Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Menyakitinya... Lagi...


__ADS_3

Reza sangat gelisah akhir - akhir ini.. Beberapa hari kemarin dia sangat tergila - gila pada Anggie, hanya Anggie yang ada di benaknya... tapi setelah Tia pergi dia baru benar-benar menyadari, ada rasa sakit dihatinya.. ada rasa cemas, rasa rindu, dan takut kehilangan akan sosok Tia... Reza merasa kehilangan, dan rasa kehilangan itu telah mengubur rasa yang dia miliki pada Anggie.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Reza memasuki kantor Fian dengan langkah cepat.


"bagaimana hasil persidangan Tia..?.."... Tanya Reza yang tiba-tiba masuk ke ruangan Fian.


"hadehhh... Bikin kaget aja kamu Za... sudah diputuskan cerai... Minggu depan bisa diambil surat cerainya"


" Tia sudah tau..?..."


"sudah... Ups..."... Fian keceplosan


"darimana Tia bisa tahu..?... kamu tahu Tia dimana..?... dimana dia.?.."... Desak Reza


"aku harus ketemu klien Za... Sorry"... Fian berdiri dari tempat duduknya.


"dimana Tia..?... Aku hubungi nomor ponselnya sudah tidak aktif... kamu pasti tahu dimana Tia"... Ucap Reza sambil menahan bahu Fian


" nanti aku kabari lagi..."... Fian berjalan cepat meninggalkan Reza


"kenapa Fian menghindar dariku..."... Bisik Reza


Dengan setengah emosi Reza kembali ke kantornya.


Reza terus memikirkan keanehan Fian..


Pulang kantor Reza sengaja kembali ke kantor Fian... dia ingin mendapat penjelasan Fian.


"Pak Alfian sudah pulang pak..."... Kata resepsionis ramah.


Reza memutuskan untuk langsung ke apartement Fian.


Alangkah terkejutnya Reza saat akan parkir mobil Reza melihat Tia masuk ke gedung apartement bersama Aska, sepertinya mereka pulang dari minimarket karena di tangan Tia memegang plastik belanjaan.


"saya turun disini pak.."... Perintahnya pada pak Doni


Reza segera turun dan bermaksud mengejar Tia... Tapi Tia telah masuk ke dalam lift.


"jadi Tia tinggal seatap dengan Fian...."... Reza mulai emosi karena fikirannya sendiri.


Reza segera masuk ke dalam lift dengan penuh emosi dia menuju apartement Reza.

__ADS_1


Reza tidak memencet bel... Reza menggedor pintu apartement Fian.


Fian membuka pintu dan kaget melihat Reza.


" kenapa kamu Za..?"


"jadi ternyata kamu menampungnya..ha.??!!... mana Tia.. jangan sembunyi kamu Tia... Dasar perempuan sialan... sok lugu tapi mau diajak tinggal satu rumah dengan laki-laki"


"kamu ngomong apa Za..?"


"tidak usah berkilah...mana Tia..?..jangan bilang dia tidak disini... Aku tahu Tia yang buatkan kamu puding yang kamu makan itu"... Bentak Reza.


"Za... kamu salah paham.. tenangkan dirimu aku jelaskan"


"tidak perlu penjelasan... kamu boleh ambil dia... Aku tidak butuh perempuan semacam itu"


Plakkk...


" jaga bicaramu Za.."... Tanpa sadar Fian menampar sahabatnya.


Reza emosi ingin menyerang Fian tapi terhenti karena ada suara perempuan berteriak...


"apa - apaan kamu Za"... Bentak Riska


"perempuan lain siapa..?.." tanya Riska bingung


"jadi kamu tidak tahu tunanganmu tidur dengan Tia si janda beranak satu"... Teriak Reza.


Pranggg...


Semua menoleh ke arah pintu


"nah...ini perempuannya.."... Ucap Reza tertawa sinis.


Tia berjalan masuk ke apartement Fian dengan meneteskan air mata


"saya memang janda mas Reza... saya memiliki anak.. saya memang dulu sudah tidak tahu diri menyukaimu... saya memang perempuan rendah yang tidak pernah pantas untukmu.. apalagi mas..?..katakan sekarang aku ingin mendengar langsung dari mulutmu" Tia mulai menangis.


Riska memeluk Tia...


"kamu keterlaluan Za..".. Ucap Fian


Reza terdiam bingung menyaksikan itu... Kenapa Riska malah memeluk Tia... Apa yang terjadi..?

__ADS_1


Tia melepaskan diri dari pelukan Riska... berjalan ke arah pintu dan memungut tempat makanan yang dia jatuhkan tadi... Tadi sebenarnya dia ingin membawakan tester makanan yang dia masak untuk Riska... Karena Riska sudah wa bahwa dia sudah di lift apartement makanya Tia bergegas ke apartement Fian mengantarkan makanan itu untuk Riska.


Tia masuk ke dalam... Mengambil sapu dan membersihkan makanan yang berceceran dilantai.


Fian, Riska dan Reza hanya menatap Tia...


"saya permisi mas Fian.. mba Riska...".... Tia keluar dari apartement Fian tanpa menyapa Reza.


"duduk Za..." perintah Fian


"kamu terus saja menyakitinya Za... kamu keterlaluan" kata Fian selanjutnya


Riska duduk di sofa yang berada di sudut ruangan.. dia malas menanggapi kebodohan Reza


"Tia memang tinggal di sini... Tapi bukan disini.. Dia tinggal di apartementku dibawah, dia bekerja menjadi Art disini, dia juga masakkan aku... tapi dia baru akan kesini saat aku sudah berangkat kerja dan sebelum aku pulang dia sudah pulang ke apartementnya... Riska malahan yang selalu bersama Tia dan Aska, dia perempuan baik Za... Bahkan dia sama sekali tidak pernah bersalaman denganku.. dia hanya membungkukkan badannya untuk menghargaiku.. kamu sudah menyakitinya Za .. Di depannya kamu bermesraan dengan Anggie dan dengan tega kamu biarkan dia turun dari mobilmu... kamu tahu... Saat dia turun dari mobilmu Ari berhasil membawa dia ke dalam mobilnya.. Ari memukulnya dan di depan mataku sendiri aku melihat Ari mencekiknya... Untung sopirku hapal plat nomor mobil Ari... Kamu tidak tahu kan Za... Kamu malah maki dia demi tubuh Anggie... Anggie memang cantik Za.. Tubuhnya menggoda tapi dia lebih rendah dari Tia yang selalu dia rendahkan karena statusnya janda... Tia janda dari 1 orang suami... Anggie tidur dengan banyak laki- laki yang bahkan tanpa status..."...Fian mengatakan sambil menatap tajam mata Reza.


" lebih baik kamu pulang Za... Kamu memang hebat dengan bisnismu... Tapi sebagai laki-laki dewasa kamu payah!!.. "... Sambung Fian lagi.


" aku mau ketemu Tia... "... Ucap Reza lemah... Terlihat air mata di sudut matanya... Kata- kata Fian menusuk di hatinya.


" ayo aku antar... "... Fian berkata sambil berjalan ke pintu


Reza mengikuti langkah Fian.


Ting tong...


Bel pintu apartemen Tia


" Tia... Ini aku Fian.."


Tia membuka pintu apartementnya


Tia akan menutup pintunya kembali saat melihat ada Reza dibelakang Fian tapi Fian menahannya.


Tia melangkah masuk dan membiarkan Fian dan Reza masuk.


"maafkan aku Tia...".. Ucap Reza


"saya sudah maaf kan mas Reza... Sebaiknya mas Reza pulang"... Tia tidak bisa menahan lagi air matanya... Tia merasakan sakit hati itu lagi...


" maafkan saya mas... saya mohon kalian pulang"... Tia berjalan ke arah kamar tidur nya dan menutup pintu .


Fian mengajak Reza keluar dari apartement yang Tia tempati dan menyuruh Reza pulang.

__ADS_1


__ADS_2