
Tink tunk...
Terdengar bel di lantai bawah...
Tia segera turun... " Masa mas Reza jam segini udah datang..."... Gumam Tia.
Tia melihat jam.. Baru jam 06:15
Dan benar...
"pagi sayang..."... Sapa Reza lembut.
"pagi sekali mas..."
"kan mau sarapan masakan istri.."... Tia tersenyum mendengar ucapan Reza.
" masuk Mas... Aska masih di atas...saya siapin sarapan dulu"
"aku ke atas boleh..?.."
"boleh... tapi ruangannya seadanya.."
Reza naik ke atas.... Hanya ada satu kamar tidur kecil di atas, kamar mandi... Dan ruangan kecil yang ditempati untuk nonton dan belajar Aska..
"Aska..." panggil Reza
Aska keluar dari dalam kamar..
"Om Reza..."... Aska memeluk Reza..
"robotnya Aska buka.... Aska simpan dikamar..."... Reza mengikuti Aska melihat kamar Tia... Reza terenyuh melihat kamar Tia, kamar Tia tertata rapi tetapi hanya ada springbed tanpa tempat tidur dan lemari kecil dikamar... Kamar di rumah Reza mungkin 4xnya nya kamar yang ditempati Tia..
" ini Om.. "... Aska menunjukkan robotnya
"nanti kalo Om pulang dari kantor kita rakit robotnya ya...".. Aska langsung mengangguk semangat
"Mas Reza... Aska... Ayo sarapan... Bawa tasnya nak.."... Tia memanggil dari bawah tangga
Reza dan Aska turun... Reza membawa tas Aska.
Karena Tia tidak biasa sarapan dia hanya meminum segelas teh hangat menemani Reza dan Aska sarapan.
"nasi gorengnya mami enak ya..."... Puji Reza.
Aska mengacungkan jempolnya.
"minum susunya nak..."... Tia menyodorkan susu putih untuk Aska.. dan secangkir kopi untuk Reza...
"Aska pulang jam berapa nanti..?" tanya Reza
"jam 11 mas.."
"biar nanti dijemput pak Dony"
"iya mas...".. Jawab Tia lembut.
Entahlah.. Reza merasa inilah yang dia inginkan, menikmati kehidupan bersama keluarga.
Selesai sarapan Reza dan Aska bersiap berangkat.. Aska mencium tangan Tia dan kedua pipinya... Reza cemberut
" kenapa mas..?"
"kapan aku bisa menciummu juga..?.."... Tia tertawa mendengar Reza merajuk
"ini kue sama kopi buat Pak Doni"... Kata Tia
Tia mengantarkan mereka sampai depan pintu... Melambaikan tangan pada kedua laki - laki yang sangat dicintainya.
Reza turun mengantarkan Aska masuk ke gerbang... Aska mencium tangan Reza.. Reza mencium kepala Aska.
"Aska nanti dijemput Pak Doni ya...".. Pesan Reza.
Aska mengangguk tersenyum ceria dan berlari masuk ke ruangan kelas sambil melambaikan tangan pada Reza.
Reza masuk kembali ke mobilnya dan menuju kantor..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" kenapa Za..?.. "... Fian langsung masuk ke kantor Reza tanpa mengetuk pintu... Reza memang meminta Fian datang ke kantornya untuk mengurus pernikahan dia dengan Tia.
" terimakasih sudah datang.."... Ucap Reza sambil tersenyum
"tidak usah basa basi biasanya kalo kamu sok baik begini pasti ada sesuatu yang penting dan minta cepat"... Potong Fian.
Reza tertawa...
"uruskan pernikahanku dengan Tia secepatnya... kalo bisa besok"
"mana bisa... gila apa" sungut Fian
"jadi butuh waktu berapa lama..?.."... Tanya Reza cepat.
"satu bulan lah.. Memang tidak akan dipestakan..?....kan harus hubungi wo, siapkan gedung dan lainnya"
"lama.."
__ADS_1
"memang kenapa harus buru - buru..?.."
"aku pengen peluk Tia..."... Ucap Reza konyol.
Seketika tawa Fian meledak...
"jangan berisik!!.. Ini kantor bukan hutan"... Sungut Reza
" dulu aku bisa kapanpun cium perempuan.. bahkan mereka yang dengan senang hati menyodorkan tubuhnya padaku... sekarang cuma pengen pegang tangannya tidak bisa,... Aku belikan cincin berlian mahal itu juga tetap tidak bisa memakaikan langsung ke jarinya.. Coba kalo perempuan lain, aku tiduri pun mereka tidak akan menolak "... Reza berkata sambil menyadarkan tubuhnya ke kursi.
Tawa Fian meledak kembali.
" berisik amat sih..!! "... Bentak Reza
" persiapkan saja pernikahan secepatnya... Riska punya wo kan..?... Minta Riska persiapkan semua.. budget tak terbatas.. apapun yang Tia mau laporkan ke aku, aku pasti setuju tapi aku takut pilihan dia terlalu sederhana seperti biasanya.."
Fian meraih ponsel di kantongnya dan menghubungi Risa
" sayang... Sebentar lagi aku akan ketempatmu ... Reza pasrahkan acara pernikahannya padamu "... Kata Fian
Fian menutup teleponnya.
" aku kalo deket Tia bawaannya pengen meluk..."...keluh Reza
" ya udah... Mulai sekarang jangan temui Tia dulu.."... Jawab Fian sambil memainkan ponselnya
" Ga bisa gitu... " protes Reza
" aku ada ide kalo kamu mau yang cepet".. Kata Fian
"gimana..?.." tanya Reza bersemangat
" Tia sudah tidak punya ayah ya...?... Punya adik laki-laki tidak..?..".. Tanya Fian.
"tidak ada... Tia anak tunggal dari ibunya,.. Ibunya sudah menikah lagi dan tinggal di Batam".. Reza menjelaskan.
"ibunya punya kakak laki-laki atau adik laki-laki tidak..?..".. Tanya Fian lagi.
"coba aku tanya Tia..."... Reza menghubungi Tia..
"sayang... Mama kamu punya adik laki-laki atau kakak laki-laki tidak..?..".. Tanya Reza
"ibu ada adik laki-laki tinggal di Surabaya..,kenapa mas..?"... Tanya Tia heran
"nanti aku telepon lagi"... Reza langsung menutup teleponnya.
"ada adik laki-laki ibunya di Surabaya".. Kata Reza sambil menatap Fian mempertanyakan selanjutnya
"oke... Kamu minta izin ke ibunya, kemudian bicara ke omnya Tia minta dia menjadi wali nikahnya Tia... Kalian nikah siri dulu sambil menunggu persiapan untuk acara pernikahan kalian .. Jadi ga buru - buru persiapan pestanya".. Jelas Fian
"bisa... Kalian akan sah menurut agama, jadi kamu dan Tia sudah halal..."
"kapan bisa nikahnya..?..".. Tanya Reza
"sekarang juga bisa kalo kamu mau"
"oke sekarang...".. Ucap Reza bersemangat
"kita ke surabaya temui omnya Tia... Kamu yang urus semuanya... Aku temui Tia dulu... Urus semua.. Tiket pesawat, akomodasi biar di atur sekretarisku.. kamu atur berkas atau apapun pokoknya... ajak Riska, sama siapa saja yang perlu diajak kamu hubungi sekretarisku biar dia urus tiket sama akomodasinya.. "
" serius kamu Za..?.. "
" serius.. Urus sekarang juga!! ".. Reza kembali menegaskan.. Sambil meraih tas kerjanya bergegas keluar ruangan meninggalkan Fian.
" gila itu orang.. ".. Gerutu Fian
" pak Doni.. antar saya ke tempat Tia sekarang "... Fian menghubungi Pak Doni sambil berjalan cepat ke meja sekretarisnya.
"siapkan tiket pesawat ke surabaya, juga siapkan hotel dan mobil selama disana... Catat!!... Saya, Tia, Aska, bi Supi, mba Yati, pak Doni, nanti Fian akan menambahkan siapa lagi yang mau pergi.. Kamu konfirmasi saja ke Fian... Aku pulang, kamu dan Pak Dirga yang handle urusan kantor selama saya pergi "... Reza bergegas berjalan ke arah lift setelah berbicara pada sekretarisnya tanpa sempat sekretarisnya menjawab apa - apa
Tia yang melihat Reza turun dari mobil tampak kaget... Segera dia berjalan keluar toko..
" Mas Reza ada apa..? ".. Tanya Tia cemas
"aku mau bicara dengan mama kamu.."
"ada apa mas..?... Kita bicara diatas aja..."... Tia dan Reza bergegas naik ke lantai atas.
"ada apa Mas..?.."... Tanya Tia cemas
"aku ingin bicara dengan mama kamu.. Aku ingin melamarmu.."
"aku kira ada apa Mas..."... Tia bernafas lega sambil mengusap dadanya.
Tia meraih ponsel dan menghubungi ibunya.. Tia memang sudah menceritakan ke ibunya bahwa dia sudah menerima lamaran Reza, tapi Tia tidak menyangka akan secepat ini Reza ingin bicara dengan Ibunya.
" ibu... Apa kabar?" ucap Tia setelah mengucapkan salam
"baik Tia... ada apa nak..?"
"Mas Reza ingin bicara sama ibu..."... Tia menyerahkan ponselnya ke Reza.
" ibu... Perkenalkan saya Reza.. Saya ingin melamar putri ibu, saya mohon ibu mengizinkan saya menikahi putri ibu"
"ibu terserah Tia saja nak Reza.... Tia yang menjalani, hanya pesan ibu.. Jaga Tia dan Aska baik-baik ya... Sayangi dia.. Lindungi dia"
__ADS_1
"saya berjanji akan selalu menjaga dan menyayangi Tia juga Aska bu..emm... Begini bu... Rencana pernikahan kami akan dilaksakan bulan depan... Kami sangat berharap ibu sekeluarga bisa hadir.. Tapi selama menunggu persiapan pernikahan kami ingin menikah siri terlebih dahulu, saya minta izin dari ibu... Dan saya akan menghubungi Om Tia yang ada di Surabaya untuk menjadi wali pernikahan siri dan pernikahan resmi kami nanti... "
" kalo itu yang terbaik menurut kalian ibu setuju saja.. Kapan rencana pernikahan sirinya..? "
" kalo bisa hari ini bu.. Atau paling tidak besok "
" hari ini...? "... Ibu Tia kaget mendengar penjelasan Reza.
" Mas... Maksudnya gimana..? "... Tia bingung dengan maksud dari Reza
" jadi kalian mau menikah siri dimana..? "... Tanya ibu Tia kembali
" di tempat omnya Tia bu... Saya sudah menyiapkan tiket pesawat, hotel dan semua keperluan di Surabaya... Ibu juga sudah saya siapkan tiketnya... Ibu beri tahu Tia saja berapa orang yang akan berangkat ke surabaya, saya siapkan tiket dan akomodasinya "
" baiklah... Biar ibu yang berbicara sama omnya Tia... Nanti ibu telepon kembali"
"baik ibu... Terimakasih banyak.."
Reza menutup teleponnya
"Mas Reza maksudnya gimana..?.."
"kita menikah siri dulu sambil mempersiapkan pernikahan kita sayang..."
"tapi kan ga dadakan gini juga mas..."
"aku sudah siapkan semuanya... Aku ingin segera memelukmu"... Ucap Reza genit.
"haissttt... Mas Reza"...
"kita tunggu telepon ibu... Kalo Om kamu di Surabaya oke kita tinggal berangkat"
"Mas Reza jadi aneh gini.."... Ucap Tia
"karena kamu..."... Reza tersenyum genit menggoda Tia
🎶🎶🎶... Ponsel Tia berbunyi
"iya ibu... Bagaimana..?.."... Reza yang mengangkat ponsel Tia
"Omnya Tia bersedia nak Reza... Terserah kalian mau menikah kapan.. Kalian akan di nikahkan di Masjid dekat rumah Omnya Tia.. Hari ini juga bisa" ... Reza sangat bahagia mendengarnya.
"baik ibu... Terimakasih... Ibu silahkan bersiap - siap saya siapkan tiket ke surabaya sekarang"... Reza menutup teleponnya.
Kemudian menghubungi sekretarisnya untuk menyiapkan tiket dari Batam ke surabaya dan memberikan nomor telepon ibunya Tia agar dia hubungi untuk konfirmasi selanjutnya.
Pak Doni sudah diminta Reza untuk menghubungi Bi Supi dan Mba Yati agar mereka bersiap - siap ke Surabaya hari ini
"karyawanmu tidak diajak..?..".. tanya Reza
"banyak yang mau ambil pesanan hari ini mas.."
"tapi sudah siap kue pesanannya..?"
"sudah ....tinggal hias 3 cake lagi yang mau diambil nanti malam..biar mereka yang tutup tokonya nanti"
"kamu siap - siap sayang... siapkan juga keperluan Aska.."
"iya mas..."
"aku pulang dulu ya... Nanti aku jemput.. Oh ya.. Aska waktunya pulang kan sekarang..?.."
"iya mas..."
"aku sekalian jemput Aska... Kamu siapkan saja keperluanmu sama Aska jadi nanti kita langsung berangkat"
"iya mas..."... Tia mengikuti Reza untuk turun.
"kamu siapkan saja keperluanmu... Aku pulang dulu ya sayang..."
"hati - hati mas..."
Tia masih bingung dengan apa yang terjadi... Secepat ini ???
Reza menuruni tangga
"mba... Saya dengan bu Tia akan menikah besok di Surabaya... Titip tokonya ya...ini untuk uang lemburnya..."... Reza menyerahkan sejumlah uang pada karyawan Tia.
"Alhamdulillah..."... batin karyawan Tia..
"terimakasih Pak..."... Ucap ke dua karyawan Tia bersamaan
Reza mengangguk dan berjalan menuju mobilnya.
Reza menelepon Riska
"Riska... Siapkan kebaya untuk Tia, kirimkan nomor rekeningmu... Aku transfer untuk semua keperluannya"
"kenapa tidak pakai gamis saja.. trus kamu pake baju koko... Kan menikahnya di masjid.."
"Terserah lah... Kamu atur aja... Siapkan juga baju untuk Aska"
"oke... Semua beres.."
"terimakasih Riska..."
__ADS_1
"sama-sama..."... Riska sangat bahagia akhirnya Reza menikahi Tia.