Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Rasa itu ada... hanya tak terungkap


__ADS_3

Reza gelisah dikamarnya... Pukul 11 malam...


Wajah Tia Terbayang dimatanya, padahal baru saja tadi dia berbincang dengan Tia.


[ kamu sudah tidur..?] terkirim


[ belum mas... ada apa?, mas Reza butuh sesuatu..?]


[ tidak..]


[ tidur mas... Mas Reza kan harus kerja besok pagi]


[kamu sendiri kenapa belum tidur..?]


[kan balas chat mas Reza]


Reza tertawa sendiri... iya juga ya... gimana Tia mau tidur kalo dia masih chat Tia.


[ ya sudah.. kamu tidur saja..]


[ mas Reza kenapa..?... ada yang mau dicerita in..?... mau cerita di ruang televisi..?]


[ tidak usah.. sudah malam, tidak enak nanti dilihat bi supi ato siapa nanti..]


[ silahkan cerita mas... disini juga bisa..]


[ capek ngetiknya..]


Tia tertawa membaca balasan chat Reza... Ini mas Reza kenapa sih.


Tia membalas chat Reza dengan emoticon pusing.


[ kenapa..?] balas Reza


[ bingung aja mas Reza kenapa.?]


[aku gpp]


Pusing juga Tia balas chatnya Reza... kenapa sih ini orang.


Reza menatap layar handphone nya... Tia tidak membalas lagi chatnya.


[ kamu sudah tidur..?..]... Terkirim


[ belum... Mas Reza ga bisa tidur..?]


[ iya...]


[cerita aja mas.. Mas Reza lagi mikirin apa, saya siap dengerin]


[ video call ya...]


Belum juga Tia balas sudah masuk panggilan video dari Reza.. Tia memasang headset agar tidak mengganggu tidurnya Aska.


" ada apa mas.?"


"entahlah...".. Jawab Reza... Dia sebenarnya juga bingung dengan apa yang dia rasakan.


"Tidur lah kalo kamu ngantuk..." kata2 Reza membuat Tia bingung..


"jangan ditutup... biarkan begini, kamu tidur saja"


"mas Reza ga ingin cerita sesuatu..?"


"tidak... Tidur lah..."


Ini orang maksudnya apa sih... Tia masih belum mengerti dengan Reza... Tia mengantuk sebenarnya, Tia mulai menguap... mungkin kalo Reza mengajaknya bercerita bisa mengurangi rasa kantuknya.. tapi ini tidak, Reza hanya diam memandang handphonenya.


" mas..."


"jangan ditutup... Tidur lah, biarkan tetap begini..."... Reza memotong kalimat Tia.


Terserah lah... Tia sudah sangat mengantuk, Tia tidur miring ke sisi kiri dan handphone dia letakkan di sisinya...... Terlihat di handphone wajah dia dan Reza.... Reza masih tetap diam menatap handphone nya, Tia tidak tau apa yg dilihat Reza... Wajahnya kah atau hal lain...


Perlahan Tia mulai menutup matanya dan tertidur... Reza tersenyum menatap Tia yg mulai tertidur... Akhirnya Reza pun ikut tertidur juga.


Pagi harinya Reza bangun dengan wajah ceria... Reza mimpi indah tadi malam.


Reza keluar kamar dengan semangat menuju meja makan.


"pagi mas Reza..."... Sapa Tia


"pagi...".. Reza tersenyum lembut pada Tia


Reza duduk dikursi dan mulai menikmati sarapannya.


"Aska mana..?"... Tanya Reza


"ada dibelakang mas..." jawab Tia


Reza menyelesaikan sarapannya dengan cepat dia harus bertemu seseorang pagi ini.


" aku pergi dulu..."


"Hati2 mas..."... Jawab Tia


Tia dan mba Yati saling berpandangan.... Tumben mas Reza pamit, biasanya dia langsung aja jalan keluar.


"pak doni... Belikan saya nanti mainan lego, ini uangnya..".. Pak doni hanya mengangguk keheranan.


" apa perlu dibungkus kado mas..?"


"tidak perlu... Itu lego untuk Aska.."


Pak doni hanya mengangguk...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jam makan siang....


[ kamu sudah makan..?.] terkirim


[ belum mas... Masih suapin Aska]


[ bi Supi masak apa..?]


[ masak sup sama Perkedel kentang mas]


[ mulai nanti malam aku ingin kamu yang masak buat makan malam boleh..?..]


[ bisa mas... Mas Reza mau dimasakin apa..?..]


[ terserah kamu aja...]


[ baik mas...]


[ aku mau makan bareng Aska nanti malam...]


Ini makin aneh lagi pikir Tia.... Ini mas Reza kenapa sih....


[ iya mas..]


"ada apa mba Tia..?.."... Tanya mba Yati


"mas Reza minta saya yang masak makan malam mba...nanti saya mau masak apa..?.."


"masak opor ayam saja mba.... Mas Reza paling suka opor ayam..." saran bu Supi.


Jam 5 sore terdengar mobil Reza masuk ke halaman depan.


"sore mas Reza..."... Mba Yati membuka kan pintu.


"sore mba.."... Reza berjalan menaiki tangga menuju kamarnya... Reza tertegun saat sampai di lantai atas, samar2 dia mendengar suara orang bersenandung... Reza membuka kamarnya,.. Tidak ada orang, kamar kerjanya... Tidak ada orang juga... Dia membuka kamar kosong di samping kamar tidurnya.. Terlihat Tia naik diatas kursi sedang berusaha mengganti bohlam lampu.


"kamu ngapain..?"... Tanya Reza tiba2


"eh mas Reza sudah pulang... Kaget saya"... Tia berkata sambil memegang dadanya dan menunduk sebentar, dia benar2 terkejut.

__ADS_1


"lampunya mati mas... Saya ganti.."... Lanjutnya.


"ngapain kamu kerjain itu... Ada pak karto yg bisa kerjain.."


"gpp mas... Saya biasa ganti sendiri kok... Nih udah... Minta tolong coba nyalakan mas..."


Reza meraih saklar lampu di dinding..


"nahh... Nyala...".. Tia tersenyum ceria dan turun dari kursi,


" saya tadi buat puding lagi...puding cake tapi... Mas Reza mau coba..?.."


Reza mengangguk..


"mau saya antarkan ke kamar.?"


"tidak usah... Setelah mandi saya akan turun.." jawab Reza sambil membuka pintu kamarnya.


Tia mengangguk dan berjalan menuruni tangga.


Ada tamu mencari Reza...


"mas fian... Selamat sore mas.."... Sapa Tia


"sore Tia... Saya mau ketemu Reza.."


"mas Reza lagi di kamar mandi mas... Silahkan duduk..."... Tia mempersilahkan Fian duduk di ruang tamu.


Tia segera naik ke atas menuju kamar Reza.


"mas Reza... Ada mas Fian ingin ketemu"


Reza membuka sedikit pintunya... Sepertinya Reza baru selesai mandi.


"antarkan Fian ke ruang kerjaku... Biar dia menunggu disana"


"baik mas..."


Tia segera turun dan mengantar Fian untuk naik ke atas agar menunggu Reza di ruang kerjanya.


"bagaimana Fian..?"... Reza langsung bertanya saat masuk ke ruang kerjanya.


"sudah aku daftarkan pagi tadi... Bukti2 sudah aku kumpulkan, aku sudah bicara dengan petugasnya untuk dipercepat... mungkin beberapa hari lagi akan dia terima panggilan sidang.


Tok.. Tok... Terdengar ketukan pintu.


" masuk... "..


" permisi... "


Tia masuk sambil membawa 2 cangkir teh hangat dan kue kering dalam toples.


" bawa pudingmu kesini Tia... Biar Fian ikut coba juga .."... Kata Reza sambil tersenyum


"baik mas... Sebentar..."... Tia menutup pintu kerja Reza.


"kamu ga naksir dia kan Za???"... Tanya Fian ragu2


"engga..."... Jawab Reza singkat.


"tapi sepertinya iya Za..."


Reza segera berdiri menghindari tatapan Fian dan berjalan ke arah jendela.


"aku pengen lihat bukti2nya..." kata Reza kemudian untuk mengalihkan pembicaraan.


Fian tertawa kecil... "kamu menyukainya Za...".. Ledek Fian


"dah ah... Berisik... Coba lihat"


Fian makin keras tertawa.... Fian telah lama mengenal Reza, dan menurut Fian senyuman yang diberikan Reza pada Tia itu aneh...


"bisa diam ga ..?."... Reza ikutan tertawa.


Dan mereka seketika diam saat Tia masuk untuk mengantarkan puding.


"silahkan mas... Saya permisi.."... Tia segera menutup pintu dan kembali ke dapur menyiapkan masakan.


"wahhh... Enak Za, ini Tia yg buat..?"


Reza mengangguk bangga... Terlihat seperti anggukan seorang suami didepan seorang teman yang sedang memuji masakan istrinya.


"fix kamu menyukainya..."... Kata Fian kembali sambil tertawa keras.


"diam kamu... Mana aku lihat...".... Reza berusaha mengalihkan pembicaraan agar sahabatnya itu tidak terus menggodanya.


Fian menyerah amplop coklat. Reza membukanya.


Ada foto2 Tia yang diambil dari cctv Cafe Lia di Surabaya.. ada foto yang diambil pak Doni saat Ari mencekik Tia di parkiran stasiun, ada salinan percakan chat antara Ari dan Tia dimana Ari menyatakan sudah menceraikan Tia dan tidak ingin Tia mengganggu hidupnya..Ari meminta Tia mencari laki2 lain karena Ari sudah tidak mencintainya.


"sudah lama mereka cerai menurut agama... tapi menurut hukum belum, itu laki2 pintar sekali memutar balikkan fakta.. Lia menyesal telah menghubungi Ari saat Tia ke Surabaya, Lia berniat menyatukan keluarga mereka kembali karena Ari cerita ke Lia kalo Tia dan anaknya tiba2 kabur dari rumah tidak membawa apa2... mungkin Tia stres, padahal keluarga mereka baik2 saja... karena itu Lia menghubungi Ari... "


" ini rekaman cctv.. "... Kata Fian sambil menyodorkan sebuah flash disk ke Reza.


Reza menyalakan laptop dihadapannya..


Terlihat bagaimana Ari menghajar Tia tanpa perlawanan, menamparnya.. menjambak rambutnya, memukul wajahnya dan menendang perutnya.... Reza segera menutup laptop dihadapannya... Tidak sampai hati dia melihat perlakuan Ari pada Tia... Dimana otak laki2 itu gumamnya.


"carikan aku info tentang laki2 itu dan selingkuhannya..."


"oke... Nanti aku kabari..."


Setelah berbincang bincang sebentar Fian pamit pada Reza...


Reza mengantar Fian sampai depan pintu...


"mana Aska..?" tanya Reza pada mba Yati


"itu mas..." mba Yati menunjuk ke arah Aska yang sedang memberi makan ikan kecilnya dibelakang.


"Aska..."... Panggil Reza


Aska segera menoleh dan mengangkat tangannya.


Reza tertawa kecil melihatnya, Reza melambaikan tangan pada Aska... Aska segera menghampiri.


"yuk kita mainan..."... Ajak Reza sambil menggandeng tangan Aska menaiki tangga.


Wajah Aska langsung ceria saat mendengar kata mainan.


Reza mengajak Aska di ruang tengah lantai atas yang difungsikan tempat Reza bermain game saat suntuk...


"kita bikin robot..."... kata Reza semangat.


"waaahhh... Robot..." Mata Aska berbinar melihat kotak lego yang bergambar robot


Reza membuka kotak itu dan mengeluarkan isinya.


"Robotnya mana Om..?.."... Tanya Aska polos


"Robotnya harus dirakit dulu... Sini kita bikin robot..."


Aska menurut duduk di dekat Reza.


"ini kaki..."... Kata Aska sambil memperhatikan bagian2 lego


Reza tertawa.. " iya.. Kakinya, trus mana lagi..?"


"ini tangan Om..."... Aska tampak semangat merakit robot bersama Reza.


Tia bingung mencari Aska... Tadi saat dia tinggal memasak Aska mainan sama ikan nya.


"mba Yati lihat Aska..?.."


"ke atas tadi sama mas Reza"... Tia bengong mendengar jawaban mba Yati, segera dia naik ke atas Tia takut Aska mengganggu Reza.


"Aska..."

__ADS_1


"mami... Om Reza pintar bikin robot, nihhh... Keren Robotnya..."... Aska bangga memamerkan Robot yg selesai di rakit Reza.


"iya.. Bagus Robotnya..."


"biarkan Aska mainan sama aku disini"... Kata Reza.


"saya ke dapur lagi kalo begitu mas... Permisi.."... Tia menuruni tangga menuju dapur.


Terdengar tawa mereka berdua.... Reza dan Aska tertawa bersama.


Tia segera menyiapkan makanan di meja makan sebentar lg jam 7 malam... Reza sebentar lagi turun untuk makan malam, ini pertama kali Tia memasak makanan untuk Reza.. biasanya Reza melarang siapapun untuk memasak makanannya.. Hanya bi Supi yang boleh.


Reza berjalan menuruni tangga dan duduk di kursi meja makan.


"Aska mana..?.." tanya Reza


"ada dibelakang mas.. mau di suap mba Yati..." jawab Tia


"ajak Aska kesini... aku mau makan bareng Aska, tadi dia janji akan makan sendiri tidak disuap"


Tia mengangguk dan berjalan kebelakang memanggil Aska.


"hello kapten Reza..."... Sapa Aska


"hello kapten Aska... Sekarang saatnya kita makan.."... Jawab Reza.


Tia menahan tawa melihat percakapan Aska dan Reza.


Tia menyiapkan piring untuk Aska...


"Aska kapten mami... Bisa ambil sendiri dan ga usah disuapin"... Kata Aska bangga.


"hebat kapten...." puji Reza sambil menepuk bahu Aska.


Tia tidak bisa menyembunyikan tawa... Segera dia bersembunyi di balik meja dapur untuk tertawa.


Reza tertawa melihat Tia..


"misi kita berhasil kapten Aska... musuh mulai kalah".. Reza dan Aska melakukan tos .


Reza dan Aska makan dengan lahap....


Aska sudah tidur.. Sudah jam 9 malam .. Seperti biasa Reza dan Tia berbincang di ruang televisi.


Reza mulai menceritakan kegiatannya hari ini.


Mba Yati dan bi Supi yang melihat itu tersenyum sendiri... Mereka bisa merasakan sepertinya mas Reza menyukai Tia.


"sudah jam 10 lebih... Tidur Tia sudah malam..."... Kata Reza sambil bangkit dari duduknya.


"iya mas..."... Tia mematikan televisi dan hendak ke dapur mengambil air minum.


" malam Tia..."... Sapa Reza sambil menaiki tangga menuju kamarnya.


"malam mas Reza..."..


Tia membaringkan tubuhnya di sisi Aska... Mas Fian sudah mendaftarkan gugatan cerai nya,... Tia menarik nafas panjang, cita2nya yang ingin memiliki keluarga bahagia sampai tua bersama Ari musnah sudah.


Ari yang Tia harapkan bisa melindungi nya ternyata membuangnya begitu saja... Dan yg lebih sakit Ari lebih memilih menjadi Selingkuhan istri orang.


Tia menangis.... Kenapa Ari bisa sebodoh itu, orang yg sangat dia jaga kehormatannya malah mempermalukan dirinya sendiri.


Mungkin bila Ari berselingkuh dengan wanita yg lain dan mereka menikah rasa sakitnya tidak seperti ini.


Di satu sisi Tia merasa sakit hati... Di sisi lain Tia juga kasian pada Ari karena dibodohi perempuan itu.


Air mata Tia terus mengalir merasakan dilema dalam hatinya.


Bagaimana dengan dirinya dan Aska.. .. Kemana dirinya akan pergi setelah ini, Tia dan Aska tidak mungkin terus tinggal di rumah Reza... Tia semakin menangis.


Tink.. Notif handphone Tia berbunyi.


[ kamu sudah tidur..?] pesan masuk dari Reza.


[ belum... Mas Reza butuh sesuatu?..]


Panggilan video call.........................


Ragu Tia akan menjawab... dia tidak mau Reza melihat dia menangis.


Reza menelepon ulang.....


[kenapa tidak dijawab..?..].. Pesan dari Reza


Tia bingung balasnya...


[ voice call aja mas Reza..]


[kenapa...?]


[tidak apa2 mas...]


[angkat!!]


Video call masuk dari Reza....


Tidak terjawab..


Voice call...


"kenapa tidak mau video call?"


"tidak apa2 mas..." suara Tia serak.


Reza merasa ada yg aneh dari suara Tia.


"kamu kenapa..?.."


"tidak apa2 mas... Beneran.."


"aku telepon video call.. Kalo tidak kamu angkat aku ke kamarmu sekarang"... ancam Reza


Ini mas Reza kenapa sih... gerutu Tia


Video call dari Reza


" kamu kenapa?..."... Pertanyaan ini langsung diucapkan Reza begitu wajah Tia tampak di handphone nya.


"tidak apa2 mas..."... Kata Tia sambil menunduk.


"kamu nangis..?... Kenapa..??"


"tidak apa2 mas... Cuma tadi kepikiran bagaimana hidup saya sama Aska selanjutnya, hanya itu saja..."... Tia mencoba berbohong.


" kamu sama Aska akan tetap disini, begitu proses itu selesai kamu bebas... Kamu dan Aska bisa kemanapun kamu mau tanpa takut lagi, dan Aska bisa mulai sekolah... sudah kan..?... tidak ada alasan buat kamu menangis"


" tapi saya tidak mungkin terus tinggal disini mas..."


"kenapa tidak mungkin..?"


" saya sudah cukup banyak merepotkan mas Reza"


"saya tidak merasa direpotkan"


" mas Reza juga akan punya kehidupan lain... saya tidak mau nanti mas Reza dapat masalah karena saya sama Aska tinggal disini"


"masalah apa..?....tidak akan ada masalah"


Hihhh!!!.... Ni orang keras kepala banget... Gerutu Tia.


Tanpa sadar Tia cemberut..


" kamu ngapain cemberut gitu..?.."... Kata Reza sambil tertawa


" eh... Eh... Tidak mas.."... Tia berusaha tersenyum.


"kamu dan Aska akan tetap disini dan tidak akan ada masalah apa2.... tidur lah, biarkan begini jangan dimatikan aku merasa ada yg menemani dan tidak kesepian lagi"... Kata Reza kemudian.

__ADS_1


Tia mulai membetulkan tidurnya... Tia masih belum mengerti apa maksud Reza Tia pikir mungkin kalo mereka tetap video call Reza merasa masih ada orang yg menemani...


Benarkah karena alasan itu..??????


__ADS_2