
Ari turun dari mobilnya dan memasuki rumahnya, dia agak heran melihat lampu diruang tamu masih menyala..
Dia masuk ke kamarnya... Dia tidak melihat Tia,.. Mungkin tidur dikamar anaknya... Pikir Ari.
Ari duduk di sofa ruang tengah sambil tersenyum, mengingat rasa bahagia pertemuan tadi bersama vivi...
Ari menyalakan televisi... Tapi pikirannya terus pada vivi... Ari bahagia merasakan cinta dihatinya..
Ari bahagia mendengar janji2 vivi... Vivi mencintainya, suaminya tidak ada apa2nya dibanding Ari... Vivi tidak bisa hidup tanpanya ,... Dan mereka berciuman mesra... Ari merasa hatinya berbunga2.... Ari merasa dialah pangeran yang Vivi damba... Dan Ari bangga merasakan itu.
1 jam lebih dia duduk di sofa menatap televisi yang sebenarnya tidak menarik perhatiannya, pikirannya hanya tertuju pada Vivi... Dia merasa ada yang aneh, dia bangkit menuju kamar putranya... Kosong... Betapa terkejutnya dia, dia bergegas mencari Tia di setiap sudut rumah... Tidak ada...
Kemana mereka??.... Kabur??... Tidak mungkin Tia tidak seberani itu
Ari masuk ke kamarnya kembali..... Membuka laci tempat mereka menyimpan surat2 berharga.... Semua masih ada, yg hilang surat2 milik istrinya, akta lahir putranya, kk dan buku nikah,milik istrinya.... Surat2 berharga lainnya masih ada, buku tabungan dan sepertinya atm yg biasa digunakan istrinya jg ada... Deg... Cincin nikah... Ari tersentak... Ada terukir nama dirinya disitu, istrinya melepas cincin perkawinan mereka... Ari segera meraih kunci mobil menuju atm, cek saldo.... Masih ada saldonya.... Jd kemana istri dan putranya??... Kalo pun kabur apa yg mereka bawa?
Ari terduduk di tangga atm.... Kemana mereka?
Kenapa Tia senekat itu... Dia tidak menyangka istrinya yg penurut bisa memiliki keberanian kabur membawa putranya...
Ada rasa sesal di hati Ari.... Apakah aku terlalu menyakitinya... Kemana dia membawa Aska..
__ADS_1
Berkali kali Ari mencoba menghubungi istrinya.. Tapi tidak bisa.. Nomornya tidak aktif.
Apakah aku harus lapor polisi..?... Pikir Ari kemudian.
Ari kembali ke rumah, masuk ke kamar putranya.. Baju Aska masih ada di lemari, mainan Aska, tidak ada yang berubah... Apa yang Tia bawa kabur bersama putranya, kemana dia..?
Ari berjalan ke dapur.. membuat segelas teh hangat, masuk ke dalam kamarnya, dia buka kembali lemari pakaian Tia...pakaian Tia masih tersusun rapi di dalamnya.
Tia pergi tanpa membawa apa - apa... atm saja tidak dia bawa.
Sekali lagi Ari mencoba menghubungi nomor ponsel Tia... Tetap tidak aktif.
Ari berjalan ke pinggir tempat tidurnya... dia melihat secarik kertas yang di letakkan di samping bantal.
Aku tidak bisa bertahan lagi, maafkan aku.
Mungkin dengan kepergianku kalian akan lebih mudah untuk bersama... tidak ada lagi penghalang cinta kalian.
Berbahagialah..
Tia.]
__ADS_1
Ari menatap nanar surat itu .... Jadi Tia benar-benar pergi membawa Aska.
Darimana Tia mendapat keberanian itu
Ari membaringkan tubuhnya.. Dia bingung, haruskah dia bahagia karena kepergian Tia... Saat ini tidak akan ada lagi yang menghalangi dia untuk bertemu Vivi.
Atau kah dia harus cemas... karena istri dan anaknya pergi entah kemana.
Mungkin dia pergi ke tempat ibunya... Pikir Ari
Dia akan menunggu sampai besok... Bila besok Ibu Tia memarahinya dia bisa tahu bahwa Tia dan Aska pergi ke Batam ke rumah ibunya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ari menunggu seharian... Tidak ada telepon dari ibu mertuanya, apa memang Tia tidak ke tempat ibunya..??
Terus pergi kemana mereka..?
Untuk menelepon ibu mertuanya Ari tidak punya keberanian, dia bingung bagaimana nanti harus menjelaskan.
Ari menceritakan masalahnya pada temannya... Tapi tidak menceritakan kebenaran, dia hanya bercerita bahwa Tia membawa Aska kabur entah kenapa... Dan sekarang dia bingung mencari mereka...
__ADS_1
Licik... iya... Sepertinya itu kata yang tepat untuk Ari