Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Pelukan pertama


__ADS_3

Saat tadi Tia pamit akan bicara dengan Lia di ruangan lain mba Yati berniat mencicipi kue2 yg dihidangkan Lia... Sementara Aska masih asik menikmati ice creamnya.


"bu Yati... Itu papinya Aska yang sering pukul mami".... Aska berkata sambil menunjuk ke arah laki2 yg berjalan ke arah kasir... Mba Yati melihat Lia datang menghampiri dan berbincang dengan laki2 itu..


"Aska... Jangan menoleh kesana".. bisik mba Yati pada Aska.


Mba Yati pura2 akan mengantar Aska ke toilet.... Melirik mencari Lia... Lia tampak sibuk dengan pengunjung Cafe , mba Yati meraih tas Tia dan segera menggandeng Aska pura2 ke arah toilet tapi sebenarnya tidak.... Dia berjalan ke arah pintu, dan dengan tergesa dia gendong Aska kemudian masuk ke dalam salah satu taxi yang parkir di pinggir jalan depan Cafe.. Mba Yati menyebutkan nama hotel.


"cepat pak..."... Pinta mba Yati panik.


"mami kenapa ditinggal bu.. Kasian mami, mami pasti dipukuli papi".... Aska menangis sesenggukan di pelukan Yati.


"Allah pasti menolong mami.... Yati mencoba menghibur Aska".... air mata Yati mengalir, dia cemas membayangkan keadaan Tia...saat Tia menelepon tadi terdengar suaranya gemetar ketakutan, mba Yati tidak bisa menjawab apa2... Yang ada di benaknya hanya kabur bersama Aska secepatnya.


Mba Yati meraih handphone di dalam tas dan segera menelepon mas Reza... dia menjelaskan dengan suara gemetar dan menangis, Reza meminta dia untuk segera pulang ke hotel... Masuk ke kamar dan jangan keluar.


Sebenarnya Reza sedang bertemu salah satu rekannya membicarakan bisnis tapi setelah menerima telepon dari Yati perasaan Reza tidak tenang... Reza pamit dan berjanji akan membicarakan lagi di lain waktu.


Bergegas dia menelpon sopir yang memang dia sewa selama di Surabaya... Reza menunjukkan nama Cafe lia dan sepertinya sopir itu mengerti lokasinya.


Reza merasa itu perjalanan terpanjang dalam hidupnya... Dia sangat gelisah, rahangnya mengeras, dari sorot matanya tampak dia menahan amarah.


Begitu sampai di parkiran Cafe Reza segera turun,... Dia menuju ke meja kasir ingin menanyakan keberadaan Lia tapi sekilas dia mendengar percakapan karyawan Lia.


"kasian... Dipukuli sampai begitu, ga waras itu orang... Aku pesankan taxi aku antar didepan td, cb dilaporkan polisi aja tadi... Kurang ajar"

__ADS_1


Reza berhenti dan mengurungkan niatnya untuk bertanya, dia segera berbalik menuju mobilnya dan meminta sopir segera kembali ke hotel... Kalo Tia berhasil kabur naik taxi dia pasti menuju hotel sekarang.


Dijalan dia menelepon mba Yati menanyakan apakah Tia sudah kembali, tapi mba Yati menjawab belum.


Sampai di hotel Reza segera menuju lobby.. Dia terus saja gelisah menunggu Tia, apakah dia baik2 saja..?... Kenapa lama sekali sampai..?... Reza duduk sebentar... Berdiri lagi... Berjalan ke arah pintu, kembali lagi ke sofa..


Setiap ada taxi berhenti Reza selalu menatap tajam berharap itu Tia.


Sebuah taxi berhenti... Reza merasakan dadanya bergemuruh saat melihat Tia turun dari taxi dengan tertatih, masih terlihat darah disudut bibirnya yang bengkak, di hidungnya... Rambutnya terlihat acak2an, wajahnya pucat menahan sakit... Reza bergegas menghampiri Tia dan benar saja... Tia langsung pingsan dipelukannya.


Segera Reza memanggil sopir dan membawa Tia ke rumah sakit...


Reza begitu cemas menatap Tia.... "aku tidak menyangka sekejam ini pria itu padamu".... Reza mengusap lembut pipi Tia yg terbaring pingsan dipangkuannya.


Begitu tiba di rumah sakit segera Reza meminta tolong pada petugas rumah sakit... Tia segera dibawa ke IGD....dokter segera memeriksa Tia.


"korban kekerasan dok... Saya minta pasien di visum".... Jawab Reza


Dokter mengangguk dan segera memanggil perawat.. Reza diminta menunggu diluar.


Dokter memanggil Reza...


"bapak suaminya..?"


"eh... Saya keluarganya dok"... Jawab Reza tergagap.

__ADS_1


"pasien sudah siuman...sebentar akan dipindah ke ruang perawatan"... Dokter menjelaskan sambil pamit meninggalkan Reza.


Reza bergegas masuk...


" mana yg sakit..?"... Tanya Reza lembut.... Dia iba menatap Tia yg berusaha menyembunyikan air matanya dengan menghapus cepat saat melihat Reza masuk ke ruangan.


"sudah baikan mas.... Maaf saya merepotkan... Terimakasih mas, saya sangat berterimakasih, Aska sama mba Yati kan mas?".... Tanya Tia cemas.


"iya... Aska di hotel sama mba Yati, kamu tidak usah cemas... Begitu kamu sehat kita langsung pulang ke Jakarta"


"saya baikan mas... Kita pulang ke jakarta saja mas, saya sudah gpp...".. Tia sangat ingin segera pulang ke jakarta.


"tapi keadaanmu seperti ini..."... Reza ragu apa dokter mengizinkan Tia pulang.


"saya gpp mas.... Saya takut disini, saya merasa aman di rumah mas Reza"..... Dan Tia menangis.


"saya takut mas..."... Kata Tia lemah


Reza meraih Tia ke dalam pelukannya....


"jangan takut... Aku tidak akan biarkan seorang pun menyakitimu lagi...."... Reza berkata sambil mengusap kepala Tia.


"kita pulang saja sekarang ya mas...."


"coba aku tanya dokter kalo begitu..."

__ADS_1


Reza menemui dokter dan meminta pendapat bagaimana kalo pasien ingin pulang sekarang, dokter mengizinkan... Tapi dokter menyarankan sesampai di Jakarta untuk periksa lagi keadaan Tia di rumah sakit Jakarta. Setelah menyelesaikan urusan administrasi Reza segera membawa Tia menuju hotel... Dan malam itu juga mereka pulang ke Jakarta.


__ADS_2