Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Kehormatan


__ADS_3

Siang itu Reza hendak pergi makan siang saat tiba - tiba Anggie masuk ke dalam ruangan kantornya.


"kamu mau apa kesini..?.."... Tanya Reza terkejut


"aku rindu padamu sayang...".. Anggie mendekati Reza hendak memeluknya, Reza menepis tangan Anggie


"kamu kenapa sih Za.. Kamu pasti sudah di guna - guna sama perempuan sialan itu..!! ... Apa hebatnya perempuan itu dibanding aku, aku bisa memuaskanmu, apa kamu lupa kenikmatan yang kita lewati Za...??.. "... kata Anggie sambil terus berusaha memancing emosi Reza... Anggie perlahan membuka kancing bagian atas bajunya, tampak dadanya yang indah sedikit terlihat...


Reza mematung... dulu dia bisa langsung menerkam Anggie, dia sangat tergila - gila pada tubuh Anggie..... Nafas Reza mulai tidak beraturan... Reza mundur menjauhi Anggie.


Anggie melangkah mendekati Reza dengan kembali membuka kancing bajunya.... Reza semakin ketakutan... Dia berlari cepat ke arah toilet dan menguncinya dari dalam....dengan cepat dia meraih ponselnya menelepon scurity untuk datang ke ruangannya.. Setelah menelepon scurity dia menelepon Tia.


"sayang... Tolong aku, cepat ke kantorku sekarang juga!!"... Kata Reza yang langsung membuat Tia cemas.


"mas kenapa...?... Mas Reza kenapa..?".... Tanya Tia menangis... dia takut terjadi sesuatu pada Reza.


"aku tidak apa-apa sayang... hanya saja ada Anggie di ruangan ku, ini aku di toilet.. Aku kunci dari dalam.. kamu kesini ya sayang..."... Harap Reza.


"iya mas... Tia kesana sekarang"... Tia buru - buru berganti baju dan menuju ke kantor Reza diantar sopir.


"Za... Za... Ayolah... Kamu kenapa sih..?"... Anggie terus mengetuk pintu toilet... Reza hanya diam tidak menyahut panggilan Anggie.


"ada apa pak..?..." tanya resepsionis heran melihat scurity masuk ke dalam.


"pak Reza bilang saya disuruh usir bu Anggie..."... Jawab scurity itu.


"dasar perempuan tidak tahu malu, sudah tahu pak Reza sudah berkeluarga masih saja dia kejar".. Kata salah satu karyawan.


"untung saja pak Reza tidak menikah dengan dia...sombongnya minta ampun, mana suka perintah - perintah"... Timpal karyawan yang lain


"bagusan juga bu Tia... Sudah ramah baik hati lagi.. Eh... mulai besok bu Tia siapkan kita kue2 untuk coffe time jam 10 sama jam 3 sore..." kata Fira


"yang bener Fir...??"... Tanya salah satu karyawan tidak percaya.


"bener..."...jawab Fira


"wahhh... Memang baik itu bu Tia"...


Disaat yang sama di ruangan Reza tampak Anggie sedang memaki scurity yang coba mengajaknya keluar dari ruangan Reza.... Anggie masih saja memarahi scurity itu.


Scurity itu juga bingung dimana Reza... Reza tidak terlihat di ruangan itu


"mari saya antar turun bu..."... Ajak scurity itu pada Anggie


"saya masih akan bicara sama Reza, lagian kamu itu siapa berani perintah - perintah saya"... bentak Anggie


Beberapa karyawan tampak berkerumun menatap pintu ruangan Reza yang terbuka dan melihat Anggie berteriak - teriak pada petugas scurity... Tapi mereka bingung, mereka tidak melihat Reza... kemana Reza???


"selamat siang bu Tia..."... Sapa Fira saat melihat Tia memasuki kantor.


"kenapa mas Reza Fira..?"... Tanya Tia sambil berjalan cemas ke arah ruangan Reza.


"ada bu Anggie marah - marah dari tadi bu..."


Tia melewati kerumunan karyawan yang menatap ke arah ruangan Reza.


"apa yang terjadi..?"... Tanya Tia pada salah satu karyawan yg berada di kerumunan.


"bu Anggie marah - marah dari tadi bu.."... Jawab salah satu karyawan.


Tia berjalan ke arah pintu ruangan Reza di ikuti Fira.


"ada apa ini pak..?"... Tanya Tia pada petugas scurity.


"maaf bu... Pak Reza meminta saya agar bawa bu Anggie keluar tapi bu Anggie nya tidak mau"


"ada apa mba Anggie..?.."... Tanya Tia lembut


"saya tidak ada urusan sama kamu... Saya hanya berurusan dengan Reza, tidak mau saya berurusan sama pembantu sepertimu.."... Kata Anggie sinis


"kamu pakai guna - guna apa ke Reza ha..??!!.., dasar perempuan murahan, orang miskin yang pengen kaya... Kamu punya apa ha..???!!... Orang miskin tak punya apa-apa"... Lanjut Anggie


Tia mencoba tetap bersabar...

__ADS_1


Tapi tidak dengan Fira... Fira sangat emosi mendengar Anggie menghina Tia, dia tidak terima atasannya dihina seperti itu.


"lebih baik bu Anggie keluar.."... Bentak Fira.


"tidak usah ikut campur kamu,".... Bentak Anggie.


Tia menyentuh tangan Fira untuk menenangkannya


"mas Reza suami saya mba... Urusan mas Reza akan menjadi urusan saya juga... mba Anggie ada perlu apa, mari silahkan duduk.."... Ajak Tia


"saya cuma perlu sama Reza, tidak ada urusan sama kamu"... Jawab Anggie ketus.


"Pak Reza dimana pak?... Tanya Tia pada petugas scurity


Tia baru ingat... tadi di telepon mas Reza bilang dia mengunci diri di toilet... Tia segera menuju ke toilet dan mengetuk pintunya.


" mas.... Mas.... "... Panggil Tia


Reza segera membuka headset yang dia pakai saat samar - samar dia mendengar pintu toilet diketuk.. Dan langsung dia buka pintu toilet saat mendengar suara Tia memanggilnya.


"sayang..."... Reza langsung memeluk Tia.


"ada apa mas..?"... Tanya Tia


"tidak apa-apa sayang, aku nyaman saat kamu berada disini..."... Jawab Reza.


Seketika semua karyawan yang menyaksikan kejadian itu terkejut... Ternyata Reza sembunyi di toilet.


"kamu mau apa Anggie..?"... Tanya Reza


"aku ingin kita kembali seperti dulu lagi...."... Kata Anggie sambil beranjak mendekati Reza.


Reza memeluk Tia erat.


"mba Anggie... Sebaiknya mba Anggie pulang saja, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi antara mba Anggie dengan mas Reza, semua ini akan mempermalukan diri mba Anggie sendiri"... kata Tia lembut.


"siapa kamu berani perintah saya untuk keluar dari kantor ini, kamu tidak punya hak di kantor ini..."... Kata Anggie menatap Tia tajam.


Fira sudah tidak sabar, cepat dia menjawab kata - kata Anggie.. "anda salah bu Anggie.... Bu Tia sekarang adalah pemilik perusahaan ini, bu Tia yang memegang kekuasaan penuh sekarang... bahkan bisa memerintahkan scurity untuk mengusir anda secepatnya saat ini juga.."


" itu semua benar Anggie... Perusahaan ini adalah milik Tia sekarang, bahkan rumahku, mobilku dan semua hartaku sudah berbalik nama menjadi milik Tia semua... aku sudah tidak memiliki apa - apa lagi"... Reza menjelaskan dengan tenang


"tidak mungkin... Kamu sangat mencintai perusahaanmu, kenapa bisa kamu berikan ke Tia"... Tanya Anggie tidak percaya.


"karena aku lebih mencintai istriku dibanding perusahaanku...bahkan dibanding apapun di dunia ini"... Jawab Reza mantap.


"tidak mungkin... Kamu hanya mencoba membohongiku"... Kata Anggie masih tidak percaya.


"tanya lah pada Fian... Fian yang mengurus semuanya..Pulanglah Anggie, aku minta maaf bila mungkin aku pernah melakukan kesalahan... jangan mengejarku lagi, aku sudah tidak memiliki apa - apa lagi.."... Kata Reza kemudian.


Anggie berjalan keluar dari ruangan Reza dengan penuh emosi, tidak memperdulikan tatapan karyawan Reza yang berkumpul memandangi Dirinya..


" bu Tia terlalu sabar Pak Reza.... Saya sudah gemes aja dari tadi "... Gerutu Fira


Reza tertawa....


Fira segera menutup mulutnya yang tanpa sadar mengucapkan itu.


"terimakasih sudah membela istriku... Karena itu aku memilihmu menjadi sekretaris istriku..."


"saya permisi kalo begitu pak Reza... bu Tia.."... Fira membungkukkan badannya dan berjalan keluar dari ruangan Reza.. Sambil menutup pintu ruangan itu.


"sudah aman... tidak adalagi yang akan mengganggu kita sayang..."... Kata Reza sambil mencium pipi Tia.


"jadi karena itu mas menghibahkan semua atas namaku..?... tanya Tia


" iya... Karena aku lebih mencintaimu.. "... Ucap Reza seraya mencium bibir Tia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keluar dari kantor Reza Anggie segera melajukan mobilnya ke arah kantor Fian... Dia masih tidak percaya Reza menghibahkan semua hartanya untuk Tia.


" Fian.... "... Anggie langsung masuk ke ruangan Fian tanpa permisi.

__ADS_1


"Anggie... Ada apa..?"... Tanya Fian


"apa benar Reza sudah menghibahkan seluruh hartanya untuk Tia..?"


"siapa yang bilang..?"... Tanya Fian santai


"Reza bilang kamu yang mengurusnya..."... desak Anggie tidak sabar.


"memang benar... semua harta Reza sudah dihibahkan ke Tia, Reza tidak memiliki apa - apa lagi"


"Reza bodoh... Kenapa dia bisa setolol itu,"


"dia tidak bodoh.. Dia sangat mencintai istrinya yang baik itu".. Ucap Fian santai


"aaarrgghhh!!!.....coba lihat mana dokumennya!!"... desak Anggie


Fian menyerahkan copy an berkas hibah Reza.


Anggie membaca dengan teliti... Membalik - balik lembaran dokumen.


Perusahaan..


Rumah..


Apartemen..


Mobil..


Dan investasi lainnya.


Semua harta Reza telah berpindah tangan...


" lalu... Apa yang masih menjadi milik Reza?"... Tanya Anggie


"tidak ada... Reza tidak memiliki apapun, dia laki - laki miskin yang hidup dari harta istrinya... apa kamu masih mau mengejarnya..?.... bahkan istrinya bisa memecat Reza kapan saja, karena dia hanya karyawan biasa".... Fian menjelaskan.


" lupakan Reza....carilah laki - laki lain dan menikahlah, kamu cantik.. pasti mudah mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Reza".... saran Fian.


Anggie menatap Fian tajam yang mampu membuat Fian bergidik ngeri.


" jangan goda saya... kamu akan dihajar Riska habis2an kalo berani".... Kata Fian dengan cemas


"dasar bodoh!!.... Kalian berdua sama-sama bodoh!!..".... Sungut Anggie yang segera berdiri dan keluar dari kantor Fian dengan perasaan kesal yang luar biass


"bukan bodoh... tapi kami sangat menghargai kesetiaan,"... Ucap Fian pada dirinya sendiri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tia masih menemani Reza di ruangan kantornya, mereka baru saja selesai makan siang dan duduk berdua saling berpelukan di sofa.


" mas... boleh tanya..? "... Ucap Tia pelan


" apa sayang.... Bicara lah..." jawab Reza sambil mengusap punggung tangan Tia yang berada di dalam genggamannya.


"apa yang bikin mas ketakutan seperti itu pada Anggie sampai - sampai mas mengunci diri didalam toilet..?"


"pernah malam itu aku terbangun saat kamu sudah tertidur sayang... ponsel kamu masih menyala dan headset masih terpasang ditelingamu, mas lepas headsetnya dan bermaksud menyimpan ponselmu di meja, tapi mas penasaran apa yang sedang kamu dengarkan... Saat mas pasang headsetnya itu ceramah seorang ustadz muda yang mengatakan... Zina adalah hutang dan anggota keluargamu yang akan membayarnya, mas hanya memiliki kamu dan Aska,... aku tidak mau kamu harus membayar kesalahanku,..... dengan menjaga diriku, aku menjaga dirimu dan juga kehormatan keluargaku".... Kata Reza sambil menatap Tia lekat


"untuk apa aku mencari wanita lain, sedangkan kamu memiliki yang aku butuhkan... kamu sangat cantik, sangat sexi, dan aku menyukai kenikmatan yang kamu berikan sayang...... Ahhh.. Mas jadi pengen..."... Bisik Reza ke telinga Tia.


"hihhh... Mas, ini di kantor"... Kata Tia malu.


"kita pulang kalo begitu.... eh tidak, kita ke apartemen saja..."... Reza berdiri dan menggenggam tangan Tia.


"mas..."


"atau mau disini..?"... Tanya Reza menggoda Tia.


Tia segera bangkit dari duduknya dan memukul lengan Reza pelan...


"menolak ajakan suami itu dosa".... Bisik Reza.


"iya.... Iya..."... Jawab Tia sambil tertawa.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2