
Tia hilang entah kemana... Fian tidak mau memberitahu Reza dimana Tia berada...
Fian hanya memberitahu bahwa malam itu juga Tia pamit untuk pindah, Fian meminta Reza melupakan Tia dan membiarkan Tia hidup tenang sesuai pilihannya bersama Aska.. Fian minta Reza tidak mengganggu Tia lagi.
Seminggu...
Dua minggu...
Sebulan...
Dua bulan...
Tiga bulan....
Tidak ada kabar apapun tentang Tia....
Reza pernah mencoba mengikuti Fian... Siapa tahu Fian menemui Tia tapi hasilnya nihil.. Tia seperti hilang ditelan bumi.
Reza mulai mencoba melupakan Tia... melupakan penyesalannya karena sudah menyakiti Tia.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi itu jalanan cukup macet.. Pak Doni mengambil jalan alternatif untuk menghindari kemacetan... Dan saat berhenti di lampu merah.. Pak Doni membuka kaca mobil dan melambaikan tangan pada seorang anak kecil yang sedang dibonceng motor oleh ibunya.
Anak kecil itu membalas melambaikan tangan pada Pak Doni... Dan lampu hijau... Anak kecil dan ibunya itu berbelok ke arah kiri sedangkan mobil Reza lurus...
"anak kecil itu tadi siapa Pak..?"... Tanya Reza penasaran.
"itu Aska Pak Reza..."
"Aska..??!!!... Aska anaknya Tia..??!!"... Tanya Reza kaget
"iya... Itu tadi mba Tia yang bonceng Aska, tapi sepertinya mba Tia tidak melihat saya.."
" itu tadi pake kerudung panjang kan pak..?" tanya Reza memastikan.
"iya Pak... Mba Tia sekarang memakai hijab"
"Pak Doni pernah ketemu Tia?"
"pernah Pak... Pak Reza ingat waktu hujan deras trus mobil yang satunya mogok..?... Itu mogoknya di depan toko kuenya mba Tia, melihat saya kehujanan mba Tia panggil saya dan menyediakan coklat panas gratis untuk saya... Saat itu dia tidak tahu kalo itu saya... Mba Tia kaget saat tahu ternyata saya, mba Tia pakai busana syari sekarang pak "
" dimana tokonya..?.. "
" arah sana pak..?.. "
" kita kesana!! .. "
" lho kita putar balik pak..?.. "
" iya.. Kita kesana.. "
" tidak terlambat ke kantor pak..?.. "
" pokoknya kita kesana.. "
" bukan begitu Pak... Jam segini tokonya juga pasti belum buka... Belum jam 8.."
" saya akan tunggu sampai Buka... "
Pak Doni tersenyum... rupanya pak Reza masih memikirkan mba Tia
" tokonya masih tutup pak... "
" mana tokonya..?.. "
" itu pak... "
Pak Doni menunjuk sebuah toko kue dan mini Cafe..." my cake's"...
"kita tunggu sampai buka..."... Reza berkata sambil membuka laptopnya dan menelepon sekretaris di kantornya untuk menghandle urusan kantor hari ini.
Tampak 2 orang yang akan masuk ke dalam toko itu... Sepertinya karyawan toko.
"karyawannya sudah datang pak..." kata Pak Doni...
Reza menutup laptop dihadapannya dan mengamati toko itu... Tampak perempuan berhijab panjang keluar dari toko itu dan berdiri di depan toko... Dia tampak berbincang dengan tukang parkir di pinggir jalan dan menyerahkan bungkusan... Sepertinya perempuan itu memberi tukang parkir roti.
Reza melihat senyum itu... " itu Tia.."... Pekiknya dalam hati
Dalam balutan busana tertutup seperti itu Tia tetap terlihat cantik.
"Tia..."... bisik Reza...
Reza bergegas turun dari mobilnya.
"Tia..."
Perempuan itu akan masuk kembali ke dalam toko saat mendengar ada seseorang memanggilnya... Dia menoleh ke asal suara.. dia sepertinya mengenal suara itu.
"Tia..."... panggil Reza kembali saat mereka sudah berhadapan.
" Mas Reza...kenapa bisa disini..?.."... tanya Tia heran.
" kamu apa kabar..?.."... Reza tidak menghiraukan pertanyaan Tia, Reza menatap lembut wajah Tia sambil tersenyum.
"saya baik mas... Mas Reza sendiri gimana kabarnya..?.."
__ADS_1
"baik..."
"masuk Mas... Silahkan..."
Tia mengajak Reza masuk kedalam tokonya dan mempersilahkan Reza duduk di mini Cafe nya....
Reza mengamati keadaan Cafe Tia... Reza tersenyum..
"kamu sudah wujudkan cita - cintamu"... Kata Reza.
"iya Mas... Mas Reza mau minum apa..?"
"terserah kamu aja..."
"sebentar ya Mas..."... Tia masuk ke dalam membuatkan sesuatu untuk Reza .
Ada dua karyawan Tia sedang membereskan toko kuenya... yang satu tampak menyusun cake di showcase... Cake buatan Tia tampak menarik... Reza beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah showcase.... Melihat satu - satu cake dan puding yang tertata rapi....
"Mas Reza..."... panggil Tia
Reza berbalik dan kembali ke tempat duduknya.
"silahkan mas..."... Tia menyodorkan coklat hangat dan macam - macam cake potong dipiring.
"sebentar mas..."... Tia berdiri dan masuk kembali ke tokonya... Dia kembali membawa piring kecil berisi cake berwarna kuning.
"ini saya praktek tadi malam... Coba Mas.."... Tia menyodorkan piring berisi cake ke Reza.
Reza memotong kue itu dan mencicipinya..
"gimana Mas...??.."... Tanya Tia penasaran
"ehmm... gimana ya..?"... Reza sengaja ingin menggoda Tia.
Tia mengkerutkan keningnya...
Tia memang belum mencoba cake itu... Tadi malam setelah cake itu jadi Tia langsung memasukkan ke pendingin karna Tia merasa sangat lelah...
Apa ada yang salah... Pikir Tia.
" ehmmmm.... Enak.."... Kata Reza tiba - tiba.
"Mas Reza gitu.. Saya pikir ada yang salah di resepnya.."... Tia tanpa sengaja memasang muka cemberut.
"jangan cemberut gitu... kamu terlihat makin cantik, kamu ga takut apa kalo sampai aku jatuh cinta padamu..."... goda Reza.
" jangan gitu mas..."... Ucap Tia sambil menundukkan kepala.
"enak kuenya Tia... Unik... Rasa lemon jadi ga eneg pengen terus memakannya"... Reza menghabiskan cakenya
"kamu punya kekasih Tia..?.." Tanya Reza tiba - tiba
"memang kenapa Mas..?.."... tanya Tia heran
"tidak apa - apa.. takut kekasihmu marah kalo tahu aku gangguin kamu"... Ucap Reza tersenyum
Tia hanya tersenyum tidak menanggapi pertanyaan Reza.
Ponsel Reza berbunyi... Sepertinya dari kantor Reza, karena setelah menerima telepon itu Reza langsung berpamitan.
"aku harus ke kantor Tia... . Aku ingin ketemu Aska, nanti aku kemari lagi sepulang dari kantor tidak apa kan..?.." tanya Reza dengan perasaan gusar, dia takut Tia menolak kedatangannya.
"tidak apa kan Tia..?.."
"iya gpp... tunggu sebentar mas".. Tia beranjak kedalam dan keluar lagi membawa dua kotak kue.
"ini buat Mas Reza... Kuenya Tia potong untuk Mas Reza coba tadi... Yang ini kue sama kopi untuk pak Doni"... Kata Tia sambil menyerahkan kantong kue pada Reza.
" terimakasih Tia... Aku ke kantor dulu ya.."
Tia mengangguk..."hati - hati Mas.."
Tia mengantar Reza sampai di depan pintu.
"aku nanti kesini lagi... Mami cantik pakai hijab"... Reza masih sempat menggoda Tia.
Tia hanya tersenyum
Tia melambaikan tangan pada pak Doni...dan pak Doni membalasnya.
Reza masuk kedalam mobilnya dan membuka kaca melambaikan tangannya pada Tia.
"kopi dan kue dari Tia Pak.."... Reza menyerah kan kue titipan dari Tia dan meletakkan di kursi depan disamping pak Doni.
Reza tersenyum sambil membuka cake dari Tia...
" nanti sore kita ke tempat Tia lagi Pak..."
"kalo sore ramai biasanya Pak.."
Reza menatap Pak Doni heran..." Pak Doni kok tahu kalo ramai? "
"kan pulang kantor kita selalu lewat depan tokonya mba Tia pak.."... Kata pak Doni menjelaskan.
"jadi Pak Doni sudah lama tau itu tokonya Tia..?.."
"sudah dua mingguan sejak saya ketemu mba Tia... setiap pulang saya selalu perhatikan ramai pembelinya kalo sore"
__ADS_1
"cake buatan Tia memang enak.."
Reza telah tiba di kantornya...
"Pak Doni... Belikan saya lego robot yang besar untuk Aska.. yang paling besar"...Reza berkata sambil menyerahkan sejumlah uang pada Pak Doni.
"beli berapa Pak Reza..?"... Pak Doni bingung karena uang yang diberikan Reza terlalu banyak.
"satu saja.. tapi yang paling bagus..sisanya nanti untuk pak Doni"... Reza turun dan berjalan masuk ke kantornya.
Pak Doni masih bingung dengan uang yang diberikan Reza... "ini sih bisa buat beli lima robot"... kata Pak Doni tertawa sendiri.
Reza terlihat bahagia masuk ke kantornya... meletakkan cake dari Tia di atas mejanya dan membuka kotaknya.. Reza tersenyum bahagia...
" Za... kamu ada acara tidak nanti malam..?.." Fian tiba - tiba masuk ke dalam ruangan Reza... bukan Reza yang kaget tetapi Fian... Fian heran melihat Reza tersenyum menatap cake di meja kerjanya.
"wahhh... Tumben pagi-pagi ada cake..." Fian berkata seraya meraih pisau cake yang memang disiapkan oleh Tia tadi.
"jangan kamu makan..!!"...bentak Reza
"pelit amat Za... Tidak habis juga kamu makan cake itu nanti.."
"aku mau bawa pulang..."
Fian menatap Reza heran.
"kamu mau makan cake apa nanti aku suruh sekretarisku pesankan... tapi tidak cake ini.."
"memang ini cake darimana..??.."... Fian semakin tidak mengerti
"tunggu... tunggu...." Fian menutup kotak cake itu dan membaca nama tokonya.." ini kan toko cake nya Tia"
" ini cake dari Tia..?"..
Reza mengangguk sambil tersenyum konyol.
"kapan dia kirim..?."
"tadi aku ke tokonya.."... Kata Reza masih tetap dengan senyum bahagianya.
"pantas kamu terlihat rada gila"... Ejek Fian.
Reza hanya tertawa... dia tidak peduli Fian mau mengejek dia apa.. Yang pasti saat ini dia bahagia.
" kok aku tidak pernah coba yang ini..?..cake yang di jual Tia aku sudah tau rasanya semua karena Riska selalu bawakan aku testernya... Tapi aku belum pernah makan cake yang ini.."... tanya Fian heran...
"memang ini cake baru dibikin Tia tadi malam.. dan aku yang pertama mencobanya.."... kata Reza bangga.
" tidak bisa begitu...".. Protes Fian
Fian meraih ponsel di kantongnya.
"kamu keterlaluan Tia..."... Kata Fian saat panggilan telah tersambung.. rupanya Fian video call dengan Tia.
"keterlaluan apanya Mas Fian..?..".. tanya Tia bingung.
"biasanya kan aku yang selalu coba pertama kali cakemu.. Kenapa sekarang dia yang mengambil alih posisiku..?.."... Omel Fian.
"maksudnya gimana sih mas Fian.."... Tia makin bingung
"nih..!!!... Fian menghadapkan ponselnya ke wajah Reza.
Reza tersenyum melihat Tia.
" astagfirullah... saya kira kenapa "... Tia menutup mulutnya menahan ketawa.
Reza marampas ponsel Fian.
" kamu sudah sarapan Tia..?... Biasanya kamu ga pernah sarapan..."
"belum Mas Reza... Belum lapar.."
"tuhh... Bener kan... Sarapan dulu Tia, aku ga mau kamu sakit"... Reza terus saja tersenyum menatap Tia.
Fian merampas ponselnya..
"balikin!!.."... Bentak Reza
"enak aja... Ini ponselku"... Ucap Fian tak kalah sengit.
Tia tertawa mendengarnya...
"udah dulu Tia... Ingat ya... Aku harus yang pertama coba cake buatanmu".. Fian berkata sebelum menutup ponselnya.
Reza menggerutu..
"berapa nomornya Tia..?..". Tanya Reza
"minta sendiri sama orangnya"... Fian berkata sambil berjalan keluar dari kantor Reza.
"Hahhh!!!... kenapa aku lupa minta nomor ponsel Tia td.."...Reza memukul meja kerja didepannya.
Reza tak sabar menyelesaikan pekerjaannya hari ini... Begitu semua beres dia bergegas keluar menuju mobilnya.
"kita ke toko Tia Pak..."... Reza merasa ga sabar ingin bertemu Tia
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1