
Pagi ini jadwal sidang pertama perceraiannya... Ari datang sebelum jam yang tertera di surat panggilan dia ingin membatalkan gugatan.
Sampai di Pengadilan Agama Ari harus mengisi daftar hadir dan menunggu panggilan sidang.. Ada beberapa orang yang akan menjalani sidang, Ari melihat sekeliling berharap bisa menemukan Tia... dia ingin meminta maaf..dia menyesal tidak mendengar perkataannya.
"apakah Tia tidak hadir..?"
Terdengar panggilan dari ruang sidang.
"Panggilan sidang untuk saudari Tia ayurasti dengan tergugat Ari aditama" ..
Ari memasuki ruang sidang.. . Matanya menatap sekeliling mencari Tia,.. tidak ada.
Hakim mulai menjelaskan.. dan Ari baru tau bahwa Tia diwakili pengacara, laki2 yang duduk disebelahnya...
"bagaimana Tia bisa menyewa pengacara..uang darimana, dan sepertinya pengacara yang mewakili Tia juga bukan pengacara sembarangan ".. Batin Ari.
"saya tidak ingin menceraikan istri saya pak hakim..."
"penggugat sudah tidak ingin melanjutkan pernikahan dengan anda Pak Ari... Dan dari semua bukti sudah cukup bagi kami untuk mengabulkan permohonan tergugat... Silahkan melihat bukti2 yang ada..."
Ari maju ke depan dan melihat foto2 dimana dia sedang menganiaya Tia, dan salinan chat dirinya mentalak Tia.... Ari kembali terduduk lemas.
" 3 hari lagi ada panggilan mediasi... Pak Ari bisa membicarakan dengan tergugat bila tergugat hadir" kata hakim kemudian.
Panitera menyerahkan kartu jadwal sidang 3 hari lagi.
Di pintu keluar Ari segera mengikuti Fian
" dimana Tia?"
"ada perlu apa sama Tia?" jawab Fian santai
"dia masih istriku.." bentak Ari
"sudah kamu cerai kan beberapa bulan yang lalu, menurut agama kalian bukan suami istri hanya tinggal menunggu sah di mata hukum saja.. jadi.. Tia bukan istrimu lagi" Fian berjalan meninggalkan Ari.
"tolonglah... Aku ingin bertemu putraku"
"bersabarlah... Setelah keputusan cerai kamu bisa menemui putramu, Tia tidak akan menghalangi kamu bertemu Aska" kata Fian sambil membuka pintu mobil
Ari tersentak.. Pria ini mengetahui nama putranya, berarti mereka dekat.
"jangan2 Tia menjalin hubungan sama kamu Sampai kamu dengan senang hati mengurus perceraiannya"... Ucap Ari sinis.
"kamu pernah jadi suaminya.... Apakah kamu yakin Tia akan melakukan itu..?... Kalo pun iya, bukankah menurut agama kalian sudah bercerai... kamu mengucapkan talak sejak 6 bulan yang lalu... Masa iddah Tia sudah lewat, Tia bisa menjalin hubungan dengan siapapun, yang lebih menyayangi dirinya, menghargai dirinya dan tidak seenak jidatnya membuang dia saat suaminya punya Selingkuhan seperti sampah"..... Fian berkata sambil menyeringai sadis...
"permisi saya harus pergi..."... Fian segera menjalankan mobilnya meninggalkan Ari.
Ari dengan penuh emosi menjalankan mobilnya... Tapi seketika dia berbalik parkir... Dengan tergesa dia melangkah turun menuju tempat pendaftaran.
" maaf.. Saya tadi lupa bertanya pengacara yg mewakili ibu Tia ayurasti siapa ya..?"
"owh.. Pak Alfian damara .."
"baik... Terimakasih.." Ari beranjak meninggalkan kantor Pengadilan Agama.
Tiba di kantor Ari segera browsing mencari kantor pengacara Alfian damara... Dan... Ketemu..Ari screenshot alamat kantornya.. hanya pengacara itu yang tahu keberadaan Tia.
__ADS_1
Sore itu sengaja Ari langsung menuju kantor Alfian... dia harus menemukan Tia.
"selamat sore pak Alfian ada..?.." tanya Ari pada petugas resepsionis.
"ada tapi sedang ada tamu pak... sudah ada janji ..?... dengan bapak siapa?" tanya resepsionis ramah
"saya Ari suami Tia..."
"baik... Sebentar saya sampaikan pada pak Alfian"
Resepsionis segera menelepon ke ruangan Fian dan menyampaikan ada Bapak Ari suami ibu Tia ingin bertemu..Fian meminta untuk menunggu sebentar... Fian menutup teleponnya.
"mohon tunggu sebentar... Silahkan duduk pak"
Ari mengangguk dan duduk di sofa yang berhadapan dengan meja resepsionis.
"maaf bapak Ari.. Mari saya antar ke ruang pak Alfian"
Ari berdiri dan mengikuti resepsionis menuju ke sebuah ruangan..
Tok.. Tok.. Tok..
"masuk"... Suara Fian dari dalam ruangan.
"silahkan pak Ari..."... Resepsionis mempersilahkan Ari dan menutup kembali pintunya.
Ari berjalan menuju kursi di depan meja kerja Alfian.. Di sisi kiri ada sofa besar dan tampak ada seorang pria sedang duduk menatapnya, dari pakaiannya yang memakai jas rapi Ari menduga dia adalah rekan kerja Alfian.
"silahkan duduk pak Ari"... Fian mempersilahkan Ari duduk.
"Tia tidak ingin bertemu dengan anda"... Jawab Fian santai.
"darimana anda tahu Tia tidak ingin bertemu dengan saya?"
"setelah yang anda lakukan pada Tia masih mungkinkah Tia punya keberanian bertemu dengan anda..?... Atau perlu saya putar ulang rekaman cctv dimana terlihat jelas anda menganiaya Tia tanpa belas kasihan"
"saya akui saya khilaf.. Saya ingin meminta maaf"
"saya akan sampaikan permintaan maaf anda.."
"saya ingin bicara langsung dengan Tia... Tia masih istri saya"
Alfian hanya diam.
"siapa anda sampai merasa punya hak menyembunyikan Tia dari saya, kamu selingkuhannya..?"... Tanya Ari emosi
Pria yang duduk di sofa mulai merasa tidak nyaman.. wajahnya menatap tajam pada Ari
"seandainya Tia mau saya tidak akan jadikan dia Selingkuhan, saya akan menikahinya"... Jawab Fian sambil tersenyum licik.
"katakan dimana Tia"... Bentak Ari sambil berdiri.
"ini kantor saya pak Ari... Saya bisa usir anda kalo saya mau"
Ari terduduk lemas dikursinya..
"tolonglah.. Saya ingin bertemu Tia"... Ari memohon sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"saya tau kesalahan saya sangat besar... tapi setidaknya saya ingin bertemu dengannya, saya ingin dia mencabut gugatannya dan kami kembali menjadi keluarga yang utuh seperti dulu lagi"
Pria yg duduk di sofa sudah tidak bisa menahan emosinya... Dia mencengkeram pinggir sofa dengan kuat, ingin sekali dia memukul mulut laki2 itu.. setelah apa yang dia lakukan dengan seenak jidatnya dia berharap Tia memaafkan dan memperbaiki keutuhan keluarga mereka kembali.. Dimana otaknya laki2 itu... Sungutnya.
"nanti saya akan tanyakan pada Tia, tapi semua keputusan ada pada Tia mau bertemu dengan anda atau tidak"
"apakah Tia tidak mengajukan gugatan harta gono gini..?.." tanya Ari
"tidak... Tia hanya ingin segera bercerai dengan anda dan hak asuh Aska jatuh padanya, itu saja... Tia tidak menuntut harta apapun"
"dimana dia?"... Tanya Ari putus asa
"tinggalkan nomor telepon.. Nanti saya akan kabari Tia mau bertemu dengan anda atau tidak"
Ari menyerahkan kartu namanya pada Alfian.
"baiklah.. Saya permisi, tolong hubungi saya... sampaikan pada Tia saya sangat ingin bicara dengannya, saya sangat merindukannya.."
"cihh"... Umpat pria yang duduk di sofa.
Ari berdiri dan keluar dari kantor Alfian.
Kantor Alfian hening... Fian dan pria di sofa itu sibuk dengan pikiran masing2.
"ingin sekali aku bunuh pria itu..."... Pria di sofa itu berbicara di keheningan.
"sabar Za.... ga ada gunanya juga"
Iya... Pria yg duduk di sofa itu adalah Reza, dia sengaja datang ke kantor Reza untuk menanyakan persidangan tadi pagi.
Dan beruntungnya dia juga bertemu si pengecut mantan suami Tia.
Ingin sekali di menghajar laki2 itu... dari tadi dia sudah berusaha mati2an meredakan emosinya.
"3 hari lagi sidang mediasi... Tia hadir atau tidak..?"... Tanya Fian
"tidak.."... Jawab Reza cepat, wajahnya masih terlihat menahan emosi.
"kamu cemburu karena laki2 itu masih merindukan Tia..."... Kata Fian tertawa mengejek sahabatnya.
"tidak.."... Jawab Reza cepat.
"mulut tidak bisa membohongi perasaan"... Alfian berkata sambil membereskan berkas dimejanya.
"kamu harus menanyakan pada Tia... Apakah dia mau hadir di sidang mediasi.."
"tidak perlu... Tia tidak perlu datang, aku kan sudah meminta kamu mengurusnya sampai beres tanpa Tia harus hadir di sidang itu"
"tapi Za... Ini sidang perceraian Tia, biarkan dia yang memutuskan apa yang ingin dia lakukan... bukan kamu yang tentukan perasaan Tia"
"ahh... Terserah..."... Reza nampak sangat kesal.
"atau aku yang tanya langsung pada Tia..?"... Tanya Alfian
"tidak perlu... Nanti aku kabari.."... Jawab Reza seraya berdiri meninggalkan kantor Alfian
Alfian tertawa melihat tingkah sahabatnya... Sepertinya Reza benar2 telah jatuh cinta pada Tia
__ADS_1