
Tia masuk ke kamar mandi... dia berendam air hangat di dalam bathtube, memejamkan mata... Ini semua terasa seperti mimpi baginya... Dia sudah menjadi istri Reza... Laki-laki yang selalu dia sebut dalam setiap doa nya.
Tia menyelesaikan mandinya dan memakai baju tidur... tampak Reza duduk di sofa sambil sibuk memperhatikan ponselnya.
"mas mau mandi...?.."... Tanya Tia
Reza menoleh ke arah Tia... Tersenyum menatap wajah cantik Tia tanpa mengenakan hijab, rambut Tia tergerai... Tia tampak lebih muda bila tidak mengenakan hijab.
"iya.. lama sekali mandinya sayang..."... Ucap Reza lembut, meletakkan ponselnya dan berjalan menghampiri Tia.. Menyentuh pipinya dan mencium keningnya lembut... "aku mandi dulu..."... Reza masuk ke dalam kamar mandi.
Tia menyiapkan baju ganti untuk Reza... sudah lama dia tidak melakukan itu, dulu setiap hari dia selalu menyiapkan baju ganti untuk suaminya, tidak pernah suaminya mengambil baju sendiri di lemari.
Reza keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit dipinggangnya.. Tersenyum melihat Tia sudah menyiapkan baju ganti untuknya.
"kamu capek sayang..?.."... Tanya Reza sambil memeluk Tia
Tia menggeleng dan menundukkan kepalanya.
Reza meraih dagu Tia... Mencium keningnya, matanya, pipinya,.. dan bibir Tia.. Lembut sekali...
"mass.."... Desah Tia saat Reza menciumi lehernya.
Reza mengajak Tia ke atas tempat tidur... Membuka kancing piyama Tia... Tubuh Tia sangat putih dan halus... Reza menyentuh seluruh tubuh Tia...
Malam itu... Tia telah benar-benar menjadi milik Reza seutuhnya.
Tia tidur dengan senyum bahagia dipelukan Reza...
Esok harinya rombongan dari Jakarta bersiap untuk kembali dengan penerbangan siang.
Sedangkan Ibu Tia dan rombongan masih tinggal 2 hari di Surabaya.
Sebenarnya semua bingung dengan pernikahan ini, begitu mendadak tapi mewah.... Fian dan Riska benar-benar dibuat pusing oleh Reza, hanya demi agar Reza bisa memeluk Tia.... Konyol...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara di toko Tia, tampak Ari berjalan masuk ke dalam toko sambil menenteng kantong berisi mainan untuk Aska.
__ADS_1
"Aska ada mba..?"... Tanya Ari pada salah satu karyawan Tia.
"Aska ke Surabaya pak..."... jawab karyawan Tia.
"ke Surabaya... Sama Tia..?... ada keperluan apa ke Surabaya..?"... Tanya Ari selanjutnya.
"bu Tia menikah di Surabaya pak..."
"apa..??!!!... Menikah..??"... Ari seperti tidak percaya pada pendengaran nya, menikah sama siapa..?... selama ini dia lihat Tia tidak dekat dengan siapapun, beberapa kali dia coba bertanya pada Aska tentang siapa yang dekat dengan mami nya Aska bilang tidak ada, apa laki-laki yang kemaren dulu dia lihat keluar dengan Tia..??... pasti laki-laki itu... tapi siapa dia..??
"maaf mba... Suaminya bu Tia orang Surabaya..?".. Tanya Ari penasaran.
"orang jakarta pak... tapi mereka menikah di Surabaya karena omnya Bu Tia di Surabaya..".. Karyawan Tia mencoba menjelaskan.
"namanya siapa ya..?"
"namanya Pak Reza... sepertinya teman akrabnya Pak Alfian..."
"Alfian yang pengacara itu..???"... Tanya Ari terkejut
"iya pak.. Pak Alfian yang pengacara"
Dia laki-laki yang cukup tampan pikir Ari dan dari baju yang dia pakai, mobil yang dia miliki sepertinya dia orang yang cukup berada.. darimana Tia mengenalnya..?
Ari meraih ponsel dan menelepon Tia.
"halo..."... Suara Aska di seberang sana, Tia memang akan langsung memberikan ponselnya pada Aska bila Ari menelepon...
"halo Aska... Papi ke toko tapi Aska tidak ada, Aska dimana..?"... tanya Ari.
"Aska dibandara Papi.. lihat pesawat, nanti Aska mau naik pesawat"... Aska bercerita dengan gembira.
"owh... Iya, nanti kita ketemu ya.. Papi sudah belikan Aska mainan...mami ada..?"
" ada.."... Jawab Aska sambil menyerahkan ponsel ke arah Tia.
Ragu- ragu Tia akan menjawab telepon dari Ari.
__ADS_1
Reza yang duduk disamping Tia melihat perubahan raut wajah Tia..
" siapa..?.. "... Tanya Reza
" Ari "... Jawab Tia singkat
Reza meraih ponsel dari genggaman Tia, mendekatkan ke telinga Tia dan mencium kening Tia lembut seakan berkata "jangan takut... aku ada disini"
"ya.. Ada apa..?"... Ragu Tia menjawab telepon Ari
"kamu menikah Tia..?..dengan siapa..?... Jangan sembarangan menikah dengan laki-laki yang ga jelas, kenapa terburu - buru menikah..?.. kamu hamil Tia..?!!" tanya Ari menahan emosi.. Sebenarnya Ari berharap dia bisa kembali rujuk dengan Tia, selama ini dia berfikir Tia hanya butuh waktu untuk memaafkannya... apalagi setahu Ari tidak pernah ada laki-laki yang dekat dengan Tia, hanya sekali saja dia melihat Tia keluar dengan seorang pria dan kemudian mereka menikah.??? ..Ari merasa kecewa, dia merasa penantiannya sia - sia.
"dengan laki-laki mana kamu menikah Tia..?"... bentak Ari yang tentu saja terdengar juga ke telinga Reza karena Tia dan Reza memang duduk bersebelahan, Reza segera meraih ponsel dari tangan Tia.
"anda tidak berhak membentak istri saya!!!...."... balas Reza kesal.
"saya hanya bertanya karena ada anak saya pada Tia, saya tidak mau anak saya mendapat perlakuan yang tidak baik dari orang yang tidak dikenal"... jawab Ari sok bijaksana.
"cihhh.."... Desah Reza.
"saya akan menemui anda nanti setiba di Jakarta.. Dan satu lagi, jangan pernah lagi membentak istri saya... Saya tidak terima ada orang yang menyakiti istri ataupun Aska anak saya... Selamat siang".... Reza langsung menutup teleponnya, Tia mengusap punggung Reza lembut untuk meredakan emosinya... Reza tersenyum..menatap Tia dan memeluknya erat... "kalo ada yang berani menyakiti keluargaku dia harus berhadapan denganku"... bisik Reza ke telinga Tia
"nanti aku belikan Aska ponsel..".. Kata Reza sambil menatap Aska yang sedang makan ice cream di temani mba Yati.
"untuk apa mas.. tidak usah"... jawab Tia
"agar kamu tidak perlu bicara lagi dengan Ari... atau ponselmu yang ini untuk Aska, nanti aku belikan yang lebih bagus buatmu sayang..."
"tidak usah mas... ini aja masih bagus kok.."... jawab Tia menolak
"pakai saja ponselku...aku mau beli ponsel baru,. mau alasan apalagi kamu sayang..???"... goda Reza
"coba aku yang ditawari... Aku pilih ponsel terbaru..".. Kata Riska
"kamu beruntung Za, punya istri Tia..."... Ucap Fian yang langsung berhasil membuat Riska cemberut.
"jadi kamu ga beruntung punya aku..??"... Kata Riska
__ADS_1
"itu hanya perasaanmu saja..."... jawab Fian yang langsung membuat mereka semua tertawa..
Mereka semua berdiri saat mendengar panggilan boarding untuk pesawat Garuda tujuan Jakarta.