Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Pria penolong..


__ADS_3

Tia menatap jendela kamar hotelnya dilantai 3, terlihat sebuah gang kecil disisi bawah... Tampak ibu2 yg sedang berbelanja... Sudah 3 hari Tia menginap di hotel tersebut, dia belum bisa memikirkan dia harus kemana...


Aska masih tertidur pulas... Tari hanya menghabiskan waktu seharian bermain dengan Aska dan menonton televisi.


Aku harus pindah pikir Tari.... Dia teringat pada salah satu temannya yg di Surabaya... Iya.. Dia akan kesana, dia berharap bisa memulai hidup baru disana.


Tia mencoba menghubungi temannya Lia,...


"lia...ini aku Tia..."... Tia tidak bisa melanjutkan Kata2nya.... Air matanya mengalir, dia menangis...


"Tia... Ada apa Tia?"


"halo... Tia" jawab Lia cemas


"aku ada kesulitan... Boleh aku ke tempatmu?"... Tanya Tia terbata bata


" boleh... Kesini Tia, kapanpun kamu mau ke tempatku datang saja"... Lia sangat mengenal sahabatnya itu.. Tia tidak akan minta bantuan orang lain kalo tidak benar2 terpaksa.


" Tia... Kamu kesini ya... Aku tunggu, tp maaf ada banyak pengunjung di cafeku,aku tidak bisa bicara lama denganmu... Kesini Tia, ceritakan semua saat kamu sudah tiba disini... Beneran ya aku menunggumu"... Lia berusaha menenangkan sahabatnya.


"trimakasih Lia..."... Tia menutup telephonnya.


Lia adalah salah satu sahabat Tia... Lia membuka sebuah Cafe di Surabaya, Tia berfikir mungkin dia bisa bekerja di Cafe Lia.


Siang itu Tia check out dari hotel... Karena jam check out hotel jam 13:00...Tia berniat langsung ke stasiun dan menunggu jadwal keberangkatan kereta di stasiun saja.


Dengan taxi Tia menuju ke stasiun


"kita akan naik kereta api mami?"... Tanya Aska dengan nada ceria


"iya... Kita akan ke rumah tante Lia"... Jawab Tia sambil memeluk Aska.


Aska memasang wajah ceria... Dia ingin sekali naik kereta api.


Tia duduk diruang tunggu bersama Aska... Kereta akan berangkat jam 6 sore... Masih cukup lama, Tia mengajak Aska ke restoran fast food berniat akan menyuapinya.


Tia sudah membeli tiket untuknya dan Aska ke Surabaya...


Di restoran fast food tanpa sengaja dia melihat salah satu teman Ari sedang mengantri di kasir itu juga...


Tia gemetar ketakutan, dia takut teman Ari memberitahukan ke Ari tentang keberadaannya.


Cepat2 dia bereskan makanan Aska dan menggandeng Aska untuk menjauh.


"mami itu Om Tio..."... Teriak Aska saat melihat teman Ari


Dan orang yg disebut Aska menoleh ke arahnya..


"Om Tio..." Aska melambaikan tangan..


Orang itu tampak kaget, membalas lambaian tangan Aska dan segera mengambil hp dikantong celananya.


Tia tau orang itu pasti menelepon Ari... Tia semakin mempercepat jalannya, dia setengah berlari dan kebingungan dia harus kemana.... Kalo dia tetap di stasiun ini dia takut Ari pasti menemukannya. Tia menoleh kebelakang sepertinya Tio tidak mengikutinya.


Tia mempercepat langkahnya sambil menggendong Aska.


"ya Allah... Tolong saya...".... Ucap Tia lirih.


Tia menuju ke pintu keluar tempat taxi banyak yang parkir menunggu penumpang. ..betapa terkejutnya dia melihat Ari berbicara dengan petugas dipintu keluar.


Tia cepat berbalik... Dan Ari melihatnya...


Ari berusaha mengejar Tia... Tia masuk ke parkiran mobil dan bersembunyi di sela2 mobil...


"mami...".... Aska terlihat ketakutan.


"gpp nak.... Kita akan baik2 saja.."... Tia memeluknya erat.


Tia melihat sekeliling..... Parkiran mobil terlihat ramai karena ada kereta yg baru saja berangkat..


Deg... Tia melihat Ari berjalan ke arahnya.


Tia berusaha berpindah tempat dengan tetap menunduk menggendong Aska.


Ada 2 orang pria berjalan dan salah satunya membuka pintu mobil bagian belakang, Tia segera berlari ke arah pintu itu dan menunduk.


Laki2 itu kaget melihat Tia.... Tia menangkupkan tangannya mohon pertolongan sambil tetap menggendong Aska.


"saya bukan orang jahat... Tolong saya".... Ucap Tia pelan.


Dia mengintip dan melihat Ari berjalan ke arah mereka.


"masuklah.."... Laki2 itu mendorong tubuh Tia agar masuk ke dalam mobilnya. Tia segera masuk dan laki2 itu menutup pintunya cepat. Dia berjalan dengan tenang menuju pintu samping.. Kemudian masuk dan segera meraih jas yg tergantung dimobil dan menutupi Tia dan Aska...


"jalan pak..."... Ucap laki2 itu pada sopir di depannya.


Tia sangat gemetar... Dia sangat ketakutan.


Laki2 itu meraih jas yg dipake untuk menutupi Tia dan menggantungnya kembali..dia menyodorkan botol air mineral yg selalu tersedia di dalam mobilnya pada Tia.


" terimakasih..." ucap Tia lemah... Terdengar jelas suara Tia masih gemetar.


"Dia sangat ketakutan..."... Ucap pria itu dalam hati.


"mami... Kita jadi naik kereta?"... Tanya Aska polos.


"jadi nak... Nanti kita naik kereta".. Jawab Tia sambil mencium kepala Aska.


"kamu mau kemana?"... Tanya pria itu tiba2


"ke..ke...ke Surabaya..." jawab Tia masih dengan suara gemetar .

__ADS_1


"singgah di fastfood pak...".. Ucap pria itu pada sopir di depannya.


"kita makan dulu... ayo turun.." kata pria itu membukakan pintu saat mereka tiba di restoran.


"ti.. tidak usah... Saya takut nanti ada yg melihat saya"... Tia sangat shock dengan kejadian tadi.


Pria itu masuk kembali kedalam mobilnya.


"ke Apartemen pak...".. Perintah pria itu kembali pada sopirnya.


"baik pak..."... Jawab sopir itu mengangguk sopan.


Sesampai di parkiran apartement


"ayo turun... Jangan takut, tidak ada yg mengenalimu disini" kata pria itu sambil membuka pintu mobil..


Aska tampak tertidur dipangkuan Tia..


"angkat pak..." perintah pria itu pada sopirnya yg segera mengangguk dan meraih Aska dari pangkuan Tia.


Mereka berjalan menuju lift.


Setelah sampai di depan pintu apartemen pria itu segera meraih kunci dan membukanya..


"baringkan di kamar".. Perintah pria itu pada sopirnya yg masih menggendong Aska.


"duduklah..."... Kata pria itu sambil duduk di sofa ruangan itu.


"saya permisi pak..."... Pamit sopir pria itu.


Pria itu hanya mengangguk.


Tinggalah pria itu berdua dengan Tia... Sedangkan Aska tertidur dikamar.


Tia masih bingung dengan apa yg terjadi.. dia hanya bisa diam.


Pria itu berdiri dan melangkah menelepon memesan makanan kemudian kembali duduk di sofa.


"nama kamu siapa?... Dan siapa yg mengejarmu tadi?"


"saya Tia.... Itu anak saya Aska, dan yg mengejar saya td itu suami saya...".. Tia terdiam... Selama berbicara dia hanya menunduk tidak berani mengangkat wajahnya.


"kenapa lari dari suamimu?"..


"dia berselingkuh dengan istri temannya... Saya sudah tidak tahan lagi, saya ingin hidup tenang dengan anak saya".. Tia berusaha menahan air matanya.


"kamu mau kemana?"


"saya mau ke surabaya, ingin hidup baru disana... Cari kerja untuk anak saya"... Jawab Tia terbata bata


"kenapa tidak pulang ke orang tuamu?"..


" ayah saya sudah meninggal... Ibu saya menikah lagi dan sekarang tinggal di Batam bersama keluarga barunya ... Saya tidak ingin merepotkan ibu saya"


"jam 6 sore ini..."


"baiklah... Nanti biar diantar pak doni ke stasiun lagi"... Ucap pria itu sambil melangkah ke pintu, rupanya pesanan makanan sudah datang.


"makanlah.."


"sekali lg terimakasih banyak untuk bantuannya..."


Tia dan pria itu makan dengan hening...


Selesai makan pria itu berdiri..


"nanti kamu diantar pak doni jam 5 ke stasiun... Istirahat saja disini..."... Pria itu berjalan kepintu dan meninggalkan Tia.


Pukul 5 pintu di ketuk dari luar... Tia membukakan pintu dan segera bersiap sambil menggandeng Aska.. Sopir pria tadi datang untuk menjemputnya ke stasiun.


Tia masih takut dengan peristiwa tadi siang.... Dia takut Ari ada di stasiun mencarinya, tapi tidak ada jalan lain untuk Tia... Dia tidak punya pilihan lain, dia hanya berharap Ari sudah pergi dari stasiun itu.


"terimakasih banyak pak untuk semua bantuannya...."... Ucap Tia sambil membuka pintu mobil.


"Sama2 mba.... Hati2 ya..."... Pak doni tersenyum ke arah Tia.


Tia segera masuk ke ruang tunggu..... Stasiun ramai saat ini, Tia lega karena berada diantara banyak orang... Gelisah dia menanti jadwal keberangkatan kereta, dia merasa akan tenang bila sudah didalam kereta yg menuju Surabaya.


Tia memeluk Aska erat dan menciumnya...


" mau pergi kemana kamu?"...


Degg..


Tia merasa tubuhnya tiba2 lemas dan gemetar, dadanya mulai sesak... Dia tidak berani mengangkat wajahnya.


" papi...Aska mau ke surabaya sama mami".... Kata Aska polos.


Ari segera mengangkat lengan Tia dan menariknya keluar dari ruang tunggu... Tia lemas seperti tidak punya kekuatan tapi tetap dia paksakan berjalan sambil mengendong Aska, Tia seperti berjalan diatas awan...


Di tempat parkir diantara mobil..


" Plakk...".... Tamparan keras mendarat dipipi Tia


" kamu jangan buat aku malu ya.... Mau kabur?.... Kamu harus tetap disini, aku tidak mau terlihat seperti laki2 bodoh yg ditinggal istrinya.. Dan satu lagi berani kamu bongkar masalah itu... Aku bunuh kamu!! "... Ucap Ari penuh emosi sambil mencekik leher Tia.


Sepasang mata tampak terkejut menatap adegan itu.... Segera dia meraih handphone dan menelepon seseorang.


" mami... Aska mau pipis.. "... Rengek Aska, sepertinya dia jg ketakutan melihat maminya diperlakukan seperti itu.


" kencing saja disitu..."... Ucap Ari masih bernada emosi.

__ADS_1


Tia mengajak Asja ke tepi untuk buang air kecil di bawah pohon. Tia berjongkok membantu Aska melepas celananya...ada sebuah mobil parkir disamping Tia.... Kaca mobil itu sedikit terbuka,


"mba..."


"pak Doni...." Tia melihat pak Doni mengangguk dan mengisyaratkan untuk masuk ke mobilnya.


Tia memakaikan celana Aska kembali dan menoleh ke arah Ari yg sedang menerima telepon dari seseorang.


Tia cepat2 mendekati mobil pak doni dan masuk kedalamnya....pak Doni segera melajukan mobilnya. Ari sempat bingung menoleh ke arah istrinya.... Dan lebih bingung lagi istrinya tidak ada diposisi saat membantu Aska buang air kecil. Agak ragu Ari berfikir... Apakah istrinya ada didalam mobil mewah itu.... Cepat dia masuk ke mobil mengejar mobil mewah itu.


"sial...kemana mobil itu tadi".... Ari emosi sambil memukul dashboard mobil.


"mba tidak apa2..?"


"tidak pak doni.... Terimakasih, terimakasih sekali..."


"minum dulu mba.... Beri minum juga putranya, kasian.... Ambil aja air mineral di situ"


"iya pak... Terimakasih"..... Tia minum untuk menenangkan hatinya yang ketakutan dan memberikan juga pada Aska.


" tadi setelah mengantar mba saya lihat dia bicara sama petugas sambil memperlihatkan hp nya... Makanya saya tidak jadi pulang...saya telepon pak Reza, dan beliau meminta saya menunggu sampai kereta yang mba tumpangi berangkat, dan benar saja saya melihat mba ditarik laki2 itu ke arah parkiran... Saya telepon lagi Pak Reza, Pak Reza minta saya menolong mba, dan bawa mba ke apartement kembali... "... Pak doni menjelaskan dengan perasaan lega


" saya tadi cemas sekali lihat mba dicekik sama laki2 itu mba.... " lanjutnya


" saya tadi sudah pasrah pak.... Saya tidak mengira pak Doni datang menolong saya... Alhamdulillah, terimakasih sekali lagi pak..."... Ucap Tia sambil meneteskan air mata.


"mami nangis.... Kita tidak jadi naik kereta api?".... Tanya Aska


"mami gpp nak... Naik kereta apinya di tunda dulu ya..."... Ucap Tia menghibur Aska


Aska mengangguk sambil memeluk Tia...


Pak doni mengantar Tia sampai di pintu apartemen


"mba istirahat aja... Saya pamit dulu..." pak doni pamit sambil menutup pintu.


Tia masih bingung dia harus bagaimana.... Aska mulai terhibur melihat jendela apartemen yg luas dan mereka sedang berada ditempat yg tinggi.


Selang satu jam kemudian ada yang mengetuk pintu... Ternyata ada yg mengantarkan makanan untuk dirinya dan Aska.


Selesai makan Tia membaringkan tubuhnya sambil menidurkan Aska... Dia sangat lelah..


Esok paginya ada yang datang mengantarkan sarapan untuknya dan Aska


Menjelang sore ada yg kembali mengetuk pintunya


Ragu2 Tia membuka pintu...


Tampak laki2 yg menolongnya berdiri didepan pintu.


Tia membuka pintu lebih lebar dan memberi jalan laki2 itu masuk.


"jadi sekarang apa rencanamu?"... Tanya laki2 itu pada Tia.


Aska mendekati Tia dan memeluknya... Aska takut laki2 itu akan menyakiti maminya seperti yang papinya lakukan.


"halo.... Siapa namamu jagoan?"... Tanya laki2 itu ramah sambil menyodorkan tangan.


"Aska Om..."... Jawab Aska seraya meraih tangan laki2 itu dan menciumnya.


Tia memang mengajarkan pada Aska untuk selalu mencium tangan yg lebih tua.


"Aska mau main mobil2an.?... Om punya banyak..."


"mau..."... Jawab Aska berbinar..


Laki2 itu meraih tangan Aska dan menunjukkan koleksi hotwheelnya....


"pilih saja mana yg Aska suka...Om bicara dulu sama mami ya?..."... Tanya laki2 itu sambil mengusap kepala Aska.


Aska mengangguk senang


"jadi apa rencanamu.?" laki2 itu mengulang pertanyaannya


"saya tidak tau Pak..." jawab Tia bingung


"namaku Reza... Jangan panggil pak"


"baik Pak Reza ... Eh mas Reza"


"kamu ingin hubungan dengan suamimu gimana?"


"saya ingin menuntut cerai saja.... Kehidupan rumah tangga kami sudah tidak wajar, saya takut mempengaruhi jiwa Aska, saya sudah mencoba semampu saya untuk bertahan tapi saya sudah tidak sanggup lagi... Hati saya berkata saya juga berhak hidup bahagia, tidak terus menerus disiksa"... Tia berbicara sambil menahan kesedihan dalam dadanya.


" untuk menuntut cerai kamu harus berpisah dengannya setidaknya 3 bulan... Baru kamu bisa mengajukan"


"begini saja... Kamu ingin bekerja kan?... Bagaimana kalo untuk sementara kamu bekerja di rumahku...tugasmu mengurus segala hal urusan dirumahku, dan mengatur pekerjaan asisten rumah tanggaku, kamu mau?"


"tapi saya bawa anak saya ya pak.. Eh mas..."


"tentu saja.."


"Alhamdulillah... Terimakasih mas... Terimakasih banyak, semoga Allah membalas kebaikan mas"... Kata Tia lega


" kalo begitu ayo kerumahku... Aska kita ke rumah Om yuk... Kalo Aska mau bawa mobil2annya bawa aja pilih mana yg Aska suka"... Kata laki2 itu sambil menghampiri Aska.


"iya Om... Aska mau yg ini...".. Aska tersenyum sambil mengangkat 3 buah mobil... Reza tersenyum dan mengangguk.


"mana tasmu?"


"tas saya sudah didalam mobil suami saya mas.... Saya hanya bawa ini, Alhamdulillah Karena semua surat2 saya masukkan disini... Tp saya dan Aska tidak memiliki baju sama sekali".. Tia menunduk menjelaskan pada Reza

__ADS_1


"sudah kalo begitu... Ayo ke rumahku"


Tia berjalan sambil menggandeng Aska mengikuti Reza menuju lift... Dan masuk ke dalam mobilnya


__ADS_2