Cinta tak akan tersia - sia

Cinta tak akan tersia - sia
Tragedi di Surabaya


__ADS_3

G


Sabtu pagi mereka sudah bersiap akan ke surabaya bersama.


Aska sangat gembira...karena mereka tidak naik kereta melainkan naik pesawat, Aska semangat membayangkan dia nanti akan terbang diatas awan.


Selama dipesawat Aska terus kagum menatap jendela.... "aku terbang di awan".... pikirnya.


Tiba di Surabaya mereka menuju ke sebuah hotel... Reza memesan 2 kamar untuk Tia dan mba yanti juga Aska, satu untuknya...


Terdengar suara ketukan pintu kamar.. Tia segera membukanya...


"masuk mas...".... Tia mempersilahkan Reza masuk.. tampak didalam mba Yati dan Aska sedang bermain.


" ini uang... Pakailah buat jalan2, saya ada meeting... terserah kalian mau kemana, Hati2".. Reza menyerahkan uang kepada Tia.


"terimakasih mas Reza...".... Tia menerima uang pemberian Reza.


Reza mengangguk dan berlalu.


"mas Reza kasi uang buat jalan2 mba Yati....".... Tia menunjukkan uang pemberian Reza.


"ayo jalan2 mba.....".... Sahut mba Yati ceria


Tia mencoba browsing tempat rekreasi di Surabaya.. ada Surabaya carnival.... Sepertinya bagus, dan mba Yati pun menyetujuinya.


Malam itu Tia, mba Yati dan Aska menghabiskan malam di Surabaya carnival... Menaiki wahana2 seru, Aska sangat gembira, dan bagi mba Yati ini pengalaman pertama baginya masuk di wahana permainan.


Tia mencoba mengirim pesan ke Lia dan mengabarkan kalo dia dan Aska ada di Surabaya... Lia sangat senang mendengarnya, mereka berjanji akan ketemu besok pagi di Cafe Lia.


Esok paginya...


Tia bertemu Reza saat sarapan di restoran hotel, Tia cerita kalo akan bertemu Lia temannya yg tinggal di surabaya nanti jam 10, Reza hanya mengangguk dan mengingatkan besok pagi mereka akan kembali ke Jakarta dengan pesawat pagi.


Tia juga bercerita nanti sepulang dari tempat Lia akan pergi ke kebun binatang..


Kembali Reza hanya mengangguk... Reza cukup sibuk dengan meetingnya, jadi dia biarkan Tia, mba Yati dan Aska untuk menikmati liburannya.


Sebelum jam 10 Tia berangkat bersama mba Yati dan Aska. ... Lama Tia tidak bertemu dengan Lia, sebenernya sudah lama Tia ingin bercerita tentang masalahnya pada Lia, tapi Tia merasa kurang nyaman kalo berbicara melalui telepon.


"mami nanti kita ke kebun binatang kan..?... Aska mau naik gajah sama bu Yati.."... Ucap Aska ceria


"iya... Tapi kita ke tempat tante Lia dulu ya, baru kita ke kebun binatang".. Tia berkata sambil mencium Aska.


Begitu masuk di Cafe Lia sudah menyambutnya.... Lia memeluk Tia sangat erat, bersalaman dengan mba Yati dan mencium Aska.


Mereka duduk di sofa yg terletak dipojok ruangan... Aska sangat senang karena Lia langsung menyodorkan segelas ice cream untuknya.


Lia pamit sebentar untuk memberi tau karyawannya ada yg ingin pesan antar... Tia mempersilahkan...mulai ada beberapa pengunjung datang anak2 muda... Mungkin karena weekend mereka ingin menghabiskan waktu bersama Teman2nya.


Lia kembali menghampiri Tia dan berbisik mengajaknya bicara didalam ruangannya karena Cafe mulai ramai.


"mba Yati.. Saya tinggal sebentar gpp?... Mau bicara sedikit sama Lia.."

__ADS_1


"gpp mba... Biar saya disini sama Aska"... Kata mba Yati sambil melanjutkan makan cemilan yang disediakan Lia.


Lia dan Tia masuk ke ruangan....


"ada apa sebenarnya Tia.?"


"keluargaku bermasalah Lia....".... Tia menarik nafas panjang... Ada rasa sesak di dadanya mengingat semua yg terjadi.


Baru Tia akan melanjutkan ceritanya seorang karyawan Lia mengetuk pintu...


"mba Lia ada tamu..."


"owh iya.... Sebentar ya Tia..."


Tia mengangguk....Lia melangkah keluar.


Tia berdiri ingin melihat Aska dia pasti celemotan makan ice creamnya.


"ya Allah...."..... Tia merasa badannya gemetar hebat.


Dia melihat Ari bicara pada Lia..


Tia segera mengambil handphone di kantongnya dan menghubungi mba Yati...


"bawa Aska pergi mba... Tolong, bawa jg tas saya...sekarang mba... Sekarang".... Hanya itu yg Tia ucapkan kemudian cepat2 dia tutup teleponnya...


Tia melihat Ari berjalan ke arah ruangan tempat dia berada.


"saya pasrahkan padamu ya Allah...".... Tia terduduk lemas di sofa... Dia merasa seperti menanti malaikat mencabut nyawanya.


"perempuan tidak tau diri.... Tidak tau trimakasih, aku capek2 kerja carikan uang buat kamu makan dan ini balasanmu"....


"plakkk".... Ari menampar Tia.


Tia maraih hpnya berusaha menelepon seseorang.... Segera hp itu diraih Ari, dibuang kelantai dan di injaknya.... Hancur....


"bicara kamu.... Bicara..."... Bentak Ari


"plakk..".... "plakkk".... Ari menampar Tia berkali kali.... Ada darah mengalir di sudut bibir Tia.


Tia tetap diam.... Dia tidak menangis... Dia sudah lelah menangis, dia pasrah menerima perlakuan Ari.


Dengan penuh kemarahan Ari mendorong Tia... Seketika Tia terjatuh dan menghantam sudut meja bahunya...


"akhhh...."... Tia pekik Tia tertahan.... Tangan sebelah kanannya terasa lemas dan kebas


Belum puas... Tia yg terjatuh ditendang perutnya oleh Ari.... Air mata Tia meleleh menahan sakit.... Tia mencoba berdiri, sekali lagi Ari menendang perutnya bagian samping.


Ari makin emosi karena Tia hanya diam tidak berkata apa2..


Ari menarik rambut Tia..


" dimana kamu bersembunyi.?... mana Aska... Ha??!!!.... mana Aska ??"... Ari berkata sambil mencengkeram dagunya.

__ADS_1


Tia tetap diam... hanya air mata yang meleleh dipipinya..


Ari tersadar.... Segera dia lepaskan cengkramannya pada Tia... Ari mundur dan menatap Tia.... Kondisi Tia sangat mengenaskan, rambutnya acak2an... Dan ada darah mengalir di hidung dan sudut bibirnya.


Lia mengetuk pintu... Terkejut dia melihat keadaan Tia.


" ya Tuhan Ari!!.... apa yang kamu lakukan..???"... Lia menangis memeluk Tia.


"dia perempuan tidak tau diri.."... Jawab Ari


"tapi semua bisa dibicarakan.."... Kata Lia..


"dia sengaja menyembunyikan Aska.."...kata Ari


"kamu tidak mencari anakmu... Kamu marah karena ketakutan perselingkuhan mu terbongkar, sampai kapan aku kamu jadikan tameng untuk menutupi perselingkuhanmu..?... Kamu takut kan..?... Kamu takut suaminya tau... Kamu takut semua orang tau... Kamu pengecut!!.. ".... Teriak Tia tiba2


" maksudnya apa Tia... "... Tanya Lia bingung


Tia hanya diam.... Dia berdiri..


" kalo kamu mau bunuh saya jangan disini.... Jangan membuat orang lain mendapat masalah karena kebusukanmu, saya ke toilet rapikan wajahku dulu...silahkan bawa saya pergi dari sini dan bunuh saya jika itu maumu, Pengunjung Cafe Lia pasti heran melihat wajahku kalo begini.."... Kata Tia sambil berdiri dan berjalan pelan... Seluruh tubuhnya terasa sakit.


" lewat pintu dalam saja Tia... Itu bisa tembus ke toilet.. "... Kata Lia menunjuk pintu yg ada di pojok ruangan.


" sebenarnya ada apa Ari... Tolong jelaskan.. Tia sahabatku"... Lia mendesak penjelasan pada Ari..


"dia kabur sama laki2 lain membawa Aska..."... Kata Ari.


Tia masih mendengar percakapan itu sebelum akhirnya menutup pintu.... Dia tersenyum... Entah bagaimana kata2 itu memberi kekuatan padanya.


"mas... Tolong saya... Saya ingin kabur dari tempat ini... Saya dipukuli suami saya.."... Kata Tia gemetar pada salah satu karyawan Lia


Karyawan itu segera membawanya ke belakang... Memesankan taxi dan menuntunya menuju pintu belakang...


Sampai dipintu belakang karyawan itu segera menuju motornya dan membonceng Tia ke depan jalan... Dan sudah ada taxi yg menunggu.


"trimakasih mas.... Terimakasih banyak...".... Tia buru2 masuk ke taxi.


"Hati2 mba..."... Kata karyawan itu dan bergegas kembali ke Cafe.


"mba kenapa..?"... Tanya sopir taxi terkejut.


"saya dianiaya pak..."... Jawab Tia lemah


"lapor polisi aja mba... Ayo saya antar.."... Sopir taxi itu tampak emosi mendengar penjelasan Tia


"tidak usah pak.... Saya hanya ingin cepat bertemu anak saya."


Sampai di parkiran lobby hotel Tia segera turun dan melihat Reza sedang berdiri mondar mandir di depan lobby..


" mas Reza.... "


Reza terkejut melihat Tia.... Miris melihat kondisinya.

__ADS_1


" mas..."... Kata Tia pelan.... Dan gelap.... Tia pingsan dipelukan Reza.


__ADS_2