa.


" siapa yang dilamar... Siapa yang nangis..."... Timpal karyawan Tia yang satu.


"beneran tadi saya langsung nangis... Nangis iri.."... Sahut Dian yang langsung disambut tawa mereka semua.


"ihhh... Coba lihat cincinnya Tia..."... Riska segera meraih tangan Tia


"wihhhh... Cantiknyaaa.."....Riska kagum melihat cincin Tia yang dibelikan Reza.


"sayanggg.... Belikan aku juga seperti itu..."... Riska merajuk pada Fian.


"minta sana sama Reza...aku ga tau tempat belinya.."... Jawab Fian asal.


Tia dan karyawannya jadi cekikikan melihat Riska merajuk pada Fian.


" dasar pelit.."... Ucap Riska kesel.


"tapi mas Fian baik mba...."... Bela Tia

__ADS_1


Fian langsung mengacungkan kedua jempolnya... Mereka semua tertawa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2